Sweet President'S Love

Sweet President'S Love
Episode 25 [ Menjenguk]



Alika dan Chika bertemu di kelas, Alika pun mengatakan kalau dia di paksa untuk naik mobil Raider, Tapi Chika malah mengatakan kalau mereka adalah jodoh, Alika hanya mendengus kesal mendengar ucapan Chika.


Setelah Chika pulang dari Kampus nya, datang lah Alex dan juga Raider ke rumah itu, di sana juga sudah ada Tante Clara dan Mama Jessica.


"" Semua udah siap? "" Tanya Alex.


"" Iyah, kita jenguk Papa sekarang yah Mas"" Pinta Chika.


"" Baiklah, kita berangkat sekarang"" Jawab Raider, mereka semua pun pergi dari rumah itu.


Chika dan Alex satu mobil, Mama Jessica bersama Raider sedangkan Tante Clara mengendarai mobil nya sendiri.


Setelah sampai di RSJ, mereka semua langsung masuk ke dalam.


"" Tuan Alex, anda ingin menjenguk Papa anda yah? "" Tanya Pengurus rumah sakit.


"" Iyah, Papa ku baik baik saja kan? "" Tanya Raider.


"" Tentu, seperti biasa""


Mereka pun pergi ke ruangan Papa Andika, mereka semua langsung masuk ke dalam.


"" Pa"" Panggil Alex.


Pria jangkung itu pun menoleh ke arah Alex, dia sedikit tersenyum.


"" Kamu datang lagi jenguk saya yah? "" Tanya Pria paruh baya itu, namun wajah nya masih sangat muda dan tampan, bahkan Chika sampai terkejut.


"" Dia... Papa mu Mas? "" Tanya Chika.


"" Iyah""


"" Mas Andika... "" Panggil Mama Jessica.


Papa Andika langsung mengalihkan pandangan nya pada Mama Jessica, Papa Andika terlihat sangat terkejut saat melihat Mama Jessica, Papa Andika langsung berlari dan memeluk Mama Jessica. Semua orang langsung terkejut.


"" Jessica! Selama ini aku mencari mu kemana mana! Tapi tak ketemu! Sekarang kenapa kau baru datang sekarang! Karin sangat ingin bertemu dengan mu! "" Ucap Papa Andika, seperti nya ingatan milik nya sudah hampir kembali.


"" Mas... Kamu masih ingat sama aku? "" Tanya Mama Jessica.


"" Tentu! Aku masih ingat dengan mu! Clara! Kalian berdua, kedua putra yang paling aku sayangi! "" Jawab Papa Andika merentangkan kedua tangan nya membiarkan kedua putra nya masuk ke dalam pelukan nya.


Seketika mata Alex dan Raider berubah menjadi Nanar, mereka berdua berlari ke arah Papa Andika dan memeluk nya.


"" Kami senang! Papa sudah ingat! ""


"" Aku sangat bahagia! "" Ucap kedua putra itu.


"" Papa sangat senang sudah kembali mengingat kalian! ""


Pandangan Papa Andika teralihkan ke arah Chika, dan Chika hanya tersenyum.


"" Gadis itu... Siapa? "" Tanya Papa Andika.


"" Dia... Calon istriku"" Jawab Alex.


"" Kakak ipar ku"" Jawab Raider.


"" Menantuku? "" Tanya Papa Gibran.


"" Iyah"" Jawab semua nya serentak.


Papa Andika tersenyum ke arah Chika.


"" Kemari lah... "" Pinta nya lembut pada Chika.


Dengan sedikit canggung Chika mendekat ke arah Papa Andika, Papa Andika langsung memeluk Tubuh Chika, Alex sempat membulatkan kedua mata nya, namun dia berusaha tenang.


"" Cantik, wajah nya mirip seperti mu, dan mata nya mirip seperti Raphael"" Ucap Papa Andika.


Chika hanya tersenyum sembari membalas pelukan papa Andika, rasanya nyaman dan hangat, dia tak pernah mendapat rasa sayang dan pelukan dari seorang ayah.


"" Kalian belum menikah? "" Tanya Papa Andika.


Alex menggelengkan kepala nya.


"" Nunggu Chika lulus kuliah"" Jawab Alex.


"" Masih kuliah? Pantas saja masih imut imut gini"" Ucap Papa Andika sambil mencubit halus pipi Chika.


"" Iyah sih imut, tapi bukan perawan lagi... "" Gumam Raider pelan.


Alex dan Chika langsung membulatkan mata nya menatap sinis ke arah Raider.


Brukkk... Sebuah bogeman kecil mendarat di kepala Raider.


"" Sakitttt! "" Pekik Raider.


"" Bisa diam kagak?! ""


"" Bukan perawan? Maksud nya? ""


"" Itu... Ceritanya panjang Pa, nanti kita omongin"" Jawab Alex.


(Awas lo! sampai rumah gua habisin!)


Batin Alex menatap tajam pada Raider.


"" Tapi Papa masih tetap harus ada di sini, papa masih belum bisa ingat sepenuh nya, masih separuh ingatan papa yang pulih"" Ucap Papa Andika


"" Iyah, kami akan menunggu"" Jawab Mama Jessica.


"" Kalau begitu, kami pergi sekarang"" Ucap Alex.


"" Baiklah"" Jawab Papa Andika dengan senyuman.


Dan akhirnya mereka semua pergi dari sana.