
Pov Erin
" Erin? Buka pintunya aku ingin berbicara kepadamu, aku akan menjelaskan semuanya, sudah ku katakan aku tidak akan melepaskan mu " ucap Lio yang kini berada tepat di depan pintu apartemen Erin.
" ck dasar pria tidak tau diri, dia datang kemari tanpa ada rasa bersalah sedikit pun " cetus Erin pelan di balik sebuah pintu kamar miliknya.
" Erin? Buka pintunya aku ingin berbicara kepadamu atau ku dobrak pintu ini dan memaksa masuk kesana " timpal Lio lagi.
Dengan rasa malas Erin beranjak menemui Lio yang tidak henti hentinya membuat masalah.
Ckelk...
" apa? " sahut Erin sesaat dirinya sudah tiba di ambang pintu apartemen miliknya.
" habis dari mana kau semalam? Aku menelpon mu, kata Selin kau tidak pulang semalaman " tukas Lio.
" apa masalah mu aku pulang atau tidak itu urusan ku tuan Argelio, dan kau tidak punya hak atas ku, lagi pula hubungan kita sudah berakhir bukan " tukas Erin kesal.
" apa kau bersama pria lain? Semalaman? Katakan? " tanya Lio lagi
" itu bukan urusan mu, aku bersama pria lain dan tidur dengan nya itu juga bukan hak mu Lio, jadi pergilah " timpal Erin kesal
Braaak
Suara pintu di tutup dengan kasar.
" sial, bagaimana jika Erin tidur bersama pria lain, aku kalah selangkah, tidak bisa, tidak akan ku biarkan pria manapun selain diriku yang bisa memiliki Erin " gumam Lio yang kini beranjak pergi meninggalkan apartemen tersebut menuju kembali ke perusahaan.
Di dalam sebuah kamar.
" dimana ponsel ku, bisa bisanya aku lupa menaruhnya " ucap Erin sembari mengingat sesuatu.
" astagah, ponselku masih berda di kamar hotel, bagaimana jika ada seseorang menemukannya bisa bisa gawat " gumam Erin terduduk lemas di atas sopa mini di dalam kamar miliknya.
" apa aku harus kembali ke hotel itu? Tidak bagaimana jika pria itu menemukan ku, aah sudahlah tinggal beli ponsel baru saja " ucap Erin yang kini bersiap siap.
Di sebuah ruangan di salah satu perusahaan besar di sebuah kota, perusahaan itu bernama SEANE GROUP yang di pimpin oleh seorang pria yang berumur 32 tahun.
" apa yang kalian temukan? " tanya Rey kepada Juan begitu juga Romi.
Juan segera mengeluarkan sebuah benda dan di letakan di atas meja hadapan Rey.
" ponsel? (menatap kearah benda tersebut) " tanya Rey kepada kedua anak buahnya itu.
" iya tuan, ponsel itu sepertinya milik gadis itu, kami sudah memastikannya, dan ada beberapa data penting di sana, pekerjaan nya dan beberapa informasi soal perusahaan tempat nya bekerja " jelas Romi.
" benarkah!?(mengambil ponsel tersebut dan segera mengecek nya) " ucap Rey segera memeriksa ponsel tersebut dan kini menyambungkannya kesebuah komputer miliknya dengan sebuah kabel data miliknya.
trakk trak.. Trakkk
Suara ketikan keyboard pada komputer yang begitu mahir dalam hal mencari sesuatu.
" apa yang tuan Rey lakukan? Kau lihat betapa ahlinya jari jari itu saat berada pada keyboard komputer " bisik Juan kepada Romi.
" mmh, kau baru tau kesibukan tuan selama ini, hanya pada jarinya yang ahli mencari informasi begitu juga otaknya " tukas Romi dengan penuh kekaguman akan sosok atasannya itu.
treekk
" Inside Group? Perusahaan apa ini? Aku baru dengar di kota sebelah punya perusahaan bernama Inside group!? " gumam Rey menatap lekat layar komputer miliknya.
" Inside group adalah perusahaan yang cukup terkenal saat ini tuan, pemimpin perusahaan itu seorang pria yang berumur 28 tahun " jelas Romi lagi.
" aku tau itu " sahut Rey
" aaa kau benar, lebih baik kita cari gadis itu segera " pinta Rey kepada kedua anak buahnya itu.
" baik tuan " sahut Juan begitu juga Romi yang kinu berlalu mengikuti Rey yang menuju luar ruangan.
Di perusahaan Inside Group
Lio tampak terlihat mondar mandir di ruangan miliknya seakan akan tengah berencana memikirkan sesuatu saat itu.
" astagah, tidak bisa di biarkan, bagaimana bisa aku membuat Erin kembali kepadaku, ck, a yah aku akan menelpon nya dan memintanya untuk menemuiku " ujar Lio yang kini mencoba menghubungi Erin saat itu.
" nomor yang anda tuju sedang sibuk "
" ck, kenapa ponsel Erin tidak bisa di hubungi? " gumam Lio mencoba menghubungi Erin lagi dan lagi, namun tetap sama ponsel itu tidak bisa di hubungi saat ini.
braaak
suara hentakan tangan di atas meja kaca dengan cukup kuat.
" brengsek! " teriak Lio kesal.
Tok... Tokk..
Suara ketukan pintu ruangan, terdengar dari arah dalam ruangan seseorang memanggil pria tersebut.
" pak Lio? ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda pak? " ucap seorang wanita kepada Lio.
" siapa? " tanya Lio penasaran.
" dia tidak memberitahukan namanya pak, tapi sepertinya orang penting " jelas wanita itu kepada Lio.
" ohh baiklah, katakan padanya aku akan menemuinya sebentar lagi " pinta Lio kepada wanita tersebut.
" baik pak. " sahut wanita tersebut dan kini berlalu cepat menemui orang itu.
" siapa lagi yang berkunjung pagi pagi begini, tidak punya kerjaan apa mengganggu orang saja " cetus Lio beranjak pergi menemui orang yang dimaksudkan kepadanya.
Di sebuah ruangan.
" selamat pagi pak Lio, itu orangnya yang saya katakan barusan " ucap wanita tersebut kepada Lio yang baru saja tiba di sana
Lio seketika menatap kearah tiga orang pria yang tampak asing di pikirnya, dengan menggunakan pakaian kemeja sertas di baluti jas berwarna abu abu, dengan rambut cepak tersisir rapi.
daaap daaap
" siapa? Ada apa anda mencari saya? " tanya Lio kepada pria tersebut.
" apa kau Reino Argelio? " tanya pria tersebut tanpa basa basi.
" ya, saya, bagaimana anda mengenali saya? ngomong ngomong siapa anda? " tanya Lio dengan penuh rasa penasaran.
sreeeek
" saya Reynan Arzenta kusuma, dari perusahaan SEANE Group " ucap pria tersebut yang ternyata Rey.
" Reynan? (terbelalak kaget) ohh anda, maafkan saya tuan, saya tidak tau ternyata anda tuan Rey dari perusahaan SEANE Group, saya suka sekali membaca artikel tentang perusahaan dan beberapa pabrik yang anda bangun saat saat ini itu membuat saya benar benar takjub " jelas Lio seketika tersenyum lebar.
" astagah, keberuntungan apa ini, baru saja aku di sia siakan oleh Erin dan sekarang aku bertemu dengan orang penting dalam perusahaan, haha, tidak masalah sekarang aku akan menjadi salah satu orang yang dekat dengan perusahaan SEANE Group " batin Lio.
namun tidak dengan Rey yang dimana dirinya menatap kesana kemari mencari sosok Erin yang tidak terlihat sama sekali di perusahaan itu.
" apa dia tidak masuk hari ini? " batin Rey sembari mencari sosok Erin.