
"" Kau bilang kau mau bekerja, aku bisa menerima mu di perusahaan ku, asalkan kau punya kepintaran dalam bidang politik""
"" Maaf Tuan... Saya masih kuliah... S4... "" Jawab Chika
"" Ouh, begitu kau kuliah di mana? ""
"" Universitas Jakarta""
"" Ouh, mau berangkat bersama? "" Tanya Alex
"" Apa? Tidak tidak perlu, nanti saya bisa membuang buang waktu anda"" Tolok Chika.
"" Tidak apa, aku Bos nya aku bisa pergi dan datang kapan saja"" Jawab Alex dengan senyuman.
Seketika Chika meleleh melihat senyuman manis dan tampan dari Alex.
(Tampan sekali...)
Batin Chika.
"" Tidak perlu! Saya... Saya bisa naik Taksi! Saya permisi! "" Jawab Chika sambil berlari kecil.
"" Gadis yang polos, lugu dan menggemaskan "" Gumam Alex, dan langsung mengikuti Gadis itu.
Setelah sampai di kantor, Alex langsung masuk ke dalam ruangan nya, dia masih memikirkan kejadian tadi pagi dengan Chika.
"" Aku tak menanyakan nama gadis itu, Alfin"" Panggil Alex pada Asisten nya.
"" Iya Bos? ""
"" Bisa kau cari informasi tentang seorang gadis? ""
"" Apa? "" Sontak Alfin langsung membulatkan mata nya mendengar Bos nya membicarakan seorang perempuan, baru saja kemarin gagal menikah udah dapat yang baru? Luar biasa Bos ku ini, pikir Alfin.
"" Siapa Bos? "" Tanya Alfin, dan Alex hanya tersenyum.
_____
Setelah menunggu lama, Alfin pun datang dengan sebuah Maf biru di tangan nya
"" Ini dia Bos""
"" Mana? "" Alex langsung membuka Maf biru itu.
"" Chika Andara Messy, 23 tahun, Sekolah Universitas Jakarta S4, Yatim, tinggal di Sebuah Apartemen di Jakarta, dia Yatim? ""
"" Iya Bos, yang saya tau ayah nya tiada karena sakit"" Jawab Alfin yang membuat Alex mengingat Sang Ibu.
"" Kerja bagus, kau boleh pergi""
"" Baik"" Alfin pun pergi dari sana.
Namun tak berselang beberapa lama Alfin pergi, tiba tiba.
"" Alex! "" Seorang wanita masuk ke dalam ruangan Alex.
"" Alex! Ternyata kau sudah kembali"" Ucap Nathalie,
Seketika senyuman Alex surut saat melihat Nathalie
"" Untuk apa kau ke sini?! Aku sudah tak ingin melihat mu! Pergilah! "" Usir Alex.
"" Alex, aku mohon dengarkan aku... Ini bukanlah keinginan ku... Daniel yang sudah memaksaku melakukan ini"" Jawab Nathalie sambil menangis.
"" Aku tak butuh jawaban dan juga penjelasan mu! Pergilah! ""
"" Aku tak peduli! Pergilah! Lagi pula... Aku sudah punya calon istri yang baru! "" Jawab Alex yang membuat Nathalie terkejut.
"" Apa? Alex... Kau pasti berbohong kau... Kau mengatakan itu hanya... Hanya agar aku tak mengganggu mu lagi kan? Ah? "" Tiba tiba Nathalie diam saat melihat Alex menunjukan foto seorang gadis cantik pada nya.
"" Foto... Foto siapa itu? "" Tanya nya.
"" Dia... Calon istri ku, dia berhasil menarik ku dari keterpurukan, jadi sekarang kau pergilah! Satpam! Usir dia dan jangan biarkan dia datang lagi! "" Dua satpam pun datang, dia langsung menyeret tubuh Nathalie keluar.
"" Alex... Maaf... "" Ucap Nathalie sambil menangis.
(Kenapa?! Kenapa kau harus kembali?! Padahal kondisi ku sudah hampir membaik, tapi kenapa kau malah datang kembali hah?! Aku benci kau!)
Batin Alex menggetarkan giginya.
_____
Beralih pada Chika yang sudah sampai di kampus nya, dia melamun di dalam kelas nya masih memikirkan tentang kejadian tadi.
"" Memalukan sekali! Kenapa aku bisa mengalami hal ini? Tapi kenapa seorang Presdir dari perusahaan hebat kok bisa tinggal di Apartemen? ""
"" Kenapa Ka? "" Tanya salah satu sahabat Chika, Alika.
"" Ka, tau Presdir dari Perusahaan JM Group tidak? ""
"" Hah?! Ya pasti tau lah! Dia katanya orang nya ganteng! Berwibawa lagi! ""
"" Pernah ketemu? ""
"" Tidak! Tapi aku selalu berharap bisa ketemu! Tapi ngomong ngomong kenapa kau menanyakan hal ini? ""
"" Apa kau tau? Dia... Sekarang tinggal di sebelah apartemen ku? ""
"" What?! Apa?! Kau serius?! ""
"" Iyah, bahkan tadi pagi kami mengobrol sebentar dan bersapa""
"" Beruntung sekali! Kalian pasti jodoh! ""
"" Yang benar saja kau ini! ""
"" Aku yakin itu! ""
______
Malam hari pun tiba, Alex datang dari kantor nya dengan tubuh yah begitu lelah.
"" Tuan Alex, ada kiriman untuk anda"" Ucap Resepsionis.
"" Baik, antar kan ke kamar saya"" Jawab Alex.
"" Iyah... ""
Dia kembali berjalan dengan lunglai, dia masuk ke dalam kamar nya, dia belum membersihkan diri, tapi langsung duduk di sebuah kursi.
Tok... Tok... Tok... "" Tuan saya bawa pesanan anda"" Ucap seorang laki laki.
"" Masuk"" Jawab Alex.
"" Ini saya taruh di sini yah Tuan""
"" Iyah, terimakasih""
"" Kalau begitu saya permisi dulu"" Pelayan itu pun keluar dari kamar