
Setelah sampai di mansion,Mishca dan hans langsung masuk ke dalam nya,so..mereka di sambut oleh banyak orang!
"Selamat datang putri dan pangeran"ucap salah satu dari mereka..
"Em,dimana Laurentcia,Patricia Elders, dan Peter?"tanya Mishca.
"Hormat kami putri,mereka semua ada di pelataran belakang" ucap orang yang merupakan salah satu anggota DO.
"Baik,aku dan Pangeran akan ke sana dahulu,kalian lanjutkan saja aktifitas nya"ucap Mishca sembari tersenyum singkat.
"Yuk cari 4 curut itu"ucap Mishca..
"Pandai nya kamu mengejek orang lain,kucing kecil"ucap hans mengacak acak rambut Mishca.
"Hehe maaf...tapi ayo lah mereka ini sangat sangat tidak tahu aturan! Bahkan aku tidak mendapatkan info yang aku mau"ucap Mishca agak kesal.
"Baik lah tuan putri ku,apa pun untuk mu"ucap hans.
Setelah itu mereka berjalan di atas escalator yang datar...yah itu menuju ke arah pelataran!
(Halu lagi,mana ada eskalator datar๐ )
"Laurent,Patricia,Peter elders!!"teriak Mishca..
"Ehh....siap laksanakan perintah boss"uap mereka bersimpuh dan memedang pundak kanan dengan tangan kiri.
"Kalian ini ya! Mana info yang aku mau?"ucap Mishca merajuk.
"Eh,anuuu boss..."ucap elders gagap.
"Apaaaa"rajuk Mishca.
"Ituuu"ucap laurent gagap juga sama dengan Elders
"Apa siiih"ucap Mishca tak sabaran.
"Ini boss,jadi kemarin sehabis ke acara pertunangan boss, kami mau mencari info nya,tapii kemarin El dan Laurent malah nyebur ke kolam bebek,So! Kami kerumah sakit dan mereka berdua katanya malu mau mencari info lagi karena badan mereka penuh perban,hari ini baru di lepas"ucap Patricia ngakak.
"Hah? Kok bisa kalian nyebur?"ucap Mishca bingung antara kasian dan ingin tertawa..sedangkan hans masih setia dengan tampang cool nya walaupun hatinya tak bisa bohong kalau dia sudah sangat ingin tertawa.
"Hahahaha!!! Kalian ini"ucap Mishca sambil tertawa hingga terjatuh.
Laurent dan elders hanya menggaruk kepala nya yang tak gatal itu.
"Yasudah lah,tapi secepat nya beri tahu aku ya untuk masalah penyerangan kemarin,aku yakin 'dia' tidak mungkin menjalankan rencana kalau tak ada sebab nya"ucap Mishca mulai serius.
"Aduh boss,bagaimana ya boss,soalnya bukti bukti nya banyak nya dimansion nya dan istana nya"ucap elders.
"Dia siapa?"tanya hans penasaran.
"Meggan alexander"ucap Mishca
"Eh? Kamu mencari tahu tentang apa ?"tanya hans .
"Tentang siapa yang membunuh kakek ku,menurut info yang aku dapatkan,kasi ini di tutup rapat oleh semua pihak"ucap Mishca
"Setahu ku dulu pernah ada sebuah kasus pembunuhan terbesar,yang ada di Prancis,,itu pun kata nya daddy waktu aku masih umur 5 tahun"ucap hans.
"Eh apa kakak masih ingat sedikit?"tanya Mishca berharap.
"Emm..tidak"ucap hans berfikir.
"Ah yasudah tak apa kak."
"Tapi kakak ingat marga nya,kalau tidak salah marga nya Yuliansyah? Or yuliasyah..ah kakak lupa"ucap hans.
"Eh?! Makasih kak!! Itu info yngbsangat bagus"ucap Mishca tersenyum lebar.
"Aha!!! Kakak ingat nama lengkap nya!!Dean Yuliansyah"ucap hans
"Terimakasih pangeran,hal ini akan bisa menjadi suatu langkah kemajuan besar"ucap Peter.
"Heem"dehem hans.
"Kak,makasih"ucap Mishca.
"Sama sama "ucap hans memandangi Mishca.