
Mishca menyusuri koridor kampus yang ramai itu,dia tampak senang karena akan bertemu dengan adik kembar nya...
"Emm..kira kira aku mau kemana dulu ya? Kaya nya ke kantin enak ni"ucap nya bermonolog sendiri...
"Ehhhh tapi jangan deh,kan ga ada kerjaan lebih baik baca buku mesir kuno"ujarnya lagi...yaa informasi buat kalian,Mishca sangattt menyukai yang namanya sejarah mesir kuno,bahkan kalau punya anak rencana nya akan ia beri nama Ramesses Cleopatra atau bahkan nerfertari..
Terkadang geli juga kalau ia akan memberi nama anak nya dengan nama nama seperti itu,Dan itu bukan lah hal yang umum bukan? Tapi apalah daya Mishca? Dia benar benar menyukai mesir kuno!
"*"*"*
Disaat salju putih ini turun membawa kesejukan,nyatanya tak begitu berlaku pada gadis bermata hijau emerald yang sedang ada di perpustakaan...
Matanya sembab,airmata masih bisa terlihat di kelopak matanya..
Bahkan mungkin airmata itu akan beku jika ia berada di luar...
"Maaf, gue nyesel..gue tau kok perasaan lo makanya lo kaya gini...gue terlalu kebawa emosi gue minta maaf"ujar si gadis bermonolog sendiri..
"Mishca gue minta maaf, gue ga bisa benci loo...maafin gue"ucap nya lagi sambil terisak...yah,gadis ini tak lain dan tak bukan adalah Cassia...
Cassia sebenarnya sangat terpukul atas ucapan nya pada Mishca,namun apa boleh buat? Cassia memang tidak bisa membenci Mishca, karena bagaimana pun juga Mishca tidak lah salah jika bersikap seperti itu..
Saat ini cassia sedang membaca buku di ruangan private perpustakaan,yah nama nya juga kampus elite,bahkan perpustakaan nya memiliki 5000 ruangan pribadi untuk mahasiswa nya membaca sendiri..
Cassia sedang sendirian memang,karena samudra sedang ada urusan dengan kawan kawan nya..cassia memutuskan menenangkan diri di perpustakaan tapi malah teringat oleh Mishca..
Sebenarnya cassia ini termasuk gadis keras,cuek,judes dan agak sedikit tomboi,tapi disisi lain cassia juga punya hati yang rapuh dan lemah,dia sering kali menangis hanya karena memikirkan keadaan nya yang terpisah dengan Mishca,kakak kembarnya.
Setelah selesai dengan acara menangis nya,akhirnya cassia memutuskan untuk pergi dari sana karena memang hari ini tidak lah masuk kelas dulu,karena baru hari pendaftaran.
Cassia menyusuri taman dekat kampus dengan perlahan lahan,banyak orang yang berlalu lalang menggunakan mobil, sepeda atau hanya berjalan kaki saja..
Tapi kedamaian cassia berhenti saat ada segerombol orang menghalanginya dan hendak menyerang nya secara tiba tiba..
Cassia bahkan tidak cukup kuat untuk melawan mereka,cassia kelimpungan dan jatuh tersungkur,semua orang berteriak hendak menyelamatkan cassia..namun ternyata segerombol orang ini mempunyai pistol hingga mereka semua hanya diam khawatir..
*"*"*
Disisi lain juga Mishca tengah duduk di bangku taman dekat kampus,Mishca sedang menikmati salju yang belum terlalu lebat ini..
Tapi semua nya berubah ketika mendengar teriakan histeris dari segerombol orang di sana..
Lalu Mishca mencoba mendekat dan melihat apa yang terjadi,dan betapa kaget nya ia melihat saudari nya tengah di hajar hingga hampir pingsan dengan wajah babak belur..
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?! KALIAN CARI MATI?! " teriak Mishca tepat sebelum cassia menutup matanya,yah cassia pingsan!
"Heh!! Kau ini sungguh pahlawan kesiangan nona! Cepat Pergi dari sini!! Atau kau aku bunuh"teriak salah satu dari mereka..