Stuck Between Two Worlds

Stuck Between Two Worlds
pasukan kerajaan abiusya



pagi ini seperti biasa mereka bangun pagi dan bersiap untuk kembali membangun dungeon bawah tanah, namun tidak seperti biasanya hari ini dian merasa tidak enak badan. dian merasa perutnya agak ngilu dan sakit, kepalanya pening, dan serasa mual ingin muntah.


"uhh... apakah aku memakan makanan yang salah tadi malam? " ucap dian dalam hati sambil memegangi perutnya.


"dian, apa kau tidak enak badan? " tanya ria.


"yah... begitulah " ucap dian.


"kalau begitu istirahat lah, aku akan buatkan obat untuk itu nanti" ucap vinda dari belakang ria.


"uhh... ada apa? bukannya kita hari ini akan mencoba lantai terakhir dungeon? " ucap zhaky.


" dian sedang tidak enak badan, jadinya kita tunda saja dulu" ucap vinda.


"baiklah... " ucap zhaky sambil memperhatikan dian yang sedang berbaring lemas.


tiba tiba dian lari menjauh dan memuntahkan isi lambungnya di balik pohon.


"ada apa! " teriak zhaky bingung.


"apakah dia salah makan tadi malam? " ucap ria.


"tunggu... ada yang aneh.. " ucap vinda sambil melihat kondisi dan gejala yang dialami dian menggunakan sedikit kekuatan pada mata batinnya.


vinda terkejut melihat sesuatu yang ada pada tubuh dian, ia melihat aliran kekuatan baru yang tidak normal di dalam perutnya.


terdengar suara gemuruh dari kejahuan seperti sesuatu yang akan datang menghampiri mereka, tak lama tampak segerombolan pasukan berkuda yang datang menghampiri dan ternyata itu adalah pasukan kerajaan.


"mengapa ada pasukan kerajaan disini? " ucap ria.


"semuanya ayo lari! " teriak zhaky sambil bergegas untuk lari.


"kenapa? mereka hanya pasukan kerajaan biasa? " ucap vinda bingung.


"nanti saja penjelasannya, yang penting ayo kita pergi dulu! " teriak zhaky.


"bagaimana dengan dian? " teriak ria.


"aku akan membantunya, yang penting kita harus bisa melarikan diri dulu! " teriak zhaky sambil menggendong dian dan berlari sekuat tenaga.


"terserah lah, yang penting aku tidak mau direpotkan!!" teriak vinda sambil ikut berlari.


"jadi, kenapa mereka mengejar kita? " ucap ria yang ikut berlari disamping.


"mereka para penguasa kerajaan terobsesi dengan keabadian, dan kalian para penduduk peradaban kuno barat dipercaya bahwa rahmat dewi yang kalian dapatkan itu bisa membuat manusia hidup abadi" ucap zhaky menjelaskan sambil terus berlari.


"hidup abadi? apa maksudnya? dan cara dapatkan hidup abadi itu gimana? itu mustahil!! " teriak vinda.


"aku tidak tahu, tetapi darah kalian dapat membuat seseorang abadi jika meminumnya" ucap zhaky.


"itu mustahil! dan itu menjijikkan!! " teriak vinda.


"itulah yang tertulis dalam buku penelitian kuno tentang kalian" ucap zhaky.


"jadi, kalo kami seberharga itu kenapa nenek tua itu tidak menjual kami atau sebagainya? " ucap ria bingung.


"apakah maksudmu adalah tetua guild?? tetua guild berusaha melindungi kalian karena murni hutang leluhurnya dan jika kalian memberikan rahmat dewi kalian ke orang lain dengan cara memberikan darah kalian, maka kalian akan kehilangan seluruh kekuatan bahkan nyawa kalian!! " ucap zhaky menjelaskan.


"pantas saja para leluhur menjelaskan tentang ancaman pada kitab itu" ucap ria.


"yah... mungkin itulah alasanya"


[untuk kembali melihat terjemahan dari kitab kuno barat ada di chapter 4]


"uwekkk.... " terdengar suara mualan dian yang sedang ada di bahu zhaky.


"Arghh... jangan muntah di atasku!! " teriak zhaky sambil terus berlari.


"lewat sini!! " ucap vinda sambil berbelok kearah kanan dan melewati sela sela pohon bambu.


tak lama setelah melewati sela sela bambu vinda tiba tiba berhenti berlari.


"tunggu dulu, kenapa kau berhenti berlari !!" teriak zhaky cemas.


"tenanglah... " ucap vinda.


tak lama tampak segerombolan para prajurit kerajaan berlari lurus dan tampak menghiraukan mereka.


"loh?! kenapa mereka tidak melihat kita ada disini?? " ucap zhaky bingung.


"itu karena di sela bambu ini ada penghalang berupa ilusi yang dapat membuat pandangan sesuatu dibaliknya hilang atau tertutupi. " ucap vinda menjelaskan.


"ooh.... apakah itu seperti kaca satu arah yang sering ada di ruang interogasi polisi?? " ucap ria.


"yah... benar sekali, aku membuat versi yang. berbeda dengan tampilan proyeksi yang nyata" ucap vinda.


"apa maksudnya? " ucap zhaky.


"Ohh... tidak, tidak apa apa" ucap vinda.


"jadi, gimana itu si dian?? apakah sudah baik baik aja?? " ucap vinda sambil melihat dian yang ada di bahu gendongan zhaky.


"aku... merasa tidak baik baik aaja" ucap dian dengan ekspresi lesu merasa pusing dan ingin muntah.


"ayo kita berjalan ke arah sini, disana ada sebuah rumah kecil yang aku buat saat dian menciptakan lantai 35" ucap vinda sambil berjalan lurus ke belakang.


"baiklah..." ucap mereka sambil mengikuti vinda.


tak lama mereka sampai pada sebuah rumah besar yang tampak menyeramkan, rumah itu tampak tidak dapat dihuni.


vinda masuk dan berdiri tepat di tengah tengah rumah rusak itu, tak lama tampak lingkaran cahaya bergerak gerak membesar ke seluruh penjuru hingga menutupi area rumah itu.


tiba-tiba tampak kilatan cahaya dan seketika rumah angker tersebut tampak mewah seperti di dalam sebuah kastil kerajaan, mereka semua tampak kagum dengan perubahan itu.


"mau seberapa kali aku melihatnya ini tetap mengagumkan.... sebenarnya ini adalah hadiah untuk orang yang menyelesaikan dungeon, lokasi, serta cara memasuki tempat ini ada di dalam kebijaksanaan lingkaran malaikat pada hadiah lantai terakhir" ucap vinda sambil terus berjalan masuk.


"uhh... untuk marahnya aku tunda dulu... jadi, Kemana kita akan pergi..... aku sudah tidak tahan lagi.... uwekkk " ucap dian sambil terus menahan rasa ingin muntahnya di punggung zhaky.


"dasar kau ini... jangan mengeluarkan nya di atasku!! " ucap zhaky sambil terus menggendong dian.


tiba-tiba vinda berhenti di sebuah dinding dan mengulurkan tanganya, tak lama keluar lingkaran sihir dan membuka dinding tersebut menjadi pintu sebuah lorong.


mereka terus berjalan melalui lorong tersebut hingga memasuki sebuah ruangan, yaitu ruangan seperti laboratorium (atau disebut penelitian alkimia).


zhaky membaringkan tubuh dian pada kasur yang ada di ruangan tersebut, dan tak lama vinda langsung memeriksanya.


"aku memang bukan dokter, tapi tekanan urat nadi nya terasa sangat cepat!" ucap vinda.


"bukankah itu jelas? soalnya dia sedang hamil" ucap ria sambil melihat mereka bertiga.


"apa!!! " teriak mereka bertiga terkejut.


"ya kan? soalnya dia merasakan perut bagian bawahnya ngilu dan sakit, lalu dia pusing dan muntah, urat nadinya juga kencang, aku juga melihat ada energi baru pada perut nya. udah pasti Fix dia hamil" ucap ria menjelaskan dengan rasa tidak bersalah.


"Oh iya... ria kan lebih ahli di bidang biologi, kenapa aku bisa lupa tentang itu... " ucap vinda dalam hati.


"tunggu dulu, kenapa aku bisa hamil? kan aku laki-laki !!" teriak dian bingung.


"ehmm... tentang itu... " ucap vinda merasa bersalah.


[kejadian di penginapan guild setelah pulang dari danau yang ditujukan zhaky]


"Btw, kau dapat world item mana stone yahh? " tanya vinda kepada ria.


"yah... item ini bisa mengubah ketentuan awal dunia seperti menghilangkan sihir dari dunia ini, atau mengubah bentuk wajah atau kelamin seseorang yang pada dasarnya sudah diatur diawal sel" ucap ria menjelaskan.


"mengubah ketentuan dunia yah... kalo begitu, ayo kita lakukan eksperimen " ucap vinda dengan tawa jahatnya.