
Benua tengah dan penyiksaan hiro
"Oh begitu ya " ucap Hiro sambil menulis surat mengunakan kertas yang dia buat lalu mana sebagai alat tulis
"....Selesai" sambung Hiro memunculkan gagak hitam dan menaruh kertas di dalam kotak yang ada kaki gagak hitam
"Kak jika begitu kau harus memberikan beberapa koin emas dan sumber daya lainnya seperti jubah bertudung, tanaman mujarab yang bisa di buat dan lain nya " ucap irene mengingat kan Hiro
" kau benar , irene siap kan kebutuhan organisasi serigala suci di dalam cincin ruang yang aku buat ini " ucap Hiro menyerahkan cincin ruang kepada irene
Irene menerima cincin ruang itu dan mulai menaruh kebutuhan organisasi serigala suci di dalam cincin ruang , saat sudah selesai irene menyerahkan cincin ruang kepada hiro
"Gagak hitam kirim surat dan cincin ini kepada orang yang bernama zhi zhi mei " ucap Hiro lalu menerbangkan gagak hitam itu
Merasa apa yang dia perlu lakukan sudah selesai Hiro dan irene melanjutkan perjalanan ke benua tengah
Beberapa jam berlalu akhir nya mereka berdua sampai di gerbang benua tengah, hiro dan irene turun kebawah secara perlahan agar tidak jatuh saat sudah di bawah mereka berdua turun dari atas katana Hiro lalu berjalan ke arah penjaga gerbang benua tengah
"Maaf tuan nona apa saya bisa melihat kartu identitas anda berdua?" Tanya ramah seorang penjaga gerbang
"Ini tapi punya adik ku hilang di perjalanan" ucap Hiro sopan
"Ah tidak masalah tuan petualang anda dan adik anda boleh masuk " ucap penjaga memperbolehkan Hiro dan irene masuk
Hiro dan irene masuk ke kota kekaisaran saat mereka masuk sama seperti dulu saat pertama kali masuk ke benua selatan Hiro dan irene di sapa oleh tatapan para pejalan kaki maupun pedagang
Saat mereka berdua berjalan mereka di hadang seorang pemuda memakai baju sekte di benua tengah
" hai nona perkenalkan saya Qin feng anak dari bangsawan duck Qin lance sekaligus murid inti sekte petir " ucap Qin feng memperkenalkan diri
Semua orang terkejut mendengar bahwa Qin feng adalah anak dari bangsawan duck
"Terus aku harus bilang wow gitu "ucap irene berpose seperti orang terkejut
"Maaf kami tidak punya waktu jadi tolong minggir " ucap Hiro ikut berbicara
" hehehe jika ingin pergi , pergi saja tapi tinggal kan nona ini dia tak pantas bersama mu yang hanya orang miskin "ucap Qin feng merendah kan Hiro
Irene merasa tidak terima jika Hiro di rendah kan , irene ingin memberi pelajaran tapi dia di tahan oleh Hiro
Hiro membisikkan sesuatu di samping telinga irene , irene yang mendengar itu tersenyum dengan senyuman yang penuh arti di balik senyuman nya
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu " ucap Hiro meninggalkan irene bersama Qin feng
Qin feng yang melihat hiro pergi tersenyum lalu berkata dalam hati
" hahaha malam ini aku akan bersenang senang " ucap Qin feng dalam hati
" Tuan muda maaf atas perkataan ku tadi " ucap irene memeluk lengan Qin feng dengan nada manja
" Ah baiklah baiklah siapa nama mu cantik " ucap Qin feng dengan hidung mengeluarkan sedikit darah karena melihat dua gunung milik irene
"Irene kai "ucap irene masih dengan nada manja
Sedangkan Hiro mengawasi mereka berdua dari atas rumah milik rakyat kekaisaran
" Hah para bangsawan memang memiliki pemikiran yang kotor bahkan membiarkan anak mereka bermain wanita " ucap Hiro menghela nafas dan sembari merokok
Kembali ke irene
"Nona irene apakah kau lapar jika lapar mari aku ajak kau ke restoran paling berkelas di benua tengah ini " ucap Qin memeluk pinggang irene
"Cih dasar pria bajingan jika bukan karena rencana kakak pasti sudah aku habisi kau dari tadi "batin irene geram
"Baiklah aku merasa tersanjung dengan ajakan tuan muda Qin " ucap irene menunjukkan senyum manja nya
"Oke ayo " ucap Qin feng
Hiro melihat mereka berdua sudah berjalan menuju ke tempat tujuan mereka langsung menghilang
Setibanya Qin feng dan irene di restoran Qin feng memesan satu kamar VIP untuk nya dan irene
" Kenapa kita memesan kamar bukan nya kita mau makan ?" Tanya irene heran
"Hahaha... ayo lah kau harus melayani ku setelah makan makanya aku pesan satu kamar " ucap Qin feng mendongak kan irene
"Sialan berani nya dia memperlakukan adik ku seperti itu " ucap Hiro sangat pelan
"Maaf tuan nona kalian menghalangi jalan ku " ucap Hiro
"Hm... tuan muda Qin ayo kita menghalangi jalan untuk masuk ke restoran ini " ucap irene menarik manja Qin feng
Qin feng tersenyum karena berpikir irene sudah tidak sabar untuk melayani nya , Qin feng berjalan ke lantai paling atas dengan irene
Hiro hanya terus mengikuti dengan diam diam agar tidak ketahuan oleh Qin feng
Di kamar VIP
Tok...tok
Ketukan pintu itu membuat Qin feng sedikit emosi karena mengangu nya untuk menyerang irene duluan
Kreek!!!
"Hai kita bertemu lagi " ucap Hiro yang berada di depan pintu
" Kenapa kamu disini" ucap Qin feng terkejut melihat hiro yang berada di depan pintu kamar nya
" tentu untuk membunuh orang yang ingin menodai adik ku "ucap Hiro menendang Qin feng
Bang!!!
Brukk!!
Qin feng menabrak dinding lalu terjatuh ke atas kasur sembari memuntahkan seteguk darah segar
"Irene kunci pintu nya lalu pasang barir kedap suara "ucap Hiro tersenyum mengerikan
"Kau mau apa jika kau membunuh ku ayah dan sekte petir tidak akan melepaskan mu " ucap Qin feng mulai ketakutan melihat senyum mengerikan Hiro
" kau akan tau " ucap Hiro mengeluarkan belati
"J-jangan bunuh aku " ucap Qin feng ketakutan melihat hiro mengeluarkan belati dan mendekat ke arah nya
Saat Hiro sudah di depan Qin feng , hiro memulai aksi nya , hiro memotong tangan Qin feng itu menyebabkan jeritan kesakitan Qin feng
"Arghhh!!!! ... sakit tolong aku siapa saja tolong aku " jerit Qin feng menangis merasakan sakit
" hahaha!!!.... berteriak lah sampai vital suara mu rusak tidak akan ada yang mendengar teriakan mu itu hahaha!!!" Tawa mengerikan hiro sembari mengulitti Qin feng
Tidak sampai di situ Hiro mencongkel kedua mata Qin feng lalu merobek mulut nya ,memotong telinga nya , memotong lidah nya itu membuat Qin feng berteriak kesakitan yang membuat hiro terus ingin menyiksa nya
Irene yang melihat hiro menyiksa Qin feng sama sekali tidak merasa jijik dan terus melihat aksi Hiro yang sudah seperti iblis
Hiro kembali memotong tangan Qin feng yang satunya , lalu kedua kaki nya , menusuk nusuk perut Qin dan memotong masa depan , lalu kepala Qin feng
" hahaha!!! Itu lah akibat jika ingin menodai adik ku yang polos dan suci " tawa Hiro merobek dada Qin feng dan memakan jantung nya
" Kak kau terlihat seperti iblis " ucap irene melihat hiro memakan jantung Qin feng
" Kenapa ini rasa nya enak " ucap Hiro membersihkan sisa darah yang ada di bibir nya
"Lalu apa yang akan kau lakukan dengan tubuh nya " ucap irene menunjukkan bagian tubuh Qin feng
" naga kembar keluar lah ada makanan untuk kalian " ucap Hiro memangil naga kembar
Naga kembar yang mendengar Hiro keluar dari katana milik Hiro
" dimana tuan " ucap naga 1
Hiro menunjuk ke arah tubuh Qin feng dengan meminum soda yang ia minta dari irene
" uhk!!! Kasian sekali orang yang anda siksa sebelum anda bunuh tuan lihat lah betapa malang nya mulut sobek , mata hilang , lidah terpotong , tangan dan kaki juga terpotong , jantung hilang ... Eh tunggu jantung nya kok hilang " ucap naga 2 heran melihat jantung Qin feng hilang
"Kakak memakan nya " ucap irene santai
" apaaa!!!!" Teriak kedua naga kembar bersamaan
Hiro yang mendengar teriakan itu terkejut dan menyemburkan air yang ada di mulut nya ke kedua naga kembar
"Uhuk!! Uhuk!!! ... bisa tidak kalian berdua tidak berteriak aku jadi tersedak air kan !!!" Ucap hiro memarahi kedua naga kembar
" m-maaf tuan kami tak bermaksud membuat anda tersedak " ucap kedua naga kembar bersamaan
"Hahaha kasian naga kecil kena marah tuan " tawa evo dalam dunia jiwa Hiro
"Evo diem gk kalo kau gk diem nanti kakak tambah marah" ucap irene lewat batin
"Eh kenapa kau bisa dengar suara ku bukannya cuma tuan yang bisa ?"Tanya evo heran
"Itu rahasia antara aku dan kakak " ucap irene lewat batin
Di sisi Hiro
" huh... cepat makan aku mau cepat cepat pergi dari sini " ucap Hiro menghela nafas
" baik tuan " ucap naga kembar lalu memakan tubuh Qin feng dengan sekali lahapan
Hiro lalu pergi setelah naga kembar memakan tubuh Qin feng di ikuti oleh irene
Beberapa hari berlalu kabar mengenai hilang nya Qin feng menyebar luas
Ayah Qin feng yang mendengar kabar bahwa putra nya menghilang memerintahkan prajurit keluarga Qin untuk menyelidiki kasus hilang nya putra nya , begitu juga dengan sekte petir yang memerintahkan pembunuh bayaran untuk menyelidiki kasus hilang nya Qin feng
Di tempat Hiro dan irene
Nampak Hiro dan irene di kepung oleh tiga pembunuh bayaran dan empat prajurit
" Maaf nona kami hanya ingin bertanya mengenai hilang tuan muda kami " ucap salah satu prajurit