Stuck Between Two Worlds

Stuck Between Two Worlds
berkeliling pasar dan pergi ke danau timur



tampak matahari yang masih menunjukan waktu di siang hari, mereka terus kembali ke penginapan dengan menaiki kereta kuda. pemandangan di sekitar tampak rimbun dan angin yang sepoi-sepoi berhembus santai kearah mereka.


"apakah kalian tidak ingin mampir ke pasar dulu? " ucap zhaky dari depan.


"ayo kita ke pasar!! " teriak ria sambil kegirangan mengangkat tanganya dan berkilau dihadapan mereka.


"baiklah... kalau gitu kita mampir ajah dulu" ucap dian.


"cih.... padahal aku mau langsung pulang... " ucap vinda dengan muram nya hingga membuat atmosfer hitam disekitarnya.


"oke, kalau gitu ayo kesana... katanya juga disana ada toko kue yang enak lohh" ucap zhaky sambil terus menunggang kereta.


"apa?! kue? Arghh... aku suka banget sama kue... kalo gitu ayo! aku sudah ga sabar mau makan kue! " ucap ria yang semakin tidak sabaran.


"Hmm... boleh juga tuh" ucap vinda sambil melihat wajah ria yang kegirangan menghilangkan atmosfer hitam disekitarnya.


[-]


"baiklah, kita sudah sampai... " ucap zhaky dari depan.


"wah.... lihat, banyak sekali manusia nya" ucap ria dan dian dari belakang.


"ugh.... ini terlalu banyak orang " ucap vinda yang meng-kaku di tempat duduknya.


"oke, kita sudah sampai.... ini dia tokonya" ucap zhaky yang berhenti di depan sebuah toko roti.


"wah... ada banyak orang yang membeli" ucap ria sambil menunjuk kearah kerumunan orang yang mengantre.


[-]


"cih... dah tau hari panas, masih aja nunggu diantrean ini" ucap vinda kesal melihat situasi dimana mereka bertempat antre bersamaan di barisan itu.


"jadi, dimana kereta kudanya kau taruh?? " ucap ria kepada zhaky.


"ooh... kereta kudanya aku parkirkan disebrang jalan" ucap zhaky.


[-]


"uhh.... akhirnya kita bisa dapat membeli kue kesukaan masing masing" ucap dian.


"dian, apakah memang kau menyukai kue yang manis? " ucap zhaky sambil melirik kearah bungkus kotak milik dian.


"Aaa... bikin kaget, iya... aku memang agak suka yang manis" ucap dian dengan wajah yang memerah langsung membuang mukanya kearah sebaiknya.


"kalau kalian beli kue apa? " ucap zhaky kepada vinda dan ria.


"uhh?? kalo aku beli yang ini, kue ini lembut dan gurih namun tidak terlalu manis dimulut" ucap vinda sambil menunjukan kotak bungkus kuenya.


"ehmm... kalo aku beli ini!! " ucap ria girang sambil menunjukan sekotak besar kue yang dibelinya.


"bukankah sudah kubilang kalau makan gula berlebihan itu tidak baik?! " ucap vinda kepada ria.


"iya, iya... lagian ini juga karena aku lagi kepingin" ucap ria.


"cih.... Btw, yang kau beli apaan zhaky? " ucap vinda.


"Ohh... ini hanya kue cream biasa... " ucap zhaky sambil menunjukan kotak kue nya.


"kalo kita makan disini terlalu ramai... apakah kita tidak bisa makan di tempat yang agak sepi dan santai?? " ucap ria.


"kalo itu masalahnya aku tahu tempat yang menarik" ucap zhaky.


zhaky lalu membawa mereka bertiga menuju ke tenggara dan sampailah pada sebuah danau di tempat yang terpencil di bagian tenggara dari benua timur kota abiusya.


"wah.... tempat ini... sungguh.... gile banget!!!" ucap vinda, ria, dan dian yang merasa takjub dengan pemandangan asri dari danau yang dikelilingi oleh hutan yang rimbun.


"tempat ini berjarak 17,5 KM dari pasar yang tadi" ucap vinda menggunakan bahasa lain.


"berapa lama waktu yang kita pakai untuk kesini? " ucap dian kepada vinda menggunakan bahasa lain.


"ehmm... sekitar 15-20 menit kayaknya" ucap vinda dengan bahasa lain.


"zhaky, darimana kau tahu ada tempat menakjubkan ini disini?? ini bahkan tidak ada dalam peta" ucap ria kepada zhaky sambil melihat peta.


"Ohh.. jadi ini aku ketahui saat hendak berburu burung api di hutan dekat danau ini" ucap zhaky.


"burung api?? " tanya ria.


"yah... bulu burung ini dapat digunakan untuk membuat barier pelindung api, dan dagingnya dapat membuat stamina serta energi dalam tubuh bergejolak... juga katanya jika kita makan dagingnya maka banyak lawan jenis yang akan tertarik dengan kita, yah... kalo itu aku juga gak tahu sihh... haha" ucap zhaky.


"dian, bukankah itu.... " ucap vinda.


"yah, benar sekali, itu semacam obat kuat" ucap dian.


"ehmm?? apa yang sedang kalian bicarakan?? " ucap zhaky dari depan.


"Ehh... tidak kok, bukan apa-apa!! " ucap dian dengan wajah yang agak memerah membuangkan wajahnya kearah samping.


"Ohh... iya, itu katanya dahulu ada dewa yang menghukum kota maksiat dengan api dari langit" ucap zhaky.


"Ohh... maksudmu meteor?? " ucap ria.


"meteor?? apa itu meteor? " ucap zhaky bingung sambil menggelar tikar.


"ahh.. lupakan saja... ngomong-ngomong, ayo kita makan kuenya" ucap ria sambil membawa kue di kotak besarnya.


"ahh.. ini enak banget, walaupun agak kuno cuman keantikan ini membuat rasanya menjadi sangat clasik dan premium" ucap ria sambil mengunyah roti panggang dan selai mix-beri.


"yah, kau benar... rasanya sangat clasik seperti abad ke-9" ucap dian.


"ria, jangan makan terlalu banyak... nanti gendut lhoo" ucap vinda.


"yah... lagian kan kalo ria punya Banyak lemak, lemaknya disimpan ke dadanya" ucap dian pelan sambil melirik ke arah dada ria.


"haa?! apa kau bilang!! " teriak vinda kesal.


"sudahlah... kalian jangan mengacaukan suasana" ucap ria.


"uhh, baiklah... " ucap vinda sambil menggigit kue yang ada di pegangannya.


[setelah acara makan kue]


"tempat ini sungguh indah... " ucap dian.


"yah... danau ini sangat sejuk, dan damai" ucap vinda.


"ahhh.... aku ga mau pulang ke penginapan guild!! " rengek ria.


zhaky hanya melirik dan memperhatikan mereka yang sedang asyik rebahan di rerumputan.


"kira-kira area danau ini berapa luasnya yah? " ucap ria.


"Hmm... kira-kira sekitar 1km²" ucap vinda sambil selonjoran.


"sepertinya hari sudah mulai senja, kita harus cepat kembali sebelum keburu malam" ucap zhaky.


"Ihhh... padahal aku masih mau disinii" rengek ria.


"benar kata zhaky, sepertinya kita harus cepat cepat kembali sebelum malam karena banyak monster yang berkeliaran" ucap dian.


[-]


mereka pun sampai di penginapan guild dan makan malam di bar malam guild.


"apakah vinda emang gak mau makan malam yahh? " ucap ria khawatir.


"bukankah sudah dia bilang kalau masih kenyang? " ucap dian sambil terus makan.


"uhh... " keluh ria sambil melanjutkan makan malamnya.


"aku selesai... ahh, kenyangnya... kalo gitu aku kembali ke atas duluan yahh" ucap zhaky.


"uhh, baiklah... kalo gitu aku mau tambah lagi Makananya!! " ucap ria sambil mengunyah makanannya.


di lantai atas tepatnya di dalam kamar penginapan guild, terlihat vinda sedang asyik duduk sambil membaca sebuah buku. tak lama pintu ruangan tersebut ada yang membukanya dari luar dan ternyata itu adalah zhaky, zhaky masuk dan menghampiri vinda secara diam diam di dalam kamar ruangannya.


"ini, aku mau mengembalikan buku ini kepadamu" ucap zhaky sambil menyodorkan sebuah buku.


"jadi, gimana? bagus ga? " tanya vinda sambil terus membaca buku yang ada di tangannya.


"aku tidak pernah melihat buku yang seperti ini... lukisan lukisan tersebut tampak sangat bagus" ucap zhaky.


"tentu saja, buku suci ini banyak mengandung ilmu yang tidak ada di dunia ini.. dewa penciptaan lah yang memberikan rahmatnya padaku" ucap vinda (dengan logat pendeta).


"jadi apakah aku boleh pinjam 'kitab suci' yang lainya? " ucap zhaky.


"baiklah... aku akan meminta kepada dewa penciptaan lanjutan dari buku ini" ucap vinda sambil membuka ruang penyimpananya dan mengeluarkan lanjutannya.


"ahh... terimakasih, aku tidak sabar ingin membaca 'kitab suci' ini" ucap zhaky.


"huh.... sudah berkali kali aku bilang kalo nama buku itu bukan 'kitab suci' tetapi 'manga doujinshi BL'" ucap vinda sambil melirik kearah zhaky.


"hehehehe... ya sudah, kalo gitu aku pamit duluu... " ucap zhaky sambil pergi meninggalkan ruangan.


"dasar... baru lagi dipinjami volume pertama udah kebawa nafsu sama dian kemarin malam" ucap vinda dengan wajah merahnya sambil membayangkan hal yang terjadi kemarin malam.


Disisi lain dian yang sedang berjalan kembali keatas tiba-tiba bersin tanpa sebab.


_______ map _______