The Journey Life Of The Mafia Triplets

The Journey Life Of The Mafia Triplets
permohonan



Setidaknya Mishca berhasil membuat mereka muntah darah.


Dan tentu saja hal itu mengagetkan semua orang,Mishca sudah mencapai puncak beladiri? Sudah mempelajari ilmu 'lanjutan' dari ajaran beladiri??


"Sial*n kalian semua"teriak indra menahan sakit di dada nya akibat tendangan Mishca..


•••••


"Sudah ku bilang! Pukul mundur pasukan mu atau kalian semua akan habis di tangan ku"teriak Mishca.


"Huh..huh..kauuu "teriak devan yang melihat teman seperjuangan nya memuntahkan begitu banyak darah...


"Dughh"


Mishca kembali menendang dada indra dan rendra dengan brutal..


Setelah di rasa rendra dan indra sekarat,Mishca menolong menggan,samudra dan cassia untuk melawan Richo dan devan..


"Dugghhh"


Suara tendangan tiba tiba yang di lontarkan Mishca sungguh membuat Richo dan devan tak se imbang, Mishca sama sekali tidak memberi jeda sedikit pun pada mereka..


"Kalian begitu congkak terhadap ku,sekarang kalian lah yang tidak bisa berkutik di hadapan ku"ujar Mishca menyombongkan diri...


Mishca kembali memperlihatkan skil bertarung nya,Mishca seakan menari nari dalam ribuan mayat yang berserakan..


Dorr dorr


Suara tembakan peluru Mishca terdengar begitu mantap dan akurat..kalau biasanya Mishca yang menjadi dokter itu akan lemah lembut dan sabar..


Berbeda dengan sekarang,Mishca bak dewi kematian yang akan menjemput nyawa seseorang..


Tapi di tengah pertarungan itu, siapa yang sangka kalau rendra berniat menikam cassia dari belakang..tidak ada yang satu pun orang yang menyadari akan hal ini...


Sampai pada saat..


"CASSIA!!"teriak Mishca


Peluru itu mengenai rendra tepat di bagian dadanya,mungkin menembus jantung...


"Cassia!! Kau tidak apa apa bukan?"teriak Mishca membolak balik kan tubuh cassia


Cassia yang di perlakukan seperti itu hanya bisa diam dan membisu sambil menangis..


Kerinduan nya terhadap sang kakak sangat amat besar...


"Kakak"ujar cassia yang menatap mata biru Mishca..


Mishca terdiam,dia benar benar lupa kalau ia masih punya konflik dengan Cassia..


Mishca mundur dan menjauhi cassia..


"Semuanya!! Bawa mayat mayat mereka! Bakar di pelataran markas DO di sini..yang masih hidup bawa ke rumah sakit ku..


Untuk ketuanya biar di urus elders,Patricia ,laurent dan peter"teriak Mishca membubarkan pasukan nya..


"Ekhem...untuk pasukan TBK yang tersisa kalau ada yang masih hidup di bawa ke rumah sakit..yang meninggal silahkan di kuburkan dengan layak"teriak meggan..


Setelah melakukan tugas nya melindungi kerajaan,Mishca berjalan menjauhi mereka dengan menahan segala rindu yang ada di hati nya..


Mishca tahu batasan nya,kalau boleh meminta pada tuhan..dia akan meminta di lahirkan jadi anak ke 2 atau ke 3,bukan pertama..


Tapi dirinya tidak juga menyesal,kalau dia tidak pergi bagaimana dia akan bertemu dengan mom,dad serta adik dan kakak angkat nya?


Memang lah semua rencana tuhan,kita para manusia hanya bisa mengikutialur kehidupan yang ada..


Alur yang sudah tuhan ciptakan....


"Mishca,mami mohon kemari lah nak,jangan simpan dendam mu pada adik adik,kakak,papi dan keponakan mu..disini hanya mami yang bersalah san mereka tidak bersalah Mishca..mami mohon kembali lah"ujar meggan menangis sambil terduduk,dengan Reval yang memegangi meggan.


"Sayang,kau adalah ke banggaan papi,kau adalah princess nya papi...


Papi mohon dengan mu sayang kembali lah" ujar Reval yang merindukan sosok anak pertama nya itu..