The Legend System

The Legend System
Makan malam dan sekte pedang



Makan malam dan sekte pedang


"Oh ya irene belikan aku sebungkus rokok "ucap Hiro


"Oke ini kak " ucap irene memberikan sebungkus rokok kepada Hiro


Irene melanjutkan memilih makanan di toko system sedangkan Hiro merokok sambil memandangi langit malam yang indah dengan ribuan bintang di tambah ada cahaya Aurora yang sangat cantik dan indah


Saat Hiro sedang enak enakan merokok dan memandangi langit malam dia di kaget kan irene yang memangil nama nya


" Kak mari makan dulu merokok nya nanti saja "ucap irene memegang pundak Hiro


" Oh eh iya iya " ucap Hiro terkejut


Hiro membalikkan tubuh nya dan.melihat banyak makanan yang tidak asing bagi nya


"Irene ini terlalu banyak " ucap Hiro melihat setumpuk burger ukuran sedang , dua puluh kardus pizza , sepuluh minuman soda


" gk papa kak ini juga buat bekal perjalanan agar tidak perlu susah susah berburu " ucap irene menutup sebelah mata nya


Hiro hanya tersenyum dan memakan satu burger ukuran sedang sembari melihat irene memakan pizza dengan lahap dan sedikit berantakan


" hah makan nya hati hati nanti tersedak loh " ucap Hiro memperingati


"Uhukk!!.... Uhukk!!! Air ...air" ucap irene tersedak


"Nih udah aku bilang kalo makan hati hati jangan buru buru" ucap Hiro memberikan satu kaleng minuman soda


"Glukk!!!... ah , iya iya habis nya irene lapar kak " ucap irene sembari meminum minuman soda yang di berikan oleh karena


Skipp setelah makan


Hiro duduk di depan api unggun sambil menghisap rokok dan sesekali memandangi wajah polos irene saat sedang tidur


"Fuuhh!!... , hm sepertinya tidak ada bahaya " ucap Hiro mengeluarkan asap rokok yang ada di mulut nya


Hiro memandangi wajah polos irene yang sedang tidur lalu tersenyum lembut dan menjilat sisa makanan yang ada di pipi irene , sedang kan irene yang pipi nya di kilat hanya mengeliat dan kembali tidur


" makan masih belepotan kyk anak kecil aja" ucap Hiro tersenyum kepada irene


"...lebih baik aku juga tidur "ucap Hiro mematikan rokok lalu tidur di samping irene


Ke esokan hari nya


"Hmmm ..." ucap Hiro merasakan ganguan dalam tidur nya


"Xixixi.." tawa irene mengangu tidur nya Hiro


Hiro membuka mata nya dan melihat irene tertawa kecil


"Irene " panggil Hiro


"Eh kakak udah bangun " ucap irene menyingkir dari atas tubuh hiro


"Ya " ucap Hiro juga ikut berdiri dan merenggangkan tubuh


"Kak kita lanjutkan perjalanan " ucap irene berjalan meninggalkan Hiro


"Oy oy setidak nya beri aku minuman tenggorokan ku kering " ucap Hiro menyusul irene


"Enggak " ucap irene terus berjalan


"Ayo lah "ucap Hiro masih meminta minuman soda kepada irene


"Dengan satu syarat " ucap irene


"Hah... baik lah apa syarat nya ?" Tanya hiro


"Gendong "ucap irene merentang kan tangan nya


" depan apa belakang?" Tanya hiro lagi


" depan " ucap irene


Hiro hanya menuruti keinginan irene , akhirnya Hiro berjalan sambil menggendong irene


"Kakak pelan sedikit " ucap irene


Hiro sedikit memelankan langkah nya dan terus melesat melewati kota perbatasan benua tengah dan selatan


Hiro berhenti di depan gerbang sebuah sekte


" Irene turun sebentar " ucap Hiro menurunkan irene


"Kenapa? Kan belum sampai di gerbang benua tengah?" Tanya irene heran


Hiro tidak menggubris ucapan irene lalu melihat lambang di gerbang yang ada di depan nya


" Eh sekte pedang " ucap Hiro


Irene yang mendengar ucapan Hiro ikut melihat gerbang sekte pedang , irene membuka gerbang itu dan melihat sekelompok orang yang sedang latihan mengunakan pedang


" Hm bangunan sekte ini bagus juga "ucap Hiro menatap bangunan besar


Semua murid di sekte pedang menoleh ke arah hiro dan irene lalu mengacungkan pedang ke arah mereka


" Siapa kalian berani berani nya masuk ke wilayah sekte pedang ?" Tanya seorang pria paruh baya yang keluar dari puluh an murid sekte


" kami adalah organisasi serigala suci " ucap Hiro menunjukkan lambang yang ada di belakang jubah nya


"Serigala suci ?" Tanya ketua sekte bingung


"Kami organisasi baru dari benua selatan dan tidak sengaja masuk ke sini " ucap irene beralasan


"Aku tidak peduli siapa kalian tapi peraturan di sekte ini adalah bunuh orang luar yang berani masuk kedalam sekte " ucap pria paruh baya itu menyuruh murid murid nya menyerang hiro


" cih skill pedang langit tahap ketiga: pedang pembelah bintang " ucap Hiro menciptakan puluhan pedang dari mana nya


Syuuttt!!!


Slash!!!!!


Tang!!!!


Suara pedang terjatuh , semua orang di sana terkejut saat melihat hiro mengunakan jurus dari sekte mereka


"Berani kau mempelajari jurus sekte kami terima lah hukuman ini 'tusukan pedang iblis '" ucap pria paruh baya menciptakan tiga pedang berwarna merah darah lalu melesat kan ke arah hiro


Hiro hanya tersenyum dan menangkis serangan pria paruh baya itu dengan mudah


" pergabungan dua elemen yang sempurna tapi sayang masih terlalu lemah sekarang giliran ku skil pedang langit tahap kelima : pedang pembelah bumi " ucap Hiro dengan santai


Seketika di langit turun sebuah pedang yang sangat besar dengan kecepatan tinggi


" hentikan ku mohon dewa pedang maaf kan lah murid dan guru sekte ini " ucap seorang wanita paruh baya yang tiba tiba berlutut di depan Hiro


" Huh... baiklah tapi kau harus menganti peraturan sekte agar tidak membunuh orang luar yang masuk kemari kecuali orang jahat atau musuh mu " ucap Hiro membatalkan skill nya


Semua orang yang sedari tadi panik karena melihat skill Hiro kembali tenang karena Hiro membatalkan skill nya


" baik tapi jika orang luar bertujuan diam diam ingin mempelajari jurus sekte ini bagaimana dewa " ucap wanita paruh baya dengan wajah agak memerah karena ketampanan Hiro


" Irene ciptakan garis pendeteksi tujuan di gerbang sekte " ucap Hiro memerintahkan irene


Irene berjalan ke arah gerbang sekte lalu menciptakan sebuah garis yang menyala terang tapi tak bisa di.lihat oleh mata


"Sekarang siapa nama mu?" Tanya hiro kepada wanita paruh baya itu


" nama saya luo yin dewa dan yang tadi memerintahkan para murid menyerang anda adalah yin mo " ucap lou yin memperkenalkan diri nya dan yin mo


Yin mo memberi hormat dan meminta maaf kepada Hiro dan irene


"Maaf dewa dan dewi hamba salah " ucap yin mo menundukkan kepala nya di ikuti semua murid yang tadi ikut menyerang hiro


" Ya, lalu mulai sekarang sekte pedang berada pada naungan organisasi serigala suci apakah anda keberatan dengan apa yang aku ucap kan kepala sekte ?" Tanya hiro kepada luo yin


"Sama sekali tidak dewa saya merasa senang jika sekte kecil saya bisa berada pada naungan organisasi anda " ucap lou yin


"Kalo begitu terima ini " ucap Hiro melempar sebuah buku skill