
Mereka pun berjalan dari gang sempit itu, Chika di depan dan Alex di belakang, dan sampailah mereka di sebuah rumah yang cukup besar dan sederhana.
"" Wah... Ini rumah mu? "" Tanya Alex.
"" Iyah, maaf mungkin tak sebesar rumah mu"" Jawab Chika.
"" Kau pikir aku peduli? "" Tanya Alex.
"" Ya sudah! Jangan masuk saja! "" Jawab Chika dengan judes.
"" Apa yang aku katakan di dalam mobil akan terjadi setelah kau lulus kuliah... ! "" Ancam nya lagi
"" Huh, iya iya! Masuk! ""
"" Chika, dia siapa Nak? "" Tanya Ibu Ana.
"" Ibu? ""
"" Ibumu? "" Tanya Alex.
"" Iyah... ""
"" Halo Bu"" Sapa Alex ramah.
"" Halo, Chika ini siapa Nak? Tampan sekali"" Puji Ibu Ana.
"" Nanti Chika jelasin Mah, Ayo masuk dulu"" Ajak Chika, dan Alex pun langsung masuk.
Mereka semua sudah duduk di kursi di ruang tamu.
"" Chika, jelaskan pada Ibu"" Ucap Ibu Ana.
"" Bu, kami... Kami mau menikah"" Pinta Chika, Ibu Ana langsung membulatkan kedua mata nya.
"" Apa?! Menikah?! ""
"" Iyah... Kami ingin menikah... ""
"" Kalian, hubungan sudah sampai mana? "" Namun mereka berdua hanya diam.
"" Kamu hamil? "" Tanya nya lagi
"" Enggak"" Jawab Chika.
"" Kalian gak... ""
"" Saya hanya ingin bertanggung jawab""
"" Bertanggung jawab? Maksud nya bagaimana? Jangan jangan kalian memang...? ""
"" Maaf Bu! Chika gak sengaja! "" Ucap Chika menundukkan kepala nya mengepal tangan nya kuat.
"" Kalian... Kalian sudah melakukan hal itu? "" Tanya Ibu Ana.
"" Chika gak salah apa apa, yang salah saya waktu itu di kamar saya sedang mabuk, dan mungkin Chika karena terlalu lelah jadi masuk ke dalam kamar saya, jika saya tidak mabuk saya tidak akan melakukan hal itu pada nya"" Jawab Alex
"" Hiks... Chika minta maaf Bu! "" Pekik Chika menangis dan menunduk di pangkuan sang Ibu.
"" Maaf Bu! Maaf! ""
"" Ibu memang kecewa, tapi ini juga bukan Sepenuhnya kesalahan kamu sayang"" Jawab Ibu Ana mengelus kepala Chika.
"" Sudah jangan Nangis, Ibu merestui kalian berdua untuk menikah""
"" Sungguh Bu?! "" Tanya Alex.
"" Iyah, saya tidak mau ada kabar kabar tak benar pada putri saya""
"" Saya paham""
"" Maaf Nak, tapi apa pekerjaan Anda? "" Tanya Bu Ana.
"" Ah...? "" Alex menatap ke arah Chika, dan Chika pun mengangguk.
"" Saya bekerja sebagai Presdir dari JM Group""
"" Apa?! JM Group?! ""
(Itu... Nama perusahaan yang ingin suamiku bangun bersama teman nya bukan?!)
Batin Bu Ana.
"" Maaf Nak... Apa nama ayah mu, Andika Jhon Michael? "" Tanya Ibu Ana.
"" Iyah, kenapa Ibu bisa tau? ""
"" Kamu... Kamu pasti putra sulung nya kan? Alexander Jhon Michael? "" Tanya Ibu Ana, Alex terkejut mendengar Ibu Ana tau nama nya.
"" Iyah, saya putra sulung nya, bagaimana Ibu bisa tau? ""
"" Bu, dari mana Ibu tau? "" Tanya Chika.
"" Kamu putra Karin dan juga Andika, hiks... Hiks... Aku dengar Karin meninggal sejak kau berumur 14 tahun, lalu Andika yang jadi gila karena Kehilangan Karin... ""
Alex semakin terkejut, dia tau semua hal yang terjadi pada keluarga nya.
"" Ibu, Ibu siapa? Kenapa bisa tau semua tentang keluarga saya? "" Tanya Alex.
"" Nama ku sebenarnya Bukan Ana"" Ucap Ibu Ana.
"" Apa? Bukan Ana? "" Tanya Chika.
"" Iyah, Ayah mu dan ibu mu adalah sahabat ku sejak kecil, begitu juga dengan ayah mu Chika, kami sudah bersama sejak umur ku dan karin 12 tahun dan Andika dan juga Suamiku 15 tahun, sejak kecil kami tak terpisahkan, kemana mana selalu bersama, bahkan sekolah dasar, SMP dan SMA sekolah di sekolah yang sama, Kuliah juga di Universitas yang sama, seiring berjalan nya waktu tumbuh bibit bibit cinta pada kami, dan setelah lulus Karin dan Andika pun menikah di Inggris, Chika, Alex... Kalian berdua keturunan orang Inggris "" Jelas Ibu Ana atau nama asli nya Jessica itu.
"" I... Ibu...? Jadi... Jadi kami...? ""
"" Iyah, kalian memiliki ikatan tak biasa... Setelah kami menikah dan bahagia, Andika dan juga Raphael berniat pergi dan tinggal di Indonesia dan menetap, mereka juga merencanakan ingin membangun sebuah perusahaan dengan hasil tabungan dari kami, kalau tidak salah tabungan kami yang di satukan waktu itu kami hampir mendapat 2,5 triliun, kami pun menjalan kan sebuah pembangunan perusahaan, dan mengembangkan banyak produk, Andika yang memimpin karena suamiku tak punya kepintaran dalam hal politik dan pekerjaan kantor""