
"" Baiklah, besok kita semua akan pergi menjenguk Papa mu"" Putus Mama Jessica.
Raider dan Tante Clara pun mengangguk.
"" Akan ku beritahu Kaka, Mama jika mau istirahat kamar Mama masih di tempat yang sama"" Ucap Raider beranjak pergi dari sana.
Sedangkan Mama Jessica dan juga Clara masih melanjutkan obrolan.
Saat sudah dekat dengan kamar Alex, Raider mendengar suara Alex yang memohon pada Chika, Raider mengerutkan kening berfikir.
"" Dia bisa memohon juga? "" Tanya Raider.
Dia pun berjalan ke arah pintu itu lalu mengetuk nya pelan.
"" Kaka, aku ingin bicara"" Ucap Raider dari balik pintu.
"" Pergilah Raider! Aku sibuk! "" Pekik Alex dari dalam.
"" Mas!! Gak mau ahk! Keluar sana! "" Jawab Chika dari dalam.
"" Sayang... Mas cuman ngomong aja tadi... Kok marah?? ""
"" Gak mau! Keluar gak Mas! ""
Sedangkan Raider, dia hanya tersenyum datar sambil menggeleng geleng kan kepalanya.
"" Tak ku sangka, Alex takut pada istri nya, calon suami takut sama calon istri ini nama nya "" Ucap nya.
"" Besok malam kita akan menjenguk Papa, kau dan kakak ipar ikut "" Sambung Raider, dia pun pergi dari sana dan masuk ke dalam kamar nya.
Dia membuka pintu kamar nya, meletakan HP nya di meja dekat ranjang nya, dia membuka Jas nya, melonggarkan dasi nya mengacak acak rambut nya yang barusan masih rapih.
Dia mengambil ponsel nya, menelpon seseorang.
"" Halo? ""
““ Apa? Tumben mau telponan? Ada yang penting kah? ”” Tanya seorang pria dari telpon.
"" Aku ada pekerjaan untuk mu"" Jawab Raider.
““ Wih? Kerjaan apa nih? Nambahin gaji gak? ”” Tanya pria itu yang membuat Raider langsung melirik tajam pada HP nya sendiri.
"" Mata duitan lo"" Jawab nya
““ Biar, nama nya juga kerja””
"" Periksa seorang gadis untuk ku""
““ Uhuk... Uhuk...! ”” Terdengar pria yang di telpon langsung batuk mendengar Raider membicarakan seorang gadis
““ Hah?! Cewek?! Serius lo?! ""
"" Iyah, berisik bener lo""
"" Lo pikir selama ini gua cowok gak normal gitu hah? ""
““ Habisnya lo gak pernah tuh tertarik sama cewek mana pun, yah gua jadi reflek mikir kalau lo itu gay””
"" Cih! Masa gua suka sama sesama jenis? Mana barang nya juga sama""
““ Iyah iyah, siapa? ””
"" Alika... "" Raider langsung menutup telpon.
Sedangkan pria yang di telpon oleh Raider tadi, dia diam lalu tiba tiba.
"" Dasar bocah! Habis manis sepah di buang! "" Ucap pria bernama William itu, asisten Raider.
Setelah satu jam menunggu, akhirnya yang di inginkan oleh Raider dia dapatkan, informasi tentang Alika.
““ Dia bukan orang nya? Gua gak tau pasti karena lo cuman bilang nama nya Alika, bikin susah orang aja lo”” Ucap William di telpon.
"" Iyah, dia orang nya kerja bagus""
““ Gaji naik yah? ””
"" Nanti gua ngomong sama kakak gua""
““ Kalau gak mau jangan! Ngapain ngomong sama Direktur utama?! Lo mau gua habis! ””
"" Makanya jangan mau naik gaji""
““ Pelit Lo! ”” Ucap nya langsung menutup telpon.
Raider hanya menghela Nafas nya, melihat Data tentang Alika.
"" Alika Beatrix Brianna, 23 tahun, Kuliah UNJ, hidup bersama dengan Ibu nya, Ibu Maya, Ayah nya menikah lagi dengan seorang perawan, Alika hidup serba kecukupan, selalu mendapat peringkat Kedua saat masih sekolah pendidikan Dasar, SMP dan SMA"" Raider diam setelah membaca Yang terakhir.
"" Sudah punya Pacar?! Steven Gerrard? Bukan nya dia adalah putra sulung dari salah satu Dewan perusahaan JM? Ouh begitu, aku tau""
(Alika Beatrix Brianna, tunggu saja nanti... aku menginginkan mu)
Batin Raider dengan senyum Devil nya.
Akhirnya setelah lebih dari 26 tahun melajang dan tak mau di dekati oleh perempuan, Raider mau juga punya seorang perempuan, apa ini? ini Cinta? Ouh, aku sudah bisa merasakan apa yang nama nya Cinta.
(Prinsip ku sama seperti kakak, jika aku menginginkan sesuatu, maka harus aku dapat kan, walaupun dia sudah di miliki oleh orang lain...!)
Batin Raider. kembali melihat foto Alika.
Menurut kalian, kisah Raider sama Alika enakan di ceritain di sini atau di pisah di novel lain? tolong jawab yah...
makasihhh。・:*:・(✿◕3◕)❤