The Journey Life Of The Mafia Triplets

The Journey Life Of The Mafia Triplets
alasan Anthony takut



ARSEN'Pov


Sesampainya di depan ruangan sekertaris CEO,Anthon langsung memencet tombol yang mungkin saja berhubungan langsung dengan sekertaris atau Wanita itu sendiri?...yah maybee....


"Selamat pagi,ada yang bisa di bantu?" ujar seorang wanita yang aku pastikan dia adalah sekertaris "wanita ku"


"Saya ingin meminta pertanggung jawaban dari Presdir perusahaan ini..bilang saja pada nya 'orang yang tadi pagi datang' " ujar ku memotong perkataan Anthon..


"Ah,baik lah tunggu 2 menit saya akan kembali"ujar sekertaris wanita ku itu...siapa dia berani menyuruh aku menunggu hah?!! Tapi yaudah lah demi wanita ku itu tidak masalah...sabar saja lah Arsenn..


"Tuan,anda boleh masuk,silahkan"ujar si sekertaris itu,sepertinya ruangan wanita ku itu harus melewati sekertaris nya dulu? Hemm lumayan pintar...karena kalau ada sesuatu yang tidak mengenak kan,pasti setidak nya ada Privasi lebih diruang Presdir...


"Hm" dehem ku karena malas berlama lama lagi.


Ketika aku sampai di ruangan wanita ku itu, aku sebenar nya terkejut karena melihat ia tengah menatap seorang bayi yang ada di ranjang .


Tapi segera menetralkan wajah ku,lalu aku diam untuk mendengar percakapan nya dengan dirinya sendiri..yah itu sangat imut bagiku.


"Nama mu,Gabriel Aliando Reghis Alexandre,untuk margamu aku sendiri yang memberikan nama marga ku sendiri padamu,jadi lupakan lah ingatan tentang semua keluarga mu son"ujar wanita ku,aku agak bingung sebenar nya dengan perkataan nya itu..tapi yang bisa aku simpulkan adalah bayi itu bukan bayinya...entah lah itu bisa aku cari tahu nanti.


Tak lama kemudian dia melihat ke arah kami bertiga...yah,ku kita tidak akan secepat ini ketahuan karena aku ingin mendengar percakapan nya lagi..namun ya sudah lah..


"Owhh.... Selamat datang Mr.Dwiguna." ujar nya santai...wah wah dia sangat berwibawa sekali ternyata..sungguh tipe ku!.


"Yah" ujar ku sambil sedikit tersenyum...tapi aku melirik ke arah Anthon yang bengong dan sedikit tersentak,aku langsung mendatarkan mimik muka ku lagi..


"Silahkan duduk Mr.Dwiguna" ujar wanita ku lagi...dan aku langsung duduk di kursi yang ada di depan nya


"Terimakasih..tapi panggil aku Arsen saja,jangan formal,kita berasal dari Indonesia bukan?" ujar ku,entah lah kenapa dia tersentak..yang pasti aku berfikir kalau ia tersentak karena tau kalau dia dari Indonesia,aku tidak sebodoh itu untuk tidak tau kalai ia dari Indonesia...


"Eh...emmm langsung pada intinya saja tuan Arsen...anda meminta pertanggung jawaban dari saya bukan? Baiklah jadi berapa?"ujar wanita ku to the point..aku suka dengan sifat nya,hampir sama seperti sifat ku...yahhh.


"Yah,lalu anda meminta apa?"ujar nya bingung..


"Yahhh kau bisa membayar nya dengan cara Dinner dengan ku malam nanti"ujar ku dengan tidak berbasa basi lagi


"Hah?..tap-" belum selesai ia bicara tau tau ada suara tangisan bayi yang sangat kencang


"Huaaaaaaa"


"Huft...Jen,buat kan ia susu formula di lantai bawah,jangan lupa gendong dia"ujar wanita ku acuh tidak acuh..aku bingung karena kalau pun itu bukan anak nya kenapa dia kejam sekali sih? Tapi ya sudah lah...


Atau jangan jangan itu anak tirinya ? Lalu dia punya suami ? Aduhhh apa yangbaku pikirkan si sebenar nya?


"Em..apa dia anak mu?"tanya ku ragu,aku hanya ingin memastikan kalau itu bukan anak nya.


"Yah,dia anak ku"ujar nya,sungguh hati ku sakit, ada perasaan marah,sedih,dan entahlah ..rasanya aku ingin menghabisi orang yang menjadi suami nya dengan 1 kali tembakan!!!


(Hayolohhh kok tembakan? Secret yak guys hehe:) )


"Owh..okay bagaimana dengan tawaran nya?"tanya ku lagi karena aku benar benar ingin pergi..tangan ku sudah gatal ingin membunuh pria baji**an itu !!!


"Deal..."ujar nya,yah setidak nya itu memberi ku sedikit ketenangan


"Okay..kalau begitu saya permisi dulu nyonya Presdir.."ujar ku sambil menjabat tangan lembut nya...aku berbalik dan pergi dari hadapan nya...


Muka lu merah padam menahan amarah....


"Lihat saja pria bre**sek...aku akan meminta perhitungan dengan mu"ujar ku, aku tau Anthon tau kemarahan ku...aku juga tau kalau dalam fikiran nya dia mengkhawatirkan ku 😂