
Alex berdiri mendekati kardus itu, dia langsung membuka kardus yang berukuran cukup besar, dan ternyata isi nya ada begitu banyak botol Wine yang mahal, dia mengeluarkan salah satu dari 6 botol Wine itu lalu meneguknya langsung dari mulut botol, sekali teguk dia menghabiskan setengah Wine.
"" Nathalie... Aku benci kau.. "" Rancau nya masih mengenai Nathalie.
Dia kembali meneguk Wine nya sampai satu botol habis, dia kembali membuka Botol Wine satu nya lagi dan langsung meminum nya, kini dia sudah dalam keadaan masuk.
"" Aku benci kau... "" Masih dalam rancauan nya.
Di sela sela ke mabukan Alex, Chika baru saja pulang dari Kuliah nya, saking lelah nya, dia menguap sampai beberapa kali saat berjalan, bahkan dia pun tak sadar sudah masuk ke dalam kamar yang salah karena Pintu tak di kunci dari dalam.
"" Ngantuk, mandi dan langsung tidur pasti enak"" Ucap Chika.
"" Ouh, bukan nya seharusnya Tidur lalu mandi yah? Sejak kapan orang yang bercinta akan mandi dulu lalu tidur? "" Tanya Alex
Ternyata Chika masuk ke dalam kamar Alex, saking lelah dan lupa Chika sampai salah masuk kamar.
"" Ma... Maaf, saya... Saya salah masuk kamar Tuan! Saya... Su... Sungguh minta maaf! "" Ucap Chika panik karena dia melihat Alex, Bahkan dia semakin panik karena Alex dalam keadaan yang sedang mabuk, dia melihat ada 3 botol Wine yang sudah habis.
Saat Chika akan keluar, tiba tiba Alex menggenggam tangan Chika.
"" Tuan! Apa yang anda lakukan! "" Tanya Chika, namun Alex tak menjawab.
Dia malah menjilat dan menggigit leher Chika.
"" Ahh... Tuan apa yang anda lakukan?! "" Tanya Chika semakin panik.
Dia merasa kepala nya pusing karena dia mencium bau Wine yang kuat dari mulut Alex.
"" Ahh... Kenapa aku jadi pusing? "" Tanya Chika.
"" Jika kau pusing, Maka aku akan membuat rasa pusing itu menjadi sara pusing yang nikmat"" Jawab Alex.
Dia langsung menggendong tubuh Chika dan menjatuhkan nya ke atas kasur.
"" Lepaskan... Pusing sekali... "" Ucap Chika.
"" Tolong... Lepaskan... "" Pinta Chika di sela tangisan nya dan menahan perih.
"" Lepaskan... Aku tidak mau... ""
"" Tenanglah... Aku akan pelan, lagi pula sakitnya hanya sementara "" Jawab Alex semakin liar.
Kini dia sudah memasukan kejantanan nya ke dalam kewanitaan Chika.
"" Ahh! Lepaskan...! "" Pekik Chika sambil menangis menahan rasa sakit dan perih.
Keperawanan nya sudah direnggut oleh seorang pria yang bahkan baru dia kenal kemarin malam, dia menangis meminta Alex melepaskan nya, namun itu semua tak ada gunanya, Alex semakin liar, di malam itu adalah malam yang paling mengerikan bagi Chika, karena keperawanan nya harus direnggut dengan cara seperti ini.
Pagi hari nya, Chika bangun dengan merasakan seluruh tubuh nya sakit, namun yang paling terasa adalah area sensitif nya.
"" Sakit sekali... "" Chika melihat wajah Alex yang masih tertidur pulas dan memeluk nya dengan erat.
"" Aku harus pergi"" Gumam Chika mencoba melepaskan diri dari pelukan Alex.
Setelah berhasil lepas, dia pun memakai kembali baju nya, lalu meninggalkan Alex, saat dia akan berjalan ke arah kamar, dia merasakan rasa yang sangat perih di bawah sana.
Setelah dia masuk kamar, dia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, dia melihat sekujur tubuh nya yang penuh dengan bekas ciuman.
"" Kenapa harus seperti ini?! "" Tanya Chika menangis dan masih membersihkan diri nya dengan sabun yang begitu banyak, dia terus menggosok tubuh nya dan juga area sensitif nya yang lebih kotor.
Setelah satu jam dia mandi, dia pun keluar dari kamar mandi, dia langsung mengganti pakaian, dia kembali mengemas pakaian nya dan di masukan ke dalam koper, dia ingin pergi dari sini dan tak ingin bertemu lagi dengan Alex.
Dia buru buru pergi ke Resepsionis.
"" Maaf, aku akan pindah kembali ke rumah"" Ucap Chika.
"" Ouh, baiklah Nona semoga anda nyaman tinggal di sini"" Jawab Sang Resepsionis Ramah.
Dengan buru buru Chika pergi dari sana dan menyeret koper nya.