Stay Gold (Miwaku Tekina Moon Light)

Stay Gold (Miwaku Tekina Moon Light)
Stay gold bab 13



Brak..


"Bibiiii..... "


Kim See Kye yang kala itu tengah duduk santai sambil menonton tv dibuat kaget


Pasalnya suara pintu yang dibuka tanpa perasaan dan suara teriakan lantang anak tunggalnya itu membuatnya terlonjak dan hampir tersedak teh hangat yang disesapnya


Mommy Kimmy merasa kesal kemudian menjewer telinga anaknya itu membuat Kimmy semakin berteriak karena kesakitan


"aww aigooo.. Appo appo yak, mommy please stop, it hurts so much"


"you really a bad kid, making me almost choke. you deserve this" mommy Kimmy tetap menjewer dan menariknya menuju kedalam rumah


"Daddyyy.... Help me.. Daddy save me"


Bagaikan superman sang Daddy datang dan melerai pertikaian anak dan ibunya ini


"daddyy.. Mommy jahat"


"mengadu saja terus"


Kimmy langsung menghambur memeluk tuan Tyson selaku ayahnya ini meminta pertolongan padanya


"kenapa ini? Ada apa ha? " tanyanya lembut


"anakmu itu lho, datang-datang sudah bikin ulah, dia membuka pintu dengan keras dan membuatku hampir tersedak karena teriakannya"


"sudah-sudah chagi, kasian anak kita ini telinganya sampai memerah begini, kalau telinganya putus bagaimana? "


Kimmy semakin memeluk dengan erat dan sesekali mendusel didada bidang sang Daddy


Anak manjanya daddy


Mommy Kimmy hanya mendengus sebal, bukan berarti dia jahat


Mommy Kimmy sangat baik dan menyayanginya tetapi satu hal yg dia tidak suka, ibunya ini tidak suka suara bising


Tapi malah anaknya mempunyai bakat yang tidak biasa itu, entah menurun dari siapa, Kimmy memang cerewet, suka teriak-teriak, jahil, keras kepala namun dia juga pemberani dan mempunyai keahlian yang luar biasa diluar nalar


Omong-omong ini hari adalah hari libur mommy dan daddy Kimmy, jadinya mereka ada dirumah tapi tak berniat pergi kemana-mana


"oh ya, Bibi eun kemana mom? "


Pelukannya kini telah terlepas dan beralih ketempat dimana bibi Yoo Eun bersemayam, dapur.


Namun belum sempat melangkah dua kali bibi Yoo Eun datang dari dapur membawa segelas kopi pesanan tuan Tyson


Mommy dan Daddy Kimmy sudah duduk diruang tengah


"bibi bibi"


"tidak usah teriak teriak Kim"


Peringatan Mommy Kimmy tak kalah berisik darinya


Namun tetap diabaikan


"bibi, apa bibi tidak tau kalau Taehyung sering dibully di kampus? "


Bibi Yoo Eun mematung dengan nampan kosong dikedua tangannya


"Dibully? "


"iya"


Bibi Yoo Eun hanya diam dan menggeleng kecil kemudian mengelihkan pandangan ke arah lain


"apa yang kau katakan barusan Kim? Taehyung dibully bagaimana bisa?


Kurang ajar ya anak-anak itu"


Kedua orang tua Kimmy pun sama terkejutnya dengan bibi Yoo Eun


tak menyangka akan hal tersebut


"iya Mom, bahkan dia sering disuruh mengerjakan tugas teman-temannya yang laknat itu. Tadi saja dia hampir disiksa temannya jika saja aku tak datang. Mom aku tidak tega melihat Tae seperti itu"


Bagaikan diiris pisau hati Yoo Eun merasa perih mendengar penuturan anak majikannya ini


Ia baru menyadari hal ini, pantas Taehyung sering tidur larut malam kadang sampai pagi buta ia mengerjakan tugas kuliah, padahal itu semua milik temannya yang memperkuda Taehyung tanpa perasaan.


Hatinya semakin sakit mengingat kejadian malam itu ketika ia menemukan Taehyung yang menangis.


Yoo Eun berfikir selama ini anak sulungnya baik-baik saja selama masa kuliah, namun malah berbanding terbalik. Taehyung memang pendiam tak pernah mau menceritakan keluh kesahnya sekalipun pada Yoo Eun, ibu kandungnya sendiri


Air mata Yoo Eun semakin naik di pelupuk matanya meminta sang pemilik netra untuk meluncurkan bulir bening kesakitan itu


Yoo Eun tak mau majikannya sampai tahu bahwa ia menangis, ia semakin tak kuat menahan air matanya


Jadinya ia pamit kebelakang untuk menangis


"mom, dad? "


Kimmy tak tahu harus berbuat apa? Apa dia salah mengatakan yang sebenarnya pada Bibi Yoo Eun


"tak apa, Bibi berhak tau masalah anaknya itu nak, dia ibunya"


Lagi lagi hanya ayahnya yang menenangkannya ditengah rasa bersalahnya dan pandangan ibunya yang seakan tengah menertawakan mimik muka Kimmy yang meringis karena merasa bersalah


Tuan Tyson memang bersifat lembut pada siapa saja termasuk keluarganya


Ia penyabar dan pengalah, hal itu yang membuat Kim See Kye jatuh cinta pada laki-laki keturunan Jepang ini.


"bibi"


Yoo Eun dengan sigap menyeka air matanya dan berpura-pura tersenyum untuk menandakan bahwa ia baik-baik saja


"maafkan aku" Bagaikan kepada ibu sendiri Kimmy memeluk bibi Yoo Eun tanpa ragu


"eh, tidak apa-apa Kim, kau tidak salah"


Ia balas memeluk


"bibi percaya Taehyung itu kuat, ia pasti bisa melewati semuanya"


"aku janji, aku akan menjaga Tae dan melawan para dajjal yang menyakiti Taetae"


Yoo Eun sadar bahwa ia tidak punya apa-apa untuk dibanggakan. Namun ia punya anak-anak yang sangat dia sayangi termasuk Taehyung yang selalu membanggakan karena segudang prestasinya. Ia sangat sadar bahwa Taehyung tak pantas untuk kuliah dikampus elite itu karena ia berasal dari keluarga yang kurang mampu, hanya karena bantuan beasiswa, harapannya hanya ingin anaknya menjadi orang sukses tak seperti dirinya.


harapan itu terwujud, dan membuat Yoo Eun bangga bukan main


namun satu hal lagi yang membuat ia bangga pada anak sulungnya itu, Taehyung tak pernah mengeluh tentang apapun


Ia penyabar seperti kedua orang tuanya


Taehyung, mutiara yang akan kujaga baik-baik. Titipan yang membuatku beruntung memilikinya


Yang selalu kusyukuri karena dikaruniai anak yang begitu istimewa


Terima kasih tuhan


.....


"baru ingat rumah ya? "


Kimmy melipat tanganya ketika mendapati seseorang memasuki kamarnya dengan membawa tas besar dan satu kantong plastik


"yak, kau fikir rumahku disini? "


Jawaban Kim Seokjin sukses membuat Kimmy mengerucutkan bibirnya.


Ia kesal, karena baru menemui Kakak sepupunya ini setelah tiga hari semenjak kepulangannya kemarin dari Jepang


"kau bawa apa unta? Apa bawa makanan untukku? "


Melirik lirik bungkusan kantong plastik yang dibawa Seokjin tadi seperti anak kecil yang penasaran


"bisakah diam, aku lelah"


Ujar seokjin kemudian merebahkan tubuhnua di kasur King size milik Kimmy


"bisakah kau pergi dari sini? Ini tempat tidurku. Kamarmu disana dikamar tamu"


"berisik dasar cerewet"


"pergi kau unta buduk"


"diam"


"diam"


"pergii"


"diam"


"pergiiiiiiiii........ "


Kimmy yang pada dasarnya keras kepala tetap memaksa kakak sepupunya ini pindah kamar, mereka memang tidak tidur bareng tapi Seokjin senang tidur dikamar Kimmy karena hangat katanya


Ia menarik kedua tangan Seokjin yang terhampar dikasur dengan tubuhnya yang tengkurap, menduduki punggungnya dan melipat kedua tangan Seokjin dibelakang membuat sang korban berteriak kesakitan


"aigoo sakit lepaskan Kim ampun"


"pindah atau tanganmu akan patah dua-duanya? "


"iya iya Kim lepaskan, itu itu ada Japche untukmu, dibungkusan plastik aku membelikannya untukmu tadi"


"benarkah?" mendengar hal itu ia langsung melompat menghampiri bungkusan yang dibawa Seokjin tadi dengan wajah gembira tanpa mempedulikan sepupunya yang tengah meringis kesakitan akibat ulanhnya dan melupakan bahwa ia tengah marah pada Seokjin


.....


Hari ini cuaca sangat panas membuat siapa saja enggan untuk keluar rumah dan lebih memilih untuk berenang atau menyantap Sup ayam gingseng dan menyeruput segelas jus yang menyegarkan kerongkongan. begitu pula dengan gadis bersurai panjang ini. ia mampir ke sebuah minimarket dekat apartmennya sepulang kuliah bermaksud membeli minuman dingin


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan ia segera membayar minumannya kekasir


Namun netranya dibuat membelalak ketika mendapati seorang wanita setengah baya hampir limbung sambil memegangi kepalanya namun dengan gerak cepat Kimmy menangkap tubuh wanita itu sehingga badannya tertahan untuk tidak menghantam dinding


Bahkan minuman soda yang baru saja dibelinya terpental dan berceceran ketanah


"nyonya tidak apa? "


Wanita tua itu masih sadar ia masih bisa melihat sekitarnya walau pandangannya samar-samar


"ah, tak apa nak terima kasih"


Kimmy memapah Ibu tersebut menuju kursi yang berada dipinggir minimarket.


Sebelumnya ia pamit sebentar untuk membeli sesuatu, tak berselang lama ia kembali membawa sebotol air putih dan memberikannya pada wanita tersebut


"tarima kasih" ia meneguk air yang diberikan Kimmy sesaat sebelum senyum lemahnya ia berikan


Kimmy merasa tidak asing dengan wanita ini, seperti pernah melihat tapi dimana ya?


Bagaikan seorang chef yang mencicipi makanan enak dari muridnya, ia menaikan kedua alis dan tersenyum lebar


Ia ingat, wanita ini adalah orang yang pernah ia temui dirumah sakit.


Ibunya Suga


"nyonya maaf, apakah nyonya ibunya Suga Sunbae? "


"betul, kau teman Suga? " kimmy mengangguk


"tapi apakah kita pernah bertemu sebelumnya"


"nde, namaku Kimmy nyonya. Kita pernah bertemu tapi waktu itu kita bertemu dalam keadaan nyonya yang tengah koma.


saya pernah menjenguk nyonya ketika dirumah sakit"


Ibu Suga tersenyum pada anak ini


"oh ya? Terima kasih telah menjenguk saya"


"ah iya bagaimana keadaan nyonya saat ini? merasa lebih baik? Saya sampai tidak tahu kalau nyonya sudah sembuh, nyonya tahu, Suga sangat sedih melihat keadaan nyonya yang terbaring lemah, sampai dia sering melupakan jam makannya"


Nyonya Min merasa terenyuh mendengar cerita gadis cantik ini tentang anaknya


Suga memang anak yang berbakti pada ibunya. ia sangat menyayangi nyonya Min


"betulkah? dia memang sangat menyayangi ibunya ini. pantas kalau dia sangat bersedih" nyonya Min menyelipkan senyum atas rasa syukurnya memiliki anak seperti Suga


"oh ya, Kimmy kau tinggal dimana? "


"diapartemen ini, blok AT lantai 17"


"oh ya, kenapa Suga tak pernah cerita kalau ia punya teman perempuan. terlebih kita tetangga"


"aku baru pindah dari Swedia. jadi, kami juga baru kenal"


"oh begitu"


"nde nyonya"


"berhenti memanggil demikian, panggil saja tante"


Kimmy mengangguk dan tersenyum manis


Mereka berdua kini telah berada di apartemen milik nyonya Min


Kimmy yang mengantarnya karena takut nyonya Min kenapa-kenapa


dan tentu saja ada maksud lain. ini adalah sebagai misi awal untuk mendekati calon mama mertua biar direstui sama anaknya.


Rumahnya masih sepi, kedua anaknya belum pulang. namun, tadi nyonya Min telah mengirimkan pesan singkat pada Suga agar cepat pulang.


Kimmy kini tengah berada diruang tengah bersama ibunya Suga .


memijit kedua kaki nyonya Min sambil bercerita dan sesekali tertawa


Padahal, hal itu tak pernah ia lakukan pada ibu atau ayahnya


Dasar caper


"eomma.."


Kimmy menoleh kebelakang


Suaminya pulang, senyumnya kini melebar bagaikan bintang iklan pepsodent


Suga memeluk ibunya mengabaikan seseorang yang berada diantara keharmonisan anak dan ibunya ini


"eomma tak apa? aku sangat khawatir"


"tidak apa-apa Yoongi, untung ada Kimmy yang menolong eomma di minimarket tadi"


Oh ya, Suga baru sadar kalau ada Kimmy disini


Ia melirik Kimmy yang tengah tersenyum bahagia kepadanya dengan alis naik turun


"sekarang kau boleh pulang" kimmy seketika menghentikan kegiatan kedua alisnya yang tengah memainkan wahana histeria itu


"Yoongi, jangan begitu Harusnya kau berterima kasih. Eomma mengajaknya kesini untuk menemanimu memasak"


Kimmy terlonjak kaget dan membelalakkan kedua matanya begitu pula dengan Suga


Keduanya seperti pencuri yang tertangkap basah


Apa-apan ini? Bahkan aku saja tak bisa memasak


Aku akan malu pada calon suami dan calon mertuaku ini jika mendapati masakanku terasa asin karena kelebihan gula


Batin Kimmy


"tidak tidak eomma lagipula aku bisa memasak sendiri, untuk apa eomma memintanya menemaniku"


Suga menolak keinginan ibunya itu mentah-mentah


"kau ini jutek sekali, untuk sekali ini saja"


"ehmm.. maaf tante sebaiknya masaknya lain kali saja ya, Kim sedang ada banyak tugas dari kampus yang harus kuselesaikan dengan cepat, tapi nanti Kim janji akan kesini lagi untuk memasak bersama"


"tidak perlu"cetus Suga


"Yoongi" suga seketika langsung diam ketika mendengar suara ibunya


"baiklah, nanti kalau sudah selesai tugasnya main kesini lagi ya! Pintu rumah ini selalu terbuka untukmu"


Keduanya saling memeluk dan cepika cepiki setelah Kimmy mengatakan pamit membuat Suga menatapnya nyalang.


Kenapa? Karena dia tidak suka dengan kehadiran gadis ini.


"tidak-tidak, aku tidak mau sampai calon mertua tahu aku tidak bisa memasak. Aku akan sangat malu. aku akan belajar memasak dengan Jin Oppa. Jin Oppa my batman, help me"


Monolognya sendiri sambil sedikit berlari dilorong sepi ini