
Kimmy pov
Baiklah saat ini aku seperti narasumber yang tengah diselidik detektif conan dengan segala misinya
Aku mencium bau amis diantara kumpulan mata-mata jahannam yang menatapku nyalang
Masalah kembali dideklarasikan
Pertarungan kembali dikibarkan
Sedangkan pertahanan sama sekali tak kusiapkan
Andai aku mbak Yul yang mempunyai peliharaan tuyul, tentu saja saat ini aku telah berteriak memecutnya untuk menyelamatkanku dari serangan makhluk makhluk titisan burung puyuh ini.
"kau fikir kau akan bebas dari kami? "
Hey lihat wanita yang sedari tadi berdiri dipinggiran itu menghampiriku dengan penampilannya yang bagaikan ibu ibu arisan
Kini giliran temannya yang berambut curly itu menghampiriku
"anak ini sok jago ya? Memangnya dia itu siapa? "
Belum sempat kujawab satu temannya lagi melagkahkan kaki dan berdiri disampingku
Dia yang menjadi lawan tinjuku tanpa ring tempo hari
Sial, mau apa dia? Apa dia mau balas dendam
"tenang sayang, kami hanya ingin bermain-main sebentar denganmu"
Aku terkesiap saat kedua tanganku dicekal paksa oleh kedua makhluk bau teri ini
Jennie selaku ketua genk cabe kini telah merilis senyum sinis yang amat menjijikan bagiku
"kau mau apa huh? jangan seenaknya dengan orang lain kau fikir aku takut dengan kalian? "
Jennie bertepuk tangan dengan tempo pelan seraya mengitari tubuh kami bertiga
"mari kita lihat, seberapa hebatnya dirimu. ****** yang dengan berani mengajak kencan jodoh orang lain"
Benar kan kataku
Dia masih belum puas, dia masih dendam denganku
Tuhan, selamatkan aku dari manusia-manusia laknat ini
Jennie merogoh gunting dari tas brandednya dengan senyum nyalang
Dua hentakan kakinya sukses membuat jantungku seakan balap karung
Apa yang akan dia lakukan?
Kini aku dan Jennie hanya diberi jarak beberapa centi saja hingga aku hampir tersedak dempulan bedaknya yang begitu tebal
"bersiap sayang!!"
Dia mengayunkan guntingnya kearah dahiku? Apa ini?
Apa dia akan menggunting poni blackpinkku?
Aku terus memberontak namun kepalaku terus ditahan oleh tangan teman-temannya. Bahkan Lisa menahan rambutku yang dikuncir ini agar diam
Membuat sensasi sakit dikepalaku akibat tarikannya
"jangan jangan kumohon jangan Jenn"
Ia tak menggubris dan tetap menjalankan aksinya
Tak punya senjata apa-apa untuk melawannha tentu aku memanfaatkan yang ada
Kakiku reflek menendang perutnya yang pusarnya sedikit terekspos karena bajunya yang gantung dengan snickersku, membuatnya jatuh terpental kebelakang
"akh.. Dasar gila berani beraninya kau menendangku"
Kedua temannya panik dan menghampiri sang ketua
"Jen, are you ok? " tanya Jisoo
Tak ingin menyia-nyiakan waktu, aku cepat lari dari tempat ini
Nasib sial menimpaku hari ini
Aku harus kembali menghela nafas berat
Ucapkan selamat tinggal Kim pada poni kesayanganmu ini
Untuk kali ini mereka berhasil menghentikanku
mereka mendorong ku kuat hingga punggung dan kepalaku terasa sakit akibat menghantam dinding
Wajah Jennie sudah seperti kepiting rebus
Tak banyak bicara tapi mematikan
Tatapannya kini seperti seekor harimau yang siap menerkam mangsa
Apakah ini kan jadi akhir hidupku?
tenggorokanku terasa sempit
Rasanya udara diruangan ini berlari menghindariku
Aku mendadak bisu sekedar mengatakan 'berhenti' pun aku tidak bisa
Jennie sangat kejam
Ia mencekik leherku dengan kuat hingga aku tak bisa bernafas
Aku yakin kini wajahku sudah memerah akibat ulahnya
Aku memukul-mukul dinding dan berusaha menjauhkan cekalan tanganku oleh kedua temannya
Sepertinya aku akan mati hari ini
Mommy Daddy
Good bye!!
Aku menutup mataku pasrah
Biarlah hari ini menjadi hari terakhirku
"hentikan"
Bukan hanya ketiga wanita ini yang terkejut, aku pun merasakan hal yang sama
siapa dia? Super hero yang telah menyelamatkan nyawaku
Aku jatuh merosot dengan lemas sambil terbatuk batuk dan memegangi leherku yang panas ini
"apa yang kalian lakukan? Apa kalian ingin membunuh anak orang? Gila. berfikir dulu sebelum bertindak bodoh"
Aku lemas hanya untuk melihat wajah super heroku itu
namun agaknya hari ini aku harus mentraktirnya Semangkuk Ramyeon karena telah menyelamatkanku
"Su-Suga.. Ka-kamii.. "
Mendengar nama yang disebut itu aku langsing menoleh, dia ternyata adalah calon ayah dari anak-anakku
Terima kasih Chagiya
"kenapa? Kenapa kalian melakukan ini? "
"kami tidak terima kau berkencan dengannya, bahkan menjadikannya pacarmu. Ingat Suga, dia ini hanya Mahasiswa baru dan aku, aku sudah lama mengagumimu. Apa kau tidak pernah menyadarinya?
Selama ini tak pernah ada kabar jika kau dekat dengan wanita. dan sekarang, aku malah mendapat kabar bahwa kau berpacaran, bahkan dengan gadis seperti ini" mata Jennie mulai berkaca-kaca, aku mengerti dia sangat cemburu.
Namun, dia siapanya Suga hello
"apa? Ha? Hahaha.. Hey Jennie dengar, memang selama ini aku anggap kau siapa? Lagipula jika aku berpacaran dengan siapa saja itu hak ku, kenapa kau yang marah?
Lagipula-"
Dia melirikku sejenak yang masih duduk dilantai sebelum melanjutkan kata-katanya
"Gadis ini bukan tipeku. aku sama sekali tidak tertarik untuk menjadikannya kekasihku" aku menganga, sungguh sakit yang teramat. Aku sadar bukan siapa-siapanya
"ta-tapi kau-"
"pergi, atau ku laporkan ulah kalian ini"
Bagaikan komandan yang memerintah pada tentaranya, ketiga manusia ini langsung bubar jalan meninggalkan kami berdua
"Suga-ah"
"apa? " akhirnya dia menoleh
"terima kasih"
Dia berjalan menghampiriku dan berjongkok didepanku
"aku sebenarnya tidak mau berurusan denganmu, tapi kenapa aku selalu bertemu denganmu? "
"itu berarti kita jodoh"
Suga menggeleng-gelengkan kepalanya
"dasar bodoh, aku tidak akan mau berjodoh denganmu"
Dia pergi dan meninggalkanku sendiri
"Sugaa" aku berdiri dan hampir berlari mengejarnya sebelum seseorang memanggilku
"Kimmy"
"Seoja" liriku
"sedang apa kau disini? "
Dia bertanya dengan senyum khasnya
"kau ini seo, kenapa selalu menghilang saat aku tertimpa masalah"
"apa yang tengah menimpamu sayang?"
"Jennie cs menyerangku lagi, aku hampir mati tadi jika saja Calon suamiku tak menghentikannya"
Dia membelakakan mata bulatnya
"mwo? Benar benar ya gadis itu harus kuberi pelajaran"
"sudahlah biarkan saja"
Sungguh aku malas jika sudah berkaitan dengan Jennie cs
"kim, ayo kita ke Mall kudengar disana ada Perform Kang Daniel"
"apa? Jodohku? Ayo kita pergi"
Tak menunggu aba-aba dari Seoja aku langsung menyeretnya.
..
"permisii permisii orang gila mau lewat. permisi tuan, nonaa saya bawa anak autis"
Itu suara kami berdua yang menerobos kerumunan agar dapat berdiri dibarisan depan untuk melihat jodohku yang sangat tampan itu
Mataku berbinar begitu pula seoja ketika kami melihat penampilan Kang Daniel bernyanyi
Kami berdua berteriak sekencang mungkin juga melompat lompat mengikuti alunan musik
Ini acara gratiskan? Jadi kami tak perlu bayar mahal
Ia hanya tampil menjadi brand ambasador produk ternama.
Acara telah selesai. Aku dan Seoja masih tertawa bahagia menceritakan Idola kami yang baru saja tampil itu.
kami hendak mampir kesebuah Kedai minuman di pusat perbelanjaan tersebut, namun atensiku mengalihkan pandangan kearah lain
"ja-ya bukankah itu Jhope? "
Aku menunjuk ke sebuah kedai makanan dimana makhluk yang bernama Jhope itu berdiri sepertinya tengah memesan sesuatu
"hwa, iya itu Jhope oppa"
Kami berdua saling pandang. detik kemudian menaikan alis dan tersenyum
Seakan saling memahami. kami punya rencana tersendiri
Yaitu, minta ditraktir
"Oppaa" kami berdua berteriak layaknya balita kembar yang memanggil ayahnya
"kalian disini juga? sedang apa? "
"oppa, kami tadi habis nonton konser Kang Daniel" Jhope ber'oh ria mendengar jawaban Seoja
"hobi, kami haus"
seakan mengerti Jhope menangguk dan mengajak kami berdua ke Kedai minuman sebelah
Kami berdua tersenyum girang mendapat minuman mahal yang tentunya gratis ini
"Hobi, kenapa kau sendiri? biasanya kau bersama Suga"
posisi Jhope adalah ditengah dengan kami berdua yang berada disampingnya, bagaikan suami yang punya dua istri
"oh Suga, anak itu sedang sibuk. setiap pulang kuliah dia pasti ke Studionya untuk bekerja, dia sedang menyelesaikan proyeknya menciptakan lagu baru. tentunya juga sebagai produser dia mempunyai tanggung jawab yang besar"
"Suga Oppa hebat ya! " ujar Seoja
"iya, memang dia anak yang gigih dan pekerja keras. kami bersahabat dari kecil, jadi aku sangat mengenal anak itu, terkadang orang menyebut kami sebagai adik kakak karena kami selalu berdua kemana-mana. Hanya saja dia itu sedikit pemalas, apalagi jika sudah bertemu kasur. dia akan mampu tertidur seharian penuh"
Hatiku berbunga mendengar cerita si kuda tentang Kucing rabiesku
"Hobi, ceritakan masa lalunya bersama mantannya"
Jhope menghentikan langkahnya dan menoleh kearahku dengan wajah datar
"akan kuceritakan nanti jika sudah saatnya"
"kenapa? Aku mau sekarang"
Aku tetap memaksa
"sudahlah sekarang mari kita pulang, ini sudah hampir sore"
"tidak, kita tidak mau pulang"
Jhope mengernyit
"ituu.. "
Aku dan Seoja tetap merayunya sambil beraegyo menempelkan genggaman kedua tangan dipipi yang sengaja digembungkan membuat kesan lucu.
Padahal, siapa saja yang melihatnya mungkin akan muntah
Jhope melirik kearah zona bermain disana membuatnya menghela nafas
"baiklah"
Horeeeee!!!!!
Kami berdua bersorak
Jhope baik sekali
Kami bertiga terus bermain wahana yang ada mulai dari bermain sepatu roda, naik bom bom car yang sengaja kami tabrak-tabrak mobil Jhope
Membuat sang pengemudi berteriak, bermain basket dan Menangkap boneka capit, walau tak sekalipun dapat
Kami juga masuk ke tempat karaoke
Membuat kebisingan disana karna suara teriakan kami bertiga yang tuli nada. bernyanyi sesuka hati tanpa mempedulilan lirik
Ternyata kami bertiga punya hobi dan bakat yang sama.
Cocok sekali dijuluki trio blender.
Kenapa? Hanya karena hobi membuat berisik
Permainan telah usai kami bertiga pun berakhir dengan membeli eskrim disuatu Kedai
Sudah dipastikan dompet Jhope terkuras habis hari ini.
"Terima kasih Hobi"
"Terima kasih Oppa"
"nde, jangan sungkan-sungkan denganku ya"
"lain kali kita main bertiga lagi yuk" jhope mengangguk mengiyakan kata Seoja
.....