The Lady Who Owns The CEO

The Lady Who Owns The CEO
Hari pertama kerja



Bukan kali pertama bagi Zifran meihat seorang gadis cantik yang sering kali berada di sekelilingnya, namun kali ini tampak beda dari pikiran pria itu sesaat menatap wajah Erin, gadis dengan wajah oval, putih bersih, tubuh yang tampak berisi serta outfit yang begitu memadu dengan warna kulit.


membuat pria itu seketika terpikat akan sosok gadis yang kini berdiri tepat di hadapanya.


" tuan!? " buyar Firman bersuara membut Zifran seketika tersadar dari lamunan.


Deg.


" oh maaf, silahkan duduk " ucap pria itu sesaat dirinya menatap keduanya dengan wajah tak enak.


Zifran beranjak, melangkah meninggalkan tempat duduknya dan beralih menuju kesebuh sopa mini yang ada di dalam ruangan itu, dan meminta Erin untuk ikut duduk bersamanya sembari membahas soal lamaran kerja gadis itu serta posisinya di perusahaan.


Tak cukup lama membahas pekerjaan, Zifran dengan mempercayakan Erin yang kini menjadikan gadis itu sebagai seketaris pribadi miliknya.


" semogah kau betah ya Erin, dengan posisi mu yang sekarang aku harap kita bisa bekerja sama " ujar Zifran dengan tangan yang terulur ingin berjabat tangan kepada gadis itu.


Dengan sedikit sungkan, Erin menerima uluran tangan pria itu dan menjabatnya dengan sopan.


***


𝑨𝒑𝒓𝒐𝒑𝒊𝒄𝒕𝒚𝒏 𝑨𝒙𝒂 pabrik yang di kelola langsung secara legal oleh Rey dan mendapat begitu banyak akuan bahkan dukungan dari negara negara luar, pabrik yang telah berdiri selama 4 tahun itu kini tengah di landa terjadinya hambatan akibat proses yang tidak stabil, yang membuat Rey harus berlama lama berada di London.


" lagi lagi mengalami penurunan, jika seperti ini AXA akan mengalami kebangkrutan yang cukup fatal dan akan berdampak pada pabrik yang lainnya, gimana? Apa yang harus kita lakukan tuan? " sungut Romi yang memperhatikan ditel data data yang bergerak menurun.


" tidak ada pilihan lain jika itu terjadi! Aku akan menutup 𝑨𝒑𝒓𝒐𝒑𝒊𝒄𝒕𝒚𝒏 begitu saja " jelas Rey menatap jauh kesebuah bangunan pabrik yang begitu besar bahkan terbilang 20x lebih besar dari lapangan bola.


" tidak tuan, AXA adalah salah satu kinerja tuan selama ini, saya yakin kita bisa memperbaiki kesalahan ini, proses yang tampak menurun, sepertinya kita butuh membuat aturan baru tuan! " ujar Romi mencoba meyakinkan semangat Rey untuk tetap pada tekad diri pria itu.


tak ada jawaban dari Rey, melainkan laki laki itu menatap kembali Romi yang merupakan anak buahnya yang selalu menemani di kala dirinya tengah dilanda musibah, Romi tetap setia dan menjadi salah satu teman untuk dirinya


***


" ku harap kau tidak membuat masalah selama menjadi seketaris tuan Zifran, aku takut jika pria itu murka dan memecat mu begitu saja " tukas Yona disela sela gadis itu tengah mengajari Erin yang masih menatap berkas berkas yang harus dirinya kerjakan, serta memberi tahu gadis itu beberap poin penting serta jadwal yang harus dirinya susun dengan begitu rapi agar mudah untuk dirinya mengingat kapan dan dimana jika terjadi pertemuan yang akan di hadiri oleh Zifran.


" sudah selesai? Jika kau sudah memeriksanya, kau tinggal mengerjakan beberapa berkas saja setelah itu kau boleh istirahat untuk waktumu, dan di sebelah sana ada ruangan dapur untuk karyawan dan staff, dan di sebelahnya ruangan fotocopy, jadi jika kau ingin memfotocopy berkas tinggal pergi keruangan itu " titah Yona sembari menjelaskan ruangan rungan yang ada di perusahaan itu dengan baik kepada Erin.


" terimakasih, apa aku boleh tau!? Jabatan mu di sini apa? " tanya Erin dengan hati hati.


Erin mangut mangut mendenger cerita Yona yang cukup panjang seperti tengah menceritakan sebuah dongeng penghantar tidur kepadanya, selang cukup lama keheningan kini kembali di antara Yona dan Erin yang dimana keduanya tengah sibuk mengerjakan pekerjaan mereka, hingga hari telah menunjukan soreh dini.


16.08 Erin baru saja menyelesaikan pekerjaan nya yang cukup menguras matanya, yang sudah tampak sayup sayup, menahan kantuk seharian.


" finally, akhirnya pekerjaan ku beres juga " umpatnya yang sedikit bisa di dengar oleh Yona yang duduk di sebelah gadis itu, sebuah senyuman kini terlihat jelas di bibir Yona, menatap Erin yang begitu menyukai pekerjaan nya saat ini.


" ayo kita pulang!? " ajak Yona saat Erin tengah bersandar di bangku kerjanya.


" pulang? Apa sudah waktunya!? " tanya Erin menatap kesebuah jam tangan yang berada di pergelangan tangannya.


" mmh, ayo! Apa kau ingin mampir sebentar? " tanya Yona yang kini tampak merapikan barang barang miliknya dan memasukannya di dalam sebuah tote bag yang di gunakan oleh gadis itu.


" mampir? Kemana? " tanya Erin bingung.


" cafe yang baru buka, di sana makanan nya terlihat sangat sangat enak, aku ingin mencoba menu baru mereka cake lotus dengan cream tiramisu, kurasa itu akan menambah suasana rilex sore sore begini! Apa kau mau? " ujar Yona seakan akan melihat begitu banyak makanan yang berputar putar di atas kepalanya.


" hahah " seketika tawa Erin pecah menatap lucu Yona yang begitu tak sabaran ingin menikmati makanan makanan yang ada di cafe tersebut.


" baiklah, ayo kita pergi sekarang " ajak Erin yang beranjak dari bangku kerjanya serta diikuti Yona yang kini berjalan beriringan dengan Erin sepanjang koridor perusahaan menuju luar gedung tersebut.


***


" kali ini kita akan mengubah beberapa hal penting yang bersangkutan dengan kinerja pabrik, kemungkinan proses akan kita ubah menjadi satu minggu setelah itu pengiriman, jika kita tidak segera bertindak mungkin banyak konsumen akan mengalami penurunan dan mereka akan berhenti untuk membeli " jelas Rey mencoba menjelaskan kepada seluruh pekerja di pabrik miliknya itu.


" saya harap selama beberapa bulan kedepan, masalah ini segera teratasi dengan baik, jika tidak ada pilihan lain, saya tidak akan segan menutup pabrik ini untuk terakhir kalinya " timpal Rey dengan sikap bijak mengatasi masalah yang cukup membuat dirinya tertahan begitu lama di London.


Setelah para pekerja pergi meninggalkan ruangan Rey, dan menyisakan pria itu dengan seorang anak buahnya yang tak lain Romi di sana.


" saya baru mendapat kabar baru dari Juan tuan, masalah proyek pembangunan Mall serta Hotel dalam satu gedung kini semua telah berjalan sesuai rencana bahkan, Juan telah mengabarkan proyek tersebut setengahnya sudah selesai, dan sudah cukup 𝑨𝒌𝒔𝒆𝒑𝒕𝒂𝒃𝒍𝒆 " jelas Romi membagikan berita bagus menurut nya kepada Rey.


" lalu? " tanya Rey yang kini mulai bersuara setelah sekian lama pria itu membekam dalam keheningan nya tersendiri.


Romi terdiam bingung, menunggu Rey untuk melanjutkan perkataan nya yang masih menggantung.


" lalu apa ada kabar lain? soal gadis itu apa Juan telah menemukan nya? " tanya Rey ternyata pria itu selama ini masih menunggu kabar tentang gadis yang telah mencuri hatinya.