The Journey Life Of The Mafia Triplets

The Journey Life Of The Mafia Triplets
celaka "lagi"



2 minggu kemudian...


Saat ini Mishca sedang menemani merlin ke sebuah mall ternama yang ada di jakarta selatan..


Tentu Di temani oleh beberapa bodyguard nya..


"Mish,ayo beli baju dulu buat baby yego"ujar merlinda..


"Iya mba mer"ujar Mishca yang mengikuti langkah merlin.


Mereka memasuki toko yang ada di mall itu,mereka mungkin bingung karena baju baju nya sangat bagus dan untung baby yego tertidur dengan nyaman dan aman..


"Ini nih bagus mbak,lucu ada kaya karakter pangeran nya"ujar Mishca memberlihatkan sebuah baju kaos bergambar pangeran.


"Wahh iya nih Mishca..ambil aja kali yah?"tanya merlin


"Beli aja mbak,lucu tuh..limited edition" kata Mishca


"Oke deh kita beli aja."kata Merlin


Akhirnya 2 wanita itu memilih milih baju yang menurut mereka sangat bagus dan tentu di temani si baby yego yang tertidur pulas..


Mereka kelihatan bahagia sampai ada sebuah gangster yang ingin mengacaukan mall itu,Mishca kaget setengah mati karena gangster itu sangat lah banyak..mereka menutup pintu keluar nya agar tidak ada yang bisa keluar dan melapor ke polisi,tentu saja orang tidak akan melapor ke polisi karena sinyal nya sudah di putus oleh para gengster tersebut....(halu yah... :v)


Merlin sudah menangis histeris dan mencoba memeluk Diego dengan erat..para bodyguard nya pun sudah berjaga jaga..sedangkan Mishca masih berusaha tenang dan tidak menambah kepanikan merlin..


"Mbak tenang aja,percaya sama Mishca,mbak telpon Hans sekarang"ujar Mishca..


"Ga ada sinyal mish"ujar merlin sesenggukan


"Ya tuhan...aku harus nmenyelamatkan mbak mer dan diego..aku harus mempertaruhkan nyawaku..."ujar Mishca..memang Mishca masih kurang enak badan,kepala nya musing dan dia mual mual..


Mishca mulai memberi isyarat pada bodyguard nya untuk menjaga merlin dan Diego..lalu Mishca berkat dengan kencang nya menuju lantai bawah dengan mlompat bukan dengan eskalator..


Mishca langsung mengeluarkan double pistol nya dan menembak dengan kecepatan penuh..


Tidak sia sia usahanya, semua anak buah gangster itu sudah hampir sekarat dengan tembakan yang brutal...


Tersisa lah si boss gangster itu dengan wajah merah padam dan sangat terlihat marah pada Mishca..


Dalam hatinya Mishca kini sudah mulai memprediksi sesuatu...


"Dia yang mati...atau aku yang mati"kata Mishca dalam hati,karena memang tubuh nya hampir tidak bertenaga..


"Hiyaaahhhh"teriak Mishca dan boss GS(gangster) tersebut..


Mereka saling bertukan serangan,mulai dari serangan di bagian tangan yang selalu di tangkis Mishca dan serangan vital yang juga di elak Mishca..


"Jangan kau membuat ribut di sini!!"teriak Mishca pada si bos GS itu..


"Hahaha! Kau hanya membunuh anak buah ku tapi kau tak akan bisa membunuh ku!"teriak bosa gs itu


"Kita lihat saja"sinis Mishca..


Merwka mulai bertukar serangan kembali..


Bos gs itu menyerang leher Mishca dan langsung di tangkis dengan tangan Mishca..kali ini Mishca yang menyerang boss GS..


Mishca membuat serangan tidak berarah dengan gerakan yang akurat...


Boss gs itu kewalahan dengan serangan Mishca,Mishca yang mendapat kesempatan itu Langsung menembak kan peluru ke dada bos gs...


namun di saat saat terakhir nya,boss gs itu berhasil menembak kan peluru baja ke dada Mishca...


"MISHCA!!!" teriak Merlinda dari atas.