Stay Gold (Miwaku Tekina Moon Light)

Stay Gold (Miwaku Tekina Moon Light)
Stay gold bab 9



Sudah hampir seminggu semenjak kejadian kencan indah tempo hari, kimmy tak menemukan sosok yang mempunyai gummy smile itu. Entah kemana, yg pasti dirinya dirundung rindu yg amat berat


Hari-hari yg biasa ia jalani dengan ceria, kini tak nampak lagi senyumnya.


Semuanya pudar bersamaan dengan hilangnya namja yg menjadi pujaan hatinya


Setiap pagi ia selalu menghampiri kelas sang senior atau bahkan menanyakan kepada teman-temannya.


Sudah menjadi rutinitas tiap harinya yg harus ditatap oleh manik-manik sinis mahasiswi lain termasuk senior setannya yg akan menjadi musuh seumur hidup untuk gadis blasteran Jepang ini.


Bisikan-bisikan ghaib yg ia dengar dari mulut-mulut jahannam para pemakai pembalut itu selalu ia abaikan. Toh, tak ada gunanya meladeni iblis yg selalu menggoda iman manusia


Yg dia fokuskan hanya kepada satu tujuan "Min Suga" yg beberapa hari ini hilang dari penglihatannya.


Seakan ditelan bumi, tak ada sama sekali kabar darinya


Rumahnya?


Mereka satu gedung apartemen tapi kimmy tak tau dia ada dimana, blok apa, lantai berapa. Bodoh memang, dia selalu merutuki dirinya karna menyesal hanya menjadi penguntit abal-abal, padahal bisa saja dia menguntitinya sampai kekandangnya sekalipun


Hal itu tak pernah terfikir oleh gadis yg tak diketahui asal-usulnya oleh Suga ini


Beberapa kali ia menghubungi Suga tak sekalipun ada jawaban, bahkan kini nomornya tidak bisa dihubungi


Dia khawatir, sungguh


Bukan main-main


Riana? perempuan cantik itu mengaku sedang ada urusan


3 hari yg lalu dia berpamitan pada adik kelasnya ini untuk mengikuti audisi diluar kota, sama halnya dengan Kimmy


Riana pun sangat mengkhawatirkan keadaan Suga. tapi apa boleh buat, keduanya tak bisa berbuat apa-apa


Riana hanya berpesan jika ada kabar dari Suga untuk segera menghubunginya


Sekedar memastikan namja tampan itu baik-baik saja, harapannya begitu.


Kaki putih tengah menumpu berat badannya


Tidak, ralat saja


Dia sedang duduk dibangku taman


Kedua kaki yg dibalut sneakers biru putih itu dihentak-hentakan di permukaan rumput


Pikirannya tengah kalang kabut mencari cara untuk menetralkan kondisinya kini


Nihil, semua yg ia lakukan sia-sia


Rasanya ingin berteriak kencang


Membuang emosi yg sudah tersulut lama


Dua bola mata itu tak sengaja menangkap objek emas ketika pandangannya lurus kearah depan


"Jhooooope"


Yg diteriaki malah asyik meneguk sprite favoritenya


"Jhooooppeee"


Lagi, teriakan cempreng itu mungkin akan membuat pengidap sakit gigi merasa seluruh giginya rontok akibat mendengar suara teriakan yg mengalahkan toa abang-abang tukang perabot


"heyy Jhope conge, aku disiniii"


Jhope yg merasa namanya tengah dikumandangkan hanya celingak-celinguk mencari sumbernya


Akhirnya dia melihat sosok itu, sosok yg mempunyai bakat yang sama


Yaitu berteriak keras dimanapun berada


Dilihatnya Kimmy yg tengah melambaikan kedua tangannya sebagai tanda agar Jhope menghampirinya


Segera laki-laki berambut dark brown itu menghampiri simanis Kimmy


"kau kemana saja? Aku tak melihatmu selama beberapa hari ini?"


Kimmy bertanya bersamaan kedua bokong mereka mendarat di bangku taman


"ah itu, aku baru pulang dari Spanyol habis liburan dengan mama papaku, sekalian menjenguk noonaku yg kuliah disana"


Masih asyik dengan botol sprite kosong yg digoyang-goyangkan, ia menjawab pertanyaan Kimmy dengan senyuman manis ala Jhope


Bukan karna suka, tapi Jhope memang mudah tersenyum tidak seperti si anak kucing itu


"apa dengan Suga?"


"hei ini acara keluargaku, lagipula mana mungkin Suga mau ikut pergi jauh dengan waktu yg cukup lama, dia lebih memnetingkan pekerjaannya dan kau harus tahu tidur adalah liburan terbaik baginya"


Kimmy masih menatap Jhope yg dengan polosnya meneguk botol kosong


"kalau begitu Kau tahu Suga kemana?"


Mendengar Kimmy yg bertanya dengan lirih, Jhope tersentak dan membuang botolnya beralih menghadap Kimmy dengan tatapan tanda tanya


"apa? Kenapa dengan Suga? Apa dia tidak masuk kuliah hari ini?"


"bukan hanya hari ini, tapi sudah seminggu dia tidak masuk dan tak ada kabar sama sekali"


"MWO?"


"apa kau tidak tahu?"


Jhope menggeleng


"kau kan sahabatnya, kenapa tidak tahu?"


"noona dengarkan, tidak semua tentang Suga aku ketahui, kita tidak satu rumah


Lagipula selama aku di Spanyol, aku tidak sekalipun menghubunginya


Aku terlalu sibuk dengan liburanku"


Kimmy menghentakkan tubuhnya bersamaan dengan kedua tangan yg ia lipat didada, bibirnya mengerucut lucu


Kakinya tak mau diam untuk terus menginjak injak rumput tak berdosa dengan kasar


"eh hei kau kenapa?"


Jhope mengerutkan dahinya ketika melihat mata kimmy yg mulai berkaca-kaca


Sepertinya anak ini merindukan Suga


Batinnya


"yasudah jangan sedih, nanti kubantu mencari kabar Suga"


"jangan sok tahu kau, aku tidak sedih"


Jhope terkekeh pelan, dia mengaku tidak bersedih tapi telapak tangannya mengusap pipinya yg tiba-tiba sudah basah


"aku janji"


"janji apa?"


"temui Suga"


"tidak perlu"


"yakin?"


Kimmy mulai menoleh menatap Jhope


"kau yakin?"


Kimmy kemudian tersenyum


Alis jhope naik turun


..........


Cklek


Laki-laki manis yg tengah telungkup disisi ranjang itu menoleh kearah pintu


Kedua mata mereka sudah bertemu


Tapi tak ada senyum berkembang sama sekali


"bagaimana keadaan eomma?"


"masih buruk"


Namja yg baru datang itu meletakkan kantong plastik diatas nakas


"aku membawakanmu makanan


Makanlah kau sudah kehilangan berat badanmu beberapa hari ini"


Suga melirik namja yg tengah berdiri disampingnya menatap wanita yg tengah terbaring lemah dengan perlatan medis yg menopang hidupnya


Suga ingat betul selama seminggu lebih ini hanya ia habiskan dirumah sakit menjaga eommanya yg koma, karna kejadian hari itu


Sangat jarang sekali pulang


Ia bahkan sudah jarang mandi, karna hawa dingin juga, Suga tidak suka


Makan pun bisa dihitung jari selama berhari-hari ia dirumah sakit


Ia hanya makan nasi sekali saja itupun sudah 5 hari yg lalu, ia hanya minum air putih dan sesekali makan roti itupun hanya separuh


Selebihnya ia abaikan rasa laparnya


Karna mulutnya tak bisa terbuka untuk menelan makanan sedikitpun mengingat eommanya yg tengah kritis memperjuangkan hidupnya


Sungguh Suga sangat terpukul


Hari-harinya ia habiskan menangis disamping tubuh lemah itu


"terima kasih kook"


Senyuman suga berikan kepada Jungkook


"ak- aku hanya tidak mau kau sakit, jika kau sakit siapa yg akan menjaga eomma? Sedangkan aku harus sekolah"


Suga faham betul adiknya ini terlalu gengsi untuk sekedar mengatakan "aku khawatir padamu"


Tapi walaupun begitu, suga sedikit menghangat dengan perhatian Jungkook yg mungkin bisa dikatakan hanya bisa ia temui seumur hidup sekali


"kau tak perlu khawatir, aku tak akan sakit, walaupun aku sakit aku akan tetap menjaga eomma"


Suga beranjak dari tempat duduknya


Melenggang pergi


"Yoongi, kau mau kemana?"


Suga menghentikan langkahnya


"aku ingin keluar sebentar, kau tolong jaga dulu eomma aku akan segera kembali"


.......


Suga kini telah berada disudut lorong rumah sakit, sepi, hanya ada beberapa suster yg berlalu membawa peralatan rumah sakit


Suga sendiri meratapi nasibnya yg begitu malang


Ia mengingat kejadian malam itu, malam yg hampir merenggut nyawa ibunya


Sampai saat ini ia membenci laki-laki yg dinobatkan sebagai kepala rumah tangga itu.


bagi Suga, dia adalah iblis yg bertugas menghancurkan kehidupannya


Suga benci memanggilnya


Jika hukum alam tak memiliki yg namanya dosa


Jelas Suga akan menghabisi nyawa ayahnya malam itu juga sebagai balasan atas kebiadaban yg dilakukannya


Sungguh tak akan ada yg percaya


Seorang pria yg selalu memperlakukan istri dan anak-anaknya dengan begitu manis berubah menjadi monster mengerikan yang menerkam istrinya sendiri


Air mata itu jatuh tanpa sopan


Dengan sialannya Suga harus mengakui bahwa ia rapuh saat ini


Dirinya yg begitu kuat, terlihat dari rahangnya yg tegas Kini tak menampakan bahwa ia laki-laki tanpa beban


Bahkan kini tenaganya hampir habis digerogoti duka yg amat dalam


Tubuh yg semula kekar, tegak dengan mata tajamnya


Kini melemah, berjalan saja ia hampir hampir ambruk dengan mata yg semakin hari semakin sayu dan sembab karna didalamnya begitu banyak air mata yg balapan ingin keluar


Ia hanya takut kehilangan seorang bidadari


Dan untuk kesekian kalinya ia harus berperang dengan sebuah ketakutan


Suga memegang kepalanya yg terasa sakit, terasa ingin meledak saja


Ia hampir limbung jika tangannya tidak bergerak menopang pada dinding.


Suga terus mencoba untuk berjalan keruang rawat ibunya


Tubuhnya sangat lemas


Kakinya gemetar


Efek dari lambungnya yg tidak terisi makanan sama sekali 2 hari ini


Suga tak dapat menahan kakinya yg lemas, perutnya terasa sakit luar biasa


dengan sensasi mual yg menjalar kerongkongannya


Tak dapat ditahan, air matanya turun deras bersamaan dengan darah yg keluar dari mulutnya


Ia menyerah, maafkan atas kesombongan seorang Suga yg mengaku dirinya tak pernah lemah


Sangat lemas, tanpa tenaga hingga


Badannya hampir luruh


Namun sebuah tangan menangkapnya hingga tubuh yg semula hampir menghantam lantai rumah sakit yg dingin


Tertahan oleh tangan malaikat itu


Pandangan Suga buram


Ia tetap tak dapat menahan kelemahannya


Ia tetap ambruk


Untuk kesekian kalinya


Ia mengaku menyerah, selamat tinggal dunia yg kejam