Stuck Between Two Worlds

Stuck Between Two Worlds
petunjuk dari planet abiuse



vinda, ria, dan dian mulai sibuk asyik sendiri bereksperimen dengan lingkungan baru ini. mereka membangun ruang bawah tanah seperti dungeon di bawah desa tersebut. saat menggali, vinda menjumpai sebuah gumpalan pasir bersegel di dalam pasir.


"dian, dian! aku menjumpai blok pasir ber segel ini... apakah ini adalah pecahan buku arsip dewa yang kau maksud? " ucap vinda bingung sambil menyodorkannya ke hadapan dian.


"wah... mana, mana... aku juga mau lihat harta karun itu... " ucap ria.


"ehm... tidak, sepertinya ini tidak mungkin arsip itu. jika ini memang benar adalah itu, maka kekuatan segelnya lebih besar dan tidak bisa dibuka bahkan dengan mengorbankan dunia ini sekalipun. lalu ini adalah harta karun biasa yang disegel menggunakan kekuatan lemah, aku dapat membuka ini bahkan dengan hanya satu jari :#" ucap dian.


"oohh... ternyata ini adalah harta karun di dunia ini yah... ayo buka, aku sudah tidak sabar.. " ucap ria kegirangan.


"baiklah... aku juga merasa demikian " ucap dian.


dian membuka segel tersebut dan didalamnya terdapat sebuah buku kuno yang diperkirakan berumur lebih dari 10.000 tahun, buku tersebut sepertinya telah ada sebelum asteroid arsip dewa jatuh ke dunia ini.


"ini sepertinya harta karun kuno yang sangat penting, ini dapat menjadi petunjuk keberadaan buku arsip dewa itu" ucap dian.


"ayo cepat buka buku itu! " ucap ria.


>


Telah diterjemahkan : [01 : berkat sang dewi]


> kami (adalah) penduduk abiuse (yang) telah menerima (berkat) kekuatan sang dewi.


> kami akan selalu setia (kepada) sang dewi.


> perlindungan yang kau berikan tak (akan) kami sia-sia kan.


> dewi memerintahkan alam (planet abiuse) untuk menyembunyikan keberadaan kami dari (sepengetahuan) dunia luar, dan hanya yang memiliki berkat (kekuatan) darinya lah yang dapat mendatangi (tempat/keberadaan) kami.


> buku (kitab) ini kami tuliskan kepada orang orang yang memiliki berkat (kekuatan) nya.


> kami menerima (berkat ilahi) sang dewi dengan alasan dunia akan berakhir (kiamat).


> walaupun nantinya (hanya ada) 9 (atau 99%) bagian rahmat dewi binasa dan 1 cahayanya (atau 1%) diantaranya adalah kami (yang selamat) yang (akan) mendapat rahmatnya.


> (kami) diberitakan olehnya bahwa bencana (kiamat) yang besar akan membawa rahmat(nya) yang besar yaitu (sebuah) buku arsip (rahasia) yang bertuliskan (terciptanya) alam semesta sebelum (para) dewa. dan diantaranya (adalah) kisah pilu yang dihadapi (para dewa).


> (kami) diberitakan bahwa (rahmat) itu akan jatuh (tepat) di sebelah barat (tempat ini).


> puja (kepada) dewi, kami akan menyimpan (buku yang kami tulis) ini seumur hidup untuk (para) keturunan kami.


>


"ehm... ini kitab? aku ngga ngerti sama sekali" ucap ria bingung.


"kalo dilihat dari maksud buku ini, mungkin tempat yang diubah oleh ria semalam itulah tempat segel buku dewa berada" ucap vinda.


"baiklah, kita besok akan langsung kembali ke tempat itu" ucap dian.


"dian, lihat... disini ada catatan lainya" ucap ria.


>


Telah diterjemahkan : [02 : rahmat sang dewi]


> kami (adalah) penduduk abiuse (yang) telah menerima (rahmat) kekuatan sang dewi.


> kami akan selalu setia (kepada) sang dewi.


> rahmat yang kau berikan tak (akan) kami sia-sia kan.


> setelah (berkat) anugerah yang (para) leluhur kami dapatkan.


> kami (para) keturunannya harus mengusir (para) penjajah yang menginginkan (berkat) kekuatan kami.


> (rahmat) sang dewi berfirman : kekuatan (yang) maha dahsyat akan keluar dari rahmat (meteor) yang telah kami kirimkan dan sesungguhnya itu adalah bencana bagi dunia (planet abiuse).


> sesuai firmannya, (para) makhluk yang menerima (berkat) itu akan (berevolusi) menjadi monster.


> dan yang memiliki (kecerdasan) akan (dengan) egoisnya merebut (kekuatan) rahmat yang telah ditetapkan.


> sungguh (siksaan) alam yang memaksa kami (untuk) menulis kitab (ini) yang akan menjadi wasiat kami para penganut (kepercayaan) dewi.


>


"ehm... menurut kitab yang kedua ini kayaknya mereka udah pada musnah deh, sayang sekali " ucap vinda.


"kalo dilihat dari kondisi ini kayaknya ini ditulis 1 bulan setelah meteor asteroid itu menabrak dunia ini" ucap dian.


"uhh... sayang banget, berarti udah 9.900 tahun yang lalu mereka semua musnah" ucap ria murung.


"cih... kalo tahu gini kan kita menetap saja disana, capek banget jalan mondar mandir ga bisa terbang" ucap vinda kesal.


"yah... hitung hitung olahraga " ucap dian.


"hmm... btw itukan udah 9.900 tahun yang lalu, emangnya sampe sekarang buku itu masih ada di tempat gurun itukah? " tanya ria.


"Hmm... iya juga, entah entah udah ada yang ngambil buku itu! " ucap vinda.


"daripada pusing sendiri mending kita telusuri langsung ke tempatnya " ucap dian.


"Yey!! petualangan kita kayanya makin panjang nihh" ujar ria bahagia.


[xxxxxxxxxxx]


pagi hari ini mereka langsung bersiap siap untuk pergi ke lokasi asteroid tersebut dengan bermodalkan kuda yang diciptakan oleh ria, mereka langsung berangkat menembus dinginnya hembusan angin pagi kearah barat.


"wahh... udara gurun pagi hari emang maknyus" ucap ria.


"huh... padahal aku masih mau tidur sama ria " ucap vinda dalam hati kesal.


"yah... nanti juga kita sampai sana tepat siang bolong" ucap dian.


mereka pun terus melanjutkan perjalanan mereka hingga melihat sebuah bangkai monster tepat dihadapan mereka.


"ini bangkai monster? mengapa ada bangkai monster disini? kan semalam disini tidak ada apa apa" ucap vinda.


"mungkin ini adalah perbuatan orang lain" ucap dian.


"wah... setelah sekian lama akhirnya kita dapat berjumpa dengan makhluk pribumi, ehm.. ataukah harus disebut makhluk priabiuse ?" ucap ria sambil bergurau.


dian yang mendengar gurauan tersebut tersenyum ringan sambil kembali menjalankan kudanya ke arah barat.


"sepertinya mereka sudah mendeluani kita" ucap dian sambil mengencangkan kudanya.


[xxxxxxxxxxxx]


sesampainya di pinggiran daerah gurun yang berubah menjadi hutan tersebut terlihat sejumlah orang yang menelusuri hutan tersebut.


"sepertinya kita terlambat, sudah ada orang yang datang dan menelusuri tempat tersebut" ucap dian.


"padahal aku ingin menyapa mereka, namun bagaimana pun kita harus bisa menerobos mereka dan masuk ke tengah lokasi, aku juga bisa menciptakan ilusi yang membuat kita menjadi tak terlihat" ucap ria.


"meskipun begitu kita butuh umpan yang bisa mengalihkan perhatian mereka " ucap dian.


seketika pandangan ria dan dian mengarah kepada vinda yang saat itu sedang bingung tentang apa yang mereka katakan.


"tunggu dulu, apa?! kalian ingin menjadikanku umpan?! tidak mungkin... " ucap vinda kaget.


"ayolah.... please.... sekali ajah... " ucap ria.


"yah.. mau gimana lagi, kalo ria yang meminta.. cuman, ini aku hitung hutang lho... jangan lupa dibalas" ucap vinda sambil berjalan kearah para petualang itu.


"dasar yuri yang terjebak dalam ke-yuri-an nya sendiri..." ucap dian dalam hati.


vinda mengganti pakaiannya dengan pakaian lesuh yang ia dapatkan dari permukiman kuno dan berjalan mendekati para petualang dan penelusur tersebut.


[-]


"Ehh tunggu dulu, coba lihat itu! apakah itu seorang gadis? kenapa ada manusia di tengah gurun seperti ini? "


selagi perhatian para petualang dan penelusur teralihkan, ria dan dian mulai masuk ke hutan dengan bantuan sihir ria. ria dengan kekuatan nya menciptakan ilusi yang membuat dirinya dan dian menjadi tembus pandang, selain itu ria mendeteksi sekitar dengan kemampuan memanipulasi energi untuk mencari Keadaan segel asteroid tersebut.


sebelum bisa masuk lebih dalam hingga tempat terakhir kali ia bertarung dengan monster kelabang, ia menginjak seekor ular dan berteriak sangat kencang. akibat teriakan nya ia kehilangan konsentrasi dan kehilangan efek sihir yang ia pertahanan, dengan demikian seluruh para petualang dengan sigap menangkap dan mengikat mereka.


"tangkap mereka! jangan biarkan mereka kabur! tangkap orang mencurigakan itu! cepat!" teriak mereka.


"ahh... maafkan aku... maafkan aku... " teriak ria.


vinda yang mendengar teriakan ria pun langsung berlari kearahnya sambil mengeluarkan pisau dari ruang penyimpanan.


"dasar keparat! jangan sentuh ria dengan tangan kotor kalian" teriak vinda.


para petualang pun berjatuhan dibuat oleh vinda namun, salah satu petualang tipe penyihir membuat flash cahaya sehingga vinda terjatuh dan tertangkap.


"ahh... sialan, aku juga tertangkap" ucap vinda kesal.


"jadi apa yang akan kita lakukan pada mereka" ucap salah satu petualang.


"mungkin kita akan memberikan mereka ke guild untuk di interogasi, dan kita akan mendapatkan banyak uang" ucap temanya.