
"" Kau tinggal jawab saja! Kenapa sulit sekali? Jangan jangan... Kalian simpanan om om yah? "" Tanya Elizabeth dengan senyum mengejek.
"" Itu lebih baik dari pada diri mu yang menjadi orang ketiga dan merebut kekasih orang lain"" Jawab Alika dengan Sinis.
"" Steven lebih menyukai ku dari pada dirimu, kau kampungan dan juga tidak terlalu cantik, bagaimana bisa mengalahkan ku? Yang kaya dan cantik ini? "" Tanya nya dengan sombong.
"" Cantik? Bahkan bunga bangkai lebih cantik dari mu"" Jawab Chika.
"" Kau bunga bangkai, aku bunga mawar yang indah""
"" Bunga mawar cantik dan wangi di luar, tadi tangkai nya terdapat sebuah duri, dan duri itu adalah kau yang suka menyelip dalam hubungan orang lain dan suka menjadi orang ketiga! "" Jawab Alika penuh amarah
Elizabeth diam, namun tangan nya mengepal.
"" Sudah, jangan bicara dengan orang tak waras seperti dia, nanti kita ketularan tidak waras"" Ucap Chika menarik tangan Alika.
"" Bilang saja iri! Karena aku bisa mendapat pria paling populer di sekolah! "" Teriak Elizabeth.
Tapi Chika diam dan terus menarik tangan Alika, dia berhenti saat mendapat pesan dari seseorang.
"" Sebentar"" Dia pun melihat ponsel nya, ternyata pesan dari Alex.
Mas Alex: Pulang sekolah kamu datang ke kantor ku
Isi pesan.
"" Mau apa? ""
"" Siapa? "" Tanya Alika.
"" Mas Alex, suruh aku datang ke kantor nya, nanti kamu ikut yah? "" Pinta Chika.
"" Apa? Gak mau! Nanti ketemu pria galak itu lagi! Gak mau gak mau! ""
"" Ayolah, mau yah... Kamu kan sahabat ku! "" Pinta Chika dengan mengedip kedip kan mata nya.
"" Iyah... "" Jawab Alika lirih.
"" Makasih! Ayo masuk! "" Mereka pun masuk ke dalam kelas mereka.
_____
Setelah kelas selesai, Chika dan Alika kembali di jemput oleh supir tadi, mereka langsung masuk dan pergi.
"" Pa, ke perusahaan Mas Alex dulu"" Ucap Chika.
"" Baik Non""
Mereka pun pergi dari sana menuju Perusahaan.
Setelah sampai, Chika dan Alika langsung masuk ke dalam, Chika menemui seorang Resepsionis.
"" Maaf, saya ingin bertemu dengan Tuan Alex. "" Ucap Chika.
"" Maaf, apa sudah membuat janji? "" Tanya Resepsionis.
"" Belum... Tapi aku... ""
"" Maaf! Jika belum buat janji tidak bisa bertemu dengan Presdir! Mohon kembali! "" Jawab Resepsionis tegas.
"" Tapi... ""
"" Kaka"" Panggil seorang pria.
Mata Alika langsung melotot melihat pria galak yang tadi pagi memarahi nya.
"" Raider? ""
Batin Alika panik.
"" Wa... Wakil Direktur""
"" Kenapa kaka bisa ada di sini? "" Tanya Raider.
"" Aku di suruh oleh Mas Alex buat datang ke sini""
"" Ouh, kaka ada di ruangan nya, masuk ada ke lift yang ada di sana"" Sambil menunjuk lift khusus Direktur.
Resepsionis itu langsung membulatkan kedua mata nya, gawat! Masuk lift nya aja lift khusus Direktur, pasti bukan orang biasa, pikir Resepsionis.
"" Kaka ada di lantai paling atas""
"" Baiklah""
"" Tunggu! Kenapa dia ada di sini juga? "" Tanya Raider menatap Alika.
"" Ouh, aku yang menyuruh nya datang dengan ku, Raider""
"" Yah? "" Masih melihat Alika.
"" Antar Alika pulang"" Ucap Chika, dengan kompak Alika dan Raider langsung melihat Chika, mata mereka melotot.
"" Hah?! "" Ucap mereka bersamaan.
"" Apa?! Antar dia pulang? "" Tanya Raider menunjuk Alika
"" Iyah, kenapa? Gak mau? Bilangin Mas Alex loh"" Ancam Chika.
"" Iyah iyah! Jangan bilang kaka! Oke aku antar dia! ""
"" Enggak! Enggak perlu! Saya... Saya naik taksi aja"" Tolok Alika.
"" Masuk mobil ku! "" Titah Raider dengan wajah menyeramkan nya.
"" A... Apa? ""
"" Oke, hati hati yah kalian"" Chika pun pergi dari sana dan langsung masuk lift.
"" Ayo pergi, dan untuk mu! "" Ucap nya mengarah kan pandangan pada Resepsionis.
"" Dia adalah calon istri kakak ku, jika gadis itu dan dia... Datang ke sini, jangan banyak bertanya buat janji atau tidak, kau hanya perlu mengantar kan Gadis itu ke ruangan kakakku, dan untuk gadis ini jika dia datang... "" Melihat ke arah Alika.
"" Bawa dia ke ruangan ku""
"" Ba... Baik Pak! ""
"" Ayo! ""
Mereka pun pergi dari sana, menuju tempat parkiran.
"" Masuk"" Titah Raider membuka pintu mobil untuk Alika, tanpa banyak bertanya Alika langsung masuk ke dalam.
"" Turut? "" Raider pun ikut masuk ke dalam mobil, dia langsung melajukan mobil nya.
Di perjalanan, Alika hanya diam tak berani bicara apa apa.
"" Kenapa? "" Tanya Raider.
"" Takut pada ku? "" Tanya Raider, melihat ke arah Alika.
Alika masih diam, dia tak bisa membuka mulut nya, rasanya sangat berat.