
Pepatah pernah mengatakan
"Tak kenal maka tak sayang"
Namun, kata-kata itu tidaklah benar bagiku.
Buktinya, aku tetap menyayanginya mencintainya dan bahkan menunggunya segera menjemput dengan kereta kuda layaknya cinderella. Walaupun harus kau garis bawahi
Aku tak mengenalnya
Tak masalah, suatu saat aku akan menemukannya
Kau tahu siapa dia?
Dia adalah jodohku
Dia adalah idolaku sebelum kang Daniel
Semua orang pasti menunggu jodoh mereka. Begitu juga diriku.
Aku selalu membayangkan betapa tampannya dia, seksinya, perut sixpack dengan lukisan roti sobek diatas pusarnya
Membayangkan otot-ototnya yg mengeras ketika berolahraga ditempat gym dengan cucuran keringat yg akan senantiasa kulap
Ohh... Sungguh akan menjadi pemandangan luar biasa.
Kado ini akan menjadi hadiah untuknya nanti, kalian tahu isinya apa?
Sebuah barbell berbobot 10 kg
Bahkan aku sudah menyiapkannya dari saat aku mulai menginjak bangku SMA
Terkhusus untuk jodohku seorang
Mungkin terdengar aneh, namun itulah kenyataannya
Ini bukan tentang imajinasiku yg terkadang menjadi liar
Inilah aku dengan segala fantasi disetiap harinya
Berlembar-lembar kertas yg kuremas dan kubuang kesembarang tempat selalu meramaikan kamarku dengan nuansa biru ini tatkala aku membuat kesalahan dalam tulisanku, sudah menjadi kebiasaan dari kecil jika aku tak pandai menaruh sampah ditempat yg benar padahal ia barada dibawah kakiku.
Puluhan menit kuhabiskan berkutat dengan kertas dan pena, hingga aku merasa panas dibawah sana.
sudah dipastikan jika pantatku akan semakin tepos saja
Aku memang hobi membuat puisi tapi tidak pandai merangkai kata
Yak, tak apa setidaknya aku selalu berusaha mengindahkan tulisanku ini
Malam ini beberapa kertas telah berserakan hingga keatas tempat tidurku, merobek beberapa kali
Hingga aku dibuat kesal sendiri
baiklah manis ini terakhirmu
Sebelum kau beranjak tidur
Selesaikan dulu puisimu, agar tak mengecewakan jodohmu nanti
Aku berbicara sendiri dengan pensil dan buku catatanku yg kian menipis
Berpikir sejenak
Berpikir lagi
Dan lagi
Kini aku menempelkan pensil dibibirku
Menatap jendela yg tak memperlihatkan keadaan langit, hanya lampu-lampu yg menerobos jendela-jendela kamar mereka diantara gedung ini yg menjadi pengganti bintang-bintang, aku tinggal disebuah apartemen mewah milik keluargaku, sudah puluhan tahun aku bersarang disini.
Aku terus memutar otakku, kemudian memicingkan mataku menangkap sebuah kalimat yg menari-nari didalam fikiranku, mataku terus menyipit, jendela kamarku seakan merangkai huruf demi huruf untuk kutulis malam ini, aku mendapat ide kemudian
Braakk...
Aku terlonjak kaget kala mendapat serangan dari siluman knalpot yg dengan sangarnya membuka pintu kamarku, wajahnya hitam persis seperti orang yg terkena asap dari cerobong motor
Tidak, sepertinya dia sedang membuat pabrik oli diwajahnya karena wajahnya yg sangat hitam mengalahkan hitamnya malika si kecap bango
"Setaaaaannnnn....."
Aku berteriak ketakutan mendapatinya kini hampir menghampiriku dengan mode slowmotion
"hei ratu kusut pergilah yang jauh, hus.. Huss.. Sanaa dasar jurig tidak tau diri"
Aku terus memakinya, tak tanggung-tqnggung aku melemparkan kotak pensilku kearah wajahnya berharap dia pergi. Beruntung bagi sisetan itu, kotak pensilku tak berhasil mengenai wajahnya karna ia langsung menutup pintu kamarku dan membuat kotak pensilku terpental dengan isinya yg berhamburan. Ternyata setan itu ga ada kapoknya, ia tetap membuka kembali pintu. Dengan cepat menghampiriku
"hei heii.. This is your mom, look at me! I'm not ghost"
Setan itu ternyata pandai berbicara bahasa inggris
Bukan, bukan, dia bukan setan
Benar saja, dia ibuku yg tengah memakai masker lumpur diwajahnya
Ingin rasanya aku menggulung ususku karena telah melakukan penganiayaan terhadap ibuku sendiri
Aku menggigit bawah bibirku dan hanya bisa nyengir kuda melihatnya berkacak pinggang, menyesal akan perbuatanku sendiri
"i'm so sorry mom, umm..
Tak bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk, kau mengagetkanku
Aku kira aku sedang diintai anak buah valak" aku mengeluh kepada ibuku berharap ia tak memarahiku
"aihhh kau ini terlalu banyak nonton horor sih, mana ada setan secantik mommi mu ini" benar harapanku, ia tidak akan marah meski sudah kupanggil setan karna aku sering mengingatkannya untuk menahan emosinya, agar ia tak marah-marah atau ingin darah tinggi dan wajahnya semakin mengerut seperti tali kolor yg ditarik
Ia kemudian mengeleng-gelengkan kepalanya melihat keadaan kamarku yg habis terkena badai
"ish ish ish.. Berapa banyak uang yg harus mommy keluarkan untuk membeli kertas kertas yg akan kau buang ini hmm"
Mommy menatapku dengan tatapan yg terkesan seram karna wajahnya yg hitam itu
Aku menaruh pena yg kupegang dan menghela napas perlahan
"mom, kau harus mendukung segala bentuk perjuangan anakmu ini.
Karna suatu saat nanti ketika aku telah berpijak ketanah bulan, bukan hanya bendera kebanggaan Korea yg akan kutancapkan, namun, aku juga akan menunjukan pada dunia bahwa mommy lah yg telah membentuk semangat dalam diriku sehingga aku dapat sukses dan membuat keluarga dan negara bangga padaku, dan kau akan selalu menjadi orang pertama yg akan kubuat tersenyum" dengan semangat yg gigih aku menuturkan segala isi hatiku kepada ibuku yg kecantikannya mengalahkan member black pink
"Lalu apa kau akan membacakan puisi yg setiap malam kau buat itu dibulan? Sebaiknya kau tidur nak, kau sudah menghabiskan 30 menit jam tidurmu"
Mommy tersenyum sangat manisnya, mengelus surai hitamku yg menyuruhku segera beristirahat
"baik aku akan tidur mom, setelah menyelesaikan puisi terakhirku ini
Dan aku akan membuat puisi untuk bulan, lihat saja" aku beranjak dari tempat dudukku, menghampiri mommy yg berdiri
Mengecup kedua pipinya
"good night mom"
"night too baby, have a nice dream"
Perlahan tubuhnya semakin menghilang bersamaa dengan tangannya yg menekan knop pintu kandangku yg kemudian ditutupnya rapat
Baiklah cantik sekarang selesaikan puisimu ini
Teruntuk jodohku, maaf jika puisiku tak banyak kutulis malam ini
wahai jodohku, maafkan aku jika suatu saat nanti aku jatuh cinta kepada orang yg bukan dirimu, itu artinya aku sedang lupa dalam jangka waktu yg lama
Hei, puisi macam apa ini? Apa kau akan amnesia gadis?
Yasudahlah, diriku memang tak pandai membuat rangkaian puisi yg penuh kata kata kiasan
Baiklah bagaimanapun juga menjemput mimpi lebih menyenangkan
Dan harapanku malam ini ingin bertemu kang Daniel di mimpiku
Pokoknya harus.
.
.
Memberikan asupan vitamin dan menyegarkan pernafasan karena udara yg belum terpapar banyak polusi
Kaki ini kian mengayun dengan bebas diatas trotoar jalan yg ramai akan manusia-manusia dengan resepsi kegiatan yg berbeda-beda
Hari weekend masih sangat jauh namun banyak orang-orang dengan mengunjungi taman kota
Tak hanya anak-anak kecil yg diajak main bersama ibu mereka sekedar menyuapi agar anaknya mau makan, anak remaja bahkan orang-orang dewasa yg seharusnya sibuk mendeklarasikan klakson mobil mereka dan ikut pawai memacetkan jalanan setiap pagi, malah asyik bersantai ria dengan membaca koran, bersepeda atau yg hanya berjogging ria dan olahraga yg lainnya.
Apa mereka kurang kerjaan?
Apa mereka pengangguran?
Kemana jas branded mereka dengan simpulan dasi yg tertata rapi?tatanan rambut yg licin dengan wangi parfum mahal yg semerbak yg mengalahkan bau ikan-ikan dipasar
Aish kenapa jadi memikirkan itu? Apa peduliku
Biarlah itu menjadi urusan mereka
Anyeonghasseyo
Perkenalkan dan ingatkan
Namaku Kimberly Hasseda
Gadis manis nan mungil yg akhir tahun nanti berusia 21 tahun
Seorang Mahasiswi di salah satu Universitas ternama di Korea
Mungkin kalian bertanya namaku tidak terdengar seperti nama orang Korea pada umumnya
Ya, karena aku adalah keturunan Korea dan Jepang namun masih keturunan orang Barat
Ayahku orang Jepang namun masih berdarah asing
Agak rumit ya.
Maksudku, kakekku atau ayah dari ayah kandungku adalah orang Swedia sedangkan nenekku orang Jepang
Namun ayahku lahir Di Jepang. Tyson Hasseda nama ayahku
Ibuku adalah Kim See Kye asli Korea
Dua minggu sudah aku menjadi mahasiswi baru dikota Seoul ini
melanjutkan pendidikan dari kampus asalku
Aku minta pindah dari Swedia ke Korea karena orang tuaku sudah tidak tinggal disana, apalagi aku harus tinggal seorang diri disebuah apartemen sendirian. Membayangkan ketika malam tiba ada yg tiba-tiba mengetuk pintu atau suara orang mandi dikamar mandiku.
Ini bukan akibat dari hobiku yg sering menonton dan membaca novel horor
Por yor impormesien ajah
Waspadah perlu kan pemirsaahh??
Sudah menjadi kebiasaan setiap pagiku, berangkat kuliah dengan berjalan kaki menuju halte bis yg jaraknya lumayan jauh dari apartemenku, padahal appa selalu ingin mengantarku dengan mobilnya sekalian ia berangkat kerja sekedar memastikan anaknya yg manis ini berangkat dengan selamat dan tanpa hambatan, tapi selalu kutolak, aku kan sudah besar
Lagipula aku lebih suka naik bis dibanding diantar
Beberapa menit berjalan dari apartemen kehalte akhirnya tiba juga
Aku berdiri disamping halte, bukan tanpa alasan, tempat duduknya penuh.
Tapi tak mengapa tak masalah bagiku.
Aku merapikan buku-buku dan kertas kertas makalah yg kugenggang, terlihat sedikit berantakan.
Hari ini adalah persentasi pertama dikampus baruku, makalah ini adalah hasil dari penjelajahan otakku
Aku sudah menyiapkannya jauh-jauh hari agar hasilnya memuaskan
Tepat dihadapanku ketika aku merapikan bukuku melintas sebuah mobil sport mewah dengan modifikasi yg amat keren dan suaranya yg berisik dengan kecepatan penuh
Memijakkan ban mobilnya diatas kubangan air yg menggenang akibat hujan dini hari tadi disisi jalan yg berlubang
Membuat air itu menyembur kearahku
Hingga mengotori tubuhku
Aku dibuat kaget bukan kepalang
"yak, dasar bodoh bisa menyetir dengan benar tidak? dasar gila kau"
Aku terus memaki pemilik mobil itu walau kini ia telah hilang dari pandanganku
"oh tidaaakkk...
Anakku.. Anakku yg malang
Tidaakk.. Jangann...
Jangan sekarang nak, aku butuh dirimuu"
Aku berlutut memandangi anakku yg malang ini telah kotor karna terjatuh akibat dikirku yg kaget tadi
Jatuh kebawah tanah
Dan tak memungkinkan bertemu dengan dosenku
Aku mengambil dan memeluknya dengan penuh cinta.
Ia sudah basah walau memang tidak terlalu basah dan masih bisa dikeringkan
Tak peduli dengan pandangan orang-orang yg menganggapnya aneh karna menangis meratapi kertasku ini
"gadis yg malang"
Ujar wanita yg mengenakan rok selutut itu
"lihatlah, dia menganggap kertas itu sebagai anaknya, lucu sekali bukan?"
"haha betul sekali, pantas saja banyak sarjana yg pengangguran lalu gila, seperti dia ini contohnya mahasiswa yg terlalu gila tugas dan berakhir tak mendapat pekerjaan apapun, kurasa dia juga akan menjadi gila"
"apa memang dia sudah gila?"
"hahahaha"
Kedua wanita setengah baya yg berada dibelakangku itu berbisik kepada temannya, membicarakanku dan menertawakanku
Walaupun nadanya dipelankan
Tapi aku tidak conge kawan!
Aku masih bisa dengar!!
Sangat menyebalkan
Sungguh ia akan memaki dan mengutuk pemilik mobil itu menjadi tusuk gigi kalau ia menemukannya
Hingga akhirnya bis datang
Dan membuatku bingung
Haruskah aku kembali kerumah dan bolos?
Atau aku lanjutkan saja kekampus dengan kondisiku yg seperti anjing jalanan ini
Hingga lelaki berpakaian serba pink dihadapanku membuyarkan pikiranku
"hei gadis muda, kau mau naik tidak? Bisnya sudah mau jalan"
Akhirnya aku memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalananku kekampus dengan keadaanku ini.
Tbc