The Journey Life Of The Mafia Triplets

The Journey Life Of The Mafia Triplets
tunggu aku Indonesia



Saat ini Mishca kembali ke istana,dia juga berencana untuk berpamitan pada keluarga nya untuk ke indonesia,yah setidak nya sampai dia menemukan sedikit petunjuk tentang dean yuliansyah...


"Daddy,mommy, Mishca berencana menetap di indonesia untuk sementara waktu,mungkin beberapa tahun atau beberapa bulan..karena Mishca harus mengurusi hal penting,Mishca ga bisa meninggalkan ini sendiri dad,mom"ucap Mishca memelas..


"Sayang,kenapa harus lama sekali?nanti mom merindukan dirimu"tanya sang mom seperti menahan kesedihan.


"Iya kak,urusan apa? Siapa tahu kami bisa bantu..kakak jangan pergi,nanti kakak lama kembali kemari"ucap Hansen yang memeluk Mishca.


"Huft...kakak ada urusan mendesak dan itu sangat lama "ucap Mishca mengelus kepala Hansen dan Jansen.


"Urusan tentang kasus itu kah?"tanya daddy nya..


"Iya dad,Mishca juga harus mendirikan cabang DO supaya urusan di sana bisa cepat selesai dan Mishca bisa pulang dengan cepat,yah setidak nya setwlah Mishca lulus sekolah menengah atas"ucap Mishca..


"Sayang,tapi sering sering kemari ya,mom tidak mau tahu "ucap sang Mom yang sudah teriisak ..


"Sudah lah mommy,Mishca akan sering sering ke mari,dan tidak akan melupakan kalian semua oke?"ucap Mishca..


"Sayang,apa kamu perlu bodyguard?"tanya dad nya..


"Apaa kamu mau di temani oleh kami ?"tanya Radrick.


"Yah! Kami bisa menjaga mu adik"ucap Evone.


"Setidak nya salah satu dari kami"ucap Jansen.


"TIDAK! Adik ke empat akan tinggal bersama dengan ku di indonesia"ucap hans enteng..


"Jaga adik mu baik baik hans"ucap daddy


"Tentu"


"Jadi kapan kalian berangkat?"tanya mom nya.


"Kenapa sangat cepat nak"ucap mok nya memeluk Mishca erat..


"Maaf mom,tapi ini sangat lah mendesak "ucap Mishca membalas pelukan sang mom


"Baiklah tapi kalian janji ya akan baik baik saja di sana"ucap mom nya menghapus air mata di pipi mya sendiri.


"Ya "ucap Mishca mengangguk yakin...


Setelah acara tangis perpisahan ini akhirnya Mishca dan yang lain kembali ke kamar masing masing untuk tidur,Mishca sama sekali tidak mempersiapkan pakaian atau apapun karena sudah di siap kan oleh Laurent dan anak buah nya yang lain.


*"*"*


Pagi hari di mansion,terlihat seluruh keluarga nya hadir di bandara yang ada di mansion nya sendiri,pesawat pribadi yang terbilang mewah dan megah,yang terbuat dari lapisan permata asli terparkir di lapangan luas itu..


"Mom,dad, dan yang lain nya,Mishca undur diri ya"ucap Mishca memeluk erat sang mom dad sert kakak dan adik nya ini.


"Mishca janji kalau sudah selesai urusan disana,pasti Mishca akan segera pulang,doakan saja supaya tidak sampai setahunan "ucap Mishca sambil menangis.


"Iya nak,kami doakan"ucap mom nya.


"Yasudah mom kami berangkat"ucap hans.


Setelah itu mereka memasuki pesawat dengan derai air mata...


Mishca sangat ragu sebenarnya,namun apa boleh buat demi tekad nya mencari tentang siapa yang membunuh kakek nya sudah bulat!


Hati nya sudah sangat mantap sekarang,dulu nya juga Mishca sangat penasaran karena meggan hanya pernah bilang kalau kakek nya meninggal karena ada pembunuhan,namun tidak ada kejelasan yang pasti lagi.


"huft..tunggu aku Indonesia" bathin Mishca..