
"apa kau bodoh? kenapa kau dengan sombongnya menjawabnya seperti itu?! apa kau ingin membocorkan rahasia kita di dunia ini?" ucap vinda kesal.
"kau tahu, kalau kata orang itu kesombongan adalah kekerenan yang hakiki.." jawab dian.
"kekerenan yang hakiki?? apa kau gila? apa maksudnya itu?!" teriak vinda kesal.
"ahh... sudahlah... seharusnya kalian jangan bertengkar seperti anak kecil, apalagi menggunakan bahasa yang tidak dapat dimengerti oleh mereka..." ucap ria sambil menunjuk kearah pelayan pelayan yang sedang berbisik menyebarkan gosip tentang mereka.
"uhh... baiklah, ini semua aku lakukan cuma demi ria" ucap vinda.
"cih, yuri..." ucap dian pelan.
"apa katamu?! aku bisa mendengarnya lho?! dasar wibu!" teriak vinda kesal.
"hahh?! mau gelod ?!" ucap dian.
"sepertinya berbicara dengan mereka hanya sia sia saja " ucap ria dalam hati.
[-]
mereka langsung pergi ke ruangan mereka dan berdiskusi.
"jadi? gimana caranya agar kita bisa menggunakan senjata tempur kita di dunia ini?" ucap vinda.
"hanya ada satu cara, yaitu tinggal membuatnya saja" ucap dian.
"jadi? apakah kita memiliki bahan bahanya?" ucap vinda.
"yah... aku punya beberapa" ucap dian.
"baiklah, ayo keluarkan itu!" ucap vinda.
"jadi apa yang akan kita lakukan dengan besi, logam, dan batu sihir ini tanpa kemampuan asli kita?" ucap ria.
"kita dapat membuat pedang sihir dan tongkat sihir serta busur sihir" ucap vinda.
"baiklah, dengan kemampuanmu yang sekarang buatlah senjata itu dengan seefisien mungkin" ucap dian.
"baik!" ucap vinda.
vinda menciptakan pedang, tongkat, dan busur yang diperkuat dengan batu sihir.
"baiklah, mungkin aku bisa memberikan energi kehidupan ke senjata ini" ucap ria.
lalu ria memberikan energi kehidupan dan roh pada senjata tersebut.
"dan terakhir, aku akan memprogram ulang sistem yang ada di dalam senjata ini" ucap dian.
lalu dian juga memprogam ulang senjata tersebut dengan perlindungan mekanis dan peningkatan penggunaan, dimana setiap dipakai maka kekuatan orang yang memakai akan berlipat ganda sebanyak dua kali.
"aku tidak tahu tapi warnanya berubah menjadi emas!" ucap dian.
"aku tahu! inilah yang disebut para alkhemis kuno dengan perubahan zat molekul!, molekul pada atom logam yang terkena getaran reaksi nuklir berskala mikronomik akan ber-transmutasi menjadi emas!" ucap vinda.
"wah... indah!!" ucap ria.
"yah... mungkin pertempuran kita nanti akan lebih mudah dengan senjata ini!" ucap dian.
tak lama, terdengar suara ketukan dipintu mereka lalu zhaky datang masuk.
"t- tunggu dulu.... apa apaan emas itu?!" ucap zhaky shock melihat warna emas pada senjata mereka.
"oh.. ini? ini adalah senjata yang akan kami pakai besok" ucap dian.
"hehh.... dari mana kalian mendapatkanya?!" ucap zhaky kebingungan.
"lupakan dulu tentang itu, sekarang apakah kau tahu hutan terdekat yang bisa dipakai untuk berlatih senjata?" ucap vinda.
"yah.... aku sudah tak sabar ingin mencobanya!" sahut ria.
"ehm.... baiklah... aku akan mengantarkan kalian ke perbatasan hutan timur, disana ada arena untuk berlatih" ucap zhaky.
"ayo kita langsung kesana!" ucap ria tidak sabaran.
"baiklah, aku akan mengantarkan kalian tapi... ceritakan juga tentang senjata kalian itu!" ucap zhaky penasaran.
mereka langsung berangkat ke perbatasan hutan timur kota abiusya menggunakan kereta kuda.
"jadi, mana senjata yang tadi ada diruangan kalian?" ucap zhaky bingung.
"oh... ini dia" ucap ria sambil memperlihatkan gumpalan batu di tanganya.
"pfttt.... apa apaan batu kerikil itu?!" ucap zhaky sambil cekikikan menahan tawa.
"dasar orang ini...." teriak hati mereka bertiga.
"baiklah, kita sudah sampai..." ucap zhaky sambil memelankan keretanya.
mereka pun berhenti di lapangan terbuka yang ditumbuhi pohon-pohon yang tampak asri, mereka langsung mengambil 'batu kerikil' dari saku mereka dan menggenggam nya dengan sekuat tenaga.
seketika dari genggaman mereka keluar cahaya putih-kuning keemasan, cahaya itu sontak membuat zhaky terkejut kejut tak sampai disitu, kini cahaya tersebut membentuk seperti senjata-senjata yang ada di ruangan mereka.
"kekuatan macam apa yang kalian gunakan untuk memanggil senjata senjata kuat tersebut!" teriak zhaky bingung dan kaget.
[>]
[ENSIKLOPEDIA BAHASA ISEKAI] <ā>
> pada kepercayaan kuno, warga planet abiuse percaya bahwa para pembuat senjata mendapat anugrah dewa...[informasi terbatas]...sehingga para leluhur selalu memanggil senjata mereka sebelum bertarung.
> kata 'memanggil' atau sinonim nya 'summon' adalah kata yang memaksud kan seseorang mengambil, menggunakan, atau mengonsumsi segala sesuatu (objek) yang berada di luar dimensi sang pemanggil.
> kata 'senjata kuat' ini juga dapat diartikan sebagai senjata kuno atau peninggalan sejarah, (synonim : artefak).
[>]
"uhh.... inikan kerikil yang kau ketawakan tadi di kereta..." ucap ria.
zhaky hanya bisa terdiam dan takjub dengan kilauan senjata tersebut.
"baiklah, siapa yang mau coba deluan?" ucap dian.
"aku, aku, aku, aku!!! ....." teriak ria tidak sabaran.
"baiklah ria giliranmu pertama, gunakan tongkatmu ke arah pohon itu" ucap dian.
"okeee...." ucap ria dengan bahagia.
tampa basa basi lagi ria langsung mengibaskan tongkatnya dan berkata "wahai langit dan bumi, berkahilah tongkatku ini jadikanlah tanah tunduk padamu buatlah angin bergemuru dan berikanlah sedikit kekuatanmu" ucap ria sambil mengayunkan kembali tongkatnya ke arah pohon yang dibidik.seketika dari tongkatnya keluar cahaya terang yang membentuk gumpalan energi, dan gumpalan itu membuat angin bergemuruh seperti badai yang menghancurkan pohon bahkan tanah dibawahnya tanpa sisa sedikitpun.
"tunggu dulu... apa apaan mantra memalukan itu!" ucap vinda.
"yah, bahkan disaat kau menukarkan poinmu dengan kekuatan ilahimu... kau sempat sempatnya mengucapkan mantra" ucap dian.
"ehh.... gapapa lah.... kan keren kalo ngucap mantra gini.... lihat itu reaksi zhaky" ucap ria sambil menunjuk ke arah zaky yang terpukau takjub dengan kekuatan yang dikeluarkan ria.
"ehmm... boleh juga tuh, nanti aku masukin sistem kalo mau ngeluarin kekuatan harus ngucap mantra dulu" ucap dian membenarkan.
"dasar bodoh.... kalo kita lagi kepepet nanti bisa lama kalo ngucap mantra dulu..." ucap vinda marah.
"yah... kan demi jadi keren" ucap ria dengan nada bercanda.
"oke, kalau gitu giliranku" ucap vinda sambil menarik busurnya.
seketika anak panah dari busur itu keluar secara otomatis. dan saat vinda melepaskanya, anak panah tersebut dengan cepatnya melaju seperti angin kearah pohon dan meledakannya menjadi lubang di dalam tanah.
"fyuhh.... padahal udah aku tingkatkan tapi masih aja lemah" ucap vinda sambil menghela nafas.
"vinda, coba sadar diri dulu.... kalo kita ga punya kemampuan gila ini mungkin kita juga akan shock melihat kekuatan seperti ini, maksudku lihatlah... lapangan latihan ini seperti kejatuhan rudal atau bom" ucap dian.
"huh... baiklah, baiklah...." ucap vinda mengabaikan.
"ihh.... curang ah! masak-an vinda gak ngucapin mantra sih.... curang ah, ga seru...." ucap ria kesal.
"t- tunggu dulu... aku ga tahu apa yang harus dibilang" ucap vinda menjelaskan.
(padahalkan ngucap mantra kayak gitu memalukan njirr...) ucap vinda dalam hati.
"oke, waktunya gantian.... sekarang aku akan menggunakan pedang ini!" ucap dian sambil mengambil ancang-ancang (bersiap).
dian menebaskan pedangnya sekali dan seketika keluar lintasan cahaya yang membelah pohon pohon menjadi gundul semua, "oh iya, aku lupa baca mantra... hehehe" ucap dian kelupaan.
"ihh... kalian semua penghianat!" ucap ria semakin kesal.
[-]
"wah... apakah aku sudah gila .. aku seperti melihat pertarungan para pahlawan" ucap zhaky terkejut shock setengah mati.
[-]
[-]
{SPECIAL ART ILUSTRATION}
Baru nihh.... untuk setiap update episode kelipatan sepuluh akan ada special ilustrasi dari @google_sensei.
untuk kedepanya akan ada banyak ilustrasi yang akan digambar oleh @google_sensei untuk novel ini :) :) :)