The Journey Life Of The Mafia Triplets

The Journey Life Of The Mafia Triplets
akhirnya ketemu!



Mishca masih berusaha keras untuk menemukan keberadaan dean,sayang nya dean benar benar bersembunyi dengan sangat baik hingga pelacakan nya gagal.


"6 bulan!! Sudah 6 bulan aku mencari keberadaan keluarga mereka dengan susah payah!!! Kenapa belum menemukan batang hidung mereka!!" teriak Mishca frustasi.


"Udah udah tenang sayang"ucap hans memeluk Mishca erat.


"Tapi gimana mau tenang kak? Kita disini udah 6 bulan! Tapi belum tahu dimana mereka"ucap Mishca


"Nanti kita cari lagi ya,lagi pula kan DO yang di sini udah mulai berkembang pesat,kakak yakin kita bakal nemuin mereka "ucap hans menenangkan Mishca.


"Huftt..oke kak, yaudah kak Mishca mau ke Mall dulu..mau beli baju baru sekalian refreshing"ucap Mishca.


"Yaudah hati hati ya,kakak mau pergi ke rumah temen kakak dulu,soalnya udah lama juga ga maen kesana"ucap hans.


"Oke ka"ucap Mishca.


Setelah bersiap siap akhirnya Mishca mengendarai mobil Ferrari nya dengan kecepatan sedang..


Dia mendengarkan musik untuk menghilangkan stress yang mengganggu fikiran nya.


"Huft..."hela Mishca...


"Macet terus kapan ga macet nya sih?"ucap Mishca kesal..


Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya jalanan sekitar sudah mulai bisa berjalan dengan sewajarnya..


Setelah sampai di mall,Mishca terus saja mencari baju yang sekiranya pas untuk nya..


Selera Mishca tidak muluk muluk,yang penting nyaman di pakai saja lah..


"Emm,ini bagus"ucap Mishca ber agumen sendiri.


"Em,mbak bungkus semua ini "ucap Mishca.


"Baik nona"ucap mereka para pegawai.


Setelah melihat lihat dan berkeliling akhirnya Mishca tiba di kasir untuk membayar semua tagihan nya,namun macam pucuk di cinta ulam pun tiba..


Mishca menemukan suatu informasi yang akan membebaskan nya dari rasa penasaran!.


"Nay,jangan ambil semua nya sayang,kita kan gak boleh tamak"ucap perempuan yang tampak tidak muda lagi,yah mungkin usianya 40 tahun atau 35 tahunan..


"Iya nak benar kata ibu mu"ucap laki laki yang mungkin ayah nya..


"Iya deh yah..yuk kita bayar aja"ucap gadis cilik ini yang mungkin masih 5 tahunan.


"Iya yuk"ucap ayah dan ibu si gadis cilik.


"Atas nama bapak Dean Yasyah. Dan ibu anggun Yasyah?"tanya kasir itu.


"Betul mba"ucap mereka.


Sedangkan Mishca pun langsung membelalakan mata nya,orang yang menpora porandakan kakek nya kini ada di depan mata nya?!


Tunggu!! Yasyah?!


"jadi?!Alexio damar yasyah?!Leonardo alwi yasyah?!"batin Mishca kaget..


Mishca sudah tidak perduli lagi dengan apa pun,saat ini emosi nya sudah memuncak,emosi nya sudah tak dapat di redam lagi..persetan dengan akibat nya..


"DEAN YULIANSYAAAHH!!!" teriak Mishca dengan segala amarah yang bertahun tahun lalu ia redam..


Mendengar nama asli nya di panggil dengan nada tak menyenangkan,dean membalikan badan dan matanya sangat kaget bertemu dengan mata biru Milik Mishca..


"MEGGAN?!"teriak dean dan anggun bersamaan,yah karena memang mereka ini di bilang sangat mirip,yah ibarat meggan versi cilik.


"Aku bukan meggan!!! Aku orang yang akan membalaskan dendam kakek ku!"teriak Mishca membuat seluruh mall berhamburan meminta tolong ke polisi.


"A-apa maksud nya"ucap dean..sedangkan anak mereka ini hanya menangis.


"Cih!! Akan aku bunuh kalian!"teriak Mishca menggila..


"Tolooong ampuni kami,kami mohonnn!!"teriak anggun bersejud memohon ampun..


"Tidak ada gunanya!! Dulu kau bahkan tak mengampuni nyawa kakek ku!"teriak Mishca sambil menatap 2 mangsa nya itu...