The Legend System

The Legend System
dugeonend



dugeon end


di sebuah dugeon terlihat dua pemuda tampan yang sedang mengobrol dengan canda tawa , pemuda yang tidak lain adalah Hiro dan Evo


syuuttt!!!


"tuan awasssssss! " teriak Evo yang melihat sebuah pedang mengarah ke Hiro


Hiro yang mendengar teriakkan Evo menoleh ke belakang ,saat Hiro melihat kebelakang dia melihat pedang yang melesat ke arah bola mata nya


jlebbbb!!!


Hiro yang tadi menutup mata nya langsung membuka mata nya saat merasakan ada sesuatu yang jatuh ke matanya alangkah terkejutnya saat melihat Evo yang berdiri di hadapan nya dengan darah yang mengalir dari perut yang tertusuk pedang


"Evo !!!!!" teriak Hiro lalu menangkap Evo yang jatuh pingsan


" hahahaha!!!!!!!" tawa seorang keluar dari kegelapan


"siapa kau?" tanya Hiro dengan wajah polos nya


orang itu pun menjadi bingung dengan wajah polos nya Hiro bukan nya terkejut malah menampilkan wajah polos


" knp masih polos bukan nya sudah tidak polos buktinya kau sudah bisa membunuh dan lihat lah tubuh mu sudah penuh dengan darah?" tanya nya bingung


Hiro yang sedari tadi tidak paham dengan bahasa yang gunakan orang yang ada di depan nya hanya diam tak bergerak


" hey irene apa kau paham apa yang di bicarakan manusia besi itu ?"tanya Hiro pada irene


[tidak , dia bukan manusia besi dia demi human ]


"oh gitu " ucap Hiro mengaktifkan skill buatan nya yang bernama TRANSLATOR BAHASA


" hey aku bicara padamu knp kau menghiraukan ku " ucap orang itu


" maaf anda siapa?'' tanya Hiro


'' aku adalah penjaga terakhir dugeon ini sang naga hitam 'siliya ' '' ucap siliya membuat pose heroik


Hiro yang melihat pose siliya bertepuk tangan dengan meriah


" wahhh hebat hebat " ucap Hiro bertepuk tangan


'' terima kasih terima kasih" ucap siliya menunduk an kepala


" sama sama dan waktunya tidur untuk mu " ucap Hiro memukul kepala siliya dengan keras sampai sampai membuat siliya pingsan


tiba tiba dugeon yang tadinya tidak ada cahaya sekarang menjadi penuh dengan cahaya dan memunculkan dewi agung yan di rantai oleh siliya


" dewi !" ucap Hiro terkejut melihat dewi agung yang di rantai


" em hai "ucap dewi agung


" oh hai " balas Hiro tersenyum ke arah dewi agung


senyuman. Hiro sukses membuat. dewi agung tersipu malu


" c-cepat lepaskan aku dari rantai ini " ucap dewi agung dengan pipi memerah


Hiro hanya menurut dan membebaskan dewi agung dari rantai yang tadinya merantai dewi agung


" terima kasih" ucap dewi agung membungkuk kan badan nya


Hiro hanya menganguk dan menyadarkan Evo yang sedari tadi belum bangun


" hey Evo bangun kau di cariin atasan mu ini loh " ucap Hiro memukul pipi Evo dengan keras


" oy sakit gob*** ups!!!" Evo terbangun dari pingsan nya dan menutupi mulut nya saat melihat Hiro ada di hadapan nya dengan raut wajah yang tidak di ingin kan Evo dan para musuh musuh Hiro


dewi agung yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecut melihat Evo membentak Hiro mengunakan kata kata kasar


" t-tuan " ucap Evo berkeringat dingin


"Evo!" ucap Hiro dengan suara yang mengerikan


cetonggggg!!!


tiba tiba irene muncul dan memukul kepala Hiro dengan panci pengorengan


" kontrol kemarahan mu jika tidak itu membuat ku tidak nyaman !!!!" marah irene sembari memegang panci seperti emak emak legend


Evo dan dewi agung hanya bisa tersenyum kecut melihat irene yang memarahi Hiro yang pingsan setelah di pukul irene mengunakan panci


"eh ?" karena terlalu fokus Irene tidak sengaja menginjak dada siliya


" oy panas we panas " ucap siliya yang di injak oleh irene


TO BE CONTINUE