
Sudah hampir seminggu semenjak kejadian kencan indah tempo hari, kimmy tak menemukan sosok yang mempunyai gummy smile itu. Entah kemana, yg pasti dirinya dirundung rindu yg amat berat
Hari-hari yg biasa ia jalani dengan ceria, kini tak nampak lagi senyumnya.
Semuanya pudar bersamaan dengan hilangnya namja yg menjadi pujaan hatinya
Setiap pagi ia selalu menghampiri kelas sang senior atau bahkan menanyakan kepada teman-temannya.
Sudah menjadi rutinitas tiap harinya yg harus ditatap oleh manik-manik sinis mahasiswi lain termasuk senior setannya yg akan menjadi musuh seumur hidup untuk gadis blasteran Jepang ini.
Bisikan-bisikan ghaib yg ia dengar dari mulut-mulut jahannam para pemakai pembalut itu selalu ia abaikan. Toh, tak ada gunanya meladeni iblis yg selalu menggoda iman manusia
Yg dia fokuskan hanya kepada satu tujuan "Min Suga" yg beberapa hari ini hilang dari penglihatannya.
Seakan ditelan bumi, tak ada sama sekali kabar darinya
Rumahnya?
Mereka satu gedung apartemen tapi kimmy tak tau dia ada dimana, blok apa, lantai berapa. Bodoh memang, dia selalu merutuki dirinya karna menyesal hanya menjadi penguntit abal-abal, padahal bisa saja dia menguntitinya sampai kekandangnya sekalipun
Hal itu tak pernah terfikir oleh gadis yg tak diketahui asal-usulnya oleh Suga ini
Beberapa kali ia menghubungi Suga tak sekalipun ada jawaban, bahkan kini nomornya tidak bisa dihubungi
Dia khawatir, sungguh
Bukan main-main
Riana? perempuan cantik itu mengaku sedang ada urusan
3 hari yg lalu dia berpamitan pada adik kelasnya ini untuk mengikuti audisi diluar kota, sama halnya dengan Kimmy
Riana pun sangat mengkhawatirkan keadaan Suga. tapi apa boleh buat, keduanya tak bisa berbuat apa-apa
Riana hanya berpesan jika ada kabar dari Suga untuk segera menghubunginya
Sekedar memastikan namja tampan itu baik-baik saja, harapannya begitu.
Kaki putih tengah menumpu berat badannya
Tidak, ralat saja
Dia sedang duduk dibangku taman
Kedua kaki yg dibalut sneakers biru putih itu dihentak-hentakan di permukaan rumput
Pikirannya tengah kalang kabut mencari cara untuk menetralkan kondisinya kini
Nihil, semua yg ia lakukan sia-sia
Rasanya ingin berteriak kencang
Membuang emosi yg sudah tersulut lama
Dua bola mata itu tak sengaja menangkap objek emas ketika pandangannya lurus kearah depan
"Jhooooope"
Yg diteriaki malah asyik meneguk sprite favoritenya
"Jhooooppeee"
Lagi, teriakan cempreng itu mungkin akan membuat pengidap sakit gigi merasa seluruh giginya rontok akibat mendengar suara teriakan yg mengalahkan toa abang-abang tukang perabot
"heyy Jhope conge, aku disiniii"
Jhope yg merasa namanya tengah dikumandangkan hanya celingak-celinguk mencari sumbernya
Akhirnya dia melihat sosok itu, sosok yg mempunyai bakat yang sama
Yaitu berteriak keras dimanapun berada
Dilihatnya Kimmy yg tengah melambaikan kedua tangannya sebagai tanda agar Jhope menghampirinya
Segera laki-laki berambut dark brown itu menghampiri simanis Kimmy
"kau kemana saja? Aku tak melihatmu selama beberapa hari ini?"
Kimmy bertanya bersamaan kedua bokong mereka mendarat di bangku taman
"ah itu, aku baru pulang dari Spanyol habis liburan dengan mama papaku, sekalian menjenguk noonaku yg kuliah disana"
Masih asyik dengan botol sprite kosong yg digoyang-goyangkan, ia menjawab pertanyaan Kimmy dengan senyuman manis ala Jhope
Bukan karna suka, tapi Jhope memang mudah tersenyum tidak seperti si anak kucing itu
"apa dengan Suga?"
"hei ini acara keluargaku, lagipula mana mungkin Suga mau ikut pergi jauh dengan waktu yg cukup lama, dia lebih memnetingkan pekerjaannya dan kau harus tahu tidur adalah liburan terbaik baginya"
Kimmy masih menatap Jhope yg dengan polosnya meneguk botol kosong
"kalau begitu Kau tahu Suga kemana?"
Mendengar Kimmy yg bertanya dengan lirih, Jhope tersentak dan membuang botolnya beralih menghadap Kimmy dengan tatapan tanda tanya
"apa? Kenapa dengan Suga? Apa dia tidak masuk kuliah hari ini?"
"bukan hanya hari ini, tapi sudah seminggu dia tidak masuk dan tak ada kabar sama sekali"
"MWO?"
"apa kau tidak tahu?"
Jhope menggeleng
"kau kan sahabatnya, kenapa tidak tahu?"
"noona dengarkan, tidak semua tentang Suga aku ketahui, kita tidak satu rumah
Lagipula selama aku di Spanyol, aku tidak sekalipun menghubunginya
Aku terlalu sibuk dengan liburanku"
Kimmy menghentakkan tubuhnya bersamaan dengan kedua tangan yg ia lipat didada, bibirnya mengerucut lucu
Kakinya tak mau diam untuk terus menginjak injak rumput tak berdosa dengan kasar
"eh hei kau kenapa?"
Jhope mengerutkan dahinya ketika melihat mata kimmy yg mulai berkaca-kaca
Sepertinya anak ini merindukan Suga
Batinnya
"yasudah jangan sedih, nanti kubantu mencari kabar Suga"
"jangan sok tahu kau, aku tidak sedih"
Jhope terkekeh pelan, dia mengaku tidak bersedih tapi telapak tangannya mengusap pipinya yg tiba-tiba sudah basah
"aku janji"
"janji apa?"
"temui Suga"
"tidak perlu"
"yakin?"
Kimmy mulai menoleh menatap Jhope
"kau yakin?"
Kimmy kemudian tersenyum
Alis jhope naik turun
..........
Cklek
Laki-laki manis yg tengah telungkup disisi ranjang itu menoleh kearah pintu
Kedua mata mereka sudah bertemu
Tapi tak ada senyum berkembang sama sekali
"bagaimana keadaan eomma?"
"masih buruk"
Namja yg baru datang itu meletakkan kantong plastik diatas nakas
"aku membawakanmu makanan
Makanlah kau sudah kehilangan berat badanmu beberapa hari ini"
Suga melirik namja yg tengah berdiri disampingnya menatap wanita yg tengah terbaring lemah dengan perlatan medis yg menopang hidupnya
Suga ingat betul selama seminggu lebih ini hanya ia habiskan dirumah sakit menjaga eommanya yg koma, karna kejadian hari itu
Sangat jarang sekali pulang
Ia bahkan sudah jarang mandi, karna hawa dingin juga, Suga tidak suka
Makan pun bisa dihitung jari selama berhari-hari ia dirumah sakit
Ia hanya makan nasi sekali saja itupun sudah 5 hari yg lalu, ia hanya minum air putih dan sesekali makan roti itupun hanya separuh
Selebihnya ia abaikan rasa laparnya
Karna mulutnya tak bisa terbuka untuk menelan makanan sedikitpun mengingat eommanya yg tengah kritis memperjuangkan hidupnya
Sungguh Suga sangat terpukul
Hari-harinya ia habiskan menangis disamping tubuh lemah itu
"terima kasih kook"
Senyuman suga berikan kepada Jungkook
"ak- aku hanya tidak mau kau sakit, jika kau sakit siapa yg akan menjaga eomma? Sedangkan aku harus sekolah"
Suga faham betul adiknya ini terlalu gengsi untuk sekedar mengatakan "aku khawatir padamu"
Tapi walaupun begitu, suga sedikit menghangat dengan perhatian Jungkook yg mungkin bisa dikatakan hanya bisa ia temui seumur hidup sekali
"kau tak perlu khawatir, aku tak akan sakit, walaupun aku sakit aku akan tetap menjaga eomma"
Suga beranjak dari tempat duduknya
Melenggang pergi
"Yoongi, kau mau kemana?"
Suga menghentikan langkahnya
"aku ingin keluar sebentar, kau tolong jaga dulu eomma aku akan segera kembali"
.......
Suga kini telah berada disudut lorong rumah sakit, sepi, hanya ada beberapa suster yg berlalu membawa peralatan rumah sakit
Suga sendiri meratapi nasibnya yg begitu malang
Ia mengingat kejadian malam itu, malam yg hampir merenggut nyawa ibunya
Sampai saat ini ia membenci laki-laki yg dinobatkan sebagai kepala rumah tangga itu.
bagi Suga, dia adalah iblis yg bertugas menghancurkan kehidupannya
Suga benci memanggilnya
Jika hukum alam tak memiliki yg namanya dosa
Jelas Suga akan menghabisi nyawa ayahnya malam itu juga sebagai balasan atas kebiadaban yg dilakukannya
Sungguh tak akan ada yg percaya
Seorang pria yg selalu memperlakukan istri dan anak-anaknya dengan begitu manis berubah menjadi monster mengerikan yang menerkam istrinya sendiri
Air mata itu jatuh tanpa sopan
Dengan sialannya Suga harus mengakui bahwa ia rapuh saat ini
Dirinya yg begitu kuat, terlihat dari rahangnya yg tegas Kini tak menampakan bahwa ia laki-laki tanpa beban
Bahkan kini tenaganya hampir habis digerogoti duka yg amat dalam
Tubuh yg semula kekar, tegak dengan mata tajamnya
Kini melemah, berjalan saja ia hampir hampir ambruk dengan mata yg semakin hari semakin sayu dan sembab karna didalamnya begitu banyak air mata yg balapan ingin keluar
Ia hanya takut kehilangan seorang bidadari
Dan untuk kesekian kalinya ia harus berperang dengan sebuah ketakutan
Suga memegang kepalanya yg terasa sakit, terasa ingin meledak saja
Ia hampir limbung jika tangannya tidak bergerak menopang pada dinding.
Suga terus mencoba untuk berjalan keruang rawat ibunya
Tubuhnya sangat lemas
Kakinya gemetar
Efek dari lambungnya yg tidak terisi makanan sama sekali 2 hari ini
Suga tak dapat menahan kakinya yg lemas, perutnya terasa sakit luar biasa
dengan sensasi mual yg menjalar kerongkongannya
Tak dapat ditahan, air matanya turun deras bersamaan dengan darah yg keluar dari mulutnya
Ia menyerah, maafkan atas kesombongan seorang Suga yg mengaku dirinya tak pernah lemah
Sangat lemas, tanpa tenaga hingga
Badannya hampir luruh
Namun sebuah tangan menangkapnya hingga tubuh yg semula hampir menghantam lantai rumah sakit yg dingin
Tertahan oleh tangan malaikat itu
Pandangan Suga buram
Ia tetap tak dapat menahan kelemahannya
Ia tetap ambruk
Untuk kesekian kalinya
Ia mengaku menyerah, selamat tinggal dunia yg kejam