Stay Gold (Miwaku Tekina Moon Light)

Stay Gold (Miwaku Tekina Moon Light)
Stay gold bab 2



Author pov..


Sepatu converse dan pakaian serba calvin klein menyorot mata siapa saja yg memandang, stylenya selalu membuat kagum, terlebih wajahnya yg tampan, kulitnya putih, bibirnya merah muda alami dan matanya yg tajam namun berbinar mampu membuat kaum hawa bertekuk lutut padanya


Tubuh yg tinggi semampai itu keluar dari mobil mewahnya dengan membuka kacamata hitam yg ia kenakan, tak luput dari pandangan para wanita yg melewatinya, dia sukses membuat anak orang gemeteran karna ketampanannya. Bahkan tak sedikit dari mereka selalu berteriak ketika melihat makhluk ciptaan tuhan yg paling seksi ini


Perkenalkan dia adalah Min yoongi


Laki-laki berdarah biru ini memang mempunyai ketampanan yg ekstrim.


Melihat wajahnya bahkan tak baik untuk kesehatan jantung


Memang seberapa tampannya dia?


(akh pokoknya ganteng bangeeettt bayangin ae sendiri, author ae gk sanggup mendeskripsikan ketampanannya njiieerr≧∇≦)


Anak pertama seorang CEO dari perusahaan ternama dikota tersebut


Menjadikannya idaman jutaan wanita, terlepas dari ketampanannya


Sifatnya yg dingin, arogan dan menakutkan tak membuatnya terhalang untuk tetap menjadi idola bagi kaum hawa


Yoongi pov


Aku benci, sungguh sangat membenci pagi, dimana banyak para mata yg selalu memandangku dengan tatapan yg terkagum-kagum dan teriakan para wanita yg membuat telingaku sakit saat aku berjalan melewati mereka


Mungkin bagi sebagian besar orang ini adalah hal yg membanggakan


Tapi, tidak bagiku


Ini terlalu berlebihan, bahkan tak pantas. Apa tak ada laki-laki tampan dan kaya seperti diriku? Kenapa hanya aku dikampus ini yg mereka idolakan?


Kemampuan belajarkupun biasa-biasa saja, terlalu banyak bermain-main disela-sela kegiatan belajar


Ahk, tapi aku sudah terbiasa


Biarlah seperti itu, suatu saat mereka akan bosan dan lelah


Walau nyatanya tidak ada yg bosan melihat ketampananku:D


Author pov


Gadis itu masih memasang muka cemberut dengan bibir yg dimajukan pertanda kesal


3 menit berlalu ia masih berdiri ditempat dimana bis menurunkannya


Atensinya tak beralih memandangi kertas putihnya yg berubah warna menjadi coklat itu


Ia menghela nafas panjang dan mulai berjalan melalui gerbang kampus elitnya


Dimana dapat terlihat puluhan mobil mewah dan motor motor gede yg harganya tak bisa dihitung jari


Berjejer dengan rapi di parkiran kampusnya yg luas setara lapangan sepak bola


Ia selalu menyipitkan matanya ketika mendapat sesuatu yg dilihat atau diingat


Dan kali ini ia tengah melakukannya


Pandangannya lurus dan menangkap sebuah kejutan yg tak terduga


"yak payah, ingatan dan pandanganku ini sangat jeli, rupanya kau bersarang disini juga kawan? Senang sekali bertemu denganmu"


Entah apa yg dia fikirkan, namun langkahnya malah berbelok ke arah lain bukannya masuk kelas


Dasar anak TK


Kimberly tersenyum sinis kala mendapatkan sesuatu yg ia incar tadi


Sebuah mobil berplat hitam merah dengan paduan warna gold yg sangat menakjubkan terparkir manis


"kimmy........"


Ia dibuat kaget oleh suara yg memanggil namanya


Dia memanggil siapa?


Yak, tak mungkin juga si gadis Jepang itu lupa nama bukan?


"haii..."


kimmy membalas pelukan kala dia berlari dan merentangkan tangannya


Minta dipeluk


Beberapa detik kemudian kimmy melepas pelukannya


"aiishh.. Seperti sudah tidak bertemu setahun saja"


"ahaha aku hanya rindu temanku yg menggemaskan ini"


Ujarnya sembari mencubit lengan kim pelan


Lee seo ja gadis yg berumur tidak jauh dengan kimmy ini adalah sahabat kim sewaktu SMA dulu, mereka sangat dekat


Namun, harus terpisah setelah lulus karena kimmy memilih ikut keluarganya ke Swedia dan berkuliah disana sebelum orang tuanya pindah kembali Ke Korea


Jarak itu sekarang sudah tak memisahkan lagi, seo ja merasa sangat bahagia ketika sahabatnya kembali ke Korea, apalagi memutuskan pindah kuliah dikampusnya


"tumben bawa mobil hari ini? dan tunggu, apa kau habis tercebur ke got? Bajumu kotor sekali eoh?"


Seo ja baru tersadar bahwa sahabatnya ini sudah berpenampilan acak-acakan


Mulai dari bajunya yg kotor, tatanan rambut yg seperti habis terkena badai


Dan wajahnya yg muram


Persis seperti orang gila


"akh sudah bertanyanya nanti saja, aku ingin bertanya sesuatu"


"apa?"


"apa kau kenal dengan pemilik mobil ini?" tangannya menunjuk mobil hitam yg tadi pagi membuatnya sial


"oh itu, tentu aku kenal


Mobil ini milik Suga Sunbae


Atau nama aslinya Min Yoongi


Siapa yg tidak mengenalnya, bahkan mobilnya ini dimodifikasi khusus


Dan tidak akan ada yg menyamainya,


Kau tahu dia itu sangat tampan dan-


Tunggu, kenapa bertanya perihal mobilnya?"


penjelasannya tiba-tiba terhenti saat sadar kimmy menanyakan tentang mobil sang idolanya.


"kau tahu, dia yg menyebabkanku seperti ini"


Seo ja menutup mulutnya yg menganga,


kaget mendengar penuturan sahabatnya


"mwo? Bagaimana bis-"


"bisakah kau antarkan aku menemuinya"


kimmy memotong pertanyaan seoja, terlalu kesal dengan si Suga itu


"aniya aniya.. Aku tidak mau"


dengan cepat seo ja menolak, mendengar permintaan kimmy membuatnya bergidik ngeri


"baiklah kalau begitu, akan kutemui sendiri, bisakah kau perlihatkan fotonya padaku?"


kimmy membuang nafasnya gusar


"jangan kim, kau akan terlibat masalah besar jika berurusan dengannya"


Tak digubris, kimmy lantas merebut ponsel yg bertengger disaku coet seo ja membuat sang empu terperanjat


"aku tak peduli, cepat perlihatkan atau ponselmu akan mati selamanya"


Kini ancaman yg kimmy keluarkan sebagai jurus agar sahabatnya mengalah


"jangan.. Arraseo arraseo akan kuperlihatkan, aish anak ini"


Kim pun tersenyum penuh kemenangan


Kala seo ja mengalah dan memperlihatkan foto Suga


"tidak tampan sama sekali eoh, masih tetap tampan kang Daniel"


Seo ja membulatkan matanya mendengar tanggapan kimmy


Bagaimana bisa wajah setampan dan seimut Min Suga biasa-biasa saja menurutnya


"kau tenang saja, aku tak akan salah orang, daya ingatku kan sangat kuat sis, Gwenchana"


Dengan menepuk-nepuk pelan pundak gadis bermarga Lee ini


Kim meyakinkan sahabatnya bahwa ia akan baik-baik saja.


Terlampau sulit jika harus bertengkar dengan gadis berkepala baja seperti Kim ini, sifatnya memang tak berubah dari dulu, maka dari itu seo ja harus memaklumi sahabatnya yg terlalu berani terhadap apapun dan terkadang aneh itu


"baiklah manis, sebaiknya ganti bajumu terlebih dahulu, kau terlihat seperti gembel dengan keadaan seperti ini"


Nadanya mulai melemah pertanda sang seo ja telah kalah


Bukannya mengiyakan, kimmy justru dengan sengaja mengacak ngacak rambutnya sendiri


"tak perlu, ini sebagai bukti seo,


Lihat saja aku akan memberinya pelajaran"


Seoja hanya bisa menggeleng-geleng kepalanya melihat tingkah kimmy


Skip-


Seseorang telah mengintainya dikoridor, menyipitkan hampir seluruh bagian matanya tertutup


Atensinya menangkap sebuah objek yg dianalisa sebagai seseorang yg beberapa menit berlalu ia cari


Kimmy tersenyum sinis melihat sosok laki-laki yg tengah menaik turunkan kepalanya membaca setiap kata yg terpampang dimading


Terlihat dari samping


Hidungnya yg mancung membuat pesonamu mengalihkan dunia bagi siapa saja yg melihatnya


Tak butuh waktu lama ia langsung menghampiri laki-laki tersebut


"jeogiyo"


Suga langsung menoleh mendengar suara wanita disampingnya.


Betapa terkejutnya ia, mendapati monster dihadapannya


Oh, bolehkah dirinya menyebut wanita itu tarzan?


"hei.. Apa kampus ini sudah tidak menerapkan keamanan dengan ketat lagi, sampai gembel ini dengan bebas berkeliaran masuk kedalam kampus?"


Oh tuhan mulutnya itu sangat tidak sopan memanggil wanita secantik kimmy dengan sebutan gembel


Tidak seperti nyalinya yg besar tadi, kimmy hanya terdiam mematung dan tak menggubris perkataan Suga


Dia memandang seorang Min Yoongi dengan tatapan berbinar dan mulut sedikit menganga


Demi apapun tuhan.. Dia sangat tampan


"hei.. Gembel bisakah kau menyingkir dari hadapanku?"


Pikirannya mulai bisa mencerna kata-kata Suga barusan


Bagaimanapun juga ia harus melanjutkan niatnya melabrak sang tersangka


Walau disisi lain di fikirannya,


Dia terpesona


"ish dasar bodoh, apa mulutmu itu ingin kujahit, hah?


Aku ini bukan gembel, aku mahasiswi disini?"


Suga mengernyit, mengerutkan dahinya


"sekarang kau harus tanggung jawab"


Mata Suga membulat mendengar penuturan wanita asing ini


Bagaimana bisa kau meminta pertanggung jawabanku, sedangkan aku tidak pernah menyentuhmu


Aku ini perjaka asli buatan negeri sendiri, dengan pertahanan yg kokoh


Tak mungkin aku khilaf tak mungkin, apalagi dengan gadis sepertimu"


Suga bergidik kala membayangkan sesuatu yg menurutnya tidak patut dibayangkan


Bibir kimmy dimanyunkan kesal,


Ia mencubit lengan Suga Dengan Kencang


"Aww.. Aigo Aigo


Yak, appo gadis gila apa yg kau lakukan?


Suga meringis memegang lengannya yg dicubit oleh tangan berkekuatan capitan kepiting itu


"kau yg gila, kenapa kau berfikir seperti itu


Aku juga masih ting ting bodoh"


Suga semakin merasa heran dibuatnya


Satu alisnya dinaikan pertanda secara tidak langsung bertanya


Brak...


Kimmy menyerahkan kertas kertasnya yg kotor kedepan dada Suga dengan keras, membuat Suga sedikit terdorong


"apa in-


"akibat dari ulahmu"


"ya, ige Mwoya?"


Suga reflek memeluk berkas- berkas kotor yg hampir terjatuh itu


"gara-gara kau anak-anakku ini menjadi kotor, tadi pagi kau membawa mobilmu dengan sangat kencang dan melindas kubangan air sehingga air itu menyembur kearahku dan mereka yg tidak bersalah ini"


Menunjuk makalah itu


Wajah kimmy kini berubah yg tadinya melihat Suga dengan tatapan kagum


Menjadi datar dan marah, namun terlihat manis


"seharusnya hari ini adalah persentasi pertamaku didepan kelas, dihadapan Dosen dan teman-temanku, aku sudah menyiapkannya jauh-jauh hari tapi semuanya akan sia-sia karena dirimu"


"ah kau pasti salah orang, berhentilah bermain-main denganku, aku tau banyak wanita dengan berbagai cara ingin mendekatiku


Aku tak ada waktu untukmu gadis gila


Aku sibuk"


Suga sama sekali tidak menanggapi kimmy ia hanya berkata demikian sembari menyerahkan kertas yg tadi ia peluk kepada pemiliknya


Dia memang sangat malas menanggapi hal yg tidak penting


Ya, betul sekali


Kimmy tidak penting


Memangnya siapa dirinya bagi Suga?


"aku tidak salah orang, aku ingat betul bagaimana bentuk dan warna mobilmu,


Bahkan aku hafal angka yg ada diplat mobilmu"


Suga tetap berjalan tak berniat berbalik bahkan melirik sedikitpun


Kimmy semakin geram dengan sikapnya


Yg amat sombong itu


"hai.. dimana hatimu itu tertinggal Min Yoongi?"


Dengan berteriak ia menekankan nama Asli dari pemilik netra yg mirip kucing itu


Berharap ia menghampirinya lagi


Mendengar nama aslinya disebut sedemikian kerasnya,


Membuat Suga menoleh kearah suara tersebut dan menghampirinya


Langkahnya semakin mendekat kearah kimmy


Kini keduanya hanya diberi jarak beberapa centi


Kimmy mendongak karna badan Suga yg tinggi, menatap wajah Suga yg juga tengah menatapnya nanar sekarang, sungguh manis tetapi menakutkan


Kedua netra itu saling beradu


Mempersilahkan para mata itu mengecap setiap pandangan yg mereka lemparkan


Tak kalah manis dari Suga


Kimm pun mempunyai wajah yg cantik dan imut, matanya indah,


Hidungnya yg kecil bak anak anjing


Dengan bulu mata yg lentik.


Bibirnya tipis dan lembab


Membuat suga sedikit terhanyut


dan melupakan fakta bahwa penampilan gadis itu kini mirip tarzan


Cukup lama bertatap muka dan beradu mata, kini Suga mulai membuka suara


"apa yg kau inginkan?"


Nadanya sedikit berbisik namun mesih terdengar dari jarak beberapa centi


"aku hanya ingin kau meminta maaf dan bertanggung jawab atas apa yg telah kau perbuat, apa itu susah?"


Suga mulai menjauhkan sedikit tubuhnya dari hadapan kimmy


Kemudian merogoh saku celananya


Meraih dompet yg terlipat,dan


Mengambil berlembar-lembar uang.


Bisa dilihat dengan jelas isi dompet Suga yg penuh dengan lembaran uang yg jumlahnya sangat banyak


Dengan beberapa kartu atm yg terselip dibagian-bagiannya


Suga mengambil seluruh uang yg ada dalam dompetnya, yg bisa dipastikan jumlahnya sangatlah banyak


Tangan kirinya menarik telapak tangan kimmy dan menempelkan uang tersebut ditangannya


"ambil ini, jika kurang beritahu saja aku


Saat ini aku tidak bawa uang cash banyak, jadi, pakai segitu saja dulu"


Kimmy menatap uang yg diberikan Suga dengan tatapan miris


Ternyata senang sekali laki-laki itu menghina orang lain


Kimmy menyerahkan kembali uang tersebut kepada pemiliknya


"aku tak butuh uangmu"


"wae?"


Kim mengambil nafas perlahan dan menghembuskannya


"Suga-sshi apa semua masalah dapat kau selesaikan dengan lembaran uang?


Aku tau kau kaya, tapi berhenti memperbudak dunia dengan uangmu yg berlimpah itu


Hidup itu bukan tentang bagaimana kau menyimpan banyak harta dan kekayaan


Sejatinya uangmu tak akan berguna ketika kau mendapat masalah besar, terlebih seperti diriku


Kau dapat bahagia dengan uangmu


Tapi tak selamanya


Bahkan waktu yg telah kau habiskan tak akan kembali, apalagi kau beli


Jesonghabnida, Suga-sshi bolehkah kutukar kehidupanmu dengan uang tabunganku yg hampir lumayan banyak?


Suga tertohok mendengar kata-katanya bagai dicambuk, apa yg dikatakan kimmy sedikit banyak memang benar


Ia selalu menganggap dirinya bebas, dan tak berkekurangan


Padahal ia selalu berharap kebahagiaan dan waktu bisa dibeli dengan uang


Apalagi ia selalu merindukan suasana keluarga yg harmonis


"kau tak tahu sebarapa besar harapanku dari kertas-kertas yang menurutmu murah dan tak berharga ini, tapi sungguh, ketahuilah isi dalam makalah ini adalah sebuah pengorbananku yg menyita banyak waktu dan tenaga


Kau tak tahu betapa sering ibuku memarahiku yg selalu bangun terlambat di pagi hari, hanya karna aku selalu begadang setiap malam, menghabiskan waktuku dan menyita jam tidurku untuk menyelesaikan tugasku ini dengan sempurna.


Kau tahu betapa banyak tulisan yg salah yg berakhir kamarku berantakan karna kertas kertas yg berserakan.


Lalu sekarang apa?


Aku harus mundur dengan alasan aku tak membuatnya?"


Baiklah cukup, berhenti, penjelasannya sangat panjang membuat Suga harus mencernanya dahulu


Terlebih sekarang dia menangis


Ok, Suga menyerah akhirnya dia mengikuti kemauan gadis itu.


Mengambil alih makalah kotor yg dipegang Kimmy


"arraseo serahkan itu padaku


Aku akan menyalinnya


Dan


Kau tahu, ini akan selesai dalam waktu 3 hari"


"yak, apa kau bis-


"bisa, jangan meremehkanku


Dan-


Ia menjeda kalimatnya


Berhentilah menangis, aku benci melihat perempuan menangis


Ohya, satu lagi


Mandilah, kau tidak terlihat seperti gadis normal dengan penampilan seperti ini"


Wajah dinginnya mampu membuat gadis manis yg sedang menangis itu menyeka air matanya


Tersenyum manis pada punggung pria yg telah melenggang pergi menjauh darinya.


Walau kata-kata terakhirnya barusan sedikit meledek, hati kimmy tetap berbunga-bunga


Si Tampan itu akhirnya luluh juga


baiklah kau menang yeoja manis


Ia tersenyum sangat lebar yg hampir Mengalahkan lebarnya spanduk pecel lele


Horee..


Batinnya menggirang senang


Mungkin harusnya seorang Kimmy ikutan casting film di Indosiar karna bakat actingnya yg mumpuni


Apa? Acting?


Yak, betul saja yg barusan itu hanyalah acting


Bahkan laki-laki setampan dan sekeren itu mudah sekali ditipu


Itulah Kimmy gadis dengan berjuta keunikan


Kini saatnya ia mandi dan membersihkan diri