Stuck Between Two Worlds

Stuck Between Two Worlds
hari perburuan monster XD



[>]


[attention]


pada bagian chapter ini terdapat unsur yaoi dan yuri yang kuat, dimohonkan bagi yang menyukainya saja yang boleh membacanya. tidak dianjurkan di lihat oleh anak dibawa umur, terutama yang merasa ia masih polos. karena disini author hanya ingin memberikan hiburan dan sekalian berbagi dosa.


[>]


"uwaahh... aku merasa sangat segar, walaupun aku merasakan badanku agak sakit... tapi tadi malam kayaknya aku tidur dengan nyenyak " ucap dian terbangun dari tidurnya.


"lho... dimana aku? dimana ria dan vinda? kenapa aku bisa ada di kasur? " ucap dian sambil melihat ke sekitar.


"ini mirip dengan ruangan kami tapi kayak ada yang berbeda disini... "


"lho, badanku terasa dingin... apakah aku sekarang sedang telanjang? " ucap dian sambil melihati tubuhnya yang tanpa busana.


"akhh!! ada sesuatu disini!!" ucap dian melihat sesuatu dibalik selimutnya dengan penuh kecurigaan.


dian membuka selimut tersebut dan terlihat wajah zhaky tertidur nyenyak dengan senyuman disampingnya.


"akhh!!! apa yang terjadi!? kenapa kami berdua bisa tidur bersama seperti ini?! " ucap dian shock sambil mengingat-ingat kejadian yang terjadi tadi malam.


"percuma, aku tidak mengingatnya... "


"apakah aku akan menggunakan poinku untuk membuka ingatanku dari sistem? "


"bagaimana jika terjadi sesuatu diantara kami?! apa yang harus aku lakukan..." ucap dian bimbang dan kebingungan setengah mati mengingat kejadian yang terjadi tadi malam.


"Ohh... dian, apakah kau sudah bangun? " terdengar suara zhaky yang berbicara disampingnya.


"aaaakhh!!!... " teriak dian terkejut.


"tadi malam sungguh menyenangkan bukan? " ucap zhaky tersenyum manja sambil bangkit duduk dan menatap wajahnya dian.


"a- apa.... apa yang sebenarnya terjadi.... antara kau... dan aku... ?" ucap dian dengan nada terputus putus bertanya kepada zhaky.


"apakah kau benar benar tidak mengingatnya? " ucap zhaky sambil tersenyum nakal kepada dian.


"ehm.. yah.. aku benar benar tidak ingat kejadian yang terjadi tadi malam" ucap dian sambil memegang kepalanya berusaha untuk mengingat kembali kejadian yang terjadi tadi malam.


tiba-tiba zhaky dengan lembutnya memegang wajah dian dan menarik wajahnya ke hadapannya sambil tersenyum dan berkata "tidak apa-apa... jangan khawatir, kau sungguh pria yang menarik"


"t- tunggu dulu... jadi, apakah kita benar-benar melakukanya?! walaupun kau tahu kalau kita ini sama-sama lelaki?! " ucap dian sambil menarik tangan zhaky yang saat itu sedang memegang wajahnya.


"tunggu... apakah kau benar benar lupa?" ucap zhaky tersenyum.


"Hmm.. yah.. aku tidak ingat apapun" ucap dian.


"kalau begitu, aku akan mengingatkannya kembali untukmu" ucap zhaky sambil dengan cepat dan lembut memegang wajah dian dan menciumnya.


"t- tunggu.... tunggu dulu... aku merasa ini tidak benar" ucap dian dalam hati dengan wajah yang memerah menatap zhaky yang saat itu sedang 'menikmatinya'.


[-]


"Yo... selamat pagi!! aku dengar dian mengin-ap di... sini.... " ucap ria dengan semangat masuk tanpa peringatan melihat mereka berdua sedang saling berciuman.


"ria.... itu sangat tidak sopan... ayo kita pergi dari sini!!" ucap vinda yang saat itu sedang ada disampingnya sambil menarik ria keluar dari 'kamar zhaky' tersebut.


"maaf, mengganggu kalian... kalau begitu kami pergi dulu..." ucap vinda sambil menutup pintu.


karena posisi dian yang menghadap kearah pintu, terlihat wajah jahat vinda tersenyum kepadanya disaat vinda sedang menutup pintu.


"t- tunggu dulu ria! vinda! " teriak dian sambil mengulurkan tanganya kearah pintu seakan akan ingin menghentikan ria dan vinda yang telah terlanjur pergi dari kamar zhaky.


"Ehh... apakah kau sekarang sudah ingat? ataukah aku harus 'mengulangi' yang terjadi tadi malam? " ucap zhaky sambil memegang pundak dian dan kembali 'melahapnya'.


"t- tunggu sebentar.. aku tidak bisa menerimanya... bukankah kita hari ini akan bertarung melawan para monster? " ucap dian mengalihkan pembicaraan dan suasana.


"kau benar, kalau begitu bersiaplah... kita akan pergi langsung dan bergabung dengan pasukan penyerangan yang juga ikut bertugas" ucap zhaky sambil beranjak dari ranjangnya memakai pakaian yang ada di lemari.


"y... yah... yah! kau benar! " ucap dian terputus putus dengan wajah merahnya sambil melihat ranjang yang mereka tiduri 'berembes lembab semerbak basah diguyur hujan'.


"wuah... gawat, walaupun aku ini yuri tapi aku juga seorang fujoshi... dan melihat mereka berdua 'melakukannya' serasa jiwa fujoshiku meronta-rontak" ucap vinda dengan wajah merahnya berjalan kembali ke kamar ruangan mereka.


"vinda... daerah badan yang kau pijat tadi malam masih merasa nyeri hingga sekarang" ucap ria.


"yah walaupun aku dan ria juga 'melakukanya' tadi malam" ucap vinda dalam hati.


~ tadi malam ~


"kenapa kau kejam dengan dian seperti itu? " ucap ria.


"dia itu orang mesum, jadi harus dihajar habis habisan" ucap vinda.


"yah, lupakanlah... tapi badanku terasa kelelahan setelah bermain-main sepanjang hari" ucap ria.


"apakah kau mau aku pijat? " ucap vinda.


"apakah kau bisa? " tanya ria sambil memberikan pundaknya kepada vinda.


"yah... tentu saja" ucap vinda dengan lantang dan sombong sambil memegang badan ria.


(yes.. kesempatan nih buat 'pegang-pegang') ucap vinda dalam hati.


[-]


"ahh~ enak banget.... terus, ayo terus lebih kuat... ahh... ahhh~ " teriak ria menikmati 'pijitan' yang dilakukan oleh vinda.


"haahh... haha .. jika sudah begini aku tidak akan berhenti lho" ucap vinda sambil merintihkan nafasnya terus 'memijat' punggung ria dan terus turun 'hingga bawah'.


"akh... ahhh~~ vinda, vinda!!!.. " teriak ria sambil mengeluarkan 'suara merdunya' terus menikmati 'pijatan' vinda.


"kalau begitu berbaliklah, aku akan 'memijat' bagian depanmu 'dengan lembut'" ucap vinda sambil mengambil 'lotion' buatannya.


"ahh~ baiklah... aku akan berbalik" ucap ria dengan wajah merahnya merasa 'nikmat'.


vinda membasuh kedua tanganya dengan 'lotion' dan mulai membuat 'sentuhan' kecil pada tubuh ria.


"apakah terasa sangat 'nikmat' ? " ucap vinda sambil terus 'memencet-mencet' bagian tubuh ria dengan 'lembutnya' terus ke bagian 'bawah' hingga kaki.


"ahh~ aku tidak tahu kenapa... tapi aku merasa badanku 'tersetrum' dengan 'pijatan lembutmu'!" ucap ria.


"haahhh... aku juga merasa nikmat.. " ucap vinda menghela nafas sambil terus 'menggeliat' memegang paha ria.


"ahh~ ahhh... akkhhh!!! ~~" terdengar 'suara merdu' ria dengan keras sambil 'meregangkan seluruh badanya di ranjang menggeliat kenikmatan seakan akan kesetrum tegangan listrik yang tinggi'.


[-]


"hey vinda.. vinda... vinda!! apakah kau sakit? " ucap ria dari samping terus terusan memanggilnya.


"tidak... tidak ada, ada apa rupanya? " ucap vinda yang tersadar dari 'ingatan tadi malamnya'.


"sepertinya kau kurang sehat, wajahmu tampak merah dan kau seperti tampak lebih agresif " ucap ria.


"tidak kok... aku sehat sehat saja kok" ucap vinda.


"baiklah kalo begitu.... Btw, hari inikan perburuanya? " ucap ria.


"yah! kau benar... " ucap vinda.


"aku penasaran siapa yang memenangkan permainan semalam... soalnya kau langsung mengusirnya dari kamar tadi malam" ucap ria dengan nada agak kesal.


"ahh... sudahlah... nanti kita akan lanjutkan permainannya di perburuan monster nanti" ucap vinda.


"owh, oke.... " ucap ria.


[-]


"untung tadi malam dian aku usir dari kamar, jadinya aku bisa 'memijat' ria dan mendapatkan asupan pagi yang fresh" ucap vinda dalam hati.


"kurasa memang benar, vinda sepertinya sedang sakit" ucap ria dalam hati sambil meliriknya dari samping belakang.