
"uwah..... pagi ini emang yang terbaik!" ucap ria terbangun dari tidurnya.
"uhh... ria... badanmu sangat lembut... he he he..." ucap vinda yang saat itu masih menggigau.
ria beranjak dari tempat tidurnya dan segera pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka.
[15 menit kemudian]
"uwah.... kok tiba-tiba rasanya jadi sangat dingin?!" bangun vinda dari tidurnya.
"ehh, ehh... ehh?! mana? dimana ria..."
"ria!" teriak vinda.
"apa? ada apa vinda?! kau mengagetkanku" ucap ria.
tak lama keluar dian dan ria dari kamar mandi berdua. melihat hal itu vinda langsung kaget dan melihat ke lantai dan ternyata yang keluar dari kamar mandi itu benar-benar dian.
"t- tunggu.... apa yang sebenarnya kalian lakukan saat aku tidur!!?" teriak vinda kaget dengan wajah merahnya melihat tubuh ria dan celana dian yang basah.
"kami? kami hanya bersenang senang saja.." ucap ria dengan gembira.
"a- apa?!!" teriak vinda dengan shock.
"yah.... aku tidak menyangkanya kalau aku akan mengeluarkanya di dalam" ucap dian sambil melihat wajah ria yang malu.
"ke-.. keluar di dalam?! " teriak vinda dengan shock sambil mulai tak sadarkan diri ia terpingsan diranjang nya.
"ada apa denganya?" ucap dian.
"entahlah... dilihat dari kelakuanya kayanya dia lagi stres berat, jadinya pingsan gitu.." ucap ria.
"apakah dia tidak apa apa?" tanya dian.
"tak apa apa... biarkan saja dia... mungkin dengan istirahat sedikit ia bisa pulih" ujar ria.
"jadi, mau kita lanjutkan lagi?" tanya dian kepada ria.
"oke baiklah! ayo!! kali ini akan kuperbaiki keran tersebut seperti halnya kemampuan vinda" ucap ria.
"jangan dipaksakan... soalnya kemampuan kalian itu berbeda jauh, kalau dipaksa malahan bisa bikin penyakit" ucap dian sambil berjalan ke dalam kamar mandi.
[14 menit yang lalu]
"ahh.... apa apaan ini... disini tidak ada keran air!!" teriak ria dari kamar mandi.
dian yang mendengar hal itupun langsung masuk dan mengecek ria yang ada di kamar mandi.
"apa, ada apaan ini.." ucap dian.
"dian.... tolong, disini tidak ada keran air..." ucap ria dengan sedih menatap dian.
"yah jelas lah, soalnya inikan bukan dunia kita dulu... ini dunia masih terbilang kuno, mana mungkin keran modern ada di sini" ucap dian sambil menggaruk garuk kepalanya.
"gimana nihh... aku ga biasa pakai gayung batok seperti ini" ucap ria sedih.
"baiklah...akan aku buatkan keran air pakai sihir air dan api" ucap dian sambil mengeluarkan batu sihir dari ruang penyimpananya.
"jika pipa logam ini kita tambahkan batu sihir air dan api maka kita dapat mengontrol suhu air yang akan kita pakai, contohnya air hangat maka kita harus menyesuaikan energi untuk memproduksi elemen tersebut" ucap dian menjelaskan.
"wahh... penjelasanya mirip dengan vinda yah.." ucap ria girang.
"yah... walaupun konsepku tidak sebagus konsepnya vinda tapi ide pemikiran kami tetap sama" ucap dian.
"curang.... padahal kan aku juga mau belajar kemampuan yang sama seperti kalian" ucap ria sedih.
"baiklah, kalau begitu ayo kita buat keran air ini bersama" ucap dian.
"ahh.... air nya begitu panas muncrat ke wajah ku!" teriak ria
"ah, hati-hati... celanaku bisa basah kau buat~" ucap dian.
(begitulah yang terjadi antara dian dan ria yang sebenarnya).
[>]
[ENSIKLOPEDIA BAHASA ISEKAI]
> Menurut kamus besar bahasa isekai kata 'bersenang-senang' yang diucapkan ria dapat berarti 'bermain-main bersama' atau 'bergurau berdua'.
> sedangkan yang dimaksud vinda dalam bahasa dunia asal mereka arti bersenang-senang adalah permainan intim antara dua orang, baik secara lawan jenis ataupun sesama jenis.
> dan kata yang lain dimohon untuk mencernanya sendiri ;)
[>]
"ahh... kami sudah bangun kok" ucap dian sambil keluar dari kamar mandi.
"tuan, kenapa celana mu basah?" tanya zhaky.
"ahh... tidak apa apa, ini hanya tersiram secara tak sengaja tadi saat sedang membasuh muka" ucap dian.
"baiklah kalau begitu... aku ada pesan dari tetua guild, kalian disuruh untuk menghadap kepadanya dan katanya ada hal penting yang harus dibicarakan denganmu" ucap zhaky.
"uhm... baiklah... kami akan segera bergegas" ucap dian.
zhaky pun pergi begitu saja meninggalkan ruangan tersebut.
"ada hal penting apa yang ingin dibicarakan nenek itu dengan kami?" ucap dian.
"dian.... apakah ada hal yang penting?" tanya ria dari dalam kamar mandi.
"iya... kita disuruh untuk menghadap kepada nenek itu!" ucap dian.
"kalau begitu, kita harus bangunkan vinda terlebih dahulu untuk bisa mengganti pakaian kita" ucap ria.
[-]
"ohhoh.... jadi ternyata begitu... syukurlah, aku pikir surga yang ada di dalam ria telah dinodai oleh seorang wibu.." ucap vinda sambil menghela nafas.
"tunggu dulu apa maksudm-.."
"sudahlah dian... jangan memulai perkelahian disini" ucap ria.
"yah, kau benar... kalau begitu cepat ubah baju kami!" ucap dian dengan sikap memerintah.
"cih, dasar...." ucap vinda.
vinda dengan sigapnya langsung mengubah pakaian mereka bertiga dengan pakaian baru yang lebih bersih.
"kalau gitu ayo kita berangkat!" ucap ria dengan girang langsung pergi keluar.
[xxxxxxxxxxxx]
"kalian aku panggil kesini karena ada yang ingin aku minta dari kalian" ucap sang nenek.
"baiklah, hal apa itu?" ucap dian.
"aku mohon kalian tolonglah kami melawan pasukan monster yang ingin menghancurkan ibukota ini" ucap nenek tersebut sambil bersujud dihadapan mereka.
"kenapa kau meminta bantuan kami?" ucap vinda.
"hanya kalian orang orang dari barat yang memiliki energi suci dan bisa menggunakan sihir penghalang iblis" jawab sang nenek.
"baiklah, kapan itu akan dimulai?" ucap dian.
"besok.... kami mendapat informasi bahwa penyerangan itu akan diluncurkan besok" ucap sang nenek.
"baiklah, kalau begitu biarkan kami hari ini memilih perlengkapan kami" ucap dian.
"baik, akan aku sediakan uang untuk kalian membeli peralatan" ucap sang nenek.
"tidak, kami tidak perlu belanja perlengkapan karena kami sudah memilikinya" ucap dian.
"a- apa?! t- tapi kalian tidak membawa apa-apa, bagaimana kau bi-..."
"tenang saja, selama dewa pencipta, dewa kehidupan, dan dewa pencatatan alam memberkati maka tidak ada yang tidak mungkin" ucap dian.
sang nenek hanya bisa terdiam mendengar perkataan dian, dan mereka pun pergi dari ruangan sang nenek.
[-]
"sepertinya nasib buruk dunia akan datang" ucap nenek tersebut.
[>]
[ENSIKLOPEDIA BAHASA ISEKAI]
> alam jagat raya dan para dewa yang lain diciptakan oleh 3 dewa pendiri yaitu [informasi terbatas]
> dalam kamus besar bahasa isekai, dewa pencatatan alam yang dimaksud seperti yang diucapkan oleh dian adalah dewa coding, dewa ini memprogram ulang hukum alam dan ketentuan hidup-mati seseorang. bisa dibilang dia adalah tangan kanan langsung yang dipilih oleh tuhan seperti hal nya [informasi terbatas]
[>]