
membangun panti asuhan
Sembari menunggu putri Aurora saling berbisik bisik dengan rose hiro memutuskan untuk berbincang dengan system lewati batinya
" System apa aku bisa memberimu nama?" Batin Hiro
[Ding! Bisa tuan]
" kalo begitu hapus suara ding itu membuat ku pusing dan sekarang nama mu irene kai lalu panggil aku kak kai saja " batin hiro
[ Baik kak kai]
"Itu lebih baik" batin hiro menghela nafas
" Kai ayo kita pulang " ucap putri Aurora menyadarkan hiro dari lamunan nya sambil menarik narik jubah Hiro
Hiro yang mendengar itu tersadar dari lamunan nya dan berbalik pergi keluar dari guild petualang
" sampai jumpa rose" ucap putri Aurora melambaikan tangan nya ke rose
Rose hanya tersenyum dan membalas lambaian tangan putri Aurora lalu kembali melanjutkan pekerjaan nya
Di tengah perjalanan putri Aurora dan Hiro mampir ke toko baju untuk membeli baju
Saat mereka berdua masuk ke dalam toko itu mereka berdua di sambut ramah oleh pemilik toko itu
"Selamat datang di toko baju xuezi silahkan melihat lihat sebelum membeli baju nya " sapa ramah pemilik toko itu dengan tersenyum
Hiro dan putri Aurora melihat lihat baju dan sesekali bercanda gurau
" Kai kamu coba yang ini" ucap putri Aurora memberikan baju jaz berwarna putih kepada hiro
Hiro menerima baju yang di berikan oleh putri Aurora dan berjalan ke ruang ganti
Tak butuh waktu lama Hiro keluar dari ruang ganti dengan memakai baju yang di pilih kan oleh putri Aurora
Saat putri Aurora melihat hiro keluar dari ruang ganti putri Aurora terpesona dengan ketampanan di tambah dengan baju yang hiro pakai menambah ketampanan Hiro
Tidak hanya putri Aurora yang terpesona dengan ketampanan Hiro pembeli lain yang melihat hiro juga terpesona dengan ketampanan Hiro
" bagaimana menurut mu " ucap hiro menyadarkan putri Aurora dari lamunan nya karena terpesona dengan ketampanan hiro
"E-eh iya bagus cocok untuk mu" ucap putri Aurora salah tingkah di depan Hiro
Hiro hanya tersenyum melihat putri Aurora yang salah tingkah
Semua pelanggan wanita yang melihat senyum hiro membuat wajah mereka memerah
Hiro berbalik ke dalam ruang ganti baju untuk menganti baju nya dengan baju yang sebelumnya dia pakai
Hiro keluar dan mengajak putri Aurora untuk membayar baju yang tadi dia coba ke meja resepsionis yang bertugas di meja pembayaran
Setelah membayar baju Hiro dan putri Aurora keluar dari toko baju xuezi dan melanjutkan perjalanan ke kerajaan
Saat Hiro dan putri Aurora keluar mereka melihat pedagang buah yang mendorong anak kecil dengan pakai an yang lusuh seperti pengemis
"Pergi kau dari sini karena kau pembeli yang ingin membeli buah ku kabur semua" usir pedagang buah sambil mendorong anak kecil itu
Hiro dan putri Aurora berjalan ke arah pedagang buah saat sampai di depan kedai putri Aurora membantu anak kecil yang di dorong oleh pemilik kedai buah itu
" hey kau berikan sekantong besar buah dan ini uang nya " ucap Hiro melempar kan sekantung kecil berisikan sepuluh koin emas putih
Pedagang itu menangkap kantung yang di lempar kan hiro dan mengecek nya pedagang buah itu kaget melihat sepuluh koin emas putih lalu menyiapkan sekantung besar buah dan memberikan nya ke Hiro
Hiro berjongkok dan memberikan sekantung buah itu kepada anak kecil tadi
" adik kecil ini untuk adik , siapa nama mu ?" Tanya hiro sembari mengelus kepala anak kecil itu
" nama ku lin chen kak terima kasih kak sudah mau memberikan sekantung buah untuk ku dengan begini adik adik ku tidak akan kelaparan lagi Hiks.." ucap lin chen sambil menangis
Hiro hanya tersenyum lembut dan mengelus lembut kepala lin chen , putri Aurora yang melihat hiro begitu lembut kepada anak kecil merasa kagum dan bertambah suka dengan hiro
" lin chen boleh antar kakak ke tempat adik adik lin chen " ucap Hiro masih tersenyum lembut ke lin chen
".... tenang saja kakak bukan orang jahat " sambung Hiro
Lin chen yang mendengar itu mengangguk dan berjalan di ikuti oleh hiro dan putri Aurora di belakang nya
" lewat sini kak " ucap lin chen memandu jalan
Selama beberapa jam berjalan akhir nya mereka bertiga sampai
Pemandangan yang pertama kali hiro lihat adalah dua puluh anak kecil yang kedinginan dan kelaparan Hiro yang melihat itu tidak tega dengan apa yang di depan nya
"Kakak aku lapar Hiks.." ucap seorang gadis kecil mendatangi lin chen
" Iya ini ada buah ayo kita makan bersama " ucap lin chen berjalan ke arah sembilan belas anak kecil lain nya
" adik adik ku ayo kita makan bersama ini ada buah untuk kita makan " ucap lin chen di datangi oleh adik adik
Hiro berjalan ke arah lin chen dan berjongkok di samping lin chen
" lin chen setelah makan bawa adik adik mu ikut dengan kakak , kakak akan memberikan tempat bernaung untuk kalian semua "ucap Hiro mengelus kepala lin chen
Lin chen hanya mengangguk an kepala nya dan melanjutkan makan buah bersama adik adik nya
" Kai kamu ternyata sangat baik hati dan kuat aku tidak menyesal bertunangan dengan kamu" ucap putri Aurora ikut berjongkok dan menyandarkan kepalanya di bahu Hiro
Hiro hanya tersenyum mendengar pujian dari putri Aurora
" Oh ya aurora apa di kekaisaran ini ada tanah kosong ?" Tanya hiro
"Hm , ada emang kenapa " ucap putri Aurora bersandar di bahu Hiro
"Aku berniat untuk membangun tempat penampungan anak terlantar seperti mereka aku tidak tega melihat mereka harus tidur di luar dan dingin seperti ini" ucap hiro menatap anak anak kecil yang sedang makan buah dengan lahap di depan nya
" ya sudah nanti kita ke sana untuk membuatkan rumah untuk anak anak angkat kita ini " ucap putri Aurora terus terang
Hiro yang mendengar itu menaikkan alis nya
" anak anak angkat kita?" Tanya hiro bingung
Putri Aurora yang sadar akan ucapan nya menjadi salah tingkah untuk yang kedua kalinya di depan Hiro
"T-tidak t-tadi salah ucap " ucap putri Aurora tergagap sembari menyembunyikan wajah nya yang memerah karena malu
Hiro hanya tersenyum melihat putri Aurora yang salah tingkah di depan nya
Setelah anak anak selesai makan mereka pergi ke tempat yang di katakan oleh putri Aurora
Tak butuh waktu lama Hiro sampai di tempat yang putri Aurora bilang dalam waktu lima jam perjalanan
" irene carikan aku rumah untuk menampung anak anak kecil ini " batin hiro
[ panti asuhan bertingkat tiga: setiap tingkat ada kegunaan nya
Tingkat satu : sebagai ruang tamu, ruang makan , dapur , kamar pembantu
Tingkat dua: untuk kamar anak anak di setiap kamar sudah ada kamar mandi nya
Tingkat tiga: untuk ruangan sekaligus kamar untuk pemilik panti asuhan
Harga: 600 ps
Apa kakak ingin membeli nya ?
Y/N ]
Hiro yang mendengar itu kaget melihat harga nya dengan berat hati Hiro membeli rumah itu
" ya " batin hiro
[ membeli panti asuhan bertingkat tiga 1%..50%..90%..100%.. pembeli an selesai ps di kurangi 600
Sisa ps : 100]
" irene bagaimana cara nya aku memunculkan rumah nya ?" Tanya hiro dalam batin
[ Kakak tingal menyentuh tanah dan mengucapkan kan rumah ]
Hiro melakukan seperti yang di jelas kan oleh irene
"Rumah "ucap Hiro menyentuh tanah
Seketika di depan Hiro dan yang lain nya muncul sebuah rumah tingkat tiga
" Kai apa kau yang memunculkan rumah ini ?" Tanya putri Aurora
" ya "singKat Hiro
Putri Aurora , lin chen dan adik adik lin chen merasa kagum dengan hiro
" irene apa kau menjual penjaga ?" Batin Hiro
[ ya kak tapi irene saran kan untuk membuat penjaga sendiri karena tidak membutuhkan ps sama sekali ]
" bagaimana cara nya " batin hiro
[Kakak tingal menyebutkan ciri ciri penjaga yang kakak ingin kan ]
" hm aku ingin penjaga yang berada pada level seratus, bertampang sangar"
jangan lupa like
T»B»C