
Author pov
"kau sudah terlambat 15 menit"
menatap jam tangannya sekilas kemudian melipat kedua tangannya didada
Kimmy hanya bisa cengo dengan nafas yg terengah-engah sehabis maraton
"kau curang, kau menyuruhku bersiap-siap sedangkan kau tidak mengantarku pulang"
Memang benar, tadi setelah mengancam gadis ini Suga memerintahkannya untuk segera bersiap tanpa waktu lama
janjian diwaktu yg tepat Suga akan menunggu didepan lift.
Tanpa mempedulikannya, Suga malah pulang sendiri tanpa memikirkan Kimmy yg harus menunggu bis terlebih dahulu, padahal rumahnya searah.
Namanya juga Kucing rabies, otaknya terkadang tidak ia pakai dengan benar.
Tapi, mana dia mau tahu, si egois itu benar-benar tak mau kalah.
"sudahlah ayo cepat nanti kita terlambat" Ujar Suga menekan tombol lift
mereka berdua kini telah berada didalam mobil sport milik Suga
"sebenarnya kita mau kemana sih?"
"sudah, diam saja"
Suga hendak menyalakan mesin mobilnya. namun, niatnya urung ketika melirik gadis disebelah kursi kemudinya
"lihatlah dirimu ini, kau itu wanita tapi kenapa penampilanmu buruk sekali"
Kimmy sontak menatap bingung,
Matanya terus berputar melihat keadaan dirinya
"apa yg salah?"
Suga menghembuskan nafasnya perlahan
"apa kau tidak pernah memoles wajahmu dengan bedak sama sekali? dan lihat bibirmu itu terlihat sangat pucat seperti orang sakit. aku bahkan menyuruhmu untuk bersiap-siap dan berdandan, kenapa kau tidak melakukannya"
Tak tau apa yg ada difikiran gadis itu. sekarang ia hanya cengengesan
"aku kan tidak sempat berdandan, kau yg menyuruhku untuk datang tepat waktu.
jangankan berdandan, makan saja aku belum"
Suga memang kejam
ancaman yg terus Suga keluarkan untuk mengalahkan wanita ini
"baiklah, setelah urusannya selesai nanti kita makan. tapi sekarang aku tak mau melihatmu dengan penampilan seperti ini"
Suga segera meraih tas kecil yg berada dibelakang jok mobil, lalu mengeluarkan sebuah benda yg sedikit mengeluarkan bau harum
"aku tak punya alat make up, jadi pakai yg ada saja. Aku hanya punya bedak bayi"
Mulut kimmy membentuk huruf O. menandakan apa itu? entahlah mungkin hanya sebuah keterkejutan
" uwaah.. apa kau masih sering memakai bedak bayi?"
"entahlah, mungkin ini memalukan. dengan usiaku yg sudah dewasa seperti sekarang ini, aku masih suka memakai bedak bayi, dari aku kecil ibuku selalu memakainkannya setelah aku mandi, dan kebiasaan itu terbawa sampai sekarang. terkadang memang selalu kubawa kemana-mana. entah, aku hanya suka baunya"
Senyuman berbinar terbentuk dari bibir mungil Kimmy, benar-benar tipe idamannya. ternyata Suga tipekal laki-laki yg sedikit manja mungkin.
Aww dia semakin suka dengan laki-laki ini
"sudah cukup jangan menertawakanku, aku tau ini terlihat lucu bukan?"
Suga kini memasang muka cemberut yg semakin menggemaskan saja bagi Kimmy
"aku tidak tertawa, justru aku semakin sayang eh-"
Reflek Kimmy menutup mulutnya sendiri, merutuki dirinya yg bodoh ini
Suga hanya tersenyum tanpa menanggapi apa-apa
"nih pakai sendiri, jangan membiarkan wajahmu terlalu polos seperti itu, ingat kau itu jelek. setidaknya berdandanlah sedikit untuk menutupi kejelekanmu"
bibir kimmy semakin lucu jika dimanyunkan, membuat siapa saja yg melihatnya ingin menarik bibirnya dengan tali tambang
ia kesal dibilang jelek, padahal Suga hanya meledeknya
jelas dia itu cantik
Kimmy lantas menaburkan bedak bayi yg diberikan Suga sebanyak mungkin
ketelapak tangannya dan memeoleskannya ke wajahnya sendiri
mengusap-usap wajahnya seperti orang yg cuci muka
"sudah, ayo jalan" ujar kim
Suga tak dapat menahan tawanya.
Ia tertawa terpingkal-pingkal
melihat wajah Kimmy yg sudah seperti siluman cat tembok itu
lucu bukan, seorang gadis tak bisa memakaikan bedak dengan benar hingga menghancurkan wajahnya sendiri. Suga terus tertawa tak henti-henti sampai lemas dibuatnya, suara tawanya terus mengegelegar didalam mobil sambil memegang perutnya yg sakit akibat terus menerus tertawa
Sedangkan yg ditertawakan hanya menggaruk-garuk kepalanya bingung dengan tingkah bapaknya kucing ini
"iiihhhh..."
"aww sakit" kimmy mencubit lengan putih Suga hingga sang empunya menjerit
"kenapa kau tertawa?"
Masih dengan tawanya yg belum reda
Suga menunjuk wajah Kimmy yg sangat putih itu karna taburan bedak yg ia pakai
"ith ituuhhh lihat hahaa.. wajah hahaha wajahmuu hahahha"
Kimmy langsung bercermin di kaca spion mobil Suga
Ia tersenyum kikuk melihat keadaanya kini
Kimmy lantas melirik Suga dengan tatapan sinis
"dasar kau"
"aw aw yak, yak sakiitt ampun ampuunn, hahaha lepaskannn...sakitt"
Kembali, kimmy mencubit lengannya tanpa ampun semakin kencang dengan kekuatan rinso sepuluh tangan
"kau ini, kenapa suka sekali mencubit orang hah? lama-lama kulitku bisa rontok karna terus menerus kau cubit"
Suga terus meringis mengusap usap lengannya yg habis dicubit itu
Dilipatnya baju kemeja pendek Suga yg menampilkan kulitnya yg memerah barpadu warna biru yg sangat kontras terlihat karna kulitnya yg terlalu putih
"lihat sampai biru gini"
Ia terus mengusap-usap lengan malangnya itu
"siapa suruh terus menertawakanku"
Kimmy sebenarnya tak tega melihat Suga yg terus meringis kesakitan. tapi bagaimana lagi ia terlalu kesal
Apalagi kini ia kembali menertawainya yg belum memperbaiki keadaan make up hancurnya itu.
tapi jujur, kenapa hatinya begitu bahagia melihat si swag tertawa menampilkan barisan gigi-giginya dengan mata yg hampir tertelan pipi karna gembilnya pipi Suga.
sungguh pemandangan yg langka.
ia semakin menyukai makhluk ini
padahal belum genap seminggu ia bertemu, berkenalan saja belum
perasaan apa itu kim?
apa ia akan menyisihkan calon jodohnya
Kimmy segera mengusap-usap wajahnya sambil bercermin di kaca spion, tapi tetap saja bedaknya tak mau rata
Tawa Suga sudah tak terdengar lagi.
ditariknya wajah kimmy hingga jarak wajah mereka berdekatan, tak ada maksud lain, Suga habya membantu merapikan bedak yg menempel diwajah gadia itu
"lain kali, pake bedak itu yg bener" tangan terus mengusap-usap wajah kimmy
jantung Kimmy mendadak berdegup dengan kencang, serasa akan berlari dari tempatnya
Wajahnya kini bahkan sedikit bersemu, merasakan usapan dari tangan itu
tapi sungguh, Suga tidak bisa bersikap lembut
Ia mengusap-ngusap wajah Kimmy dengan kasar hingga sang empu wajah mengernyitkan wajahnya karna tangan sikucing tak bisa diajak kompromi.
Tangan Suga kini sudah ditahan oleh Kimmy membuatnya menghentikan aktivitasnya
"hei"
"hmm" menyebalkan, Suga hanya berdehem
"kita belum berkenalan"
"apa itu penting? kau kan sudah tau namaku"
tangan suga belum terlepas dari wajah Kimmy dan masih dicekal oleh tangan mungil si cheong
"tapi kau belum tau namaku"
Akhirnya tangannya terlepas.
Suga membenarkan posisi duduknya
"baiklah mari kita berkenalan, namaku Min Yoongi kau bisa panggil Suga.
Salam kenal Kimberly hasseda" Suga menekankan nama sigadis
Mulut Kimmy kembali membentuk angka O
"woaahh.. Daebak, dari mana kau tahu namaku? Kau menstalking sosmedku ya"
"yee pede, gak ada dalam kamusku yg namanya ngenstalk. Buang-buang waktu"
"trus naon atuh?"
"kau memberi nama pada dihalaman depan tugasmu kan?"
Kimmy hanya nyengir sambil mengangguk-ngangguk.
Selanjutnya tangan suga terulur kebelakang kepala Kimmy, menarik ikat rambutnya. surai hitam panjang itu kini telah terurai, Suga sedikit merapikan rambutnya yg berantakan
"nah, kalo gini kan lumayan, jangan dikuncir terus nanti kau bisa memekik seperti kuda"
Kimmy hanya diam menatap wajah namja dihadapannya yg kelewat tampan
Suga membuka laci mobilnya, menampakan banyak barang-barang perempuan didalam sana
"wuaahh apa semua itu milikmu"
Suga langsung menutup kembali lacinya tak ingin Kimmy menyentuh barang-barangnya
"pakai ini, wajahmu itu seperti mayat hidup tau tidak?"
Suga hanya mengambil sebuah lipbalm berwarna maroon dan menyodorkannya pada Kimmy.
hanya memakai lipbalm saja Kimmy bisa
Suga mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Kimmy masih saja penasaran. dibuka kembali laci mobil Suga membuat sang pelaku menatapnya dengan takjub
Ia mulai memilah benda-benda itu mulai dari pensil alis, lipstik, bedak basah parfum dan make up lainnya, juga beberapa aksesories wanita. Laci mobilnya yg agak luas dapat menampung barang-barang dengan jumlah lumayan banyak
"yak, tadi kau bilang tidak punya make up, lalu ini apa?"
sontak saja Suga langsung menutup lacinya dan satu tangan memegang kemudi
"jangan sentuh itu"
Meski sudah diperingatkan, Kimmy tetap saja tak menggubris. Memang pada dasarnya jiwa keponya itu tak dapat dihalau oleh apapun, ia tetap saja mengorek barang-barang yg ada didalam
"aku jadi curiga apa kau diam-diam suka memakai barang-barang ini?"
Suga semakin kesal dengannya.
dia itu susah sekali diatur
"dasar keras kepala"
Suga langsung menepi menghentikan mobilnya untuk menghentikan tingkah gadis ini
"jangan hieiiii, taruh kembali"
Suga merebut lipstik yg dipegang Kimmy
"kau ini sedang pms ya? Kenapa suka sekali marah-marah seperti wanita?"
Memang pada dasarnya Kimmy keras kepala, tangannya tak mau diam
"bagus tidak?"
Ucapan Suga langsung terpotong.
Ia yg tadinya ingin marah langsung diam setelah melihatnya
"aku cantik kan?" Kimmy terlihat begitu senang memakai jepit rambut berbentuk mawar yg berwarna biru dengan paduan warna merah ditengahnya
Suga tetap diam. Ia menatap wajah kimmy dengan tatapan sendu dan matanya malah mulai sedikit berkaca-kaca
Merasa ditatap intens begitu Kimmy langsung meraup muka Suga dengan wajah tanpa dosanya itu.
dia memang perusak suasana, padahal Suga sedang menikmati keindahannya
"biasa aja dong liatnya, aku tau aku cantik"
Suga ingin memakinya habis-habisan.
Bisa-bisanya dia masih berkata seperti itu disela-sela lamunannya.
Padahal dia sedang menatap Kimmy dengan serius.
Bukan, bukan Suga menatap Kimmy lebih cantik dengan jepit rambut itu
Tapi ada maksud lain.
"kau ini narsis ya" menjauh dari hadapan Kimmy
"buktinya kau menatapku seperti itu"
Dengan pedenya Kimmy menyimpulkan bahwa Suga terpesona dengannya, begitu?
"aniya, kau hanya mengingatkanku pada seseorang" Suga kembali pada posisinya, menatap lurus kearah depan
"siapa?"
Tak menjawab, Suga kembali melanjutkan perjalanan
Mereka berdua tiba disebuah mansion mewah dengan arsitektur yg amat menakjubkan
Rumah berlantai dua itu mempunyai garasi yg luas dan air mancur dihalaman depan
"ini rumah siapa?" kimmy bertanya pada Suga yg sibuk bercermin dikaca spion mobilnya, merapikan rambut fuschianya itu.
Tak digubris, Suga malah berjalan duluan meninggalkan Kimmy
"hei, itu kuping apa daging jadi sih" kimmy marah-marah sendiri jadinya.
Pintu besar itu dibuka oleh dua orang penjaga yg kemudian membungkukkan badan pada kedua manusia ini
Dapat dilihat, isi rumah ini lumayan banyak orang-orang yg berjas rapi dan beberapa wanita dewasa yg balapan memakai dress paling pendek, bercakap-cakap sambil memegang gelas dengan minuman warna warni.
Namun, banyak pula para remaja seusia mereka. dapat disimpulkan para pemuda-pemudi ini adalah mahasiswa kampus.
tapi bagi Kimmy tak ada yg ia kenal, hanya sesekali saja melihat mereka.
Suga tetap berjalan didepan, sedangkan Kimmy yg terus melirik kesana kemari bertanya-tanya acara apa ini, acara lamaran atau sunatan?
hingga seorang perempuan menyapa Suga
"hai"
"oh, hai juga"
Suga balas menyapa
"kukira kau tak akan datang, oh ya, dengan siapa?"
kimmy yg tengah membelakangi kedua orang ini lantas ditarik tangannya oleh Suga. kini tangan Suga merangkul Kimmy, membuatnya membelalak
"Kimmy.." wanita itu langsung memeluk Kimmy
"hai, Riana"
"bukannya kau kuliah di Swedia? Kapan kau kembali kesini"
Riana, gadis cantik satu ini memang ramah. ia adalah kakak kelas Kimmy sewaktu SMA, terkenal karena kecerdasannya
"sudah hampir 3 minggu aku disini, aku rindu Korea, disana aku tak dapat menemukan bimbimbap"
Mereka tertawa sedangkan Suga hanya menatap keduanya malas, perempuan memang seperti itu ya, hobinya rumpi
"oh iya, kau kuliah dimana sekarang?"
"kita satu kampus" Suga kembali merangkul kimmy menyerobot seenak saja
"oh ya, kok tak tahu"
"kau saja yg terlalu sibuk, padahal sudah setengah bulan aku kuliah tapi tak sekalipun bertemu denganmu. kau juga sekarang semakin sibuk dengan kegiatanmu memanjakan subscribbermu itu"
Riana hanya terkekeh mendengar ocehan Kimmy
"dan aku adalah penggemar beratmu dari pertama kali kau mulai mengcover lagu" Kimmy menambahkan ucapannya
Selain cerdas, Riana juga mempunyai suara yg merdu, sehingga membuatnya menjadi seorang Youtuber dengan konten-kontennya yg sering mengcover lagu-lagu dengan suara indahnya. Tak ayal dia menjadi idaman laki-laki di kampusnya
"oh ya, kalian-
"dia pacarku"
Hello.. Min Suga kau waras?
lihat anak orang sekarang tengah dibuat kaget bukan main, pasalnya si kucing ini mengatakan Kimmy adalah pacarnya. bahkan mereka saja baru kenal
" eh, eh buk-
Yak"
kimmy meringis, kakinya yg mungil menjadi korban injakan snickers milik kucing rabies ini. Suga tersenyum kearah Riana seraya mengelus-elus lengan Kimmy
Sedangkan Kimmy, ia hanya mengangguk-ngangguk wajahnya kini seperti orang yg menahan mules.
sungguh Suga memang kejam.
Tak tanggung-tanggung jika mengancam
"oh.. Begitu yaa"
raut wajah Riana menjadi muram
Suga dan kimmy tengah berjalan diantara para tamu.
Mata-mata mereka menatap sinis keduanya
Why? Ada apa dengan pasangan nyasar ini?
Langkah mereka terhenti didepan sepasang suami istri dengan suguhan kue mewah bertingkat dihadapannya
"happy Anniversary miss and mister jeon, i hope you always stay together untik the end"
Sepasang suami istri ini tersenyum pada Suga yg telah mengucapkan anniversarry, tapi tatapan ms jeon membidik dengan sinis kearah Kimmy.
"dia siapa Suga?"
"oh, perkenalkan ini Kimberly, pacar saya"
kimmy membungkuk sopan kearah keduanya
"anyeonghasseyo, Kimberly imnida. happy anniversary ms and mr jeon"
Laknat memang, wanita tua itu tidak menanggapinya. wajahnya malah mendelik, tak suka dia rupanya
....
Keduanya kini berada disalah satu meja diujung sudut dengan beberapa makanan dan kue disana
Suga hanya memperbolehkan minum saja.
Supaya gak malu-maluin fikirnya
"ini tamunya anak kampus semua ya?"
Tanya Kimmy yg diam-diam melangkahkan jarinya mengambil kue
Suga langsung menepis tangan Kimmy agar menjauh dari makanan itu dan membuat Kimmy cemberut
"hanya mahasiswa seangkatan"
Kimmy kembali melanjutkan aksinya meraih makanan yg diidam-idamkannya dari tadi
"tapi aku tidak melihat J hope"
Kembali, Suga kali ini membuang jauh-jauh tangan itu sebelum meraih piring
"paling juga lagi nete sama emaknya"
tangan kimmy kembali menjalar dipermukaan meja.
keduanya seakan sama-sama buta, tingkah dan pembicaraan mereka bertolak belakang, mereka berdua mengobrol dengan tenang tapi kedua tangan mereka saling bertengkar
Kali ini lebih kejam, Suga mengumpulkan semua makanan dipiring, menyusunnya dan menjauhkannya dari Kimmy
Kimmy geram, ia sungguh menginginkan itu tapi Suga malah dengan tega merebutnya
"aku lapaaaarrrrrr"
Kimmy berteriak dengan suara cemprengnya, membuat beberapa tamu menoleh kearah mereka berdua
tangan Suga reflek menutup mulutnya, dan tersenyum ke arah tamu-tamu itu.
demi tuhan, ini sangat memalukan
"ayo kita pergi"
Suga menarik Kimmy masih dengan menutup mulutnya membuat tangan gadis itu memukul-mukul lengan Suga agar melepaskan bekapannya.
Keduanya kini telah berada di sebuah restoran yg menyediakan banyak makanan khas korea dan luar negeri
"gadis ini betul-betul kelaparan" suga membatin melihat Kimmy dengan makan dengan lahapnya.
Suga tadi yg memesan makanan segini banyaknya. niatnya hanya mengerjai Kimmy, mana mungkin seorang perempuan dapat melahap makanan sebanyak ini. Mulai dari japche, bimbimbap, ramyeon, sushi dan lainnya.
ternyata Kimmy punya porsi makan yg cukup banyak, atau memang hanya kelaparan saja karna tadi sore ia bilang belum sempat makan siang.
Makanan yg dipesannya hampir habis.
Luar biasa..
Sedangkan Suga hanya makan spageti dan menatap Kimmy dengan heran
"habiskan makananmu, aku tak mau membuat anak orang mati kelaparan karna membiarkannya tak makan siang"
"halammuhenninimenghiyahanhu ngamengamimahamam"
Sungguh suga ingin tertawa melihat mulutnya penuh dengan ramyeon yg masih panas tapi tetap ingin bicara
"mulut penuh jangan bicara. habiskan dulu, aku tak mengerti kau bicara apa"
Kimmy meneguk air putih sebelum ia menerangkan
"salahmu sendiri membiarkanku tak mengambil makanan"
Suga ber'oh ria mengerti perkataannya sekarang
Malam sudah semakin larut, jalanan semakin lengang pertanda para makhluk bumi sudah beristirahat diranjangnya masing-masing.
hening, tak ada percakapan diantara keduanya hingga tibalah mobil sport Suga di lobby apartemen
diliriknya perempuan disebelahnya, tengah tertidur pulas, pantas dari tadi ia hanya diam
Mungkin karna kenyang habis makan banyak
Rambutnya terurai menutupi wajahnya, dia cantik memang dengan jepit rambut yg ia pinjam paksa
Melihatnya seperti ini membuat hati Suga terasa perih.
Kenapa memori itu seakan berputar kembali
sungguh, ia akan membenci gadis ini.
Diambilnya jepit rambut itu dari kepala Kimmy yg masih tertidur lalu membangunkannya.
"bangun kita sudah sampai"
Yg dibangunkan masih saja terlelap
"banguuunnn"
Suga semakin hilang kesabaran, ia tetap tak mau bangun
"tolong jangan sampai aku harus menggendongnya" ia mengumpat sendiri
Kini suga berteriak
"kebakaraaaaaaannnn"
......
"hwaaaaaa mamiiiiiiii"
......