
Setibanya di dalam club yang begitu besar dan mewah, aku benar benar di buat takjub akan pemandangan dalam club itu yang tak pernah kujumpai sebelum sebelumnya pada club club mana pun di kota ku.
" selamat malam nona, ini card anda " ucap seorang wanita kepada ku sembari memberikan sebuah card berwarna hitam yang bertulisan Vip.
" ohh terimakasih " jawab ku sembari mengambil card tersebut.
" mari nona, saya akan mengantarkan nona ke meja anda, sebelah sini " ucap wanita tersebut sembari mempersilahkan ku untuk mengikutinya menuju kesebuah meja bar yang muat untuk di tempati beberapa orang.
" silahkan menikmati malam anda nona, saya permisi dulu " ucapnya sembari berlalu pergi dari sana.
Ku pandang beberapa meja hight class pada club tersebut yang benar saja, terlihat begitu berbeda dari club di kotaku sebelumnya, bahkan disini tamu tamu tampak menggunakan pakaian yang begitu mahal.
" benar benar orang kaya yang mau menghabiskan uangnya datang percuma cuma kesini " ucapku sembari duduk di salah satu bangku kosong di sana.
" ini minuman nya nona, selamat menikmati " ucap seorang bartender yang datang secara tiba tiba memberikan ku sebuah minuman khas di club tersebut.
" terimakasih " ucapku sembari mengambil minuman tersebut dan meneguk sedikit namun terasa begitu asam manis, dengan aroma alkohol yang terbilang lebih tinggi.
" huh... Tapi ini enak " ucapku meneguk lagi dan lagi minuman tersebut.
braakk
benar benar aku benar benar menggila malam ini, entah kenapa aku seperti ini, aku bahkan tidak biasanya meminum satu gelas anggur, dan sekrang aku bahkan meminum begitu banyak alkohol, hanya untuk menghilangkan kesedihan ku.
" aarhh, bosan sendirian, ck apa aku harus mencari pria yang mau minum bersamaku " ucapku benar benar dalam keadaan mabuk.
Ku beranjak dari tempat duduk ku dan berlalu menuju kesebuah meja panjang yang dimana terlihat seorang pria dengan menggunakan jas berwana navy dengan rambut cepak yang tersisir rapi dengan di kelilingi beberapa pria yang berdiri di sekitarnya.
Traak
suara gelas kaca yang di letakan di atas meja kaca.
" tuan? " ucapku yang kini menatap samar sosok pria yang duduk di sampingku.
" ehh apa yang gadis ini lakukan sekarang " ucap salah satu pria yang berada di sana.
" kalian mengenalinya? " tanya pria tersebut kepada pria lainnya.
" d dia gadis yang barusan kita katakan tadi tuan " ucap Juan kepada pria tersebut.
" (menatap lekat sosok Erin) ada apa nona? kenapa kau kemari? " tanya pria itu kepadaku dengan sedikit memiringkan kepalanya untuk menatap fokus wajahku di balik sedikitnya cahaya lampu di sana.
namun tanpa sadar, alih alih ku sentuh pundak pria itu dan ku rangkul begitu saja, entah apa yang aku lakukan, saat itu membuatku benar benar tak habis pikir.
Deg
Sreeek
" (terbelalak kaget) apa yang gadis ini akan lakukan kepada tuan " ucap ketiga pria tersebut menatap tak percaya dengan apa yang Erin lakukan.
" biarkan saja, dia mabuk berat, kalian boleh pergi sekarang, nanti aku akan memanggil kalian kembali " pinta pria itu kepada ketiga anak buahnya.
" baik tuan, ayo kita pergi " ucap Romi kepada kedua temannya itu dan berlalu pergi begitu saja dari sana.
" tuan!? " panggil ku dengan suara mabuk.
sontak pria itu menatap kembali wajahku dalam diam, yang dimana diriku berada di pangkuannya saat itu, ya aku melakukan nya dengan pria asing yang bahkan akupun tidak mengenalinya.
" aku tidak mabuk, tuan? Apa kau mau tidur dengan ku " ucap ku benar benar hilang akal.
" (tersenyum smrik) nona, kau tau tidur dengan ku harus memiliki biaya yang cukup besar " ucapnya berbisik di telinga ku.
" aku bisa membayarmu dengan besar tuan, berapapun yang kau ingin kan aku akan membayarnya " ucap ku lagi.
" (tersenyum) aku tidak menerima resiko siapapun nona " ucapnya lagi.
" aku akan tanggung jawab tuan " titah ku seketika membuat pria itu tertawa pecah.
" hahaha, baiklah jangan salahkan aku nantinya jika kau kenapa kenapa, aku sudah memperingatkan mu " ucapnya sembari memeluk pinggang ku yang begitu ramping dan seketika tubuh besar itu membawaku pergi ntah kemana.
daaap daap
" loh tuan mau kemana? " tanya Romi kepada tuannya itu.
" aku akan pergi dulu, kau awasi club, ingat setengah jam lagi kau bereskan semuanya mengerti " pinta pria itu kepada Romi.
" okeh tuan " sahut Romi dengan menatap bingung sosok Erin yang kini berada di pelukan tuannya itu.
" Rom, tuan mau kemana bersama gadis itu? " tanya Juan kepada Romi.
" entahlah, aku tidak tau, sudahlah jangan ikut campur masalah tuan, bisa bisa kita kena masalah besar nanti, lebih baik kita bereskan yang lainnya dulu setelah itu kita kembali ke mes " ucap Romi berlalu begitu saja.
Baaam
Suara pintu raungan di tutup dari dalam.
Braaakk
sontak pria itu seketika meletakan tubuh Erin di atas tempat tidur, dan kini beranjak bangun dari sana dan sembari menatap lekat sosok Erin yang hanya menggunakan pakaian mini dengn rambut terurai.
Erin yng masih dalam keadaan mabuk kini gadis itu beranjak bangun dari tempat tidurnya dan menatap kearah dimana pria itu berada, namun dengan cepat sebuh tangan kini menarik tangan pria itu, namun dengan kuat pria itu menahanya, dan menatap intens sosok Erin di balik rambutnya yang panjang menutupi separuh wajahnya.
sreeek
" gadis nakal, sudah berapa kali dirinya bermain seperti ini " ucap pria itu sembari menyelipkan sisian rambut di telinga Erin dan tampak terlihat wajah cantik dan imut milik gadis itu, dengan bibir berwarna pink muda yang di lapisi lipbam.
" tuan kau mau kemana? " ucap Erin masih dalam keadaan mabuk berat.
" aku tidak akan kemana mana " ucap pria tersebut.
Erin lagi lagi menarik kasar tangan pria itu dan alhasil membuat pria tersebut jatuh di hadapannya dalam keadaan duduk.
namun sedikit agresif Erin lagi lagi melakukan tindakan yang diluar kesadarannya, ya, Erin menarik kerah baju pria tersebut dan membuat kancingnya lepas begitu saja, Erin spontan memeluk tubuh pria itu dan kini berdalih menciumi leher pria itu, namun tak ada tanggapan lain dari pria tersebut melainkan membiarkan apa yang gadis itu lakukan kepadanya.
" lagi lagi dia menciumku seperti di mobil barusan "
" nona, jangan salahkan aku jika nafsuku benar benar tidak bisa ku kendalikan lagi " ucapnya di telinga Erin.
" oh ya, sehebat apa pria yang ada di hadapan ku saat ini " tukas Erin menatap kearah pria tersebut.
" apa kau menguji kesabaran ku? Sudah cukup kau merobek bajuku nona, sekarang giliranku untuk melakukannya " bisik pria tersebut di telinga Erin dengan senyum penuh arti.
Braaaakk