
"uhh... sudah berapa lama kita tinggal di rumah ini? " ucap ria sambil bermain catur kayu.
"Hmm... sekitar 5 tahun" ucap vinda yang ikut main di depannya.
"sudah lama juga yah... sekarang dian lagi ngapain yah? " tanya ria.
"palingan lagi melatih anaknya itu sihir seperti biasa" jawab vinda.
"benar juga yah.... sekarang milia sudah berumur 4 tahun" ucap ria.
terlihat di halaman belakang dian dan anak perempuan nya milia sedang berlatih sihir elemen tanah.
"mama, apakah yang aku lakukan ini sudah benar? " ucap milia sambil fokus pada tanganya yang bercahaya.
"ya.. sudah bagus, lanjutkan! " ucap dian sambil memperhatikan.
"Arghh... mau berapa kali aku mendengar kata panggilan mama ini semakin membuatku malu dan jengkel " ucap dian dalam hati.
[4 tahun yang lalu Disaat milia baru dilahirkan]
"jadi anak ini akan memanggil kalian apa? " ucap vinda.
"apa maksudnya? " ucap mereka.
"yang benar saja, masa kalian berdua dipanggil papa... salah satu harus menjadi mama kan? " ucap vinda.
"ternyata begitu... " sahut ria membenarkan.
"Ehhh!!... ternyata itu yang kau masalahkan!!, pokoknya aku ga mau dipanggil mama!" ucap dian kesal.
"ayolah... " ucap vinda dengan nada menjengkelkan.
tak lama waktu berlalu dengan cepat dan milia sudah semakin besar hingga akhirnya dia menentukan nama panggilannya kepada dian yaitu mama.
[-]
"jadi gimana keadaan zhaky sekarang?" tanya ria.
"bukankah dia kembali ke kota dan sekarang sudah menikah dengan tezycilia... " jawab vinda.
"aku jadi kasihan sama dian" ucap ria.
"yah.. aku juga, tapi kan itu udah jadi keputusan dian sendiri... " ucap vinda.
[3 tahun yang lalu disaat milia berumur 1 tahun]
"aku sudah memutuskan ini... " ucap dian.
"memutuskan apa? " tanya mereka.
"zhaky! kau kembalilah ke kota dan menikahlah disana" ucap dian sambil menatap zhaky dengan serius.
"kenapa tiba-tiba tapi kau kan.... " ucap zhaky.
"tidak, kau tidak dapat terus bersama ku... kau harus memiliki keluarga normal dan bahagia" ucap dian.
"tapi... "
"kumohon... pergilah ke kota dan menikahlah dengan orang lain" ucap dian dengan ekspresinya.
"baiklah, jika itu yang kau inginkan maka aku akan pergi hari ini juga" ucap zhaky.
"baguslah.... aku akan mendoakanmu bahagia disana" ucap dian.
tiba-tiba zhaky langsung di teleportasi oleh dian ke guild petualang tepatnya di kantor tetua guild.
"zhaky, apakah ini kau? " ucap nenek sylkia.
"Ehh... tetua guild? " ucap zhaky bingung.
zhaky melihat tangannya yang menggunakan 2 cincin dari kunci masuk dungeon, dan seketika dia tersadar bahwa
"ahhh... ternyata dia memang baik padaku" ucap zhaky dalam hati sambil berkaca-kaca melihat tangannya.
[-]
"sttt... itu dian ! dia datang... " ucap vinda berbisik sambil menjalankan anak catur nya.
"apa yang sedang kalian bicarakan? " ucap dian sambil berjalan masuk ke dalam.
"tidak ada, kami sedang bermain catur... " ucap ria sambil tersenyum menjalankan caturnya.
"Yes... checkmate, mampus kau rajamu aku skak... hahaha! " teriak vinda sambil tertawa lepas.
"uhh... padahal aku pikir aku akan menang melawan mu... " ucap ria agak sedih atas kekalahan nya.
tak lama milia datang menghampiri mereka yang sedang asyik bermain catur kayu.
"bibi, apa yang sedang kalian lakukan? " ucap milia sambil memperhatikan mereka.
"Ohh... milia! ternyata ada keponakan ku yang manis... kami sedang bermain " ucap ria.
"bermain? apa itu bermain? " ucap milia.
"bermain itu adalah beraktivitas atau melakukan sesuatu kegiatan bersama teman untuk bersenang-senang menghabiskan waktu bersama " ucap ria.
"aku tidak mengerti, tetapi apa yang kalian 'bermain'? dan benda apa ini? " ucap milia.
"yah.. kami sedang bermain... kami memainkan catur, dan ini namanya anak catur " ucap vinda menjelaskan.
"ternyata begitu... baiklah kalau begitu aku akan masuk untuk berjumpa dengan 'mama'.. " ucap milia sambil masuk ke dalam.
vinda dan ria yang mendengar kata 'mama' berusaha menahan ketawa mereka setengah mati.
"kasihan sekali... disini tidak ada teman untuk dia bermain" ucap ria.
"yah... ku harap hidupnya tidak hampa" ucap vinda.
[di dalam rumah]
"apa yang sedang mama lakukan? " ucap milia.
"Ohh... milia, aku sedang menulis sebuah surat untuk papamu" ucap dian sambil menahan malunya terus menulis surat kepada zhaky.
"apa yang sedang kau tulis...? " tanya milia.
"aku akan mengundang zhaky untuk datang dan mendiskusikan sesuatu" ucap dian.
"Hmm..??? " terdengar suara milia yang menandakan ia sedang bingung.
[5 hari kemudian]
"sayang.... kita mendapatkan surat dari dian dan teman-temannya ria dan vinda!! " teriak tezycilia.
"ada apa sayang... " ucap zhaky keluar dari dalam rumah sambil menggendong 2 anak laki-laki nya.
zhaky yang melihat surat itu terkejut dan matanya mulai berkaca-kaca.
"sepertinya kita harus pergi langsung ketemu mereka besok " ucap zhaky.
[4 hari kemudian]
"Ohh... dian, aku melihat ada kereta kuda datang ke arah sini... " ucap vinda.
"buka penghalang nya, itu mungkin adalah zhaky.. " ucap dian.
"kau mengundangnya datang kesini? " tanya ria.
"yah... begitulah " jawab dian.
[-]
"ternyata begitu.... kau sudah menikah dan mempunyai 2 anak laki-laki " ucap dian tersenyum.
"kalau begitu ayo masuk, jangan berdiri di luar saja!! " ucap ria.
sesampainya di dalam rumah itu tezycilia merasa takjub dengan suasana layaknya istana.
"Silahkan duduk... " ucap vinda.
"apakah tezycilia sekarang menjadi istrimu? tapi aku khawatir.... " ucap dian.
"tenang saja, aku sudah menjelaskan semuanya sebelum datang kemari" ucap zhaky.
"kalau begitu kita bisa menghemat waktu" ucap dian.
"jadi, apa yang akan kita bicarakan disini? " tanya zhaky.
"langsung saja ke intinya... aku, vinda, dan ria akan kembali ke langit" jawab dian.
"apa?! " teriak mereka semua serentak.
"tunggu dulu... apa maksudnya ini ?!" tanya vinda.
"akan aku jelaskan... kita bertiga datang ke planet abiuse ini untuk mencari pecahan buku dewa, namun setelah aku teliti selama 5 tahun ini terdapat log catatan aneh tentang buku itu... buku itu telah hilang saat 1800 tahun yang lalu " jawab dian menjelaskan.
"ternyata begitu... kalo gitu tidak ada alasan kita akan terus menetap di planet ini" ucap vinda.
"mungkin agak telat untuk menanyakan ini... sebenarnya kalian ini siapa?? " ucap zhaky yang disusul ekspresi penasaran olehnya dan tezycilia.
"dewa.... tidak, walaupun aku tidak yakin tapi kekuatan kami dapat menciptakan alam semesta baru" ucap dian.
"ternyata begitu... aku juga sempat berpikir bahwa kalian adalah orang yang berbeda dan ternyata itu memang benar " ucap zhaky.
"dimana milia? aku ingin bertemu dengannya" ucap tezycilia.
"itu dia... dia sedang melihat kita dari tadi secara diam-diam.. " ucap ria sambil tersenyum.
"wah.... ada milia, argh.. anak perempuanku yang manis... " ucap zhaky sambil memeluknya.
"ini milia? wah... dia cantik " ucap tezycilia.
"aku akan meminta pertolongan kalian untuk yang terakhir kalinya .." ucap dian.
"apa itu? " tanya zhaky sambil melepaskan milia dari gendongannya.
"pertama jaga dan rawatlah milia dengan baik, aku juga memberikan rahmatku kepadanya.. kedua jagalah dungeon yang kita buat, karena di dalamnya terdapat senjata terkuat di dunia ini... dan yang terakhir aku akan memberikan ini, ini adalah kristal yang bisa digunakan untuk menghubungi kami disaat kalian benar-benar butuh bantuan.." jawab dian menjelaskan.
"baiklah... akan aku lakukan, terus apa yang akan kalian lakukan?? " tanya zhaky.
"kami mungkin akan kembali ke dunia kami" ucap dian.
dian langsung berdiri dan menggendong milia lalu membisikkan kata perpisahan kepadanya. dian mengulurkan tanganya lalu seketika layar keluar di hadapannya lalu ia menuliskan sistem banding seperti berikut....
[-]
[banding : pembaruan system]
fun main() {
-----$banding main(imageNewWord , varName) {
----------$ini main(wordWarImage)
----------// sistem error
----------blank() ${mainVarUser}
-----}
-----printIn("batalkan main quest")
-----printIn("x")
-----//main system ("error")
-----mageFantasy() {
----------$equatorX(int, string)
----------$equatorY(int,string)
-----}
-----printIn("apakah anda ingin melakukan banding dan keluar dari main quest system ??")
-----// quest deleate
-----// world in a save or deleate?? \=\=\=\= True?
}
fun imageNewWorld(varA : string , varB : int) {
-----var quest \=\= $string(int) [$questMain[0;999]]
-----var statics \=\= $string(int) [0;9999999]
-----// line
-----print($quest, $statics)
}
// system has ready to activate, you can send with running a system
// ???
[-]