
Memiliki suara bagus adalah kelebihan Tiro, selain wajahnya yang lumayan, dia juga dapat mengikat hati para kaum hawa hanya dengan satu kedipan. Terdengar berlebihan? Namun itulah faktanya.
Bukan Tiro namanya jika tak mampu memanfaatkan keadaan. Jika ada waktu senggang, dia akan mendatangi studio rekaman untuk membuat rekaman cover-cover lagu yang kemudian akan ia upload di akun instagramnya. Dari situlah dia mulai dikenal banyak orang terutama para wanita dan sering mendapat beberapa endors. Sangat lumayan.
Terapi bukan kelebihan yang Tiro miliki yang akan kita bahas di sini, melainkan kejadian-kejadian tak masuk akal seperti teman-temannya yang lain.
***
Malam ini Tiro memutuskan untuk pergi ke studio rekaman karna menyanyi adalah hal ia butuhkan ketika beban fikirannya begitu membeludak. Memang masalahnya tak akan selesai jika dia menyanyi, namun setidaknya fikirannya akan menjadi sedikit rileks.
"Bang" panggil Tiro pada seorang instrukstur rekamannya.
"Akhirnya datang juga, ampe lumutan gue nungguin lo tau gak" Tiro terkekeh mendemgar jawabannya. "Langsung mulai aja atau gimana?" Tanyanya lagi pada Tiro yang sudah bersiap-siap masuk.
"Langsung aja deh bang, biar cepet" ujarnya sedikit merasa tak enak. Biasanya menyanyi akan membuat persaannya sedikit membaik, walaupun sedikit. Entah mengapa sejak memasuki studio rekaman, perasaannya mulai tak enak. Apa karna Kate? Apa semua yang Kate ucapkan tadi itu benar? Di ganggu arwah? Dapat sial? Mustahil! Tahayul! "Gue gak percaya" gumam Tiro yang tak lagi memperdulikan fikiran dan hatinya yang bertolak belakang karna tak sejalan.
Tiro segera masuk kedalam box rekaman dengan beberapa insinyur rekaman yang sudah stand by di luar box rekaman.
"Stop!" Ujar instruktur rekamannya. Padahal Tiro belum sempat bernyanyi.
Lirik demi lirik berhasil dia nyanyikan. Saat hampir selesai tiba-tiba ia mendengar suara seorang anak yang tengah tertawa dan menangis secara bergantian. Namun iya yakin jika suara itu hanya berasal dari satu orang. Tak lama, suara itu terdengar lebih jelas dan lebih jelas seakan mengikuti iringan musiknya. Ikut bernyanyi tanpa menghiraukan Tiro yang sudah sangat ketakutan di buatnya.
Tiro tiba-tiba berhenti menyanyi, guna menetralkan fikiran, nafas dan juga perasaan tak enaknya.
Namun, niat itu malah membuat seseorang yang mengganggunya menjadi marah hingga sesuatu jatuh menghantam mike yang ia gunankan. Ia sadar apa yang sebenarnya terjadi dan pura-pura tak sadar seakan tak terjadi apa-apa, itulah yang ia lakukan. Lirik terus teralun merdu dari bibirnya sebelum sesuatu yang dingin membungkamnya.
Dia memang tak bisa melihat, tapi entah mengapa semuanya terasa nyata. Saat ada sesuatu menimpa mikenya. Saat pundaknya memikul beban yang berat. Saat kepalanya di tarik kebelakang sehingga terangkat menatap dinding. Tangan dingin dan bau amis yang membungkam mulutnya sesaat lalu mencoba membukanya.
Bau amis dan bau busuk berpadu sempurna menusuk seakan-akan sedang berlomba masuk melalui lubang hidung kecil pria itu.
Tiro mengangkat tangannya memberi instruksi break kepada insinyur rekamannya.
Sebelum ia benar-benar keluar dari dalam box rekaman, kakinya terasa sangat berat. Pundaknya masih menahan bobot yang semakin lama menjadi semakin berat pula. Semua yang ia fikir tadi hanya ilusi seketika berubah menjadi nyata.
"Anak ini sungguh menyusahkan" batin Tiro yang sudah kewalahan menanggapi permainannya.
Satu persatu orang melihatnya kemudian berdatangan menanyai keadaannya saat ini. Namun Tiro tak bisa menjelaskan, dia hanya diam menahan semua yang ia rasakan hingga terjatuh pingsan karna merasa sesuatu yang keras menghantam kepala belakangnya.