
London City.
Di sebuah ruangan yang tampak begitu besar, yang dimana terlihat di balik ruangan tersebut dua orang pria kini tengah sibuk menatap kesebuah layar laptop yang berada di hadapan mereka berdua, kedua sosok tersebut tak lain Rey begitu juga Romi, yang dimana keduanya itu tengah berbincang bincang satu sama lain, entah apa yang mereka bicarakan saat itu!?.
Pov Reynan.
" tuan? Apa tuan sudah dengar kabar dari Juan? " ucap Romi di sela sela mereka berdua tengah berada di sebuah ruangan kerja milik Rey.
" mm apa? " tanya Rey singkat.
" soal perusahaan, tuan Zifran pernah berkunjung ke SEANE barusan, dan meminta anak anak untuk mengerjakan berkas dan beberapa salinan data perusahaan " jelas Romi kepada Rey.
" (menatap Romi seketika) lalu? " tanya Rey singkat.
" untungnya Juan datang dan menghentikan perdebatan itu, dan data perusahaan masih aman tuan " jelas Romi lagi.
" ohh bagus kalau begitu " sahut Rey tampak biasa biasa saja.
" lalu bagaimana? Apa sudah ada kabar dari Juan, soal gadis itu? Apa dia sudah menemukan nya? " timpal Rey lagi.
" belum tuan " sahut Romi.
" kemana gadis itu, ck...apa dia pergi dan kabur keluar negeri begitu saja!? " tukas Rey seketika menghentikan kesibukan nya.
" saya rasa begitu tuan " jawab Romi lagi.
" ck... aku tidak peduli, cari sampai ketemu, dimanapun gadis itu berada, cari dan temukan dia " titag Rey tak putus asa.
" tuan, kalau saya boleh tau, alasan tuan mencari gadis itu kenapa? kenapa tuan begitu keras untuk mencarinya? " tanya Romi penuh rasa penasaran.
" bagaimana jika dia hamil dan mengandung anak ku, lalu dia pergi dan membawanya, aku tidak mau itu terjadi " ucap Rey
" jika itu terjadi apa tuan ingin menghabisinya? " tanya Romi ceplas ceplos.
" (menatap tajam Romi) pakai otak mu Rom, jika itu terjadi, mana bisa aku melakukan hal itu, aku papanya mana mungkin aku menghabisinya " jelas Rey lagi.
" bagaimana jika nyonya Sarah dan nyonya Rina begitu juga yang lainnya tau kalau tuan memiliki anak di luar nikah bahkan dari gadis yang bahkan diri tuan sendiri pun tidak tau " jelas Romi mengingatkan.
" aku tidak peduli dengan apa yang mereka pikirkan kepadaku nantinya " sahut Rey dengan pendiriannya.
" baiklah " sahut Romi pasrah.
Sesaat keduanya tengah asik dalam keheningan tiba tiba terdengar dari luar pintu ruangan tersebut, suara langkah kaki yang kini memasuki ruangan itu.
Daaap daaaap
Romi yang sedari tadi sibuk menatap layar ponselnya kini pandangan nya teralihkan sesaat mendengar seseorang masuk keruangan tersebut begitu saja.
" Bela? " gumam Romi dan kini menatap kearah Rey yang masih sibuk dengan laptopnya.
" tuan? " panggil Romi berbisik
" apa? " sahut Rey tanpa mengalihkan pandangannya begitu saja.
" ada nona Bela yang datang kemari " ucap Romi berbisik kepada Rey.
Rey seketika menghentikan kesibukan nya dan kini menatap kearah dimana Bela berada.
" halo Rey? " sapa Bela kepada Rey.
" hai " jawab Rey cuek.
" kita bertemu lagi ya Rey, setelah 13 tahun tidak bertemu kau tampak berbeda dari Rey yang ku kenal saat kuliah " ucap Bela kepada Rey.
" mmh, apa kau tidak mengizinkan ku duduk Rey? " ujar Bela lagi.
" silahkan duduk " sahut Rey kepada Bela.
" tuan.. Nona Bela tampak cantik apa tuan tidak tertarik pada nona? " tanya Romi berbisik.
" jika menurut mu cantik, berarti dia seleramu, jika menurutku tidak, dia bukan selera ku " sahut Rey kepada Romi.
Deg...
" heheh maaf tuan, aku hanya bercanda " sahut Romi dengab tertawa kikuk.
" ada apa kau datang kemari? " tanya Rey kepada Bela saat gadis itu duduk di hadapan mejanya.
" ohh kudengar kau mencoba membuka proyek baru di tempat tinggalmu, kebetulan ayah ku meminta ku untuk datang bertemu dengan mu dan ingin bekerja sama dalam pembangunan hotel dan mall dalam satu gedung bersamaan " jelas Bela kepada Rey.
" ohh seperti itu, sebenarnya aku tidak membutuhkan kerjasama dalam peroyek ini, jadi aku tidak tau harus menerima kerja sama apa untuk tuan Hasan saat ini, mungkin pertemuan proyek tahun depan kita bisa bekerja sama " jelas Rey kepada Bela.
" oh begitu, baiklah nanti aku akan menyampaikan nya kepada ayah ku Rey " titah Bela dengan tersenyum kecut.
" iya " sahut Rey cuek.
" oh ya Rey, sudah lama kau tidak main kerumah, ibuku selalu menanyakan mu kapan kau akan main kerumah lagi setelah 13 tahun kau kembali dari London ke Indonesia " Ujar Bela kepada Rey.
" aku sibuk, masih banyak pekerjaan yang harus ku urus saat ini " sahut Rey.
" (menatap Rey bingung) sepertinya tuan benar benar tidak tertarik dengan nona Bela, sudah 13 tahun silam mereka berdua berteman, namun tuan masih saja tidak memberikan reaksi berlebihan kepada nona Bela " batin Romi yang memandangi keduanya itu yang masih tampak begitu biasa biasa saja.
" Rey, apa kau marah kepadaku? Saat kejadian 13 tahun silam, saat kau memintaku untuk datang ke acara Proseline dan menjadikan ku sebagai wanita pendampingmu, namun aku tidak bisa hadir karena Zifran membutuhkan ku " ujar Bela kepada Rey.
Rey tak bergemin melainkan menatap diam sosok Bela yang berbicara kepadanya saat itu.
" tidak, lagi pula kejadian itu sudah lama terjadi, aku tidak marah kepadamu " jawab Rey masih tetap sama.
" Rey!? " panggil Bela kepada Rey.
" (menatap diam Bela) "
" apa kau sudah punya pacar? Atau... " tanya Bela sketika tersela begitu saja.
" aku sudah punya pacar! " sela Rey.
" (menatap tak percaya) ooh begitu.. Baiklah, eng aku permisi dulu, terimakasih atas waktunya, lain kali aku akan mengunjungi mu Rey " ucap Bela yang kini beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut dan berlalu menuju luar perusahaan.
" tuan? Apa yang tuan katakan barusan? Tuan baru saja menolak gadis cantik seperti nona Bela, dan mengatakan kalau tuan sudah mempunyai kekasih!? " cetus Romi seketika.
" kau menyukai gadis itu? Ya kejar saja, lagi pula aku tidak tertarik, Bela teman satu kuliah saat kami berkuliah di Indo, dan itupun tak lebih " sahut Rey yang kini beranjak pergi meninggalkan ruang tersebut dan berlalu menuju luar perusahaan.
" tuan tunggu aku " titah Romi berjalan menghampiri Rey yang sudah berada jauh didepan.
Di luar perusahaan
Pov Bela
" aku sudah punya pacar!? " gumam Bela mengulangi kata kata Rey kepadanya barusan.
" aah, Rey! kenapa kau begitu berubah, aku sudah berusaha meminta maaf kepadamu dan kau malah bersikap dingin kepadaku, seandainya aku datang menemui mu waktu itu ku yakin kau pasti tidak akan bersikap seperti saat ini, kau pasti bersikap saat kita bertemu 13 tahun yang lalu " gumam Bela mengingat masa masa indah bersama pria tersebut.
" aku yakin kau berbohong Rey, kau tidak mudah menerima gadis manapun untuk jadi pacarmu, kau sengaja berbohong karena kau masih marah kepadaku, aku yakin itu " titah Bela, dan kini beranjak memasuki mobilnya dan segera melajukan mobil itu meninggalkan halaman perusahaan tersebut dan kembali kekediamannya.