
"ebusetdah lama bener ni barang ngetemnya. Kaga mau gerak. mana udah mau telat ni"
kakinya dihentak-hentakan ke permukaan lantai. Lebih dari 5 menit menopang badan dengan kaki mungilnya, sampai kapan ia harus menunggu?
tak ada waktu, ia harus bergegas mencari lift lain. Berlari sekencang angin ****** beliung melewati pintu-pintu besi yg berjejer menyerupai lorong rumah sakit ini
Matahari sudah ber say halo bergerak bersamaan jarum jam. Jadi, maklum saja kalo lift sulit mengubah angkanya dengan cepat dalam waktu sempit seperti sekarang ini.
Sebenarnya kimmy tak akan terlambat jika tidak menolak ajakan ayahnya untuk berangkat bareng, namun dengan poin plus, tadi pantatnya minta dicebok dua kali. Sarapan yg telah mengisi perutnya berontak minta dibebaskan. alhasil kini kondisinya seperti narasumber yg berhasil menerima uang kaget.
ia harus mengumpat kembali karna hasil tes laboratorium, lift ini masih jauh berada dibawah. lebih parah dari lift di apartemennya.
Kini dengan kekuatan naruto yang dikejar cabe-cabean, kecepatan larinya semakin kencang saja mengalahkan delman yg bertak tik tuk suara sepatu kuda
Akhirnya ia dapat melahap nafasnya tanpa bimbang, lift seberang ini masih bertuliskan angka 19 sedikit lagi ia akan naik kedalam kendaraan tanpa roda dan tanpa sopir
Segera saja telunjuk manisnya menekan tombol merah itu
Akhirnya dia berhenti juga.
Kedua pintu terbuka menampilkan beberapa orang yang menjadi penumpang disana.
Betapa terkejutnya gadis ini, baru satu langkah kakinya menginjak bibir pintu
atensinya menarik objek yang tadi malam membuat kepalanya dat dit dut bagaikan mendengar lagu Elvi Sukaesih.
Sungguh ia ingin goyang dumang saat ini bila tak ingat urat malunya masih tersambung dengan benar
"Suga" lirih Kimmy
Namun yg disebut namanya malah diam saja dengan tatapan malasnya
Kimmy berdiri sepersekian detik tanpa melanjutkan langkahnya sekedar memandang pemandangan indah pagi ini
"masuklah, apa kau akan berdiri disitu selamanya"
Kata-katanya sama sekali tidak terkesan seperti suara orang. malah mirip suara biyawak
Kimmy pun masuk dan berdiri disebelah pria jangkung ini.
sesekali matanya melirik sipemuda berkulit pucat itu, bahkan warnanya lebih putih daripada kulit kimmy.
sepertinya dia mandi menggunakan so klin pemutih setiap hari, sehingga kulitnya bak warna salju
Merasa diperhatikan, tentu saja Suga merasa risih
"kenapa kau memperhatikanku terus?"
Kimmy terdiam, barulah ia menjawab didetik kemudian
"ah, hmm tidak.. Ak-aku tidak memperhatikanmu"
Kimmy gelagapan menghadapi Suga yg ternyata mengetahui tingkahnya yg mencuri-curi pandang
"aku tak suka dilirik-lirik seperti itu"
Dia berbicara pada pintu
Bukaan..
Tentu saja berbicara pada Kimmy hanya saja pandangannya lurus kedepan.
Pantas saja wajahnya tanpa kerutan.
Jangankan tersenyum, berbicara saja tanpa tanpa ekspresi
Jika seperti itu, dia seperti robot ultraman Taiga. Badannya bergerak dan bersuara, tapi wajahnya datar-datar saja.
Lift berhenti pertanda penumpang sudah sampai ditujuan.
Pria gula itu pergi dengan cepat meninggalkan gadis yg rambutnya dikuncir buntut kuda dibelakangnya.
"Sugaa-ahh.. Tungguu...."
Kimmy mencoba mengejar Suga dengan langkah super
dan akhirnya yg dipanggil menghentikan langkahnya juga. membalikan badan dengan kernyitan alis yg menandakan tak suka
"ada apasiihh"
"mm. . Hmm ituu.. anu.."
"itu apa? Anunya siapa?"
Mata kimmy membelalak mendengar jawabannya
"Ish apaansih, maksudku bukan anu orang"
"trus?"
"aku cuma mau nanyain makalah yg kemarin"
Suga memutar bola matanya
Menghembuskan nafasnya dengan mata tertutup
(manis banget kan pastii..)
"akan selesai dengan segera, kau tenang saja"
Kimmy mengangguk, mengiyakan perkataannya
Suga menaikan ransel yg bertengger dibahu kanannya dan segera melenggang pergi
Waktu Suga terbuang percuma hanya untuk meladeni gadis konyol ini
"Suga-ah.."
Baru beberapa langkah Suga berjalan, suara cempreng itu membuat telinganya sakit
Ia mendengus kesal
"hhhssss...sshhhh... Apalagiii?"
mencoba menetralkan emosinya
"itu-itu tuuhh"
Telunjuk Kimmy menunjuk-nunjuk kearah Suga, gatau nunjuk apaan
"apa?"
"ituu...
stempel merk dibajumu belum dicopot"
Suga segera melirik kerah belakang bajunya
"oh i ii-ini.. Mmbb... Maklum, setiap hari bajuku memang selalu baru. ya, terkadang aku lupa mencopot merknya"
Membela diri menutupi rasa malunya
tangannya meraih-raih stempel itu dan membuangnya
"Shit memalukan" batinnya
Kimmy tidak tertawa, dia hanya tersenyum manis padanya.
tapi bohong kalau dia tidak menahan tawanya
Padahal dalam hatinya ia sedang nobar stand up comedy
Keduanya bubar jalan dengan kendaraan masing-masing
Suga mungkin sudah hampir sampai kekampus dengan mobil sprotnya. sedangkan kimmy, Kini ia tengah duduk dibangku halte
"aigo.. Mamaa jangan perlakukanku seperti itu. Aku malu diliat banyak orang"
Interaksi antara anak dan ibu disebelah Kimmy itu tak sependapat.
"diam, dan pakai ini. Mama tidak mau anak bungsu mama nantinya mengalami hipotermia karena kedinginan"
Wanita itu mengelus-elus rambut blonde anaknya dengan sayang
"tapi ma ak-"
"kau mau uang jajanmu mama tahan selama sebulan?"
Ancamannya sungguh ampuh membuat anaknya mengunci mulut yg sedari tadi merengek itu
Aneh memang, Laki-laki dewasa yg kemungkinan usianya diatas Kimmy
Memakai coet panjang, sarung tangan, tak lupa syal yg sedari tadi diributkan kedua orang itu. Padahal sedang tidak turun salju
Anak laki-lakinya itu memasang muka yg terkesan sangat jelek dengan bibir dimonyongkan seperti cetakan tumpeng,merasa kesal dan tidak nyaman dengan outfit yg dikenakannya
Jika dilihat-lihat wajahnya saat ini persis seperti kuda
Cukup menjadi hiburan selagi gadis satu ini menunggu bis
Kedua orang itu melirik kimmy bersamaan
Kimmy yg manis dan sopan ini langsung menundukkan kepala dan tersenyum untuk ibunya, tidak dengan sikuda jelek itu yg bahkan tak sedikitpun memberi senyum pada Kimmy. Ibunya membalas
Singkat cerita bis telah datang. calon penumpang yg berada dihalte segera masuk dan duduk dikursi masing-masing
Mata Kimmy terus memicing mencari keberadaan laki-laki yg sebelumnya menarik perhatiannya
Kimmy duduk diurutan ketiga belakang sopir dimana itu adalah tempat duduk laki-laki tadi
Merasakan kursinya bergerak karna pantat Kimmy mendarat disebelahnya,
Laki-laki itu menoleh sejenak lalu mengalihkan pandangan kearah jendela
"ibumu baik, dan sangat perhatian ya?"
Kimmy membuka suara bermaksud lain dalam hal ini
Pemuda itu sebelumnya hanya melirik sekilas pada gadis yg SKSD ini
Detik kemudian mulai bersedia menjawab
"ya, aku tahu"
"aku jadi iri"
"yasudah ambil saja"
Kimmy mengerutkan dahinya
"memangnya kau tak butuh?"
"sepertinya kau lebih membutuhkan
Kimmy dibuat bingung
"aku sih udah punya"
"trus ngapain minta"
"aku gabilang"sarkas kim
"tadi"
"aku cuma bilang iri bukan minta"
"ya, secara tidak langsung"
jawabannya semua datar tanpa ekspresi dan tanpa kontak mata, apalagi jawabannya sangat ambigu
Oh ayolah apa semua laki-laki dewasa di Seoul tidak bisa menampakkan dimplenya
Kimmy berdiam sejenak, sedikit menjernihkan pikirannya
"Aku Kimberly Hasseda. Ya, panggil aja Kimmy" menyodorkan tangan kearah laki-laki yg tengah bersender manja dijendela
Pemuda itu hanya menatap tangan Kimmy.
Merasa diabaikan, kimmy menggoyang-goyangkan tangannya bagaikan pantat ibu-ibu penjual gado-gado
"Jung hoseok. panggil saja j-hope atau hobi atau terserah maumu yg penting terdengar imut"
Refleks bibir kimmy sedikit terbuka, alis turun dua-duanya
"orang aneh"batinnya
25 menit berlalu Kimmy telah turun dari bis. laki-laki manja itu ternyata satu kampus dengannya. Mereka berdua berjalan beriringan
"aku tidak pernah melihatmu sebelumnya" tanya Jhope pada Kimmy
"oh iya, aku anak baru. Pindahan dari Swedia" jawabnya manis
"uwa, apa kau mendapat Beasiswa disana?"
"ah, aniyo. Aku tidak pintar, aku berkuliah disana karena orang tuaku tinggal disana, tapi sekarang sudah pindah ke Korea jadi aku ikut"
Ternyata dia ramah tak seperti yg kimmy bayangkan sebelumnya.
senyumnya sehangat mentari Cocok sekali dijuluki sebagai "sunshine boy"
"tapi kau bisa berbahasa Korea?"
"ya, karna aku besar di Korea, orang tuaku pindah ke Swedia saat aku lulus SMA. hanya 2 tahun untuk menyelesaikan pekerjaan ayahku"
Sunshine boy itu hanya ber 'oh ria
Kimmy dan Jhope sampai di koridor.
Kedua anak manusia itu tak lagi berjalan beriringan. Jhope mendahului Kimmy dan merangkul temannya
Kimmy yg menjadi penonton dibelakangnya sadar akan teman Jhope itu
"ohh teman Suga ternyata" ia berbicara sendiri melihat kedua punggung laki-laki itu menghilang dibalik tikungan koridor.
Bangku taman menjadi tujuannya saat ini. Ia akan menghabiskan beberapa menit untuk sedikit menjernihkan fikiran sebelum pulang.
dibukanya ransel yg ia dudukkan disebelahnya.
Kemarin Suga menyuruhnya menyalin makalah yg kotor, entah punya siapa
"Kimberly Hasseda" cicitnya melihat nama yg terpampang didepan halaman makalah tersebut.
Ia mengernyit
"apa mungkin dia sudah kembali?"
dirinya mengingat tadi pagi ibunya bilang akan menginap untuk menemani anak majikannya
Kenapa Taehyung sampai tak kepikiran.
Bodoh ya, masa dia sendiri tak sadar
Apa benar makalah ini Kimmy yg punya?
"ah masa bodo" batinnya
Taehyung tersenyum simpul, ia yakin pasti makalah ini punya si gadis Jepang.
dia masih ingat namanya
Taehyung seakan sedang panen puluhan bunga dihatinya
sungguh Taehyung sangat bahagia.
-----