
jalan jalan di kota abiusya ini masih terus berlanjut hingga matahari mulai mengeluarkan cahaya merahnya di ujung barat.
"sudah mulai senja, ayo kita makan malam bareng!" ucap ria.
"ok baiklah... ngomong-ngomong tempat makan yang enak disekitar sini ada dimana yah??" ucap dian.
"jika kalian tidak keberatan, aku mempunyai kenalan di sebuah restoran keluarga. aku akan mengantarkan kalian untuk makan malam disana" ucap zhaky dari belakang.
"oh.. benarkah?? wahh.... asyik!" ucap ria girang.
zhaky lalu memimpin mereka hingga ke suatu bangunan, mereka masuk dan terpesona dengan dekorasinya
"wah.... indah" ucap vinda dan ria.
"benarkan? aku sering mampir kemari untuk makan" ucap zhaky sambil berjalan masuk.
tak lama muncul seseorang wanita yang menyapa mereka, dian kaget dan bertanya tanya siapa wanita ini.
"zhaky! slamat datang... siapa mereka?" ucap wanita itu.
"ohh... tezy! aku datang, mereka adalah tamu-tamu guild dan aku sedang ditugaskan untuk menjaga mereka selagi berkeliling" ucap zhaky.
"ohoh, maafkan aku.... namaku adalah tezycilia aku adalah pemilik dari restoran ini" ucap ia.
"jadi? apa yang membawa kalian kesini?" ucap tezycilia.
"mereka semua ingin makan malam, jadi aku membawa mereka kesini" ucap zhaky.
"baiklah, kalau begitu akan aku masakan sesuatu" ucap tezycilia sambil masuk ke dalam.
"ayo kita masuk juga" ucap zhaky.
"apakah kau tidak merasa aneh? seharusnya yang memasak di restoran adalah koki atau juru masak... kenapa pemilik tempat malah repot memasak?" ucap vinda berbisik (dengan bahasa yang berbeda).
"kau benar, ada yang aneh disini" sahut dian (menggunakan bahasa lain)
"aku tidak sadar ini adalah restoran, soalnya didepan pintu tidak ada tanda apapun... lagian bangku bangkunya juga tidak ada" ucap ria (menggunakan bahasa lain).
"apa jangan-jangan........"
"dasar bodoh.... cowo macam apa yang tidak peka terhadap perasaan cewe!" ucap vinda (dalam bahasa lain).
"ahahahaha...... kenapa di isekai ketololan manusia tentang kepekaan perasaan selalu saja sama.." ucap ria (pakai bahasa lain).
"kalian ini... mangkanya jadi cewe itu jangan malu sama perasaan sendiri, kan cowo jadi gapaham" ucap dian (pakai bahasa lain) sambil membela kaum cowo.
"haa!? apa-apaan itu kala-.."
"sudah-sudah.... ayo kita duduk dan makan dahulu" ucap ria sambil menarik dan melerai vinda dan dian.
"uhh... baiklah" ucap vinda.
"makananya sudah siap!" ucap tezycilia dari dalam sambil membawa satu telenan besar makanan ke ruangan.
"wahh... wangi nya enak... ehmm.. wangi..." ucap ria sambil mengendus ngendus kearah telenan tersebut.
"baiklah, silahkan disantap" ucap tezycilia.
"wahh! enak banget! nyam..." ucap ria dengan semangat memakan makanan tersebut.
"wah... benar!" ucap vinda membenarkan.
"benarkan?! masakan tezycilia emang yang paling terbaik!" ucap zhaky sambil memakan beberapa potong daging.
"dasar bodoh.. " pikir mereka.
[-]
"uwah....aku kenyang banget!" ucap ria sambil memegang perutnya.
"aku dari tadi bertanya-tanya... kayu apa yang kalian bawa itu dari tadi?" ucap tezy sambil melirik kearah kayu yang dibawa dian tadi.
"oh? ini... mereka dengan anehnya membeli kayu ini dengan harga 10 keping emas, aku tidak tahu apa bagusnya dari kayu tua dan rongsokan ini..." ucap zhaky dengan kesal.
(note : menurut kamus besar bahasa isekai, kata 'aneh' yang digunakan zhaky untuk para 3 sekawan adalah kata halus dari bodoh, jadi seperti ngegosip atau ngomongin orang langsung dimuka orangnya tapi dengan bahasa yang tidak kasar atau demagenya itu lebih tumpul dari kata 'bodoh' biasanya)
"tidak.... aku merasa kayu itu ada yang berbeda..." ucap tezy.
"yah... aku tidak yakin kenapa tapi seperti ada yang berbeda" ucap tezy.
setelah mendengar perkataan tezicilia, dian dan yang lainya merasa ada yang janggal. hanya mereka yang mempunyai kekuatan tinggi atau yang diberkahi lah yang dapat melihat kejanggalan pada tongkat tersebut.
"aku tidak menyangka akan berjumpa dengan orang yang diberkahi disini" ucap dian (pakai bahasa lain).
"yah... aku juga tidak bisa menduganya, walaupun awalnya aku sudah memperkirakanya namun hal itu aku pikir tidak akan langsung kita temukan" ucap vinda (pakai bahasa lain).
"hahaha... permainan waktu yang singkat" ucap ria (pakai bahasa lain).
[xxxxxxxxxxxx]
setelah selesai makan, mereka membayar lalu pulang kembali ke guild.
"baiklah... kami permisi dulu!" ucap zhaky pergi sambil melambaikan tanganya.
"uhh.... hari yang sangat melelahkan" ucap vinda sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.
"yah... emang sih capek, cuman aku merasa senang hari ini..." ucap ria bahagia.
"yah.. itu untuk hari ini, kita tidak akan tahu masalah baru apa yang akan terjadi besok" ucap dian sambil duduk di kursi dekat jendela.
"baiklah, kalo gitu aku akan mengganti pakaian kita" ucap vinda.
sambil menjulurkan tanganya, vinda membuka ruang penyimpananya lalu menukar pakaian semua orang.
"yah... walaupun aku pengen nya mandi sihh.." ucap ria merengek sambil nenepuk nepuk bantal.
"ngomong-ngomong soal tezycilia tadi, apakah dia adalah orang yang diberkati? ataukah ia memiliki kekuatan yang dahsyat? ataukah di-..."
"ga usah repot dipikirin vinda.... yang penting kita bisa bersenang senang di dunia ini saja sudah cukup" ucap ria.
"yah.... kalau kita mati apa yang mau kita senang senangin!" ucap vinda.
"cih... lagiankan kita semua emang seharusnya sudah mati..." ucap dian menggoda vinda.
"kau lagi! kalau begitu kenapa kita bisa mendapatkan kekuatan seperti dewa begini?!" teriak vinda.
"entahlah, aku juga merasa kurang paham...." ucap dian.
"apa yah yang terjadi kalau seandainya kita mati lagi?" tanya ria.
sontak pertanyaan ria membuat vinda dan dian terdiam dan merenungkan hal hal yang terjadi maupun yang akan terjadi.
[-]
"zhaky! coba jelaskan kejadian yang aneh atau terasa mengganjal bagimu seharian ini! ceritakanlah kepadaku!" ucap sang nenek sylkia.
"baiklah nyonya besar!" ucap zhaky.
"nyonya besar, mereka membeli tongkat usang dengan harga 10 keping emas. lalu mereka juga sering berdebat atau berbisik bisik menggunakan bahasa asing yang tidak saya mengerti, yang paling mengejutkan saya adalah di dalam sekantong kecil mereka memiliki lebih dari 100.000 keping emas!" ucap zhaky menjelaskan.
"apa! tidak mungkin! bahkan untuk orang paling kaya sekalipun... ini tidak dapat dipercaya, jumlahnya melebihi bahkan 10 kali lipat dari kekayaan kerajaan besar abiusya ini!" kaget para asisten yang ikut mendengar cerita zhaky.
"aku merasa mereka adalah ancaman bagi seluruh dunia!" ucap sang nenek terkejut.
"baiklah, kau sekaramg boleh pergi... kerja bagus zhaky!" ucap sang nenek.
setelah itu zhaky langsung pergi keluar dari ruangan tersebut.
"apa yang akan kita lakukan nyonya?!" ucap para asisten.
"aku mempunyai beberapa ide... baiklah, bantulah aku mewujudkan ide ini!" ucap sang nenek.
[>]
[ENSIKLOPEDIA BAHASA ISEKAI]
kata nyonya pada sebutan diatas terbagi atas beberapa tingkatan,
untuk nenek (tetua guild) tersebut kata nyonya yang dipakai adalah kata nyonya besar yaitu tingkatanya berada diatas tingkatan nyonya yang lain, sedangkan untuk vinda dan ria kata nyonya yang digunakan adalah kata umum yang tingkatanya berada diatas para pelayan.
untuk tingkatan yang paling tinggi adalah sebutan nyonya untuk ratu kerajaan saja.