Stuck Between Two Worlds

Stuck Between Two Worlds
kebohongan



dari ruangan tempat vinda, ria, dan dian dikurung terdengar beberapa suara langkah kaki mendekat dan masuk ke dalam ruangan tersebut.


"nyonya besar memerintahkan kami untuk mengantar tuan dan nyonya sekalian ke ruangan kalian" ucap seseorang yang datang keruangan tersebut.


"apa maksudnya ini?!" ucap vinda bingung.


"nyonya besar memerintahkan kami untuk menghormati dan memberikan pelayanan kepada kalian karena kalian sudah dianggap sebagai tamu penting disini" ucap pelayan tersebut.


"tamu penting?" ucap ria bingung.


"ayo, ayo kita ikuti mereka! " ucap dian sambil bergegas mengikuti pelayan tersebut.


vinda dan ria hanya dapat mengikuti dian dari belakang.


"baiklah tuan dan nyonya, disini adalah ruangan kalian sekalian. kalian dapat mandi dan tidur di ruangan ini" ucap sang pelanyan.


"bagiku ini terdengar seperti 'mengganti kandang' di telingaku" ucap vinda berbisik dengan kesal.


"ayo kita masuk" ucap dian.


"baiklah tuan dan nyonya sekalian, saya izin pamit dulu... silahkan menikmati pelayanan kami" ucap sang pelayan sambil beranjak pergi dari ruangan tersebut.


[-]


"sepertinya aku akan mandi dan mengganti pakaianku dulu" ucap ria sambil membuka bajunya.


"t- tunggu dulu ria..... apa yang kau lakukan, disini kan ada dian!!" teriak vinda sambil menghentikan perbuatan ria.


"ugh... padahal kan aku mau mandi..." ucap ria kesal.


"ngga usah mandi.... dengan kekuatan penciptaku aku bisa langsung pakaikan pakaian kita tampa harus buka baju" ucap vinda.


"ugh... itukan namanya cuma ganti pakaian, bukan mandi" ucap ria kesal.


tanpa basa basi lagi vinda langsung menukar pakaian mereka semua dengan pakaian yang ada di ruang penyimpanan nya, dan dengan kemampuanya vinda menata rambut mereka semua hingga terlihat bagus.


"wah.... kalo gini kan kita ga usah repot lagi" ucap dian dengan nada sedikit menggoda vinda.


"cih... seharusnya kau kubiarkan compang camping seperti pengemis" ucap vinda kesal.


"ugh... padahal aku kepengen nya mandi, kalian malah asyik ribut ga jelas.." ucap ria kesal.


"tunggu dulu, sepertinya ada yang datang"


tak lama ruangan mereka kedatangan sang nenek bersama asistennya. sang nenek melihat mereka bertiga dengan tatapan terkejut dan berkata "siapa mereka!" kepada asistenya.


"maaf nyonya, mereka semua adalah orang orang yang berasal dari ruang interogasi, nyonya tadi seharusnya sudah memerintahkan kami untuk membawa mereka kesini" ucap asistenya.


nenek tersebut masuk dan berkata kepada asistenya untuk meninggalkan ruangan tersebut, para asistennya yang mendengar perintahnya itu pun langsung bergegas pergi dari ruangan tersebut.


"jadi, apa yang akan kalian lakukan... kenapa kalian pergi ke hutan misterius yang ada dibarat?" ucap sang nenek.


"kami? kami hanya ingin menelusuri hutan tersebut saja... namun karena hutan tersebut dijaga oleh para petualang kami jadi sukar untuk memasuki hutan tersebut" ucap dian menjelaskan.


"baiklah kalau begitu.... dan satu hal lagi, aku tidak dapat memastikan kalian adalah penduduk asli dari pemukiman kuno yang ada di gurun barat, bisa saja kalian hanyalah orang orang yang mengaku ngaku saja" ucap sang nenek dengan penuh kecurigaan.


"baiklah, jika kami berhasil membuktikanya apakah kau akan percaya?" ucap dian yang berusaha membuktikanya.


"baiklah, kalau begitu buktikanlah" ucap sang nenek.


"dian... apa yang harus kita buktikan??" ucap vinda berbisik dibelakangnya.


"kau tenang sajah" sahut dian berbisik.


"baiklah, aku akan memperlihatkanmu kitab yang pernah dituliskan para leluhur kami tentang berkah dan rahmat dewi yang turun kedunia ini" ucap dian sambil mengeluarkan buku kitab yang mereka jumpai di pemukiman kuno.


"a- apa! apakah ini benar benar asli?!" ucap sang nenek.


"ini asli lho.... ini berasal dari para leluhur kami" ucap dian dengan nada menggoda sambil melambai lambaikan buku yang ada di tanganya.


(btw dian berbohong, dian berbohong kalo keluarganya itu orang orang dari pemukiman kuno yang ada di gurun barat)


"tidak mungkin.... kalian benar benar asli!!" ucap sang nenek sambil tunduk dan bersujut dihadapan mereka.


"apa yang sedang kau lakukan " ucap dian.


"maafkan aku, aku telah mengurung kalian seperti hewan dan berlaku kasar kepada kalian... aku akan menebus dosaku dan membalaskan budi leluhurku dengan membantu kalian" ucap sang nenek sambil berkaca kaca.


"wah gile... nenek tua bangka ini bersujut kau buat" bisik vinda dari belakang. (menggunakan bahasa yang berbeda)


"baiklah, aku akan membantu dan mengabulkan seluruh permintaan kalian... jadi apa yang kalian inginkan dariku sebagai balas budi leluhurku?" ucap sang nenek.


"tidak, kami tidak ingin apa-apa darimu... mumpung kami berada di kota abiusya, kami ingin berjalan jalan menikmati waktu kami berkeliling kota ini" ucap dian.


"baiklah, akan aku tugaskan para petualang untuk memandu kalian.. sebelum itu ayo kita kebawah, disana ada banyak petualang tangguh yang dapat dipercaya" ucap sang nenek.


"tunggu dulu, bukankah ini sudah malam?" ucap vinda bingung.


"yah, mereka kalau malam itu suka nongkrong bareng di dalam guild sambil minum alkohol" ucap sang nenek sambil terus berjalan


mereka berempat turun ke lantai bawah dan melihat para petualang sedang asyik nongkrong sambil minum alkohol di ruang tengah.


"siapa mereka bertiga? aku belum pernah melihatnya... lihat gadis itu, mereka berdua sangat cantik... pria itu, mukanya memang tampan tapi terlihat mencurigakan" ucap para petualang yang melihat mereka bertiga turun bersama tetua guild (sang nenek).


vinda yang mendengar ocehan buruk tentang dian langsung mulai cekikikan menahan tawanya sembari berjalan.


"ini dia" ucap sang nenek sambil menunjuk seorang pemuda yang sedang memakan makan malam disitu.


"oh tetua guild, maaf atas kelancanganku. apa yang membawamu datang menjumpaiku?" ucap sang pemuda sambil melirik kearah mereka bertiga.


"aku ingin besok kau memandu mereka berkeliling kota abiusya, mereka adalah para tamu-tamu ku" ucap sang nenek.


"mereka? baiklah... akan aku laksanakan besok" ucap pria tersebut.


"pria ini bernama zhaky dan dia akan memandu sekaligus mengawal kalian besok" ucap sang nenek kepada dian.


"ehm... baiklah, kalo gitu mohon kerjasamanya" ucap dian kepada zhaky.


"baiklah, sama sama" sahut zhaky.


[xxxxxxxxxxxx]


"ugh.. aku sudah merasa lapar" ucap ria sambil memegangi perutnya.


"hohoho.... apakah kau kelaparan? akan aku panggilkan pelayan untuk membantumu" ucap sang nenek sambil meninggalkan mereka bertiga dikerumunan.


ria lansung duduk bersebelahan dengan zhaky, zhaky yang saat itu sedang makan malam langsung menyodorkan segelas minuman dingin kepada ria.


"apakah ini alkohol?" ucap ria.


"bukan, ini bukan alkohol... lagian aku juga tidak minum itu" ucap zhaky.


ria langsung mengambil gelas tersebut dan meminumya tampa pikir panjang, zhaky hanya bisa melihat ria sambil tersipu malu karena minum di gelas miliknya tersebut.


"nyonya, tuan, ini makanan yang telah nyonya besar pesan untuk anda sekalian" ucap sang pelayan sambil membawa telenan besar yang berisi makanan.


"wah....waktunya makan!!" ucap ria dengan girang.