Stuck Between Two Worlds

Stuck Between Two Worlds
duel antar 3 sekawan



"mungkin kita telah berlebihan" ucap dian.


"tidak, kekuatan kita malah sangat lemah..." ucap vinda.


"tidak, tidak.... ini sudah keterlaluan, maksudku lihatlah tempat ini... bukankah tempat ini benar-benar sudah rusak?" ucap dian.


"tidak, tidak, tidak.... jangan khawatir, dengan kemampuan ria tempat ini akan kembali menjadi semula" ucap vinda.


"dasar kau ini...." ucap dian kesal.


"anu.... tentang senjata kalian... sebenarnya siapa kalian ini?" ucap zhaky bertanya agak takut.


"ohh.... senjata ini? tentu saja kam-.."


"ahh... tidak, tidak.... kami menemukan senjata ini terkubur di reruntuhan kuno.... yah! sebuah reruntuhan kuno!.." ucap vinda dan dian gelagapan sambil menutup mulut ria yang hampir membocorkan rahasia mereka.


"ahh... baiklah kalau begitu, namun tetap saja aku merasa penasaran" ucap zhaky sambil memikirkan sesuatu.


"tidak usah dipikirkan.... kalo gitu ayo kita kembali ke guild" ucap vinda.


"tidak... mumpung kita disini, kenapa kita tidak bermain main dulu" ucap dian.


"hah!! main-main!! apa yang akan kita mainkan?! ayo cepatlahh..." ucap ria yang tiba-tiba langsung semangat.


"uhh.... menyusahkan saja... " ucap vinda lemas.


"bagaimana kalau kita adakan permainan bertarung" ucap dian.


"permainan bertarung? " tanya ria.


"yah, kau dapat sesuka hati bertarung dengan lawanmu dan siapa yang menyerah dia akan kalah"


"kayanya menarik" ucap vinda.


"yah... aku tidak keberatan, sepertinya menyenangkan..." ucap ria sambil membenarkan lapangan yang hancur.


"kalau gitu peraturannya sederhana, kita akan bertarung dalam area sekitar. kita dapat menggunakan sihir, senjata, ataupun tangan kosong. kita dilarang menggunakan bantuan sistem contohnya menukarkan poin untuk memesan kekuatan suci atau membeli item, kalau begitu mari kita mulai pertarungan nya... " ucap dian menjelaskan.


"yah... walaupun peraturannya menyebalkan tapi rasanya aku ingin memukulimu" ucap vinda.


"Hahaha.... aku tidak akan kalah secepat itu" ucap dian.


"tunggu dulu? bagaimana dengan aku?! " ucap ria setelah memulihkan area sekitar.


"kalau gitu mari kita mulai" ucap vinda sambil memegang busurnya.


[-]


"aku tidak tahu apa yang ingin mereka lakukan, tetapi sepertinya mereka mau bertarung " ucap zhaky memerhatikan sambil menjauhi mereka.


vinda menarik busurnya dan membidik dian, namun dian sepertinya tampak berlari-lari secara zic-zak mengecoh busur dan pandangan vinda sambil berusaha menyerang dengan pedangnya.


"tunggu dulu... mereka benar benar bertarung? tapi, akankah pengguna panah bisa mengalahkan pengguna pedang? kalau dilihat lihat, pengguna panah lebih unggul dari jarak jauh daripada pengguna pedang yang lebih unggul dari jarak dekat... aku jadi tidak sabar melihatnya" ucap zhaky dalam hati sambil berpikir siapakah yang akan menang.


vinda mengambil langkah menjauh ke pepohonan untuk berusaha membidik ulang dian, namun dian tak kalah cerdik ia terus menebas pohon tersebut dan membuat vinda kehilangan kesempatannya untuk menyerang.


vinda yang tak mau kalah malah mengambil langkah ceroboh dengan menembaki dian tanpa bidikan dan secara acak berharap dian terkena serangannya atau ledakan dari seranganya, dan diluar dugaan dian tergores dengan anak panah yang ditembakkan vinda secara acak.


"aku tidak tahu harus berkata apa... mereka bertarung sangat mengerikan, mereka seperti iblis yang sedang mengamuk ataukah dapat kusebut juga dengan pahlawan yang bertarung dengan iblis? " ucap zhaky dalam hati sambil terus memperhatikan duel mereka dari jauh.


"ihh... ga enak ah, masakan mereka enak enakan bermain sedangkan aku disini hanya diam memerhatikan" ucap ria sedih.


"loh? kenapa mereka berhenti bertarung? "ucap zhaky penasaran.


vinda dan dian tiba-tiba berhenti bertarung karena merasakan kehadiran hewan buas yang luar biasa.


[membuka quest dadakan]


[kalian diharuskan membunuh seluruh monster yang menyerang keluar dari hutan]


[nama spesies : harimau hutan timur (type : 8)]


[hadiah khusus : inti kekuatan dahsyat tier 7]


"apa-apaan sistem ini?! " ucap vinda bingung.


"apa?!! tapi aku tidak meras-... aahh!! kau benar, ada harimau tier 8!!" teriak zhaky histeris.


"wah, mereka ada banyak... " ucap ria dengan santai.


"kalau begitu, kita ganti tantangan gamenya... jadi sekarang, siapa yang paling banyak membunuh para harimau itu maka dialah pemenangnya" ucap dian sambil berlari kearah para harimau itu.


"t- tunggu.... kita belum selesa-... "


"ayo! serang!! " ucap ria.


merekapun menghajar seluruh kawanan hewan buas level 8 itu tanpa sisa sedikitpun.


"fyuh.... Ehh?! dimana hewan hewan yang lainya?! " ucap ria sambil melihat ke sekitar yang rusak parah.


"wah... hebat! kita sudah bantai mereka semua" ucap dian sambil bertepuk tangan.


"dasar bodoh... kalau gitu kita lanjutkan berduel" ucap vinda sambil menarik busurnya kembali kepada dian.


"ahh.... aku bosan... btw, apa hadiah dari sistem tadi yah?" tanya ria.


"Ohh itu.... katanya inti kekuatan itu bisa kita gunakan untuk membuat senjata legendaris level tinggi " ucap dian menjelaskan.


"uhh... kalian mengabaikanku" ucap vinda sambil menurunkan busurnya.


"jadi gimana cara dapatkan intisari kekuatan apalah itu?? " ucap ria belepotan sambil tidak sabaran.


"lihat ini! " ucap dian.


dian mengangkat tanganya kearah para hewan yang telah mereka bantai dan seketika aura seperti asap keluar dan menggumpal di tangan dian, dari gumpalan aura itu terbentuklah intisari kekuatan level 8 berupa bongkahan kristal kuning yang besar bahkan dian pun keberatan menegangnya.


[-]


"entah aku harus senang atau takut tetapi kekuatan itu.... sungguh mengerikan " ucap zhaky dari jauh.


"wah!! mereka datang mendekat! " teriak zhaky sambil ketakutan.


terlihat vinda, ria, dan dian mendekat kearah zhaky ingin meminta segera kembali ke guild.


"baiklah zhaky, kami sudah puas bermain main.... sekarang kami mau pulang dan bersiap untuk besok" ucap dian.


"yah!! hari ini sungguh menyenangkan " ucap ria dengan senang langsung masuk dalam kereta kuda.


"tidak, tidak.... ini sangat melelahkan " ucap vinda sambil menghela napasnya.


zhaky yang shock langsung duduk di bangku kusir dan menjalankan keretanya tanpa sepatah katapun, mereka akhirnya sampai ke guild dan kembali ke ruangan mereka setelah makan malam.


"ahh... sangat melelahkan " ucap vinda sambil menjatuhkan badanya di ranjang.


"fyuh.... hari ini sangat menyenangkan.... aku sangat puas berburu harimau itu! " ucap ria kegirangan sambil membaringkan badanya di ranjang.


"ahh... kau sangat benar... "ucap dian yang juga membaringkan badanya di ranjang.


"t- tunggu dulu... dian... apakah kau ingat apa yang pernah aku bilang tentang wilayah khusus?! " ucap vinda sambil mendorong dorong dian agar beranjak dari kasur itu.


"ahh... entahlah... " ucap dian sambil bergolek di kasur tersebut.


"dasar mesum!! keluar kau dari kamar ini!!! " teriak vinda marah sambil mencampakkan dian keluar kamar sampai terbentur tembok lorong dengan sangat kuat.


"akh!! sakit... ahh... " ucap dian pelan sambil mengusap usap kepalanya.


"semoga malam mu menyenangkan.... " ucap vinda dengan wajah seramnya menutup pintu kamar tersebut.


"wah... seram banget... " ucap dian.


"sekarang, apa yang akan aku lakukan diluar ini yah?? " ucap kembali dian sambil duduk meratapi lantai.


[xxxxxxxxxxxx]


"dian? apakah kau yang disana adalah dian? " ucap suara seseorang dari dalam kegelapan lorong.


"yah?... siapa itu? " ucap dian sambil terus menatap ke dalam kegelapan.


"ini aku lho... zhaky!" ucap sosok tersebut yang ternyata adalah zhaky.