Stay Gold (Miwaku Tekina Moon Light)

Stay Gold (Miwaku Tekina Moon Light)
Stay gold bab 15



Malam ini, Nyonya Min tengah melaksanakan aktivitas makan malam bersama kedua anak tercintanya Yoongi dan Jungkook


Suasana hening hanya suara dentingan piring yang terhentak sendok dan garpu.


"Jungkook kenapa tidak makan sup dan seafoodnya? " nyonya Min bertanya dengan lembut pada anak bungsunya yang hanya dibalas gelengan oleh Jungkook


"kau tidak suka? " Jungkook diam.


Sekedar informasi Jungkook hanya makan Nasi dan telur gulung saja


Bukan ia tidak suka dengan masakan ibunya. Tapi hari ini nyonya Min memasak makanan kesukaan Yoongi


tentu Jungkook merasa iri dan tidak suka. terlebih Jungkok itu alergi Seafood, tapi apakah ibunya melupakan hal itu?


Padahal masih ada makanan lain kan Jungkook_-


Bukan apa


Nyonya Min ingin hari ini memasak makanan kesukaan Suga pasalnya ia dengar Suga berhari-hari tak makan selama menemaninya dirumah sakit.


Dan baru hari ini nyonya Min bisa berkutat lagi didapur karena kondisinya.


"Eomma, besok masak makanan kesukaan Jungkook juga ya"


Ujar Yoongi yang membuat Jungkook menatapnya nyalang


"tidak perlu, masak saja seafood setiap hari" Jungkook beranjak dari kursinya dan meninggalkan makan malamnya


"Jungkook Jungkook, dengarkan aku"


Suga ikut beranjak bermaksud mengejar adiknya


Namun suara nyonya Min menghentikan Suga


"sudah Yoongi, biarkan saja dia. besok eomma akan memasak makanan kesukaannya. sudah sekarang lanjutkan makanmu"


Suga melanjutkan melahap makanannya wakau dengan terpaksa


Suga masih khawatir dengan Jungkook


Selesai makan malam, Suga menghampiri Jungkook yang berada dikamarnya.


Jungkook menghentikan aktivitasnya bermain game online diponselnya ketika Suga masuk kekamarnya


"kook"


Jungkook tak menjawab, dia melanjutkan kembali permainan yang sempat terpause itu.


Suga duduk ditempat tidur milik Jungkook


"kau marah?"


Seakan tuli, Jungkook tak menjawab sepatah kata pun


"kook kau dengar aku tidak? "


"Jungkook"


Merasa diabaikan Suga merampas ponsel miliknya membuat Jungkook murka


"kembalikan Yoongi" Jungkook mencoba meraih ponselnya namun Suga menjauhkannya


"tidak, kau kenapa? Kau marah? "


"bukan urusanmu? "


"kau mau sampai kapan membenciku seperti ini? Aku salah apa? "


Jungkook mendelik tak suka pada Suga


"aku rindu kau yang dulu, Aku rindu Jungkook adikku yang selalu merengek ingin tidur bersama, berangkat sekolah bersama bahkan mandi bersama dan makan sepiring berdua. Aku rinduu, aku rindu Jungkookku"


"itu dulu Yoon, sebelum aku faham arti kasih sayang"


Suga menatap mata bulat adiknya ini dengan perasaan tak percaya


"lalu? Apa sekarang? Aku menyayangimu, eomma menyayangimu bahkan appa dulu juga menyayangimu. apalagi yang kau fikirkan"


"eomma dan appa tidak menyayangiku, mereka hanya menyayangimu, kasih sayang mereka padaku berbeda dengan kasih sayang yang mereka berikan padamu. Aku tak merasakan hal itu.


Mereka lebih memprioritaskan kanmu.


Tapi tidak denganku, aku ini juga anaknya, tapi aku merasa asing disini.


Kau bebas meminta dan melakukan apapun yang kau mau sedangkan aku? semuanya dibatasi. Apa aku salah jika aku mengatakan aku iri.


Sungguh aku benci semua ini. aku juga benci dirimu. sekarang pergi dari sini dan Jangan menggangguku"


Jungkook mendorong tubuh kakaknya ini agar menjauh darinya


"kook dengarkan aku dulu, kook"


Jungkook akhirnya bisa mengeluarkan Suga, lalu mengunci pintunya.


....


"eomma lihat, Kuki menggambar ikan. Eomma eomma"


Semburat merah yang bersemu dipipi bulatnya begitu menggemaskan dengan mata bulat dan gigi bak anak kelinci.


Jungkook kecil berlari dengan kaki mungilnya membawa sebuah buku tulis yang telah ia lukis dihalaman belakang rumahnya sendirian


Ia begitu senang setelah berhasil menggambar seekor ikan dengan kepala besar dan bulat dengan siripnya yang menciut kecil


Ia menghampiri ibunya yang tengah bersantai


Berlari-lari kecil untuk memperlihatkan hasil karyanya


"Yeobo.. Min Jungkook ini kan buku kakakmu, aigo kau nakal sekali kenapa mencoret-coret buku *Yoongi. nanti gurunya bisa marah"


Nyonya Min mencubit lengan sang anak


membuat Jungkook meringis, kemudian ia pergi kehalaman belakang dan menangis dengan menenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya, tak ingin seseorang melihatnya.


...


"Hyung, apa nanti pestanya banyak badut? "


kedua adik kakak ini berada didepan cermin tengah berdandan untuk menghadiri acara ulang tahun anak appanya*


"*tentu saja, banyak badut dan juga kembang api, kau pasti senang"


Jungkook memekik senang dan menepukkan kedua tangannya girang


Yoongi gemas, diusapnya surai hitam adiknya ini


Yoongi sangat menyayangi Jungkook


Yang terpaut usia 7 tahun darinya


"sudah selesai? Ayo, kita akan segera pergi" mereka berdua menoleh ketika appanya masuk kekamar mereka berdua


"sudah appa, ayo kita pergi"


Jungkook menggandeng tangan hyungnya


"Kook, kau dirumah saja ya bersama bibi, kita tidak akan lama kok" Jungkook bingung kenapa dia tidak diajak*


"*lho, kenapa Jungkook tidak boleh ikut appa? "


"bukan tidak boleh, tapi akan sangat merepotkan jika Kuki ikut, dia pasti akan berlarian kesana kemari dan membuatmu lelah menjaganya, sedangkan eomma dan appa harus bertemu rekan kerja"


Itu suara Eomma yang entah dari kapan sudah berada dibelakang tuan Min


"tapi aku akan mengawasinya, aku yakin Jungkook tidak akan membuat kekacauan disana"


*Jungkook hanya diam, ia tidak mengerti apa-apa


"jangan membantah Yoongi, lagipula itu kan temanmu juga. Nanti kau malah asyik bermain dengan mereka dan melupakan Kuki, kalau Kuki sampai kenapa-kenapa bagaimana? "


Yoongi mengalah, bagaimanapun juga ia tak akan menang, ia sedikit kecewa tidak bisa mengajak adiknya


"tidak apa-apa Hyung, hyung pergi saja. Kuki akan menunggu dirumah, hyung jangan nakal disana ya! Hyung jangan tidur dimobil, nanti kasihan appa harus menggendong Hyung, kan berat"


Senyum mengembang khas anak kecil terpatri dibibir mungilnya dan menampilkan gigi kelincinya


Yoongi terenyuh, ia merangkul adik kesayangannya ini


"baiklah kook, nanti aku janji akan membawakanmu mainan baru,


Jungkook hanya menangguk, usia 5 tahun masih terlalu kecil untuknya mengerti keadaan.


Jungkook yang pada dasarnya penurut hanya tersenyum ketika kedua orang tua dan kakaknya pergi sambil melambaikan kedua tangannya*.


....


"*make a wish now baby"


Yoongi yang diperintah ibunya langsung menangkup kedua tangannya sambil terpejam berdo'a dalam hati


Setelah itu, ia meniup lilin merah yang tertancap bertuliskan angka 20


Ya, Hari ini adalah hari ulang tahun Yoongi


Ia sangat bahagia karena kedua orang tuanya mempersiapkan kejutan ulang tahun walau dengan pesta kecil-kecilan dirumahnya


Ia membuka satu persatu kado yang diberi eomma dan appanya


Betapa bahagianya Yoongi ketika membuka isi kado itu ternyata sebuah kunci mobil


Sebuah mobil sport merk ternama dengan harga milyaran menjadi kado terindah kali ini untuk Yoongi


Pasalnya barang mewah itu telah lama ia idam-idamkan dari dulu


Ia memeluk kedua orang tuanya, ia sangat bahagia kali ini


namun, ada yang mengganjal dihatinya


"Jungkook dimana? "


"sudahlah Yoongi, tidak udah pedulikan anak itu, mungkin dia masih main sampai larut malam seperti ini. dasar anak tidak tau diuntung*"


"*eomma jangan begitu, Jungkook pasti ingat ini hari ulang tahunku, dia pasti sedang menyiapkan kejutan untukku"


"sekarang buktinya mana? dia malah tidak pulang kan, sudahlah nikmati malam ini sebagai malam terindah untukmu karena Eomma akan mengajakmu liburan Ke Shanghai minggu depan sabagai kado tambahan"


"appa tidak diajak? " tuan Min yang terlupakan pura-pura cemberut menggoda anak dan istrinya ini


"appa tidak perlu ikut, appa dirumah saja" Yoongi menjawab membuat appanya tertawa dan mengelus kepala sang anak*


*Mereka bertiga tertawa bahagia malam ini


Namun, tahukah kalian?


Seseorang tengah mengintip dibalik celah pintu sedari tadi, memperhatikan interaksi ketiga manusia ini.


Jungkook merasa terlupakan disana


Tidak sama sekali namanya disebut, yang ada malah tidak dianggap


Ia menatap sebuah kado kecil ditangannya. Hadiah untuk kakaknya.


Namun niatnya untuk memberikan hadiah kecil ini urung, Jungkook pergi dan membuang kotak kecil itu ke tong sampah*


.


.


Hampa yang Jungkook rasakan selama ini. ia bagaikan benalu dalam rumahnya sendiri


Bagaikan orang asing, ia tak pernah sekalipun mendapat perlakuan khusus seperti yang orang tuanya berikan pada Yoongi, kakaknya


Hal itupula yang membuat Jungkook membenci Yoongi. Karena Yoongi selalu menang dalam hal apapun terutama ketika mereka bertengkar, Yoongi yang selalu dibela ibunya


Jadinya Jungkook tidak terlalu dekat dengan ibunya


Ia lebih memilih untuk dekat dengan ayahnya walau kadang ia juga sering diabaikan


namun, ia berusaha karna ayahnya orang yang satu-satunya tidak pernah memarahinya, ia selalu diam terutama pada Jungkook, tak pernah memarahi ataupun membela


Hingga sampai usianya yang sudah menginjak 17 tahun ini, dia masih mendapat kasih sayang yang berbeda


Dia muak, rasanya ingin pergi namun dia juga tak ingin menjadi anak durhaka


Ia kerap kali ditegur kepala sekolah karena orang tuanya yang sering tak datang ketika ada panggilan ke sekolah


Bukan Jungkook tidak memberitahu orang tuanya, hanya saja mereka tidak peduli


Jungkook sering membayangkan bahagianya melihat teman-temannya yang mendapat perlakuan baik, kasih sayang penuh dari ayah dan ibunya


Namun tidak dengan Jungkook, ia harus menahan diri ketika ia ingin sekedar memeluk ibunya.


-@_@-


"Dia itu masih remaja, wajar masih labil. Aku saja dulu begitu, selalu menganggap appa dan eomma pilih kasih terhadapku, kufikir mereka lebih menyayangi Honey Noona dibanding diriku."


Namja berusia 23 tahun itu hanya mendengarkan sahabatnya yang berusia sebaya dengannya tanpa berniat menjawab


"dia adikku, tapi kami merasa asing hanya untuk saling menyapa"


Suga menunduk memainkan jarinya


"sudahlah kawan, Jungkook akan mengerti jika dia sudah dewasa, percayalah Yoon"


Jhope merangkul dan mengelus punggung sahabatnya ini


Bagaikan pelet dukun, kata-katanya membuat Suga sedikit tenang


"oh ya, bagaimana dengan Kimmy? Kufikir kau cocok dengannya"


Suga menjitak kepala siluman kuda itu membuat sang empu menjerit


"heii ini sakit"


"dasar gila, aku tak mungkin menyukai gadis sepertinya"


Dengan tangannya yang masih mengelus kepalanya, Jhope cengengesan seperti orang stress


"nanti jodoh bagaimana? "


"sialan, aku tak mau berjodoh dengannya. Aku malah membencinya karena gadis itu selalu membuatku sial"


"jangan begitu, kata orang benci itu akan berubah menjadi rasa cinta"


Jhope terus menggoda Suga membuat tangan Suga gatal untuk tidak mencekiknya


"berhenti berbicara Kuda, kau ini sangat menjijikkan"


Suga malas menanggapi seekor kuda yang tengah terkekeh itu


Ia merebahkan badannya disofa rumah Jhope


Jhope yang jahil pun langsung menyalakan musik sekencang mungkin, membuat Suga yang baru ingin terlelap kembali terjaga


"kuda peot hentikaaannn berisiiikkk...."


......