
Sudah beberapa hari ini aku kembali bersemangat seperti orang yang telah memenangkan undian
Bagaimana tidak, pangeranku sudah kembali kuliah seperti biasanya
walau tegur dan sapaku tak ia jawab
Setidaknya ada tempat untuk menjernihkan mataku.
Hari ini libur, tentu ini hari yg menyenangkan bagi para mahasiswa yang ditelan bulat oleh tugas.
Biasanya pagi dihari libur, aku sudah cantik, pastinya pagi-pagi sekali aku bangun dan berendam di air hangat
Namun hari ini, aku masih betah memeluk guling pokemonku
Rasanya aku tengah dipeluk Suga dihawa yang dingin ini, walau kenyataannya selimut yang telah menggulungku.
Sudah hampir siang namun aku tak mau beranjak sedikitpun dari kamarku
Bibi dan mommyku berkali-kali masuk kekamar membangunkanku untuk menyuruhku mandi dan sarapan
Aku tak menggubris, sungguh aku sangat lelah
Kufikir setelah pindah ke Seoul tugas yang kukerjakan tak akan banyak
Ternyata malah bertambah
Sudahlah, aku ingin menghabiskan hari liburku dengan tidur sehari penuh.
Pintu kamarku diketuk
Aku yakin, itu mommy yang bersikeras agar aku bangun
Sungguh menyebalkan
Aku tetap melanjutkan kegiatan tidurku tak ingin diganggu
Hingga terdengar pintu terbuka
Tapi tak ada suara seperti biasa teriakan yang akan mommy lontarkan
Kurasakan tempat tidurku bergerak
Siapa yang naik kekasur kesayanganku ini?
Dengan susah payah kubuka mata yang masih lengket ingin tetap tidur ini
Kulihat sesosok unta berkulit putih dan berhidung mancung
Detik kemudian aku baru sadar siapa yang berada disampingku
"yak, Unta burik ngapain kau disini?"
Dia meringis ketika lengannya kupukul
"aish adik sepupuku ini tetap saja galak, kau ini memangnya tidak rindu denganku huh?"
Kim Seokjin, kakak sepupu tampanku ini telah tiba di Korea, namun kedatangannya tidak kusambut dengan manis, patutlah dia mengeluh
aku merasa bersalah juga
"hehehe.. Mian aku lupa, kalau kau saudaraku"
Matanya membelalak seakan mau copot
"kau ini benar-benar ya, masa lupa dengan kakak sepupumu yang telah dinobatkan sebagai worlwide handsome ini"
Worldwide handsome?
Yak, memang tak dapat dielakkan jika ia mendapat julukan demikian.
Bagaimana tidak, ketampanannya bahkan dapat membuat para wanita berteriak histeris ditambah dengan postur tubuh yang tinggi, kulit putih dan mempunyai senyum yang khas. Ditambah lagi bahunya yang lebar membuat wanita betah menduselkan wajahnya dibahu laki-laki ini.
Tidak sampai disitu, dia juga adalah typeku, diperutnya tercipta pahatan seksi berupa roti sobek yang kusukai
Sungguh, dia adalah pria sempurna yang tuhan ciptakan
Ingin rasanya aku mempunyai suami seperti Jin Oppa
Setampan wajahnya dengan jidat yang selalu terekspos menambah kesan seksi pada dirinya
Tapi ada satu hal yang tak kusukai darinya. dia itu cerewet sekali seperti wanita, suka teriak-teriak apalagi jika ia sudah merasa kesal ketika aku jahili.
Tapi lucu sih memang
Kakak sepupuku ini memang gokil
Dia sering sekali tertawa pada beberapa hal yang terkadang sama sekali tidak lucu
Lihat saja sekarang dia sedang tertawa dengan suara tawa khasnya yang mirip kaca dilap
Diapun senang memasak walaupun terkadang dia ceroboh dengan salah memasukkan bumbu
Berbanding terbalik denganku yang tak menyukai hal hal yang berbau terlalu wanita
Jin oppa malah terlihat lebih feminim
Dia menyukai warna pink yang sangat identik dengan perempuan
Bajunya, sepatu, tas dan beberapa barang-barang miliknya banyak yang berwarna serupa
Bahkan ia mempunyai barang keramat kesayangannya yang selalu ia jaga, yaitu panci pink
"cepat mandi, kau ini perempuan tapi malas sekali"
Masa bodo, aku malah menutup wajahku dengan selimut
Enggan melihat laki-laki cerewet ini
"oh, begitu ya baiklah akan kuadukan pada mommymu ya"
Dia mengancamku guys
"adukan saja aku tak takut"
"Imooooo..... Kim tidak mau banguunn.. Imooo"
Aku terkejut ketika ia berteriak, bagaimanapun juga aku takut dimarahi mommy. Membayangkan Mommy menjewer telingaku seperti yang biasa dilakukan ketika aku bandel tak menurutinya
"Immoohhmmppp"
Aku langsung menutup mulut laknatnya.
"iya, iya Princess seokjin aku akan mandi"
"hei hentikan kata-kata itu"
Aku langsung berlari kekamar mandi. Aku yakin sekali dia sedang menahan emosinya karna panggilan princess yang sangat dibencinya
Dia melemparku dengan bantal
Tapi dengan cepat langkah aku menghindarinya.
...
"mom, Jin oppa kemana?"
Setelah menyapa mommy yang tengah menyiapkan makan siang
Aku menanyakan keberadaan kakak sepupuku sembari meneguk susu yang telah dibuatkan bibi Yoo Eun
"tadi dia berpamitan katanya ada urusan mendadak, tak tau urusan apa"
Aku mengerucutkan bibirku, pertanda kesal
Bagaimana tidak, Jin oppa baru datang
Sudah pergi lagi
Menyebalkan bukan?
"Bibi apa Tae ada dirumah?"
"iya, ada. dia sedang mengasuh adik-adiknya" jawabnya lembut
"Mom, aku akan kerumah Tae ya"
Aku segera meraih sling bag ku yang ku sampirkan di kursi lalu menghampiri Mommy yg hendak duduk
"nak, kau belum makan loh daritadi pagi. Makan dulu"
"tidak mom, nanti saja aku akan makan bersama taetae, aku pergi dulu bye"
Mommy hanya menggelengkan kepalanya setelah pipinya kusambar dengan ciuman
Begitu juga dengan bibi Yoo Eun
Yg hanya bisa tersenyum melihat tingkahku.
.....
Author pov
"Aaaa.. Kimmy eonni curang"
Teriak anak laki-laki itu dari seberang
"yak, mengaku saja kalau kau kalah bin"
Hari sudah menjelang sore tapi dua anak manusia ini belum mau menghentikan aktivitasnya bermain badminton
Dengan teriakan demi teriakan Soobin yg tak terima dikalahkan oleh perempuan cantik ini
Kemudian selanjutnya mereka menghentikan permainan karena merasa sudah kelelahan
"hhh.. Tae aku capek"
Sungguh Taehyung dibuat berdebar, bagaimana tidak
Pasalnya Kimmy tiba-tiba masuk, dan merebahkan badannya di pangkuan Taehyung yg sedang asyik bermain bersama adik bungsunya ini
"a-apa kau ha-haus Kim? "
Sial, Taehyung malah gugup
"tidak, aku ingin disini. pahamu nyaman untuk kujadikan bantal"
Kimmy memerosotkan tubuhnya dan tidur dipaha Taehyung
Taehyung yang merasakan hal ini pun membuat jantungnya berpacu dengan kencang
Belum sampai sepuluh menit sudah terdengar dengkuran halus dari mulutnya. Mengabaikan Nana yg juga sedari tadi mengantuk dan kini berakhir tidur di pojokan dengan memeluk boneka pororo kesayangannya
Melihat dua gadis dihadapannya yang tengah tertidur dengan manis ini membuat Taehyung senyum-senyum sendiri membayangkan suatu saat hal ini akan terjadi pula ketika dirinya menikah, dan harapannya tentu dengan gadis cantik yang satu ini
Tangan Taehyung terulur untuk menyeka keringat yang masih menempel didahi Kimmy dan menyampirkan rambut yang terurai berantakan
Manis sekali jika dibayangkan seperti ini. dimana ketika Taehyung pulang kerja, dia telah mendapati istri dan anakknya yang tertidur dengan posisi yang tak beraturan, walau keadaan rumah yang hancur berantakan
Ia akan sangat faham kalau Kimmy itu tidak pandai merapikan keadaan rumah
Ia hanya pandai menghancurkannya
Yang akan berakhir tangan Taehyung pula yang membereskan kekacauan ini
"apakah semua akan menjadi kenyataan? Ingatlah Kim Taehyung bahwa air dan minyak tidak akan pernah menyatu. Dia terlalu istimewa, tak pantas untukku"
Mungkin jika dibandingkan oleh kasta
Taehyung kalah telak. Dia tak punya banyak harta, dia hanyalah orang biasa
Namun yang dia punya hanyalah cinta.
Cinta yang luar biasa
Salahkah jika ia berharap untuk mendapatkan hatinya
Ia tak punya sedikitpun nyali untuk mengutarakan perasaan yang ia pendam selama ini
Perasaan yang bahkan sudah bersemayam hampir lima tahun itu yang tak pernah luntur sedikitpun
Bahkan semakin hari semakin besar
Namun keberaniannya semakin mengecil
Taehyung sadar, ia tak layak untuk Kimmy
Ingat, Taehyung kamu itu kentang
Ulat pisang tidak pantas untuk ular cobra