
Prak..
Laki-laki berambut poni yg tengah asyik membaca buku itu dikagetkan oleh kertas-kertas dan makalah lusuh yg dihantamkan seseorang kedepan wajah diatas mejanya
Ia mendongak melihat sipelaku.
Si kucing ternyata pelakunya
"bisakah kau menyalinnya dan menyelesaikannya sebelum 3 hari? Tenang, aku akan berikan uang untukmu"
Kucing besar itu merogoh sakunya
Mengambil beberapa lembar uang dan menaruhnya diatas meja laki-laki culun itu
"suga tapi ak-
"kenapa? Kurang?"
Suga merogoh kembali sakunya dan menambahkan beberapa uang lagi
"bukan begitu, aku sangat banyak sekali tugas, belum lagi tugas-tugasmu juga belum kuselesaikan, dan sekarang kau menambahkan lagi? Aku tidak bisa, maaf"
"kenapa kau berani membantahku hah? apa kau ingin kubuat tak bisa kuliah lagi disini? Rupanya tidak ada kapok sama sekali kau ya"
Kim Taehyung, seorang anak yg berasal dari keluarga yg bisa dikatakan kurang mampu, berkuliah di kampus elite yg hanya diisi oleh para anak-anak chaebol. bukan tanpa alasan, ia diterima di kampus mewah ini berkat beasiswa karena kecerdasannya. Terkadang ia menjadi bahan bullyan karena gayanya yg jauh dari kata fashionable
namun, ia selalu menjadi mesin yg digunakan teman-temannya untuk menyelesaikan tugas.
bagi Suga, hal kecil untuk dapat mengeluarkannya dari sini jika ia membantah, apapun yg ingin Suga lakukan dikampus tak akan ada yg bisa melarangnya, ia dan keluarganya sangat disegani karna ayahnya adalah donatur dikampus ini
ancamannya tak segan-segan. Pernah satu waktu Taehyung hampir dikeluarkan dari kampus, semua itu ulah Suga yg tak ingin dibantah ketika Taehyung tak bisa menyelesaikan tugasnya
Taehyung sebenanrnya sudah sangat muak dan lelah.
Tapi, apalah daya, ia harus bertahan demi pendidikannya, ia ingin mengangkat derajat keluarganya, keinginan almarhum ayahnya yg ingin Taehyung sekolah tinggi dan menjadi orang Sukses haruslah terwujud, apalagi ia sekarang harus membantu ibunya mengais rezeki demi dirinya dan ketiga adiknya. Toh, jika Suga meminta menyelesaikan tugasnya ia pasti diberi upah.
"baiklah, akan kuusahakan menyelesaikannya dalam waktu dekat"
Akhirnya Taehyung mengalah karna siapapun yg sudah berhadapan dengan Suga, tak akan bisa menang
"Bagus"
Si kucing melenggang pergi mencari whiskas
.........
Segelas coklat panas dan bermacam-macam banyak camilan ia bawa dari dapur, tentu terlalu kerepotan dengan tangan kiri yg memegang gelas dan satu tangan lagi memeluk camilannya membuatnya harus ekstra hati-hati menaiki tangga, takut-takut mereka berjatuhan
Apa tidak bisa diangkut bergantian saja?
Padahal bibi dirumahnya sudah menawarkan diri untuk membantunya membawakan camilan kesayangannya,
Tetap saja anak ini tak mau dibantu
Dengan alasan
"apapun yg kupegang tak akan jatuh, mereka akan menempel, aku sudah diberi kekuatan super dari bapaknya cicak ".
Sampailah si Kim cheong dikamarnya.
Ditaruhnya baterai-baterai perutnya dimeja belajarnya
"Hari ini ingin apa wangbi? Menulis di buku diary atau-.."
ia bergumam sendiri memikirkan apa yg harus dilakukannya malam ini
Ting..
Satu pesan masuk
Si Bambang
Online
Anyeong ratuku.. bagaimana tadi?
Apa si tampanku menghukummu?
Mwo? apa maksudmu
Seo? Si tampan siapa?
Aih ratu pura-pura lupa atau
Bagaimana? maksudku,apa
Sitampanku Suga menghukummu
atay malah sebaliknya?
aku jadi curiga
Kau salah besar jika
Mengira dia menghukumku
Jangan meragukan kehebatanku
Yak, baiklah aku percaya tidak akan ada yg bisa mengalahkan ratuku ini
😁
Kimmy jadi mendapat ide, dia jadi kepo terhadap si idola dikampusnya itu
Kali ini muncullah hobi lamanya.
Menstalk akun orang
Ia mulai mengetik keyboard laptopnya dengan jari-jemarinya yg lentik, mencari nama dikolom pencarian instagramnya
Scrool teroosss neng....
"haik, tak ada nama Suga disini
Heol.. benar-benar ingin kugaruk saja layar ini, susah sekali mencarinya"
Bukanlah kimberly jika harus menyerah disatu arah
Ia mencoba mencarinya kembali dengan
Menstalk akun sahabatnya yg beberapa menit lalu berkirim pesan dengannya
"jika suga itu idolanya, pasti ada dalam kotak followingnya" batinnya
Ia mulai mencari nama Lee Seo ja.
Matanya membelalak saat melihat satu akun yg diyakini memakai foto suga
"suu-garr feerii"
"Sugarfree"
ia mulai mengeja kata-demi kata hingga menyebutkannya dengan lantang
"Aihh si kadal ini, ingin sekali kujambak rambutnya karna memakai nama yg susah sekali dicari"
kimmi mengggerutu kesal, sebelum akhirnya mengklik foto yg dipostingnya dari pertama, menggesernya satu persatu
"woahh.. Daebak,.. Seorang rapper ternyata, komposer, penulis lagu dan-
Pecinta musik"
Kimmy mengangguk-anggukan kepalanya
"tapi kenapa aku tidak mengenalnya,bahkan aku tak pernah melihatnya di televisi? Apa dia artis yg miskin hihihi"
Kimmy tertawa geli membayangkan Suga yg katanya terkenal dengan kekayaannya, lalu ia sebutt miskin, sangat aneh
Jarinya yg sedari tadi sibuk menggeser foto suga, terhenti akibat ulah satu foto yg meembuat matanya juga tak diizinkan mengedip
Diantara kebanyakan foto yg dia posting, berekspresi datar tanpa senyum dan sensual
ada satu foto yg mengalihkan perhatiannya
Senyumnya yg begitu manis dan lebar dengan mata yg hampir tenggelam karna terlalu sipit, pipinya yg gembil dan kulit wajah yg putih bersih tanpa komedo dan pori-pori
Sungguh sangat menyita pandangan
"aaa.. Neomu kiyowoo..."
Kimmy menggigit telunjuknya sendiri tak tahan dengan tampan dan manisnya foto Suga yg ini
"porsi yg berlebihan tuhan, namja ini terlalu tampan dan lucu
Bikin dedek gumuussshhh"
Setelah ia menyimpan fotonya difile
Ia menutup laptopnya
Menuju ranjang kesayangannya dan menjatuhkan tubuhnya
Kedua matanya menatap langit-langit yg berdekorasikan bintang-bintang dan bulan-bulan yg menggantung lucu diatas sana
Melirik ke arah kiri dinding yg terdapat foto idolanya yg ditempel
"kang Daniel... Suga ini bagaimana ya?
Ganteng sih lucuuu.. Aku sukaa
Tapi kamu juga ganteng..
Aigoo Suga.. Padahal baru ketemu
Masa udah ada-
Akh... Au ah gelap"
Ia menutup wajahnya dengan selimut birunya yg bergambar gajah, setelah berbicara sendiri
Terlalu memikirkan tentang Suga bahkan sampai melupakan coklatnya yg mungkin sudah dingin dan para antek-anteknya
Kemudian ia beralih dari ranjang menuju meja balajarnya, menghabiskan coklat yg sudah dingin itu tanpa mempedulikan camilan yg susah payah ia bawa.
Kembali pada ranjangnya dan memutuskan untuk tidur
....
Hari sudah semakin larut, hanya suara burung hantu dan detakkan jam diding yg menjadi pemecah keheningan
Langit yang semakin gelap dan hembusan angin malam kian menyapu kulit, membuat bulu-bulunya berdiri akibat dinginnya hawa ini
Pertanda alam semesta telah mengisyaratkan kepada seluruh makhluk bumi untuk berhenti melakukan aktivitasnya sekedar beristirahat mengembalikan tenaga yg telah habis terbuang hari ini
Namun hal itu tidaklah indah bagi namja bertubuh kurus ini, walau jarum jam sudah melewati angka akhir, ia tetap berkutat dengan tugas kampusnya yg tak ada habisnya, hal itu memang sudah biasa dia alami. namun jujur, dalam hatinya ia benar-benar lelah, mungkin jika mengerjakan tugasnya tak masalah baginya, namun, yg selalu membuatnya pusing, ia juga harus mengerjakan tugas teman-temannya yg ia ambil alih.
Jika tidak, sudah dipastikan mereka akan terus membully.
Tak jarang Taehyung menangis di tengah malam ketika ia sudah tak sanggup dengan hal ini
Jika boleh memilih, Taehyung lebih baik bekerja daripada kuliah
Lebih baik ia yg mencari nafkah daripada harus perang batin setiap harinya
Namun ia juga tak ingin mengecewakan ibunya yg selalu menyemangati dan membantunya ketika ada pembayaran di kampus.
Seperti halnya malam ini, jarum jam sudah menunjukan pukul dua pagi.
Diliriknya kedua adik laki-lakinya yg berumur 16 dan satu lagi berumur 14 tahun sedang tertidur pulas, mereka berdua tidur dengan berpelukan seperti koala, mendengkur halus dengan mulut terbuka, membuat taehyung tersenyum gemas melihatnya
Sedangkan adik bungsunya berjenis kelamin perempuan yg akhir bulan ini menginjak umur 4 tahun sudah pasti juga sedang tenggelam dalam mimpinya dikamar sebelah bersama ibunya, membayangkan betapa lucu adiknya sebelum tidur yg selalu merengek pada Taehyung minta digendong dan selalu minta dibuatkan susu hangat, ia tak akan lekas tidur jika tidak di puk puk manja sebelum menjemput mimpinya, sudah terbiasa bagi Taehyung mengasuh si kecil dan mengambil alih tugas ibunya sebelum ibunya pulang bekerja, memasak untuk makan dirinya dan adik-adik, juga membereskan rumah. Ia melakukannya dengan sukarela tanpa paksaan
Baik, selesai penjelasannya
Sungguh, Taehyung saat ini ingin sekali merapatkan barisan bersama kedua adiknya yg selalu ia jadikan guling.
Mata Taehyung sampai memerah dan berair saking tidak kuat menahan kantuknya, berkali-kali ia menguap dan berkali-kali pula ia membasuh muka
Berharap kantuknya hilang
Namun nihil, ia terlalu lelah.
Tetap saja matanya terlalu berat untuk dibuka, ranjangnya seakan melambai-lambai mengajaknya rebahan
Namun kertas-kertas sialan ini berkata sebaliknya. Tugasnya menumpuk dan terlalu banyak
"Tuhaann.... Aku lelaaaahhh....
Appaaa... Eommaa....
Tae capek, Tae lelah
Ingin tidurrr...."
Menangis sesegukan dipagi buta.
Kim yoo eun selaku eoma Taehyung
Terbangun ingin buang air.
Selepas dari kamar mandi ia berbelok kekamar anak laki-lakinya sekedar mengecek, betapa terkejutnya yoo eun melihat anak sulungnya tengah bersandar dibawah meja belajarnya dengan menelungkupkan wajah diantara kedua lututnya. kondisinya sangat memilukan, punggungnya bergetar pertanda Taehyung sedang menangis. yoo eun lantas menghampiri anak sulungnya itu dan berjongkok didepan Taehyung. mengelus surai hitam anaknya itu
Taehyung yg merasakan belaian itu langsung mengangkat wajahnya
"Tae, kenapa belum tidur? Ini sudah malam"
Menangkup dagu anaknya yg berlinangan air mata
"whae? Mengapa kau menangis hmm?"
Taehyung yg tidak kuat menahan tangisnya langsung menghambur memeluk ibunya dengan tangisan yg amat menyayat hati
"kenapa sayang? Apakah ada masalah di Kampus? Ceritakan pada Eomma"
Taehyung menggeleng disela pelukan hangat ibunya
Beberapa saat berpelukan,
Keduanya melepas pelukan bersamaan tangis Tae yg sedikit mereda
"aniyo eomma, Tae hanya rindu appa"
Sungguh, Taehyung ingin bercerita banyak dan meluahkan isi hatinya pada eommanya bahwa ia lelah dengan hidupnya, dengan perlakuan teman-temannya yg selalu memperbudak dirinya
Ia ingin bilang kalau ia ingin berhenti kuliah, namun semua tak akan pernah terungkap, ia tak mau mengecewakan orang tuanya yg sudah pasti berharap banyak padanya
Taehyung hanya bisa berbohong bahwa ia rindu appanya
Tapi tidak, itu bukan kebohongan,
Taehyung selalu rindu appa setiap waktu
"kau rindu appa?"
Taehyung mengangguk
"Eomma juga, eomma rindu appa"
Hati ibu mana yg tidak tersayat melihat anaknya menangis di tengah malam
Merindukan ayahnya yg telah tiada.
Matanya kini mulai berkaca-kaca melihat wajah anaknya yg manis tengah dibanjiri air mata
"sini ikut eomma"
Yoo eun menarik tangan anaknya perlahan, membawanya ke sisi jendela kamar Taehyung
"lihat nak banyakk sekali bintang disana, carilah bintang yg paling bersinar
Itu appamu
Dia sudah menjadi bintang yg indah"
menunjuk langit yg penuh taburan bintang disana
"Nak, dengar, kita sudah kehilangan appa
Tapi kita tidak kehilangan kenangannya, semangatnya, senyumnya
semua tentang appa tersimpan disini"
Yoo eun menunjuk pada dada Taehyung
"kita disini menangis, sedangkan appamu disana bahagia. dia tengah berjalan-jalan ditaman surga, menyusuri tujuh sungai dan dijaga para bidadari. dia sudah tidak terluka, dia sudah tidak kesakitan lagi. Menangislah Tae, menangislah karena kau bahagia, takdir sudah tak menyiksa appamu lagi"
Taehyung kembali memeluk ibunya lagi
Kata-kata ibunya bagaikan obat baginya. Benar kata ibunya, Taehyung harus bahagia walau sudah tak ada appa disampingnya lagi, yg selalu menyemangati dan mendukungnya dalam hal apapun selagi itu baik
"sudah tidur sana, sudah malam"
Akhirnya Taehyung memutuskan untuk merehatkan badannya dahulu
Kemudian akan bangun kembali sebelum fajar menyingsing, melanjutkan pekerjaan yg tertunda
..
Masih teringat dalam ingatan Taehyung ketika appanya mengeluh kesakitan di tengah malam, seluruh isi rumah menjadi panik tak ayal dengan Taehyung yg kerap kali harus berlari keluar tengah malam membangunkan tetangga meminta pertolongan, yg beruntung masih ada tetangga yg baik mau menolong Keluarga Taehyung
4 tahun yg lalu Appa Taehyung harus keluar masuk rumah sakit akibat penyakit meningitis yg dideritanya, dokter yg menangani appanya selalu menyarankan agar beliau dirawat inap atau rawat jalan. Namun akibat keterbatasan biaya membuat mereka tak mampu membayar biaya rumah sakit
Jangankan untuk perawatan, membeli obatnya saja sangat mahal
Membuat eomma Taehyung harus bekerja keras dan pontang-panting mencari pinjaman kalau obatnya habis sedangkan uang gajinya sudah tak tersisa
Appa Taehyung hanya dirawat dirumah dengan perawatan seadanya
Taehyunglah yg selalu menemani appanya dan merawatnya
Memandikan dan menyuapinya makan karena penyakitnya yg kian parah dan badannya yg semakin hari semakin melemah
Flashback on
" Taee.. Yeonjuun.. Shoobiinnn..."
Teriakan ibunya ditengah malam begini membuat 3 orang yg tengah tertidur pulas beranjak bangun
Menghampiri asal sumber suara
"kenapa eomma?"
Serempak ketiga orang itu bertanya
"appa.. Appamuu... Kejang.
Taee cepat keluar minta bantuan tetangga, yeonjun tolong ambilkan air minum dan obat, cepat"
Yoo eun memerintahkan satu persatu anaknya, sedangkan Shoobin yg kala itu masih berumur 9tahun hanya bisa menangis disamping ayahnya yg kejang, mulut Kim jung soong telah disumpal handuk kecil yg dilipat oleh yoo eun, gunanya hanya agar ia tak menggigit lidahnya sendiri
Malam itu alam sedang tidak bersahabat dengan Taehyung, hujan turun sangat deras disertai beberapa kilatan petir dan suara beduk dari langit
Namun Taehyung tak mempedulikan hal itu, ia segera berlari mencari pertolongan, beberapa pintu tetangga sudah ia ketuk dengan teriakannya meminta tolong, namun tak satupun dari mereka yg berhati mulia membukakan pintu untuk memberi bantuan pada remaja berusia 18 tahun ini. Hujan seperti ini mana ada yg mau repot-repot keluar melawan hawa dingin, pasti semua orang lebih memilih bertahan dikamar mereka dengan kungkungan selimut dan segelas coklat panas yg tentunya menghangatkan badan. Taehyung pun ingin seperti itu
Namun kini keselamatan appanya sangat penting
Taehyung menangis diantara derasnya hujan
Menangis berteriak meminta pertolongan, sudah hampir satu jam tak ada satupun yg membantunya, berharap orang lewat dijalanan sepi seperti inipun sangat tidak mungkin.
Beberapa kali pula ia menghentikan mobil yg melintas, meneriaki dan melambai-lambaikan tangan bahwa ia sedang butuh bantuan
Nihil, tak satupun dari mobil yg berlalu lalang itu menghentikan kendaraannya.
Taehyung sangat frustasi, ia sudah menyerah menghabiskan hampir 1 jam berlarian kesana kemari dibawah guyuran hujan seperti ini yg
Membuat badannya menggigil.
Ia memutuskan kembali kerumah dengan penuh kecewa
Namum Berharap appanya sudah pulih
Dari kejangnya
Baru kali ini appa Taehyung mengalami kejang hingga membuat panik seisi rumah
"appa.. Eomma maaf Tae tida-"
Tae terkejut melihat Eomma, yeonjun dan Shoobin menangis histeris
"eomma appa kenapa?"
Taehyung menghampiri keluarganya
Dengan mata yg masih memerah dan keadaannya yg basah kuyup
"appaaa...banguunn.. Apppaaa..."
"appa jangan tinggalin obin"
Kedua adiknya menangis, memanggil manggil ayahnya
Tak luput pula yoo eun
Wanita berusia 38 tahun yg tengah hamil tua itupun menangis sesenggukan
Melihat Taehyung kembali
Yoo Eun semakin tak kuasa menahan tangisnya, ia merentangkan kedua tangannya. Taehyung yg mengerti langsung menghampiri yoo eun dan memeluknya
"Tae.. Kau yg sabar yaa..
Appa sudah tidak ada"
Taehyung melepaskan pelukan ibunya
"apa? Maksud eomma-"
Tak melanjutkan kata-katanya, ia terlalu mengerti
Taehyung menatap yoo eun seakan tak percaya.
Air matanya terjun bebas tanpa dikomando
Yoo eun hanya menunduk menyembunyikan tangisnya
Ia harus menerima kenyataan
Sang Suami yg amat dicintainya telah pergi untuk selamanya dengan meninggalkan benih cinta dalam rahimnya yg akan lahir sebentar lagi
"Appaaaaaaa......"
Taehyung berteriak histeris
Menangis sejadi-jadinya
Memeluk jasad yg sudah tak bernyawa itu, sungguh Taehyung tidak ikhlas dengan hal ini
Susasana rumah Kim malam itu sangat riuh oleh suara tangisan ketiga anak mereka
Ini adalah malam terkahir untuk melihat wajah sang pahlawan mereka
Flashback off
"malam ini mungkin eomma tidak pulang, sebab nyonya dan tuan Eda sedang ada urusan diluar kota, meninggalkan anak gadisnya sendiri dirumahnya dan meminta eomma menginap malam ini. tidak apa-apa kan Tae"
Eomma yoo memberi tahu mereka dengan tangannya yg bergerak mengisi gelas-gelas kosong
"Tidak apa- apa Eomma, akan kuusahakan pulang lebih awal juga"
Pagi ini keluarga Taehyung sedang sarapan bersama sebelum melakukan aktivitas masing-masing
Mereka sudah duduk bersila dengan rapi diatas tikar yg sudah lusuh dengan mengelilingi menu sarapan hari ini
"Nana, jangan rewel ya Eomma akan pulang besok pagi, nurut sama oppa-oppamu ya!"
yoo eun mengelus sayang rambut halus nan panjang milik putri bungsunya ini, memberi nasehat kepadanya
Kim Nana, adik Taehyung yg sangat cantik, lucu dan menggemaskan
Pagi ini juga ikut sarapan, bersama ibu dan kakak-kakaknya, tak seperti biasa, ia yg susah sekali dibangunkan, harus dirayu dulu agar mau bangun dan dimandikan sebelum dititipkan ke tetangga selagi keluarganya keluar
"Nana mau tidur bareng eomma lagi"
Ia merengek, bibirnya dipoutkan lucu
Menambah kesan gemas bagi siapa saja yg melihatnya
"nana, nanti tidurnya bareng Yeonjun oppa ya, nanti kita main rumah-rumahan lagi" anak kedua yoo eun mencoba merayu adik bungsunya ini
Ia juga tidak mau mengganggu eommanya bekerja, jika Nana rewel tidak mau ditinggal eomma
"shoobin oppa juga nanti pulang bawa permen gula kesukaan Nana"
Mendengar rayuan kakak-kakanya, Nana langsung antusias mengiyakan
"benar ya yeonjun oppa, Shoobin oppa, nanti nana mau gula-gula yg banyak
Lalu nanti kita main rumah-rumahan.
Tae oppa jadi kuda ya?"
Bibir mungilnya menyebut satu persatu kegiatan yg sore nanti akan ia lakukan
Menunjuk Taehyung memintanya menjadi kuda yg selalu ia minta
Padahal ia memang selalu menjadi kuda setiap harinya
Taehyung gemas dengan adiknya itu, dicubitnya pelan pipi bulat adiknya dan mengacak rambutnya
"baik princess, nanti Tae oppa akan menemanimu main ya, tapi jangan rewel. Biarkan Eomma bekerja"
Senyum Nana masih melebar, ia menganggukan kepalanya tanda mengerti
Selesai membujuk malaikat kecil itu akhirnya mereka memulai makan bersama dengan Taehyung yg memimpin do'a.
...