
"Emm permisi? Bisa katakan dimana ruang Presdir kalian?"tanya Anthony pada resepsionis
"Sebelumnya maaf...apa tuan muda ada janji? "Tanya resepsionis itu sopan.
Tanpa banyak tanya dan bertele tele akhirnya Arsen memberikan kartu nama Chelsea pada resepsionis tersebut..
"Ah baik lah tuan muda..ruang miss chelsea ada di lantai paling atas,nanti langsung akan ketemu karena itu khusus ruangan nya,sekertarisnya dan HRD saja tuan..."ujar resepsionis itu lagi dan di angguki arsen...
Lalu mereka ke lantai yang di tujukan...
.......
" hah? Sebenar nya wanita ini punya selera yang seperti apa sih? Bentuk perusahaan nya saja dari depan terlihat menjulang tinggi seperti kubus..tapi kenapa di dalam nya malah berbentuk bundar meliuk likuk seperti ini? Bahkan perusahaan ku tidak seaneh ini,tapi lift ini juga unik.. Lift tembus pandang,bisa melihat aktifitas pekerja nya di lantai masing masing."pikir Arsen dengan tatapan yang menyiratkan kebingungan dan kekaguman.
"Ada apa boss? Kenapa boss menatap mereka?"tanya Anthon dengan tatapan aneh,tidak biasanya sang boss menatap sesuatu dengan tatapan kekaguman...maklum saja,Arsen adalah orang yang memiliki ego tinggi untuk mengakui ke "menang" an orang lain..dia juga sombong seperti hal nya Chelsea yang memiliki watak tidak jauh berbeda.
"Tidak,sudah lah sebentar lagi sampai"ujar Arsen menghindari pertanyaan Anthony
"Baiklah boss"ujar Anthon yang masih sedikit bingung.
Sesampainya di depan ruangan sekertaris CEO,Anthon langsung memencet tombol yang menghubungkan langsung dengan suara sekertaris itu sendiri( ceritanya kaya telpon otomatis).
"Selamat pagi,ada yang bisa di bantu?" ujar sekertaris tersebut yang tak lain dan yak bukan adalah Jennie.
"Saya ingin meminta pertanggung jawaban dari Presdir perusahaan ini..bilang saja pada nya 'orang yang tadi pagi datang' " ujar Arsen bersuara.
"Ah,baik lah tunggu 2 menit saya akan kembali"ujar Jennie.
"Model macam apa lagi yang ia buat hingga bertemu sekertaris nya saja membutuhkan waktu lama? Huh...awas kau 'wanita' ku" ujar Arsen yang meng Klaim kalau Chelsea ini wanita nya.
"Tuan,anda boleh masuk,silahkan"ujar Jennie yang membukakan pintu nya,yah memang lah jika ingin ke ruang Presdir harus melewati /memasuki ruang sekertaris Presdir nya dulu.
"Hm" dehem Arsen yang langsung masuk dan di ikuti oleh Anthon.
*disisi lain.
Chelsea tengah menatap bayi yang ia 'rampas' tadi, awalnya ia merasa biasa saja dengan bayi itu..namun hati kecil nya terketuk kala mendengar celotehan yang keluar dari mulut balita tersebut...yah kita kira umurnya 2 tahun sama seperti anak anak nya...
"Nama mu,Gabriel Aliando Reghis Alexandre,untuk margamu aku sendiri yang memberikan nama marga ku sendiri padamu,jadi lupakan lah ingatan tentang semua keluarga mu son"ujar Chelsea yang melihat Gabrie sedang bermain di ranjang bayi milik nya,yah itu di beli saat menuju kekantor tadi.
Saat tengah memandangi baby Gabrie dari jauh,sorot mata Chelsea teralihkan ke arah pintu yang menampak kan 3 sosok manusia yang tengah menatap nya,yap....
"Owhh.... Selamat datang Mr.Dwiguna." ujar Chelsea santai sambil menyilangkan kaki nya.
"Yah" ujar Arsen tersenyum kecil membuat Anthon terdiam dan melotot melihat boss nya tersenyum ke arah wanita,asal kalian tahu...dia tak pernah tersenyum dengan tulus kecuali pada keluarganya...dan itu pun jarang,yah kecuali pada ibu dan adik perempuan nya.
"Silahkan duduk Mr.Dwiguna"ujar Chelsea
"Terimakasih..tapi panggil aku Arsen saja,jangan formal,kita berasal dari Indonesia bukan?"tanya Arsen membuat Chelsea sedikit tersentak karena jarang ada orang yang tau kalau dia dari Indonesia
"Eh...emmm langsung pada intinya saja tuan Arsen...anda meminta pertanggung jawaban dari saya bukan? Baiklah jadi berapa?"ujar Chelsea tak mau basa basi lagi.
" kau kira aku semiskin itu nona?"tanya Arsen dengan tatapan tidak suka
"Yah,lalu anda meminta apa?"ujar Chelsea bingung...
"Yahhh kau bisa membayar nya dengan cara Dinner dengan ku malam nanti"ujar Arsen dengan tatapan yang tidak bisa di baca
"Hah?..tap-" belum selesai Chelsea berbicara,suara tangisan Gabrie terdengar begitu kencang.
"Huaaaaaaa"
"Huft...Jen,buat kan ia susu formula di lantai bawah,jangan lupa gendong dia"ujar Chelsea dengan acuh tak acuh....bukan dia tidak menerima Gabrie,namun ia belum begitu menerima kesalahan keluarganya....setidak nya ia akan berusaha menyayangi Gab dengan sepenuh hati seperti ia menyayangi putra putra nya...walau tidak sekarang karena itu tidak mudah..
"Em..apa dia anak mu?"tanya Arsen ragu
"Yah,dia anak ku"ujar Chelsea asal
"Owh..okay bagaimana dengan tawaran nya?"tanya arsen lagi
"Deal..."ujar Chelsea setelah menghembuskan nafas.
"Okay..kalau begitu saya permisi dulu nyonya Presdir.."ujar nya sambil menjabat tangan Chelsea lalu pergi disusul Anthon..
"Whatttt.....bahaya"bathin Anthony...
Bahaya? Why???
Tunggu kelanjutan ny!!!