
Tak terasa malam kini telah berganti pagi, Erin yang baru saja bangun dari tidurnya kini beranjak turun dari kasur dan bergegas menuju kesebuah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
setelah selesai membersihkan tubuhnya Erin kini bergegas mengganti pakaian nya dengan menggunakan pakaian yang seperti biasa dirinya kenakan, dengan kemeja casual begitu juga rok pendek yang menjadi utamanya.
tak lupa Erin juga menambahkan sedikit make up simpel namun terlihat cantik di wajahnya.
" beres, sekarang aku akan mencari pekerjaan untuk diriku dan anak momy yang masih disini " ucap Erin sembari mengelus perutnya yang terlihat sedikit membesar, namun bisa tertutupi oleh kemeja yang dirinya kenakan.
" momy akan berusaha untuk menjaga kamu, bagaimanapun keadaan nya momy akan melahirkan mu, meski tanpa seorang ayah " ucap Erin dengan wajah terlihat prihatin terhadap dirinya sendiri.
setelah beberapa menit di dalam kamar, Erin yang sudah bersiap siap kini beranjak keluar dari kamarnya dan berlalu menuju luar rumah itu dan menuju ke sebuah jalan tol yang dimana baru pertama kali dirinyaenginjakan kaki di kota itu yang bahkan tampak begitu besar dan luas dari kota tempat dirinya tinggal.
Di sebuah halte penungguan busway, Erin yang kini sudah tiba di sana dirinya segera beranjak masuk kesebuah bus yang baru saja tiba di pemberhentian dan segera duduk di salah satu bangku penumpang.
Selang tak lama, bus tersebut kini melaju menuju ke sebuah jalan yang menuju ke sebuah pusat kota, yang dimana merupakan tempatnya semua kalangan pengusaha melakukan pekerjaan mereka serta membangun perusahaan perusahaan besar disana, tak hanya satu melainkan melebihi kota yang sebelum dirinya tinggali.
Di sebuah kaca jendela bus, Erin yang duduk di dalam bus tersebut kini menatap jauh keseluruh penjuru kota sembari menatap kagum bangunan bangunan gedung tinggi yang menjulang kelangit.
" SEANE GROUP!? " ucapnya sesaat bus yang di tumpangi nya kini melaju di depan sebuah gedung perusahaan terbesar di kota itu.
" nona? Apa kau orang baru di kota ini? " tanya seorang wanita yang duduk di sebelah gadis itu.
" eng i iya nyonya " jawab Erin canggung.
" sekarang kau kerja dimana? " tanya wanita itu lagi kepada Erin.
" saya baru ingin mencari pekerjaan untuk saya nyonya " jawab Erin
" kau tau nona, putraku baru saja di terima di perusahaan besar di Lions Group, dan menjadi seorang karyawan disana, dengan gaji yang lumaya cukup besar, jik kau mau pergi saja kesana untuk melamar pekerjaan " ucap wanita tersebut kepada Erin.
" Lions Group, aku pernah baca artike perusahaan itu dan pemiliknya, dia seorang pria muda yang masih berumur 34 tahun, dari keluarga besar di kota ini " gumam Erin berpikir sejenak.
" terimakasih nyonya atas sarannya, akan ku coba nanti " ucap Erin kepada wanita tersebut.
Tak lama bus yang mereka tumpangi kini berhenti di sebuah halte pemberhentian ketiga, Erin yang masih berada di dalam sana kini beranjak turun dan berlalu menuju kesebrang jalan menuju kesebuah perusahaan yang terletak di sebrang jalan sana.
" Lions Group! " gumam Erin yang kini menatap kesebuah tulisan pada bangunan gedung tersebut yang begitu jelas.
Daaap daaap
Suara langkah kaki yang berlalu dengan tergesa gesa.
Brukk
" aaaah!! " pekik Erin sesaat tubuhnya tertabrak oleh seseorang dengan cukup keras.
deg...
" huh hampir jatuh " gumam Erin sembari memegangi perutnya.
" maafkan aku nona, aku buru buru mengejar tuan ku, apa kau tidak apa apa? " tanya seorang pria kepada Erin.
" tidak, aku baik baik saja! " jawab Erin kepada pria tersebut.
" (menatap kedua tangan Erin) kau hamil nona? " tanya pria tersebut kepada Erin secara tiba riba.
" aa i iya " jawab Erin gugup.
" aaah benarkah, aku hampir saja membuat masalah jika kau sampai jatuh, maafkan aku nona " ucap pria itu lagi dengan wajah sedikit merasa bersalah.
" tidak, tidak masalah, kau tidak perlu meminta maaf seperti itu, lagi pula aku baik baik saja " titah Erin lagi.
" eng sebenarnya aku ingin melamar pekerjaan kemari " jawab Erin.
" wah, kebet.... " titah pria tersebut seketika di sela begitu saja oleh seseorang yang kini tengah memanggil pria tersebut dari arah sebuah perusahaan.
" Firman? " panggil seorang pria dari kejauhan.
Sontak pria tersebut seketika berpamitan kepada Erin dan berlalu menghampiri sosok seseorang yang memanggilnya.
" iya tuan? " ujarnya saat tiba di hadapan pria satunya itu.
" kemana saja kau? " tanya pria satunya itu yang merupakab atasan dari Firman.
" ohh barusan saya menabrak seorang gadis tuan, dan saya dengar dia ingin melamar di perusahaan kita " ujar Firman kepada atasanya itu.
" seorang gadis? (berpikir sejenak) ohh bawa masuk saja, dan temui aku diruangan " pinta pria tersebut kepada anak buahnya itu.
" baik tuan " ucap Firman yang kini beranjak pergi menuju kembali luar perusahaan untuk menemui Erin yang masih berdiam diri di sana seraya memainkan ponsel miliknya.
...~~~...
" nona? " sapa Firman kepada Erin yang kini berada di sana.
" mmh iya? " jawab Erin menatap kembali sosok pria tersebut yang kini berdiri di hadapannya.
" nona, mari ikut saya!? " pinta Firman kepada Erin.
" mmh mengikuti mu? Ada apa? " tanya Erin bingung.
" nona, bukan kah kau ingin melamar pekerjaan, kebetulan tuan ku sudah tiba di perusahaan jadi aku memberitahunya barusan, dan sekarang dia memintaku membawamu untuk menemuinya di ruangan nya saat ini " jelas Firman kepada Erin.
" ohhh benarkah!? Terimkasih kau baik sekali " ucap Erin dengan wajah begitu tampak bahagia.
Kini keduanya itu beranjak pergi menuju kedalam perusahaan tersebut dan berlalu menuju kesebuah ruangan yang dimana ruangan tersebut milik seorang pria yang merupakan CEO perusahaan LIONS GROUP.
Setibanya di depan sebuh pintu ruangan, Firman segera mengetuk pintu ruangan tersebut, dan terdengar suara seseorang dari balik ruangan tersebut sembari memintanya untuk masuk.
" masuklah " pintanya dari arah balik ruangan tersebut.
" mari nona!? " ujar Firman seraya meminta Erin untuk ikut masuk bersamanya.
" mmmh " sahut Erin yang kini beranjak masuk mengikuti Firman di belakang pria itu.
Di dalam ruangan yang tampak begitu besar, bahakan di sisi ruangan tersebut terdapat sebuah televisi yang berukuran besar, namun di sisi lain ruangan tersebut terdapat sebuah meja yang diman tampk seorang wanita tengah terlihat sibuk mencari sesuatu yang begitu penting.
" tuan? " panggil Firman kepada atasanya itu.
" mmmh! " sahut pria tersebut tanpa menatap keberadaan keduanya disana.
" ini gadis yang saya katakan barusan kepada tuan " ucap Firman kepada tuannya itu.
" begini, aku butuh sekretaris baru, yang mampuenghandel beberapa pekerjaan ku, jika aku berada di luar atau urusan penting lainnya " ujar pria tersebut tanpa melihat kearah Erin begitu juga Firman.
" sekretaris pribadi? " ucap Erin sembari menatap bingung kearah gadis yang masih berada di meja ujung.
" lalu yang ada di sana, itu siapa ya tuan? " tanya Erin dengan penuh hati hati.
" ck yona, dia sekretaris sementara saat ini, jadi kebetulan kau mau bekerja disini, aku minta kau saja yang mengambil... " ucap pria tersebut seketika tertegun sesaat dirinya menatap keberadan Erin di hadapannya saat itu.