Stuck Between Two Worlds

Stuck Between Two Worlds
berjalan-jalan di kota abiusya



"uwah.... aku tidur nyenyak sekali!" ucap ria sambil meregangkan badannya.


"uhh.... yah, semalam kau makan banyak sekali" ucap vinda sambil beranjak dari tempat tidurnya.


"dasar kalian ini, kenapa kalian enakan dikasur sedangkan aku dibawah sini" ucap dian yang semalaman tidur dilantai.


"cih, soalnya kan kami perempuan.... ga mungkin mau tidur dengan cowo lajang berlibido kaya kau!" ucap vinda dengan tatapan sinis sambil melihat sebuah tunjolan gundukan besar yang ada diantara ************ dian.


"apa yang sedang kau lihat?" ucap dian.


"cih, dasar gak tau diri! masih mendingan kau kami izinkan tidur di dalam kamar, daripada di depan pintu" ucap vinda kesal (masih melirik kearah yang sama).


"haa?! apa maksudmu itu?! aku juga ingin tidur di kasur" ucap dian merasa kesal.


"haah?! mana mungkin kami mau tidur sama cowo lajang libido yang ngaceng!" teriak vinda.


"hah?! apa maksudmu itu!" teriak dian.


"maksudku adalah, lihatlah itu! 'itu mu' naik dan mengecap seperti gundukan di selimut itu! kau pikir adakah orang yang mau tidur seranjang dengan cowo sangean?!" teriak vinda sambil menunjuk kearah gumpalan itu.


"hah?! ini? ini itu wajar dikalangan setiap cowo tau!" teriak dian sambil menunjuk kearah itu.


"dasar gatau malu, didepan cewe langsung tunjuk tunjuk 'itu' rasanya ingin ku kebiri itu!" teriak vinda kesal.


"kalau kau tidak percaya coba tanya ria!" ucap dian.


"cih, dasar pedo! sekarang malah mau ngenarik narik ria ke masalah ini!" ucap vinda kesal.


tak lama pintu ruangan mereka ada yang membuka, dan ternyata itu adalah zhaky.


"kebetulan kau disini, zhaky! coba jelaskan kepada mereka kalo cowo ngaceng pagi-pagi itu hal yang wajar!" ucap dian sambil menarik tangan zhaky ke dalam ruangan dan menutup pintu.


"a- apa yang sedang kalian bicarakan?" ucap zhaky dengan wajah yang memerah.


"uhh... apakah pagi ini akan kita awali dengan ribut gajelas gara gara 'itu nya' ngaceng?" ucap ria sambil turun dari ranjangnya.


"kalian ini yah, kaya anak kecil saja... kalian malah ngeributin soal 'itu', padahalkan kita semua tahu kalo itu wajar... soalnya Kadar testosteron paling tinggi ketika cowo baru saja terbangun dari tahapan tidur rapid eye movement (REM) atau gerakan mata cepat pada pagi hari. Peningkatan hormon testosteron dapat menjadi pemicu kemunculan ereksi pagi tanpa adanya stimulasi atau rangsangan fisik apapun..." ucap ria menjelaskan.


"wah.... subarashi sensei... hai, hai..." ucap dian (dengan logat jepang) sambil bertepuk tangan.


"cih, dasar wibu..." ucap vinda dalam hati sambil melirik dingin dian.


"ehm.... apakah sudah selesai? apakah kita tidak akan jadi pergi berkeliling kota?" ucap zhaky sambil kebingungan dengan bahasa yang digunakan mereka.


"ohh... aku lupa, kita akan berjalan jalan di kota.. kalau begitu kita harus ganti pakaian dahulu" ucap ria sambil merubah ekspresi kesalnya.


"kalau begitu, zhaky keluarlah... kami akan mengganti pakaian dulu..." ucap vinda.


(kalau kekuatan kami dilihatnya akan menjadi banyak masalah) pikir vinda.


"baiklah, tapi bagaimana dengan dian?! apakah kau tidak keluar bersamaku?!" ucap zhaky sambil meliriknya.


"tidak... untuk apa aku keluar, aku kan juga mau ganti pakaian ku" ucap dian.


(soalnya yang bawa banyak pakaian di penyimpanan cuma vinda) pikir dian.


"hah?! apakah tidak masalah!" teriak zhaky sambil melihat kearah vinda dan ria.


"tidak masalah kok.." ucap vinda.


(soalnya hanya aku yang membawa pakaian ganti) pikir vinda.


"ba- baiklah... aku permisi dulu..." ucap zhaky sambil keluar dan menutup pintu ruangan tersebut.


(wah, gawat.... apakah di daerah mereka mengganti pakaian bareng adalah sesuatu yang biasa?) pikir zhaky dengan wajah memerah sambil menunggu mereka mengganti pakaian.


"baiklah, kami sudah selesai!!" ucap vinda sambil membuka pintu dan keluar dari ruangan tersebut.


"ehh?? sudah?? cepat banget.. aku baru keluar kamar dan kalian sudah..."


"kami sudah mengganti pakaian kok zhaky.." ucap ria sambil keluar dari pintu.


(cantik bener gile...) pikir zhaky.


"kalian sudah terlihat seperti bangsawan..." ucap zhaky.


"benarkah?" ucap dian sambil keluar dari pintu itu juga.


[xxxxxxxxxxxx]


"siapa mereka? apakah mereka orang orang dari negeri lain? wah, mereka cantik..." ucap para penduduk melihat mereka bertiga.


"sepertinya kami menarik banyak perhatian" ucap dian sambil terus berjalan.


"toko apa ini?" ucap vinda.


"apa kau ingin masuk dan melihatnya sendiri?" ucap zhaky.


vinda masuk kedalam toko itu, dan terpesona dengan produk mereka. di dalam toko tersebut terdapat barang barang perabotan, ada yang antik hingga yang produk buatan tangan semua ada disana.


"wah, teko ini indah..." ucap ria sambil menunjuk kearah teko keramik berwarna biru yang ada di balik kaca toko.


"hehehe... nyonya, ini adalah teko antik dari 250 tahun yang lalu... jika anda ingin membelinya harganya hanya 300 keping emas" ucap sang pedagang keluar dari dalam tokonya.


"wah... murah banget, dian ayo kita beli ini satu" ucap ria sambil menatap dian.


"baiklah... akan aku belikan untukmu" ucap dian.


"hehehe..." terdengar tawa sang pemilik toko sambil mengusap usap tanganya.


"t- tunggu dulu.... apa kalian gila? 300 keping emas bisa kalian gunakan untuk menghidupi diri kalian seumur hidup!" ucap zhaky sambil menghalang dian.


"hei pak tua, apakah kau mau menipu kami?" ucap zhaky kepada pemilik toko tersebut.


"tidak, cuman harganya memang segitu... apakah kau tidak dapat mengetahui barang kuno? barang barang disini sangatlah antik dan bahkan ada yang sudah berumur ribuan tahun!" ucap sang pemilik toko.


"ribuhan tahun katamu? aku ingin melihatnya!" ucap vinda kepada sang pemilik toko.


"hehe... pilihan yang bijak, kalau begitu ikutilah aku..." ucap sang pemilik toko sambil berjalan kedalam.


vinda, dian, ria, dan zhaky hanya mengikuti dari belakang.


"ini adalah barang antik tertua atau bisa disebut sebagai relief kuno yang diciptakan para leluhur pahlawan untuk melawan iblis-iblis kuno" ucap sang pemilik.


"dian, bukankah ini sebuah...."


"yah benar vinda, ini adalah sebuah bazoka tipe lama" ucap dian.


benda yang ditunjuk oleh pemilik tersebut adalah sebuah bazoka tipe lama keluaran tahun 3480 dimana umat manusia baru pertama kalinya menggunakan energi alam dan manipulasi listrik dalam penciptaan dayanya.


"pada saat terakhir kali bumi kita kan sudah berumur 5632 jadinya tipe itu sudah dianggap antik, dan saat terakhir kali kita dibumi manusia sudah dapat memanipulasi energi 'dark matter' untuk pembuatan kapal luar angkasa" ucap vinda (dalam bahasa yang berbeda).


[note : bagi yang gak tau apa itu dark matter jadi, Materi gelap atau dark matter merupakan suatu materi yang membuat seperempat dari alam semesta. Tanpanya, galaksi akan berantakan. Di alam semesta, jumlah materi gelap lima kali lebih banyak daripada materi normal--materi yang membuat pohon-pohon, bintang dan manusia.]


"kalau begitu, berapa harga benda kuno ini?" ucap dian.


"kami tidak akan menjual ini, karena ini adalah harta karun kuno bersejarah" ucap sang pemilik toko.


"baiklah, kalo ini... apa ini?" ucap ria sambil menunjuk tongkat kayu yang ada dipojok ruangan toko trrsebut.


"oh? ini adalah tongkat kayu tak berguna dari seseorang yang tak dikenal... ia mungkin sudah gila mengatakan ini adalah tongkat dewi yang jatuh dari langit" ucap sang pemilik toko.


"baiklah aku akan membeli tongkat ini seharga 10 keping emas" ucap dian sambil mengeluarkan koin dari saku ajaibnya.


"apa!" ucap sang pemilik dan zhaky terkejut dengan harga yang ditawarkan untuk sebuah kayu rongsokan.


"apakah kau tidak terima aku beli kayu itu seharga 10 keping emas?" ucap dian.


"ba- baiklah... akan aku terima tawaranmu!" ucap sang pemilik sambil mengulurkan tanganya meminta koin emas yang ada di tangan dian.


dian memberikan koinya dan mengambil tongkat tersebut lalu bergegas pergi dari toko tersebut.


"apakah kau sudah gila? kau membeli kayu rongsokan itu seharga 10 keping emas?" ucap zhaky dari belakang mereka.


"apakah kau juga merasakanya? didalam kayu ini terdapat aura dewa yang amat besar bahkan manusia terkuat pun tak akan ada yang menyadarinya" ucap dian sambil mengangkat tongkat tersebut.


"kau benar, aku merasakanya... aura itu serasa aku melihat jutaan dimensi" sahut vinda.


"aku juga merasakan aura kehidupan yang dahsyat dari tongkat itu" ucap ria.


(sepertinya, ocehan zhaky dibelakang hanya dianggap sebagai angin lewat..)