The Legend System

The Legend System
keluar dungeon dan bandit



"kenapa Dewi apa ada yang salah denganku?''tanya Hiro melihat Dewi agung yang terus menatapnya


"ah tidak ada hanya sedikit terkejut dengan mu" jawab Dewi agung tersenyum


Hiro mendengar itu kembali melanjutkan apa yang dia lakukan sedangkan Dewi agung membantu Hiro dengan mengobati Irene karena kekuatan nya sudah kembali padanya, setelah beberapa menit Evo akhirnya sadar , saat Evo sadar orang yang pertama kali dia Lihat adalah Hiro yang sedang mengobati nya


"t-tuan m-mata mu?"tanya Evo melihat mata Hiro


" akhirnya kau sadar , ini mata yang ku dapat setelah menerima kekuatan yang tak tau dari mana" jawab Hiro manyandarkan Hiro di dinding dungeon


"l-lalu n-nona Irene?" tanya Evo lagi


"tenang saja Irene sudah sadar dan sedang di obati Dewi agung " jawab Hiro menunjuk ke arah Dewi agung yang sedang mengobati Irene


Evo melihat ke arah yang di tunjuk Hiro , Evo melihat Irene terbaring lemah dan sedang di obati Dewi agung , sedang kan Hiro dia bersandar di samping Evo sambil minum satu kaleng soda dan merokok , Hiro juga sesekali melihat Evo Hiro bisa melihat kekhawatiran Evo kepada Irene


"hey jangan terlalu khawatir dengan adik ku dia itu kuat jadi tak perlu terlalu khawatir padanya" ucap Hiro mengulurkan bungkus rokok kepada Evo


" mungkin anda benar tuan " sahut Evo mengambil sebatang rokok lalu merokok bersama Hiro


di sisi Dewi agung


Dewi agung terus mengobati Irene yang sedang terluka cukup dalam, Dewi agung juga sesekali bertanya kepada Irene mengenai Hiro dan Irene hanya menjawab bahwa Hiro adalah kakak yang hebat dan selalu bisa di andalkan Irene juga mengatakan Xavier zero one itu pemberian dari kakak nya dan sangat kuat bahkan bisa membuat divine beast legenda terluka parah hanya dengan satu serangan , Dewi agung sempat terkejut dengan apa yang di katakan Irene mengenai senjata Xavier zero one yang mampu membuat divine beast legenda terluka parah hanya dengan satu serangan tapi dia menyingkirkan keterkejutan nya lalu fokus untuk menyembuhkan Irene terlebih dulu


beberapa saat kemudian


setelah selesai menyembuhkan Irene Dewi agung memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa memerban luka luar Irene karena tidak ada perban ,


Dewi agung berjalan menuju Hiro dan Evo yang sedang merokok dengan santai , dia bertanya apa ada sesuatu yang bisa di buat untuk menutup luka luar Irene lalu Hiro mengeluarkan perban dari inventori nya dan memberikan perban kepada Dewi agung , setelah mendapat kan perban Dewi agung menyeret Hiro dan Evo keluar dari dungeon karena dia akan membuka baju Irene untuk memerban luka Irene


di luar dungeon


" hah dia menganggu waktu santai ku saja" ucap Hiro menghela nafas


" sabar saja tuan mungkin Dewi takut kita mengintip di saat dia sedang memperban nona Irene" sahut Evo menepuk punggung tuan nya


"mungkin" ucap Hiro


saat Hiro dan Evo sedang mengobrol mereka berdua di datangi empat bandit yang berada pada level 90


"hei kalian berdua serahkan harta kalian atau kalian akan kehilangan nyawa kalian " ucap ketua bandit mengancam sambil menodongkan pedang nya


Hiro dan Evo menghiraukan perkataan ketua bandit di hadapan mereka lalu melanjutkan acara mengobrol mereka berdua , kedua bandit merasa dirinya di abaikan melancarkan tebasan ke arah Hiro , dengan sigapnya Hiro menangkap ujung pedang lalu menatap ketua bandit dengan hawa menakutkan yang dia keluarkan , ketua bandit merasakan hawa yang keluar dari Hiro mulai merinding dan mundur kebelakang


"kenapa kalian mengangguku berbicara dengan teman ku" ucap Hiro mengeluarkan tekanan pada ke empat bandit


" tuan mereka terlalu tertekan dengan tekanan yang anda berikan , turunkan sedikit besar tekanan yang anda berikan pada mereka mungkin mereka akan menjawabnya" ucap Evo pada Hiro


Hiro menurunkan tekanan nya dan kembali bertanya kepada para bandit kenapa mereka menganggu mereka berdua berbicara


"k-kami di perintahkan ketua besar untuk merampas harta para orang- orang yang lewat di hutan ini tuan" ucap ketua bandit yang memimpin kelompok nya


"dimana markas kalian berada katakan?" tanya Hiro mengintimidasi para bandit


"d-di goa ular perak tuan " jawab ketua bandit menunjuk arah samping mereka


Hiro memerintahkan naga kembar keluar dari katana milik nya , saat naga kembar keluar Hiro menyuruh mereka berdua menuju ke goa ular perak dan membantai para bandit dan membawa hasil rampasan bandit untuk di kembalikan ke desa dekat hutan ini karena Hiro yakin orang yang lewat Hutan ini adalah para pedagang yang ingin menjual dagangan mereka.


beberapa saat kemudian naga kembar kembali dan membawa hasil rampasan para bandit Dengan cara menerbangkan hasil rampasan dan menaruh di Depan Hiro , saat meliuk ² di pundak Hiro perut kedua naga kembar berbunyi itu membuat Evo dan Hiro memiliki ide untuk menghukum bandit yang mereka tahan dengan membiarkan kedua naga kembar memakan mereka


" apa kalian lapar? " tanya Hiro kepada kedua naga kembar di pundak nya


""iya tuan kami belum sempat memakan mayat para bandit karena para monster di hutan ini memakan mayat bandit terlebih dahulu"" jawab kedua naga kembar dengan perut yang terus berbunyi


" aku punya makan untuk kalian" ucap Hiro menunjuk ke empat bandit


para bandit mendengar apa yang di katakan Hiro bersujud kepada Hiro agar tidak di jadikan makanan untuk kedua naga kembar bersujud dan memohon pada Hiro akan tetapi Hiro tidak memperdulikan nya dan menyuruh kedua naga kembar memakan ke empat bandit itu , teriakan kesakitan dari para bandit mulai terdengar saat naga kembar mulai menggerogoti tubuh mereka Hiro dan Evo hanya melihat aksi kedua naga kembar memakan para bandit dengan lahap,


sedang melihat pertunjukan di depan mereka Dewi agung dan Irene telah keluar dari dungeon lalu menghampiri mereka berdua


" kalian memang tak punya perikemanusiaan" ucap Dewi baru sampai sudah di tunjukkan dengan kedua naga kembar yang memakan para bandit


" hehehe ini adalah hukuman bagi mereka karena telah merampas harta orang lain yang lewat di sini" ucap Hiro tertawa


" benar apa yang di katakan tuan hahaha" sahut Evo ikut tertawa


" sudah lah mama mereka memang seperti itu" ucap Irene tersenyum pada Dewi agung


"hah? mama?" ucap Hiro dan Evo menghentikan tawa mereka


Dewi agung menceritakan yang dia bicarakan dengan Irene di dalam dungeon dan memperkenalkan diri nya, nama nya adalah Alicia saat Evo mendengar nama Dewi agung dia sedikit meskipun Dewi agung itu atasan Evo dia tidak pernah mengetahui nama asli dari atasan nya tak berbeda jauh dari Evo Hiro terkejut bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari anak nya yang mati karena dewa iblis saat dalam peperangan dua alam yaitu alam dewa dan alam iblis


" jadi seperti itu ternyata selama ini kau adalah ibu ku " ucap Hiro sedikit menetes air mata dan memeluk Alicia dengan erat


" benar bencana galaxy aku ibu mu" Sahut Dewi agung membalas pelukan Hiro


di saat itu Evo, Irene ,dan naga kembar juga menetes air mata melihat kedua nya berpelukan bahkan tengkorak para bandit pun ikut berpelukan karena melihat Alicia dan Hiro berpelukan hal itu membuat Irene terkejut dan menendang tengkorak para bandit dengan keras karena Takut dengan hal itu


T>>B>>C