The Journey Life Of The Mafia Triplets

The Journey Life Of The Mafia Triplets
Indonesia



Di bandara,Saat ini Hans dan Mishca tengah meminta doa restu pada Mom dan dad nya untuk memulai kehidupan baru setelah 2 bulan menikah..


Ya,dua bulan ini Mishca pulang pergi antara ke prancis dan ke belanda,tentu saja hanya untuk sekedar menetap di istana Eeuwige vrede dan Narindelle.


Hari ini juga lah Hans akan mencopot gelar Pangeran serta putra mahkota nya,yang akan ia berikan pada adik nya,Evone.


Bukan tanpa alasan yang jelas hans melakukan hal itu, sebenarnya hans dan Mishca hanya ingin hidup bahagia tanpa ada masalah sedikit pun,mereka ingin hidup dengan penuh ketenangan.


Bukan di dalam bayang bayang istana dan segala macam urusan yang menyangkut nyawa..


Ya,hans dan Mishca me non aktif kan kelompok mafia mereka..dengan kata lain di bubarkan,namun sama seperti the DeCon terdahulu..mereka bisa saja meng aktifkan kelompok nya lagi jika memang di butuhkan.


"Mommy, daddy, kak Evone, kak Radrick, Hansen dan Jansen..


Kami pergi dulu ya,, kami akan menetap di indonesia,mungkin kami tidak akan pulang jika tidak mendesak..lagi pula kami sekarang bukan keluarga kerajaan lagi"kekeh Mishca


"Noo...kau yang terbaik kak"ujar Hansen memeluk Mishca... Yaa,,bocah kembar itu kini berusia 19 hampir 20 tahun..


"Kau ini sudah besar Jansen,Hansen.."ujar hans menggelengkan kepala nya heran melihat mereka sangat manja oada istri sekaligus kakak angkat dari mereka berdua.


"Emm kak,kau ini hanya melepas rindu dengan kak Rose"ujar Jansen ,ya sekarang mereka lebih sering memanggil Mishca dengan nama rose,karena menurut mereka nama itu cocok untuk Mishca yang bersifat tegas namun juga penuh kasih sayang...ya itu definisi dari mawar merah ....


"Baiklah kami pergi dulu ya mom,dad..dan yang lain jaga mommy dan daddy oke?"ujar hans memeluk mom nya dan daddy nya..


"Iya kak..kau harus jaga adik kesayangan kami "ujar Radrick


"Emm...kalian jangan ke Indonesia menemui kami jika tidak benar benar mendesak..kalau pun ingin ke Indonesia menyamarlah jadi orang biasa tanpa pengawalan"ujar Mishca memperingatkan.


"Sayang hati hati" ujar Sezha


"Jaga diri kalian"ujar Eddie melepas pergi Mishca dan hans yang akan menaiki pesawat..


Ya,sedikit info..saat ini mereka tengah menyamar menjadi rakyat biasa,pengawal nya pun ikut menyamar..dan Mishca dan hans juga menaiki pesawat umum..


Hans dan Mishca hanya membawa ATM yang cukup untuk biaya bayar Rumah dan biaya hidup sehari hari..


Sebenarnya meggan menawarkan mereka untuk tinggal di mansion mewah nya,namun Mishca dengan tegas menolak itu,katanya percuma kalau hidup sederhana namun rumah nya sangat besar seperti istana.


*"*"*


Beberapa jam kemudian...Jakarta,Indonesia.


Mereka sudah sampai di indonesia,mereka tidak istirahat dulu di hotel..namun mereka lebih memilih membeli sebuah rumah sederhana yang terletak tidak jauh dari pusat kota.


Saat ini juga mereka telah deal membeli rumah itu,rumah yang sederhana..rumah yang tidak bertingkat,dengan cat Putih yang di padu dengan warna kuning gading..


Walau sederhana namun tetap terlihat elegan..


"Wah,rumah nya elegan ya"ujar Mishca yang kini menggunakan bahasa indonesia yang tidak baku..


Kalau pakai bahasa inggris ya,agak sedikit aneh karna ini di indonesia.