The Lady Who Owns The CEO

The Lady Who Owns The CEO
Perdebatan



" (melirik sebuah kertas yang berisikan nomor ponsel) Aneh, bagaimana dia bisa menemukan ku begitu saja? " gumam Erin bingung.


" apa jangan jangan dia seorang peramal? (berpikir sejenak) aaah lupakan, lebih baik aku segera pulang, sebentar lagi hari akan turun hujan " tukas Erin beranjak dari bngku tempat dirinya duduk dan kini beranjak pergi menuju kembali ke apartemen miliknya dengan tangan yang membawa barang belanjaan miliknya.


SEANE GROUP


" perusahaan seperti apa ini? aku meminta kalian untuk segera mengerjakan beberapa data untuk ku, namun kalian tidak ada sedikit pun yang mengerjakan nya!? " teriak seseorang kepada beberapa karyawan di sana.


" kak apa yang kau lakukan? " ucap seorang pria yang satunya kepada pria tersebut.


" kau tidak perlu ikut campur Fer, lagi pula mereka hanya bawahan Reynan, yang tidak berguna sama sekali " ucap pria tersebut yang ternyata Zifran.


daaap daaap


Suara langkah kaki yang kini beranjak masuk keruangan tersebut dengan sedikit tergesa gesa.


" tuan Ferdian? Ada apa ini? " tanya Juan yang baru saja tiba di perusahaan.


" Juan kebetulan kau sudah tiba, kau tau kak Zifran memaksa mereka untuk membuat salinan data perusahaan SEANE, namun mereka tidak memberikannya kepada kak Zifran dan membuatnya begitu marah " jelas Ferdi kepada Juan saat pria itu tiba di sana.


" apa? Salinan data perusahaan!? " gumam Juan kaget seraya menatap kearah Zifran berada.


" Tuan Zifran? " panggil Juan seketika menghentikan pria itu yang masih terus terusan memaki para karyawan di sana.


" (melirik sinis Juan) siapa kau? " titah Zifran sesaat menatap kearah Juan yang berdiri agak jauh dari hadapannya.


" saya Juan, anak buah tuan Rey, saya sendiri penanggung jawab di perusahaan ini selama tuan Rey berada di luar negeri " jelas Juan panjang lebar.


" ooh kau, bagus kalau begitu, aku tidak perlu berbicara kepada mereka soal itu, lebih baik aku minta langsung sama anak buahnya Rey. " ujar Zifran


" (terdiam sejenak) "


" berikan salinan data perusahaan SEANE GROUP kepadaku sekarang! " pinta Zifran kepada Juan.


" maafkan saya tuan Zifran, saya tidak bisa memberikan salinan data perusahaan kepada siapapun, baik tuan Zifran merupakan saudara dari tuan Rey sedikitpun " ujar Juan kepada Zifran.


" kau berani membantah ku, kau tau siapa aku? Cepat berikan data perusahaan itu sekarang, Rey tidak akan marah, seharusnya dia senang aku membantunya untuk mendapatkan kerja sama dari perusahaan GAMA " titah Zifran.


" Tidak perlu tuan, tuan Rey sudah memberitahu saya dari jauh jauh hari soal itu, tuan Rey sudah memutuskan untuk tidak kerjasama dengan perusahaan GAMA " ujar Juan lagi.


" ck bodoh, atasan sama bawahan nya sama sama tidak berguna " maki Zifran lagi dan lagi.


" saya menghormati anda tuan Zifran, selama pintu perusahaan terbuka lebar, jika tuan tidak ada keperluan lagi, lebih baik tuan segera pergi, ada sesuatu yang harus saya kerjakan saat ini " cetus Juan yang tampak begitu berani.


" menyebalkan, kita lihat saja apa kau masih berani berkata seperti itu kepadaku nantinya " titah Zifran yang kini beranjak pergi begitu saja dari ruangan tersebut dengan wajah yang tampak begitu amarah.


Juan tak bergeming melainkan pria itu menatap dingin sosok Zifran yang berlalu pergi dari sana.


" Juan? " panggil Ferdian kepada Juan.


" iya tuan? " sahut Juan yang kini menatap kearah Ferdian yang masih menatap kearah nya.


" terimakasih, aku benar benar tidak tau harus bagaimana menghadapai kak Zifran barusan, dia benar benar terlihat seperti orang gila " ucap Ferdian.


" tuan tidak perlu berterima kasih, lagi pula tindakan tuan Zifran sudah terlalu berlebihan " titah Juan kepada Ferdian


" mmh, kak Rey memintaku untuk datang kemari, untuk membantumu mengawasi perusahaan, ku dengar kak Rey belum akan kembali pada waktu yang dekat " ujar Ferdian menjelaskan maksud dan tujuannya datang kemari.


" ohh masalah itu tuan Rey sudah memberi tahu saya sebelumnya, kalau tuan Ferdian akan datang kemari, maka dari itu saya buru buru datang keperusahaan untuk menemui tuan " tukas Juan seraya mempersilahkan Ferdian untuk duduk di sebuah sopa yang berada di dalam ruangan tersebut.


" kalian boleh pergi sekarang " pinta Juan kepada seluruh karyawan perusahaan tersebut yang masih berada di dalam ruangan itu.


satu persatu karyawan tersebut meninggalkan ruangan itu dan menyisakan Juan.begitu juga Ferdian di sana yang tampak begitu sibuk membahas sesuatu di sana.


Pov Erin


Di lain sisi, Erin yang kini baru saja tiba di apartemen miliknya dan beranjak menuju ruang dapur untuk menaruh semua barang belanjaan yang barusan dirinya beli, saat Erin tengah asik menyusun semua barang belanjaan nya dari arah ruang tamu terdengar suara bell berbunyi.


Erin sontak menghentikan kesibukannya dan kini beralih menatap kearah ruang tamu yang tak jauh dari ruang dapur.


" siapa yang berkunjung kemari? " gumam Erin bertanya pada dirinya sendiri.


Daaaap daaaap


Suara langkah kaki yang berlalu menghampiri ruang tamu.


Cklek.


Suara pintu di buka dari dalam.


" siapa? " ucap Erin sesaat menatap kearah seorang yang membelakangi nya.


" hai Erin!? " ucap suara seorang pria.


Deg...


" kau? Mau apa kau kemari? " tanya Erin kepada orang tersebut yang tak lain Lio.


" menurut mu kenapa aku datang kemari? " tanya balik kepada gadis itu.


" apa maksud mu hah? " sahut Erin dengan nada sedikit terdengar sarkas


Lio tak bergeming melainkan menatap remeh kepada Erin yang menatap jijik pria itu, namun tampak dari arah kejauhan seorang wanita kini berjalan menghampiri keberadaan mereka berduan, tampak wanita itu terlihat tak asing.


" halo Erin? " ucapnya sok akrab.


" kalian? apa yang kalian lakukan disini? " tanya Erin lagi.


" sayang, kau belum memberitahu mantan kekasih mu ini, kalau kita datang kemari untukengambil kembali apartemen yang kau berikan kepadanya " ucap wanita tersebut yang tak lain Windi.


" kau tenang saja sayang, aku akan mengambilnya kembali " ujar Lio.


" (menatap Lio penuh amarah) kalian datang kemari untuk mengambil kembali apartemen ini? Baiklah lagi pula aku juga akan pergi dari sini secepatnya " ucap Erin beranjak masuk kedalam apartemen dan segera berlalu menuju dimana kamarnya berada untuk mengemasi barang barang miliknya.


Setelah beberapa menit Erin mengemasi barang miliknya begitu juga barang belanjaan yang barusan dirinya beli kini semuanya dirinya bawa pergi meninggalkan apartemen itu begitu saja.


treek


" ini kunci apartemen anda tuan Lio, terimakasih atas perlakuan baik anda kepada saya selama ini " ucap Erin dengan mata menatap tak suka keduanya itu.


Deg...


Lio seketika tertegun sesaat dirinya menatap keberadaan Erin yang ternyata gadis itu benar benar menyetujui apa yang dirinya katakan.


" Erin? Kau? Benar ingin pergi? " ucap Lio tampak kaget.


" apa begini caramu berterima kasih Erin? " ucap Windi seketika.


" lalu apa aku harus bersujud di hadapan kalian berdua, lagi pula untuk apa aku melakukan semua itu, atas apa yang telah kalian berdua lakukan selama ini, menjijikan " cetus Erin lagi.


brukkk


Windi seketika mendorong cukup keras tubuh Erin dan membiat gadis itu terpundur dan jatuh di atas lantai keramik apartemen tersebut.


" aaakkhh " pekik Erin menahan sakit pada bagian perutnya.