
15 hari telah berlalu di alam dewa setelah peresmian sistem ciptaan dian, akhirnya mereka mendapatkan event resmi dari sistem yaitu untuk mengeksplorasi planet abiuse di jajaran tatasurya konstelasi HAX-349-b.
"dasar developer sialan.... mengganggu ku kencan dengan ria saja" ucap vinda kesal.
"vinda, vinda... akhirnya event yang aku tunggu tunggu datang! ayo kita join bareng! " ucap ria dengan semangat.
"uhh... baiklah" ucap vinda lesu.
mereka pun pergi ke bawah pohon beringin besar yang sudah diciptakan sebuah altar dewa oleh dian.
"Hahaha... selamat datang para dewi-ku... kali ini kita akan mengikuti event terbaru yaitu tur wisata ke planet abiuse di jajaran tatasurya konstelasi HAX-349-b !! " ucap dian semangat.
"Yey.... akhirnya!! aku sudah tidak sabar!! " ucap ria kegirangan.
"huhh... jadi... jadi sekarang apa yang akan kamu rencanakan? aku harap ini segera berakhir... " ucap vinda dengan tidak semangat.
"hohoho.... maaf mengganggu kencan kalian, tapi kali ini sangat penting " ucap dian bergurau.
"dasar developer bajingan, lain kali akan kubunuh kau.. " ucap vinda dalam hati dengan kesal.
"jadi? apakah kita sudah bisa pergi? " ucap ria tidak sabaran.
"tunggu, ada hal penting yang ingin kubicarakan.. di planet tersebut pernah terdapat asteroid yang menabraknya dan di dalam asteroid tersebut terdapat buku dengan bahasa dewa kuno tersegel di dalamnya. bisa jadi di buku tersebut tertulis rahasia dunia yang tidak kita ketahui sebelumnya, dan mungkin disitu tertulis alasan kita berada di sini" ucap dian dengan serius.
"jadi... kenapa tidak kau gunakan kemampuan coding mu untuk menyelesaikan nya? " ucap vinda.
"tidak, aku tidak bisa. bagaimana aku bisa, soalnya wujud buku tersebut saja aku tidak tahu dan segel keamanannya berlapis lapis. aku tidak akan pernah memecahkan codenya kecuali langsung merusak segel tersebut" ucap dian menjelaskan.
"wah, apakah kita akan berburu harta karun? " ucap ria.
"Yap, benar sekali... namun ada 1 masalah serius, yaitu kekuatan dewa kita akan disegel dan tidak akan bisa dipakai kecuali membayar 100 poin pada sistem. ini bukan tampa alasan, karena jika kekuatan kita lepas di dunia tersebut begitu saja maka akan menimbulkan banyak masalah pada planet tersebut" ucap dian.
"uhh... baiklah, aku mengerti... kayaknya makin tambah merepotkan " ucap vinda.
"apa kita belum siap pergi juga? " ucap ria agak kesal.
"ayo kita berangkat! tapi jangan lupa untuk membawa banyak senjata di penyimpanan yah... " ucap dian.
mereka pun mulai berkemas dan siap untuk berangkat ke planet abiuse..
[>]
[anda telah menyetujui dan memulai event]
[sistem akan memberi Quest sebagai berikut :
1) mendapatkan 10.000 pengikut sejati : 0/10.000
hadiah \= 10.000 poin ; bonus \= 5.000 koin
2) menggunakan kekuatan dewa 3x : 0/3
hadiah \= 10 koin
3) menyelesaikan 25 quest dadakan : 0/25
hadiah \= 2500 poin ; bonus \= 25 koin
4) menyelesaikan quest utama : 0/1
hadiah \= pecahan arsip buku dewa + 100.000 koin
5) quest rahasia : 0/?
hadiah \= ??]
[xxxxxxxxxxxx]
mereka sampai di sebuah padang gurun pasir yang amat terik dan panas, kali ini mereka harus mengarungi Padang pasir yang terkenal akan monster level tinggi yang ada disana.
sebuah monster kelabang datang dari dalam tanah dengan cepat menerkam mereka, vinda yang terkejut dengan sigap membuka penyimpanan storage nya. tak sempat untuk fokus pada pertarungan, ia malah dikejutkan oleh ruang penyimpananya sendiri.
"tunggu dulu!! kenapa aku tidak dapat mengeluarkan senjataku untuk membunuhnya? " ucap vinda bingung.
"dasar bodoh.... pasti kau membawa peralatan tempur level dewa kan?? " ucap dian.
"haa? apa kau bilang?! siapa yang sebenarnya bodoh, tadi emang siapa yang menyuruh untuk berkemas membawa peralatan? " ucap vinda kesal.
"haa? apa maksudnya itu?! emangnya ada kah aku bilang untuk membawa baju tempur tingkat dewa dan peralatan tingkat dewa, haa?! " ucap dian dengan kesal.
"uhh... kayaknya sampe kiamat, mereka berdua pun ga akan pernah bisa akur" ucap ria kesal.
ria mengulurkan tanganya ke langit untuk meminjam kekuatan dewinya dengan menukarkan 100 poin + 10 koin untuk menggunakan kekuatan dan mengambil peralatan tingkat dewanya.
[sistem berhasil di terapkan, individu telah menggunakan 200 poin untuk mendapatkan kekuatannya kembali selama 1h:29m:59s]
langit menggelora, cahaya ilahi turun dari atas langit tampa peringatan dan mengubah ria kembali menjadi seorang dewi. dengan warna rambutnya yang pirang dan gaun nya yang putih bersih bersinar, seluruh dunia tersebut dikejutkan dengan kedatangan sosok dewi kehidupan.
ria mengambil tongkat ilahinya yang berwarna emas itu dan mengarahkannya tepat ke kepala kelabang tersebut.
"dasar serangga menjijikkan.... enyah kau dari hadapanku" ucap ria dengan memasang wajah seramnya.
vinda dan dian yang melihat ekspresi seram ria dan pertempuran itu pun merasa seperti butiran debu yang tak berguna di hadapan ria, sang dewi kehidupan.
-
"wahh... rasanya pengen aku peyuk... " ucap vinda.
"Ehem.. mode yuri nya lagi aktif nih.. " ucap dian dalam hati.
-
dalam 30 detik seluruh area tersebut berubah yang awalnya adalah padang pasir yang terik, kini telah menjadi hutan rimba yang subur dan teduh.
"kan sudah aku bilang tadi... jangan berlebihan di dunia bawah ini, kau sekarang pasti sudah menarik banyak perhatian orang serakah yang hanya ingin memburu kekuatan setingkat dewa" ucap dian bergeleng geleng.
"habisnya kalian malah berantem pas lagi ada monster itu... jadinya aku ga ada pilihan lain" ucap ria kesal.
"pokoknya jangan pernah gunakan kekuatanmu itu kecuali keadaan darurat... " ucap dian.
"baiklah, baiklah... aku janji" ucap ria sedih.
"Btw ini kekuatanya cuman dapat dipakai selama 1jam 30menit? " ucap ria.
"yah... kalo ga gitu kan ga menarik jadinya" ucap dian.
"wah... developer keparat cari mati di isekai rupanya" ucap vinda.
dian hanya tersenyum nakal dan mulai berjalan pelan ke arah timur. mereka pun melanjutkan perjalanan ke arah timur, Diperjalanan mereka banyak menghadapi monster padang gurun tingkat tinggi hingga akhirnya mereka melihat permukiman di balik bukit pasir besar.
"akhirnya kita sampai juga di desa gurun ini" ucap dian.
"huhh.. menyusahkan saja, kenapa kita tidak turun di ibukota kerajaan langsung... kenapa harus di gurun yang panas ini" ucap vinda kesal.
"habisnya kalo aku turunkan kita di ibukota kerajaan, Entar wajah kita ga asing lagi :v dan kemungkinan terburuk kita akan diburu oleh sekte dan guild besar" ujar dian.
"tenang ajah.... kan kaya gini jadi lebih seru! " ucap ria sambil mengangkat jempolnya.
"yah... mau gimana lagi, kalo ria suka yang beginian... " ucap vinda mengalah.
"cih... dasar yuri.. " ucap dian dalam hati.
mereka berjalan menuruni gunung pasir dan semakin sampai ke pemukiman tersebut.
"sepertinya pemukiman ini sudah lama ditinggal oleh penduduk" ucap vinda.
"mau gimana lagi, faktor kehidupan itu adalah air dan makanan. dan di padang gurun seperti ini sudah pasti tak ada orang yang bisa bertahan hidup " ucap ria.
"oke, kita sepertinya akan tinggal disini hingga kita dapat informasi. lalu setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan kita ke kota atau desa terdekat" ucap dian.
"Okee!! " ucap ria dengan senang.
mereka pun masuk ke dalam salah satu rumah penduduk dan menetap disana.
[xxxxxxxxxxxx]
"sepertinya para dewa telah datang turun dari dimensi nya ke dunia kita"
seorang prajurit berlari dan masuk ke dalam ruangan sang raja.
"raja, raja... mohon maaf atas kelancangan hamba, tetapi ada berita penting yang harus saya sampaikan... dari para petualang di guild petualang berkata bahwa di Padang gurun barat telah terjadi hal yang tidak masuk akal, seluruh area yang tampa kehidupan, tandus, dan banyak monster mengerikan itu telah berubah menjadi hutan yang subur seperti hutan rimba di timur. bahkan disana katanya memancarkan aura kehidupan yang sangat kuat" ucap prajurit tersebut.
"baiklah, kau boleh pergi" ucap sang raja.
prajurit tersebut pun pergi meninggalkan ruangan sang raja.
"pendeta agung, apa maksudmu dengan kedatangan dewa ke dunia ini.. " ucap sang raja.
"hohoho... kau akan lihat sendiri nanti, sepertinya hal yang menarik akan terjadi" ucap sang pendeta