
Raider berjalan ke arah meja makan dengan cukup cepat, kedua tangan nya dia taruh di saku celana nya.
"" Ayo kita sarapan, Mama mana? "" Tanya Alex.
"" Tadi pagi pagi udah pulang Mas"" Jawab Chika murung.
"" Ouh, ya udah kita sarapan""
"" Iyah... Nanti, Chika nyusul Mas"" Jawab Chika.
"" Cepet yah? ""
"" Iyah"" Alex pun pergi dari sana menyusul sang adik.
"" Kamu gak bohong Ka, dia... Dia Presdir JM Group, ade nya juga... Mirip sama dia, kok aku kudet banget yah gak tau Presdir JM Group punya ade? "" Tanya Alika.
"" Aku juga baru tau Ka, udah kita makan""
"" Gak ahk, nunggu aja di sini"" Tolok Alika.
"" Udah! Ayo cepet! "" Chika langsung menarik tangan Alika menuju tempat makan.
"" Chika! Lepas! ""
"" Kenapa mereka? "" Tanya Raider.
"" Mana ku tau, kenapa? "" Tanya Alex.
"" Tidak, hanya bertanya saja"" Jawab Raider cukup acuh.
Tak lama datang Chika dan Alika, Chika langsung duduk dan menyuruh Alika untuk duduk dekat Raider.
"" Kenapa diam? Ayo duduk"" Ucap Chika.
Namun Alika hanya diam.
"" Kenapa? Ada masalah jika duduk dengan ku? "" Tanya Raider sambil memasukan makanan nya ke dalam mulut.
Alika hanya diam sembari melihat makanan dan juga Raider.
"" Apa lihat lihat? Saya ganteng? "" Tanya Raider.
Tubuh Alika langsung bergidik ngeri mendengar ucapan Raider.
"" Kok... Narsis? "" Gumam Alika.
"" Apa kau bilang?! "" Tanya Raider penuh kemarahan.
Alika langsung tersentak kaget mendengar Raider meninggikan suara nya.
"" Sudah! Diam lah kalian! Alika, ayo duduk dan makan bersama kami""
Tanpa menolak lagi, Alika langsung duduk di dekat Raider, walaupun Raider masih melayangkan tatapan tajam pada Alika, dan Alika hanya menunduk melihat ke arah makanan nya.
"" Sudah, jangan menatap dia dengan tajam lagi, lama lama jadi tatapan Cinta lagi"" Ucap Alex.
"" Uhuk... Uhuk...! "" Raider langsung batuk tersedak makanan yang dia makan.
Sedangkan Alika, dia hanya membulatkan kedua mata nya.
Netra Hitam berbalut abu itu langsung menatap ke arah Alika, begitu juga dengan Alika.
Raider menatap netra mata kebiruan itu, menatap nya cukup lama sampai Alika mengedipkan mata nya, Raider langsung memalingkan wajah nya.
"" Apa apaan kau ini kak! "" Ucap Raider berdiri dari duduk nya dan pergi dari sana.
"" Mau kemana? "" Tanya Alex
"" Aku akan pergi sekarang! "" Jawab Raider.
"" Maaf, dia memang seperti itu, kadang kadang dia seperti anak kecil tapi kadang kadang dia juga kayak mafia""
"" Ya emang""
"" Mas aja kaya Yakuza""
"" Apa? ""
"" Yakuza""
"" Emang tau Yakuza apa? ""
"" Mafia Jepang ""
"" Tau dari mana kamu hal itu? ""
"" Enggak, kepo aja""
Sedangkan Alika, dia hanya diam sembari menyantap makanan nya.
Di dalam mobil Raider, dia terus saja mengomel membicarakan sang kaka.
"" Apa apaan dia ini! Mana mungkin aku akan suka dengan gadis seperti dia! "" Omel nya di dalam mobil.
______
Setelah sarapan selesai, Alex, Chika dan Alika langsung pergi ke garasi mobil, Alika tampak terkejut melihat megah nya garasi itu, begitu juga dengan Chika yang terperangah melihat besar nya garasi mobil itu.
"" Gila, ini garasi atau rumah? Gede bener? "" Tanya Chika dan Alika bersamaan.
"" Garasi, Chika Alika, kalian naik mobil itu, aku akan berangkat sekarang"" Jawab Alex membukakan pintu untuk Chika.
"" Cuman aku? "" Tanya Chika
"" Harus ku buka untuk nya? "" Tanya Alex tanpa menatap Alika.
"" Enggak sih... ""
"" Nanti kalau ada Raider pasti ada yang bukain"" Jawab Alex.
"" Hah?! "" Mata Alika langsung melotot.
(Apa sih...? Tadi aja muka nya serem... Merinding ahk, mending cepat masuk!)
Batin Alika langsung masuk mobil setelah Chika masuk.
"" Jaga istri saya, kalau kenapa napa kamu tau akibat nya"" Ucap Alex pada sang supir.
"" Baik Tuan""
"" Hati hati""
"" Iya Mas"" Jawab Chika, mobil pun mulai melaju.
"" Maaf Non, kalau boleh tanya... Universitas nya di mana yah? "" Tanya sang supir saat di perjalanan.
"" Universitas Jakarta"" Jawab Chika.
Dan sang supir hanya mengangguk lalu mengantar kan mereka sampai universitas.
"" Non, sudah sampai "" Ucap sang supir membuka pintu mobil Chika, lalu beralih pada Alika walaupun dia sudah keluar...
"" Makasih... "" Ucap Chika, mereka pun pergi dari sana.
Banyak yang memperhatikan mereka saat turun dari mobil, mungkin bertanya kenapa mereka bisa turun dari mobil mewah.
"" Chika, Alika, di antar mobil siapa? "" Tanya Elizabeth, orang yang selalu mengganggu Chika dan Alika bahkan berani mengambil kekasih Alika. Steven.
"" Memang ada urusan nya dengan mu? "" Tanya Alika sinis.